
Jeremy dan Andre turun ke bawah untuk pergi dari sana. Mereka melewati Milya begitu saja seolah wanita itu tidak ada di dapur.
"Jemy … Jemy. Ke sini lah, kita makan," suara Milya yang mendatangi Jeremy dan memegang salah satu tangan Jeremy.
Jeremy mengerutkan kening, "Kenapa sentuh-sentuh sih!" Jeremy menghempaskan Milya hingga wanita itu terhempas dari posisi berdiri dan kepalanya terbentur.
Jeremy yang kesal membawa Milya ke mobil. Dia disadarkan Andre yang mengatakan, "Untuk apa ayah bawa dia ke mobil kita?"
"Ayah akan membawanya untuk tes DNA," jelas Jeremy.
Andre mengangguk paham. Dia mengerti apa yang akan dilakukan ayahnya itu meski Jeremy tidak mengatakannya.
Jeremy pasti akan membuktikan apa anak dalam kandungan Milya merupakan anaknya atau bukan.
Jika benar wanita itu hamil anaknya, ia akan bertanggungjawab pada anaknya saja tidak dengan ibunya.
Namun jika Milya telah berbohong padanya, maka Jeremy tidak segan-segan menghukum
Milya yang telah membuat istrinya melahirkan sedini mungkin bahkan proses kelahiran ini membuat salah satu nyawa bayinya hilang.
Desampainya di rumah sakit, Jeremy langsung membawa Milya ke ruang tes DNA.
__ADS_1
"Dokter, tolong periksa DNA bayi dalam perutnya," ucap Jeremy tanpa basa-basi datang ke ruang laboratorium pengecekan DNA dengan menggendong Milya ala bridal style.
Dokter yang sedang melakukan pemeriksaan pun terkejut. "Ada dokter yang perlu mengambil mengambil cairan Amnion atau dari villi chorialis dan itu bukan saya. Silahkan mendatangi dokter spesialis genetika. Biasanya pengecekan janin dalam kandungan dilakukan saat usia janin 10 sampai dengan 12 minggu."
"Baik kalau begitu dokter. Terimakasih."
Jeremy mencari dokter spesialis genetika yang dikatakan dokter dalam ruang laboratorium itu.
Setelah melakukan pengecekan, Jeremy menjumpai satu fakta mengejutkan.
"Maaf pak. Tapi istri anda tidak sedang hamil."
"Oh begitu. Maaf ya. Pasien tidak sedang hamil tapi mengidap penyakit asites; yaitu adanya penumpukan cairan. Umumnya, dipicu karena kerusakan fungsi hati dan jaringan perut."
Ada rasa lega yang dirasakan Jeremy ketika mengetahui kenyataannya. Namun ia sedikit terkejut juga ternyata kekasih di masalalunya mengalami penyakit seperti ini.
Jeremy segera meminta dokter mengobatinya namun segera ditolak sang dokter.
"Itu bukan bagian saya. Anda bisa menghubungi dokter spesialis asites dan menyembuhkan pasien."
Satu jam kemudian.
__ADS_1
Jeremy sudah meminta dokter menyembuhkan Milya yang tergolong sangat menyedihkan dengan penyakit yang diderita wanita itu.
Tak lama Jeremy memasuki kamar rawat Kei dan menemukan wanita itu sudah sadar dari tidurnya.
Kei sedang bercakap-cakap dengan Andre. Wajah Kei masih pucat dan kelelahan sehabis melahirkan secara sesar itu.
"Terimakasih sudah berhasil melahirkan anak kelima yang menjadi keempat kita, Kei," ucap Jeremy memberi senyum tipis.
Bukan karena Jeremy tidak rela memberi senyum lebar yang memperlihatkan kebahagiannya, namun ia masih menjadi suami dan ayah yang buruk untuk keluarga kecilnya itu.
Apalagi dengan Kei yang sangat baik, sungguh tidak cocok bersanding dengannya.
"Maafkan aku." Mendadak Jeremy berlutut di samping Kei.
"Aku tidak bisa melakukan yang terbaik untukmu dan keluarga kita. Aku sudah membiarkan wanita lain memasuki rumah tangga kita dan meresahkan kamu," ucap Jeremy dengan hati terdalam.
Sejenak, keadaan begitu tenang dan kondusif. Hingga Kei bertanya, "Apa artinya ini, wanita itu benar hamil anakmu?"
...****...
Tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉
__ADS_1