
Melihat suaminya seolah akan masak, dia mencolek pinggang Andre dan berbisik. "Sana, temani Ayah kamu masak."
Andre mengerutkan kening. "Masak? Sama dia?" tidak segan segan Andre menunjuk Jeremy, seolah-olah ayahnya itu bukan sesuatu yang cukup berarti baginya. "Enggaklah, Bund. Lebih bagus Andre ga makan seharian dari pada dimasakin lelaki bodoh nyebelin itu!"
Segera Kei memukul bahu Andre. Serta berkata dengan suara tinggi. "Mau seperti apapun Ayah kamu, jangan pernah mengejeknya. Karena kalau bukan karenanya, kamu tidak akan pernah hadir!"
"Lebih bagus Andre ga lahir ke dunia daripada harus terbuat dari benih manusia biadap kayak dia!" Andre pergi dari rumah.
Kei berusaha memanggil-manggil Andre, namun anak itu tidak kunjung kelihatan wujudnya. Jeremy segera mengejar Andre setelah melepas celemeknya.
Andre, merupakan anak berusia 7 tahun. Dia jelas sangat tau benar asal usul manusia dari mana. Dia adalah anak cerdas yang kepintarannya di atas rata-rata. Namun kemarahannya pada ayahnya begitu dalam karena Jeremy bukanlah pria gentlemen.
"Andre!" kata Jeremy setelah melihat Andre yang berjalan sangat cepat di jalanan perumahan, Jeremy berlari menghampiri Andre.
__ADS_1
"Apaain sih! Lepasin!" Anak itu berusaha melepas genggaman tangan Ayahnya. Namun Jeremy benar-benar menggenggam Andre tidak peduli betapa sakitnya tangan Andre saat ini.
"Kamu tidak boleh seperti ini, Andre! Kamu laki-laki. Apa masalahmu, ceritakan pada Àyah!"
Andre terus menunjukkan ekspresi cemberutnya. Dadanya naik turun. Seiring nafas yang terengah-engah.
"Kalau tidak kamu ceritakan, Ayah atau siapapun tidak akan tau masalahmu. Ayo katakan. Ayah tidak akan menghukummu," bujuk Jeremy.
Jeremy terdiam dalam keterkejutannya. Jarak di antara dapur dan ruang keluarga tidaklah jauh. Hanya tiga meter. Bahkan dapur dan ruang keluarga tidak dibatasi dinding apapun. Namun Jeremy tidak tau masalah Andre, selain mendengar penghinaan yang anak lelakinya itu ucapkan.
"Memangnya apa salahku, nak?" tanya Jeremy dengan hati hancur. Ayah mana yang hatinya tidak hancur setelah mendengar suara putranya yang sangat membencinya?
"Salahmu banyak! Aku harap aku dan seluruh saudara-saudaraku ga pernah ada di dunia ini, dan kau tetap hidup bersama para ******-****** bodohmu untuk memuaskan has*at besarmu itu! Serta Bundaku menjadi seseorang yang diimpikannya!"
__ADS_1
Sebenarnya siapa yang memberitahu semua hal ini padanya? batin Jeremy curiga.
"Heh! Ternyata kau sedang berpikir tentang semua hal ini 'kan?" tebak Andre tertawa meremehkan. "Nenekku yang memberitahu! Apa kau mau menghancurkannya seperti yang sering dilakukan pria-pria di novel Bundaku?" lanjut Andre lagi.
"Semua adalah kesalahan. Dan ayah sedang berusaha memperbaikinya. Makanya kembali menjemput kalian. Tapi kalian justru menolaknya."
"Setelah bosan dengan selingkuhanmu?"
"Ayah tidak pernah selingkuh, Andre. Ayah sangat mencintai Bundamu."
"Pria buaya tetaplah pria buaya. Aku tau benar orang kau punya segudang akal licik untuk kembali mematahkan hati Bunda kami. Setelah kau bosan karna tak bisa menyentuhnya, kau mengirim kami ke desa dengan dalih keinginan Bundaku. Aku tau kau bersenang-senang dengan para ******-****** itu! Tapi setelah bosan melihat wanita sesat itu, kau malah kembali pada Bundaku."
Jeremy benar-benar tidak tahan lagi melihat sikap putra satu-satunya itu. "Kau benar-benar keras kepala, Andre. Ayo pulang! Ayah harus memberi pelajaran untukmu!"
__ADS_1