Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Nasip Kei


__ADS_3

"A-apa kata Mama?" tanya Jeremy terkejut. Suara pria itu bahkan bergetar.


"Iya. Itu kata Mama. Bukannya kamu bilang harus karena kamu? Ya sudah, Mama setuju setuju aja. Tapi kamu harus janji sangat ya! Jangan mengingkari janji setelah Mama melakukannya!"


Jeremy tersenyum kecil. Dilihat dari bagaimana mata Mamanya yang berharap besar dan kini berbahagia sekali kala Jeremy ingin kembali padanya sebenarnya tidak membuat Jeremy ikut bahagia walau ada senyuman terlihat di kedua sudut bibirnya itu.


Jeremy hanya memancing Mamanya.


Merly, memang sangat menyayanginya. Terlepas dari bagaimana wanita itu melihat anaknya yang memiliki sedikit cacat dalam berkembang biak, tentu saja lebih diperhatikan daripada Sam yang biasa-biasa saja dan memang Sam sedari kecil hingga sekarang selalu menjaga hubungan baik dengan seluruh perempuan dan orang-orang tanpa melakukan sesuatu keji seperti asal main wanita.


"Tapi mama perlu waktu yang cukup lama setidaknya untuk membentuk laporan dengan awak media," ucap Mamanya.


Jeremy mengangguk kecil. "Hmm."


"Mama, Mama juga mau kasih kamu makan! Ayo Nak kita masuk ke rumah!" ucap Mama dengan girangnya.

__ADS_1


Tapi Jeremy tidak merespon apapun bahkan bergerak seolah tertahan.


Mama menoleh ke belakang posisi anaknya masih saja sama seperti semula. "Kenapa kamu tidak masuk?" Mama kebingungan.


"Bukannya Jemy kata Jemy mau berteman dengan Mama kembali setelah nama baik Kei dibersihkan," ucap Jeremy enteng.


Mama terdiam sejenak. Dalam hati dia benar-benar kesal dengan anaknya yang dianggapnya sudah gila Kei itu. Apa sih baiknya wanita menyebalkan itu? Merly sampai sekarang tidak terima kalau Jeremy–anaknya gila karena wanita beranak tiga itu.


"Iya sayangnya Mama. Mama tau itu. Tapi penampilan kamu, Mama lihat sudah kurusan. Ayo, kita makan. Pasti kamu lelah setelah melalui perjalanan panjang untuk kemari," Merly tersenyum penuh arti.


Mama merotasikan bola mata. Dia bersedekap. "Yah sudah kalau begitu. Mama tidak akan sedia membuat laporan asli dari kejadian sebenarnya supaya nama perempuan penggoda itu terus diusik orang!"


"Dan Jemy juga tidak akan balikan dengan Mama."


Mama menghela napas. "Mama rindu kamu nak. Ayo, kita masuk. Mama hanya mau kasih kamu makan. Kamu sudah lama lho tak datang ke rumah. Sibuk terus dengan dunia pekerjaan…"

__ADS_1


***


Di sisi lain.


Kei sudah duduk di sofa dan tidak tenang. Bagiamana tidak, orang-orang, para tetangga menatapnya tajam bahkan ada yang mencibir.


Anak-anak memecahkan kaca jendela di kamar si kembar hingga sekarang Anna, Alice tak terkecuali Andre tengah bertengkar dengan anak-anak jahil itu. Tentu saja para ibu dari anak-anak jahil datang dan mengatakan.


"Nampak kali anak haram! Kelakuaannya memang selalu kayak binatang!"


"Itu gak sengaja tau! Uh, enyah aja keluarga haram itu dari sini! Memalukan kami aja! Gak tenang lama-lama tinggal di sini!"


Kei hanya mampu melihatnya dengan berlinang air mata. Tubuhnya masih terbilang sakit untuk bergerak. Ia sangat terluka dengan sikap tetangga yang begitu tidak adil. Tampaknya kehidupannya memang harus seperti. Dicaci karena perbuatan pria brengsek yang mengubah jelas kehidupannya yang sangat berantakan menjadi tambah berantakan.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2