
"Hmm, I don't know. Lately Jeremy's voice seems to keep calling me. He wants me back, with him…. Even saying he loves me."
[Hm, ntahlah. Aku juga tidak tahu. Akhir akhir ini suara Jeremy seolah terus memanggilku. Dia ingin aku kembali, bersamanya …. Bahkan mengatakan dia mencintaiku] Kei kebingungan sendiri.
Dikarenakan bayinya sudah tidur, Celica segera membaringkan bayi perempuannya itu di dalam box bayi dan duduk bersama dengan Kei di tepi ranjang kamarnya.
"You're in touch… Hm, I mean communicating with them again secretly, without my knowledge? [Kamu berhubungan … Hm, maksudku berkomunikasi lagi dengan mereka diam-diam, tanpa sepengetahuanku?] Celica memastikan.
Kei menggeleng. "No. After all wasn't the first hour I set foot and met you at the airport, you immediately asked me to change number? I don't remember all the numbers, let alone people who I don't think are very important."
__ADS_1
[Tidak. Lagi pula bukankah jam pertama aku menginjakkan kaki dan bertemu denganmu di bandara, kamu langsung mengajakku berganti nomor? Aku tidak ingat dengan semua nomor, apalagi orang-orang yang menurutku tidak terlalu penting]
"Then, how did you communicate with Jeremy?"
[Lalu, bagaimana kamu berkomunikasi dengan Jeremy?]
" A dream? How's the story?" [Mimpi? Bagimana ceritanya?] Celica bahkan berteriak, tidak percaya.
"Hm, I've been having weird dreams lately. Including how Jeremy seemed to be telling me about what happened in that town…." [Hm, akhir-akhir ini aku selalu dapat mimpi aneh-aneh. Termasuk bagimana Jeremy seolah bercerita padaku tentang yang terjadi di kota itu…]
__ADS_1
"What did it say?" [Apa yang dikatakannya?] Celica merasa pembicaraan ini unik dan menarik. Celica merasa begitu penasaran dengan yang sebenarnya malah terjadi pada mimpi yang menurut Kei terjadi secara beruntun.
"Jeremy told me that he was in a coma out of frustration after my unheard leaving, made him do stupid things… Drink three packs of rat poison." [Jeremy bercerita kalau dia tengah koma sebab frustrasi setelah kepergianku yang tanpa kabar, membuatnya melakukan hal bodoh … Meminum racun tikus sebanyak tiga bungkus]
Celica segera menggeleng. "Startling." [Mengejutkan] ucapnya tidak percaya. Dibalik itu juga ia merasa kasihan dengan pria itu. Miris… Sementara menurut pemantauan yang dibuatnya namun setelah Kei berada di sisinya, Celica tidak lagi melakukan pemantauan atas semua orang yang berhubungan dengan Kei … Jeremy bukanlah pria jahat justru Jeremy sangat baik membantu walau kisah untuknya tampak begitu singkat adanya.
"At first I didn't really care. Only when Jeremy told me his Mama was crazy.Only when Jeremy told me his Mama was crazy.I'm not mocking, or at least proud because the old woman who interfered with my life has a fairly severe karma. But I feel a little relieved, especially when my name is clean there.. I don't know anything because I never watch the news at least open an internet site about myself which seems to be well known in that country…"
[Awalnya aku tidak terlalu peduli. Hanya ketika Jeremy kata padaku bahwa Mamanya sudah gila. Aku bukan mengejek, atau setidaknya bangga karena wanita tua yang mengusik kehidupanku itu memiliki karma yang terbilang parah. Namun aku rasa sedikit lega, apalagi dengan keadaan namaku sudah bersih di sana. Aku tidak tahu apapun karena aku tidak pernah menonton berita setidaknya membuka situs internet tentang diriku yang sepertinya sudah terkenal di negara itu…]
__ADS_1