Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Karma Merly


__ADS_3

"Kakak!! Bisa tidak jangan gila seperti ini!" teriak seorang lelaki yang ternyata pria itu adalah Sam. Sam ingin datang menjenguk kakaknya yang diinformasikan sudah setres setelah kehilangan tanpa jejak Kei dan ketiga anak-anaknya.


Saat didengarnya dari luar teriakan dan pembantingan prabot oleh suara yang dikenalnya, Jeremy.


Sam segera berlari dan cukup menjauhkan Merly yang sudah menangis sampai kesegukan karena kelakuan anak sulungnya tersebut.


"Mama, Mama. Ayo, kita basuh wajah Mama. Wajah Mama sudah pucat ini," ajak Sam yang sebelum itu melihat tangan, bibir bahkan tubuh Merly bergetar hebat. Sorot mata wanita itu bahkan tidak bisa diartikan lagi. Ia syok, anaknya hampir membunuhnya seperti tadi.


Tidak kunjung mendapatkan jawaban, Sam kemudian menuntun Mamanya ke kamar mandi di dalam kamar Jeremy.


Sedang Jeremy terduduk di atas bantal yang sempat dicampakknya demi memuaskan rasa marahnya kepada sang Mama yang dikira sangat otoriter padanya.

__ADS_1


Mengekang terus seolah Jeremy adalah anak kecil.


Jeremy hanya mau memperbaiki segalanya, namun dengan konten Vidio yang dicetuskan dalam sosial media, menghadirkan berita kepergian Kei yang tidak diketahui ntah dimana.


Mamanya benar-benar munafik tidak diketahui untuk apa!


"Keeeeeiii!!" teriak lelaki itu dengan suara serak putus asanya untuk kesekian kali. Mengeluarkan semua resah dalam hati, Jeremy benar-benar depresi.


Di dalam kamar mandi, Sam menampung air keran di telapak tangannya, terus membasuh wajah Mamanya dengan telaten.


"Ayo Ma. Kita keluar," saran Sam sama sekali tidak dijawab oleh sang Mama. Mama terus menatap satu titik di hadapannya dengan sorot mata yang sama sekali tidak mengedip.

__ADS_1


Jeremy menoleh. Pria itu berdiri dan tangannya dengan mudahnya mengambil beling kaca di hadapannya dan mencampakkan benda itu ke arah dia orang yang sedang berjalan di depannya.


Berutung Sam yang sedari tadi sudah was was mampu menghindarkan sang Mama dari hantaman sang Kakak yang sudah seperti orang yang tidak memiliki perikemanusiaan.


"Kakak! Hemtikan kelakuan kakak! Ini Mama kita kak, Mama kita!" teriak Sam menghentikan lemparan kedua Jeremy.


Jeremy mendekat, "Apa peduliku! dia mau Mama kita atau tidak, yang penting dia sudah buat aku berpisah dengan Bunda dari anak-anakku serta anak-anakku! Kei bukan perempuan baik! Tapi sebenarnya wanita itu (Merly) yang jahat!"


"Kakak benar-benar sudah berubah menjadi monster!" maki Sam tak habis pikir.


"Aku tau kamu juga tau! Pikirkan semuanya sebelum bertindak! … Wanita itu (Merly) monster sesungguhnya! Bukan kakak!" Sam terdiam. Memilh pergi sebelum akhirnya mendapati sang Mama sudah pingsan dengan pukulan tak terelakkan Sam oleh Jeremy sebagai pelakunya.

__ADS_1


"Wanita itu pantas meninggal! Sakit hati aku dibuatnya! Pergi kalian semua, pergiiii!!! Jangan kembali atau tidak aku tak segan-segan memukul kalian!!"


Bersambung…


__ADS_2