Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 bab 26


__ADS_3

Hai, author kembali.


Author akan usakan konsisten up 2 bab sehari dengan cara: Pembaca harus like dan komentar sebanyak-banyaknya, terimakasih.


***


"Kenapa menatap ku begitu?" tanya Kei pada Jeremy yang menatap nya persekian detik lamanya.


"Em, tidak. Tidak ada!" sangkal Jeremy sadar. Dia berusaha relaks meski hati sedang tidak nyaman.


Melihat kebungkaman Jeremy, Kei berusaha mencairkan suasana. "Kenapa kemari? Sudah siap kah pekerjaan mu di kota? Atau kamu mau menjemput kami?" pertanyaan beruntun Kei membuat Jeremy berbicara. "Karna Aku merindukan mu makanya aku kemari. Tapi tidak dengan pekerjaan. Itu sudah kualihkan pada wakil ku."


"Rindu pada ku atau bayi kita?" tanya Kei mencobai.


"Rindu pada! Kalian semua," balas Jeremy.


"Sudah berjumpa Anna, Alice dan Andre?" tanya Kei lagi.


"Sudah," jawab singkat Jeremy.

__ADS_1


"Apa respon mereka?" tanya Kei.


"Untuk?" beo Jeremy aneh.


"Ya… respon tentang kabar burung kamu ada wanita lain."


Ucapan Kei seketika membuat dada Jeremy sesak. "Kamu tau sesuatu?" tanyanya panik. Takut kalau Kei salah paham padanya.


"Ya tentu tau lah. Pesan itu kan dikirim pada ku. Entah, siapa orang jahat yang mengetikkan itu padaku," Kei menghela nafas. Ini menunjukkan kalau dia juga sedikit kecewa sama seperti yang dirasakan Anna, Alice maupun Andre. Namun ia berusaha tidak menunjukkan perasaan nya itu pada suaminya.


"Kejadiannya bukan seperti itu," jelas Jeremy berusaha meyakinkan.


"Hm, aku mengerti. Karna aku hamil, makanya kamu merasa bosan apalagi kita baru menikah, dan lagi-lagi aku cepat hamil. Makanya kamu cari perempuan lain, supaya ada penyaluran has-rat," ucap Kei berusaha tidak marah terlebih bahkan menekan hatinya supaya tidak merasakan sakit.


"Apa yang perlu kudengar? Video itu nyata!" mulai berteriak. Gemuruh di dada sungguh tak mampu ditahan Kei. Ini membuat amarah sekaligus air mata keluar.


"Bunda!" Anna dan Andre datang berusaha membela sang Bunda.


"Kamu mau apakan Bundaku?!" teriak Andre marah. Dia tidak terima sang Bunda dibuat nangis seperti ini. Bahkan tidak segan-segan memanggil pria dewasa dihadapannya sebagai 'kamu'.

__ADS_1


"Aku tidak membuat masalah dengan Bunda, nak."


"Jangan sebut aku anakmu!" teriak Andre marah.


Melihat Putra satu-satunya untuk saat ini bahkan menolak keberadaan sang ayah, Kei berkata, "Jangan berbicara seperti itu, Ndre. Kamu anak Bunda, itu ayah kamu," ucap Kei menerangkan.


Andre menoleh ke arah sang Bunda. "Tapi dia udah jahat sama Bunda!" ucap Andre kesal.


"Ayah tidak jahat sayang. Ayah baik. Hanya, Bunda senang ketemu ayah," jelas Kei berbohong.


"Tapi Bunda bilang tentang video. Pasti bahas kiriman orang tak dikenal itu," ucap Anna memperbaiki kata-kata bunda nya.


"Ini masalah orang dewasa, Anna. Kalian jangan terlalu ikut campur," terang Kei.


"Tapi akan jadi masalah buat kami, Bund kalau bunda disakiti Ayah." air mata Anna mengalir.


"Iya, Bund. Andre setuju!" lanjut Andre.


Jeremy menggaruk kepala bingung. Dia benar-benar tidak mengerti, apa yang harus dilakukan nya untuk keluarga yang bahkan tidak melihat segala nya dari sudut pandang yang baik.

__ADS_1


Ini juga membuat Jeremy menyesal telah menolong seseorang. Menjadikan keluarganya tidak mempercayainya lagi.


"Sabar, Jemy. Istrimu lagi hamil. Dia akan mengedankan emosi nya dari pada memikirkan tentang hal lain…" bisik Jeremy pada diri nya sendiri.


__ADS_2