Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Rencana Busuk Merly


__ADS_3

POV Merly


Tidak.


Aku tidak sudi melihat anakku jadi kacung wanita sialan itu.


Gimana anakku lebih perhatian dengan wanita penggoda itu daripada aku–sebagai Mamanya sekalipun dalam keadaan sakit seperti ini. Orangtua siapa yang merelakan anaknya seperti itu.


Siapapun tidak, begitu juga denganku.


Walau memang, hanya alasan belaka saja menjadikan penyakit pura-puraku agar anak sulungku itu tinggal di rumah ini.


Namun setelah mengetahui kepura-puraanku, putraku itu langsung pergi dari rumah ini tanpa suamiku yang baik itu bisa menghalanginya.


Jeremy menurutku meninggalkan rumah ini dua tahun setelah penyakit aneh dan gilanya usai. Ya, aneh dan gila. Tiga tahun adalah waktu yang sangat lama kuhadapi bersama keluarga besar. Jeremy memang pria nakal. Karena vonis dokter, dia memiliki kelainan pada sel spermanya sehingga tidak akan mampu membuahi sel telur milik perempuan manapun!


Tetapi selama tiga tahun, Jeremy terus mengalami gejala hamil, membuatku sangat ingin mengetahui siapa orang yang melakukan semua kesusahan Jeremy putra kuat dan gagah perkasa milikku itu.


Aku memang menduga.


Ada satu di antara ratusan wanita yang menjadi teman tidur anak nakalku itu berhasil hamil.


Tapi setelah hampir tujuh tahun sejak sekarang, aku mengamati setiap orang yang menemani anakku itu. Tidak ada yang spesial.

__ADS_1


Kecuali satu perempuan yang sankin dekatnya, anakku yang tidak suka tinggal di rumah orang, sekarang malah menginap di rumahnya. Siapa lagi kalau bukan si Kei wanita tidak jalas itu!


Beberapa waktu lalu aku mendatanginya dan berdebat dengannya.


Aku buat dia malu di depan seluruh restoran namun anakku langsung membawanya ke luar restoran.


Memang aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu.


Tapi aku liat mereka sangat mesra seolah pasangan yang cocok. Haha, pasangan cocok!? Anakku itu keturunanku, aku wanita kaya berkarir cemerlang! Sedangkan wanita nakal itu, uh… Anak-anaknya saja ada karena diperkosa. Siapa yang mau mendekatinya? Jangan-jangan dia buat cerita pandai-pandaian supaya anakku mau jadi ayah dari anak-anaknya.


Gila.


Wanita muda itu sudah berhasil membuatku setres!!


Dari anak-anakku, aku, jangan-jangan nanti berhasil pula dia menginjakkan kaki di rumah ini sebagai menantu?


Tidak-tidak!


Itu ide paling buruk yang pernah ada! Tampaknya Aku harus pikirkan cara.


Wanita rendahan tak punya moral itu harus pergi jauh sejauh-jauhnya dari tempat ini. Memang aku tidak akan membunuhnya dan keluarganya. Karena wajah anak-anaknya seolah memperlihatkan wajah putra kesayanganku itu–Jeremy. Setidaknya menjauhkan anakku sembari aku memikirkan bagaimana cara agar Jeremy melupakannya dan kembalilah duniaku yang semula. Aman, tenang, damai…


Tapi aku harus apa?

__ADS_1


Menjauhkannya ya.


Hmm.


Tampaknya aku harus membuat pertemuan dengan wanita muda menyebalkan itu.


Aku harus buat dia pergi sejauh-jauhnya dari sisi anakku yang ntah gimana dia buat semuanya menjadi sangat mudah padahal baru hitungan bulan dia berkenalan dengan anakku.


Sementara aku.


Aku sudah lama menjadi orang yang paling berjasa menghadirkannya ke dunia ini.


Dia tega-teganya pula mengatakan kalau anak-anaknya hadir karena wanita aneh itu.


Memang wanita itu sudah punya anak. Anak tanpa ikatan ntah siapa ayahnya!


Tapi belum tentu ketiga anak itu anaknya anakku. Walau sudah ditunjukkan hasil tes DNA tetap saja aku tidak percaya.


Bisa saja wajahnya mirip terus buat cerita yang tepat pas pula dengan cerita anakku.


Pokoknya aku mau dia menghilang dan tidak pernah ada di dunia ini.


Sungguh merepotkan otakku yang sudah menua.

__ADS_1


Aku mau semua berjalan sesuai keinginanku. Aku mau dunia berjalan sesuai jalur yang sudah kutentukan. Aku mau memiliki anak yang tetap menurut, dan harapanku aku mau memiliki menantu yang sesuai kriteriaku. Baik, cantik, mapan, masih perawan ketika menikah dengan anakku, terus sudah… Aku akan bahagia ketika sudah mati sekalipun.


__ADS_2