
Sementara itu di kantor Angkasa Raya Group, Ricky sedang sibuk meneliti laporan data penjualan unit rumah di daerah Karawang yang mestinya dilakukan oleh Bosnya itu. Namun karena hari ini dia mendapat hukuman dari Dirga karena kemarin dia terlambat, membuatnya harus berangkat saat sebagian besar petinggi perusahaan libur weekend ini.
Flash back on
Ricky mendadak menghentikan langkahnya ketika dia masuk ke dalam ruang kerjanya, dia melihat bos besar Angkasa Raya Group itu sedang duduk di kursi kerjanya dengan kaki selonjor ke atas meja.
" Selamat siang, Pak Ricky." Dirga mengucapkan salam menyindir Ricky
" Pak Dirga?" Ricky terkesiap mendapati Dirga.
" Pulang kerja nanti kau pergilah ke toko jam kalau jam di tanganmu itu rusak!" sindir Dirga menurunkan kakinya dari atas meja.
Ricky spontan melirik ke arah jam yang melingkar di tangannya, dan saat ini waktu hampir mendekati pukul sebelas siang.
" Maaf, Pak Dirga. Tapi bukankah saya sudah memberitahu jika saya akan terlambat ke kantor?" Ricky memang sempat mengirim pesan kepada Dirga jika dia akan terlambat saat dia menyanggupi permintaan Anindita yang memintanya membantu mengantar makanan.
" Memangnya ada keperluan apa yang membuatmu harus terlambat masuk kantor? Kau masih single, kan? Masih bujangan walaupun sudah tidak perjaka. Apa kau sibuk mengurusi anakmu dan calon istrimu itu?" sindir Dirga.
" Maaf, Pak Dirga. Saya rasa saya juga punya privasi. Tidak semua persoalan yang sedang saya hadapi harus Anda ketahui." Ricky menepis anggapan jika dia harus selalu menceritakan masalah pribadinya kepada bosnya itu.
" Oke kalau begitu. Sekarang aku kasih kau pilihan, Rick. Tetap dengan posisi sebagai Executive Assistant atau kau ingin beralih profesi sebagai kurir pengantar makanan?"
Ucapan Dirga membuat Ricky terkesiap. Dia berpikir dari mana bosnya itu tahu akan apa yang telah dikerjakannya hingga membuat dia terlambat sampai kantor.
" Apa Anda memata-matai saya?" tuduh Ricky kemudian.
" Cih, kau pikir kau ini orang penting sampai aku menyuruh orang untuk memata-mataimu?!" Dirga mencibir.
" Bukankah keberadaan saya di sini memang cukup penting untuk Anda, Pak Dirga?" Ricky balik menyindir, dia ingin keluar dari intimidasi yang dilancarkan oleh bosnya itu.
" Kau penting untuk perusahaan tapi tidak untuk pribadiku." Dirga berkelit, dia hanya mengakui jika sosok Ricky memang paling diandalkan untuk perusahaan tapi dia mau mengakui jika secara pribadi pun Ricky banyak membantu Dirga hingga membuat pria itu menjadi sosok pimpinan yang disegani. Begitu juga membantu Dirga hingga akhirnya bisa menikah dengan pujaan hatinya, Kirania.
__ADS_1
" Jadi apa yang akan kau pilih, Rick? Tetap menjadi asistenku atau ingin beralih menjadi asisten wanita ini?" Dirga memperlihatkan foto Ricky yang sedang merangkul Anindita saat wanita itu merajuk tadi. Membuat mata Ricky terbelalak.
Beberapa saat sebelumnya ...
Dirga berjalan menuju arah mobilnya dan ingin berangkat ke kantor Angkasa Raya, namun tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia kemudian mengambil benda pipih itu dari saku dalam blazernya.
" Selamat pagi, Bos. Sejak kapan asisten kebanggaan lu beralih profesi jadi pengantar makanan catering Bos?🤣"
Sebuah pesan yang dikirim oleh Rizal, membuat kening Dirga berkerut. Ditambah lagi beberapa foto yang dikirimkan oleh pria yang sering Dirga sewa jasanya untuk menyelidiki suatu kasus yang pernah dialami olehnya dan juga Almarhum Papanya dulu.
Beberapa foto yang menggambarkan saat Ricky memeluk seorang wanita hamil, Ricky yang sedang memindahkan beberapa box nasi ke mobilnya juga foto yang menunjukan Ricky sedang mengantar makanan dan menerima uang dari konsumen.
" Apa gaji seorang Executive Assistant dari perusahaan properti ternama yang lu kasih masih kurang sampai membuat dia memilih side job sebagai kurir, Bos?"
" Dari mana lu dapat foto ini, Zal?" tanya Dirga membalas pesan yang dikirim Rizal.
" Gue lihat sendiri, Bos. Tadi waktu mau jalan ke markas, di lampu merah ada drama yang menarik. Tadinya gue pikir suami istri lagi berantem. Pas gue lihat-lihat yang cowok kayak gue kenal. Ternyata emang benar karena cowok itu bawa kotak makanan ke dalam mobil yang gue tahu itu milik Ricky. "
" Lu mesti tanya sendiri sama orangnya, Zal." sahut Dirga. " Oke, Zal. Thanks infonya, gue mau berangkat ke kantor sekarang. Karena asisten gue itu sedang ada keperluan penting mendadak." Dirga mengakhiri komunikasinya dengan Rizal.
" Oke bos, selamat berkerja, Bos! Banyakin duit, banyakin kasus, serahin ke gue 😁😁." balas Rizal.
Dirga kemudian membuka kembali pesan yang dikirim oleh Ricky beberapa menit sebelumnya.
" Selamat pagi, Pak Dirga. Maaf, sepertinya saya akan terlambat datang ke kantor, karena ada hal yang mesti saya urus lebih dahulu. Terima kasih, Pak."
***
" Jadi mengantar makanan-makanan itu lebih penting daripada pekerjaanmu di sini, Rick?" tanya Dirga berjalan ke arah Ricky. Sesampainya di kantor, Dirga langsung menyuruh Lisna mencetak foto yang dikirim oleh Rizal.
Ricky diam tak membalas ucapan Dirga.
__ADS_1
" Oh ayolah, Rick. Mengakulah jika kau itu sudah bucin dengan Mamanya Rama. Kau rasakan sendiri 'kan sekarang? Cinta itu melumpuhkan logika. Hanya dengan air mata Anin kau rela melakukan hal itu."
" Aku rasa kau harus siap-siap potong telingamu, Rick." Dirga tergelak kemudian berjalan ke luar dari ruangan Ricky.
Flash back off
Dan sebagai buntut dari keterlambatannya itu, Dirga memakai kesempatan untuk membuat Ricky lembur kerja hingga harus berangkat ke kantor hari Sabtu ini.
Ddrrtt ddrrtt
Ricky langsung menyambar ponselnya saat teleponnya itu berbunyi.
" Assalamualaikum, Pak Ricky. Saya sudah ada di toko bunga." Pesan dari Rachel membuat Ricky melirik arah waktu di ponselnya itu.
Ricky langsung melakukan panggilan telepon kepada Rachel.
" Assalamualaikum, Pak Ricky ada di mana sekarang? Saya sudah sampai di Alabama Florist." Belum sempat Ricky berkata-kata, Rachel lebih dahulu berbicara.
" Waalaikumsalam, Nona Rachel. Maaf sekali, Nona Rachel, kebetulan hari ini saya ada tugas mendadak dari atasan saya, jadi saya mesti ke kantor. Dan saya belum menyelesaikan semua pekerjaan saya di sini. Jadi sepertinya saya tidak bisa menemani Nona Rachel. Tapi saya sudah suruh orang dari bagian marketing untuk menemui Nona Rachel. Dia nanti akan membawa Nona Rachel melihat-lihat. Ada dua tipe unit apartemen yang kosong, silahkan Nona Rachel pilih saja yang cocok dengan Nona Rachel."
" Oh, gitu ya, Pak Ricky. Mestinya Pak Ricky tidak usah repot-repot menyuruh karyawan Pak Ricky datang ke sini. Saya bisa menjadwal ulang jika Pak Ricky senggang saja tidak apa-apa kok, Pak Ricky." Rachel nampak kecewa karena Ricky berhalangan hadir menemuinya justru orang lainlah yang Ricky suruh untuk datang kepadanya. Karena tujuan utama Rachel tentu saja bukan untuk melihat apartemen tapi bertemu dengan Ricky agar dia bisa lebih akrab dengan pria itu. Sejak melihat sikap Ricky yang sangat tegas dan berwibawa, dia sangat tertarik pada ayah dari Ramadhan. itu. Apalagi saat dia tahu jika Anindita sendiri mengaku tidak menjalin hubungan dengan Ricky, dia merasa mempunyai peluang untuk bisa memasuki hati pria yang terkenal cukup sulit ditaklukan oleh wanita.
*
*
*
Bersambung ..
Happy Reading❤️
__ADS_1