
Ricky memandang wanita cantik yang sedang menatapnya dengan sorot mata tajam. Wajah wanita di hadapannya itu masih nampak cantik seperti saat dia jumpai pertama kali.
" Hmmm, maaf, Nona Anindita. Jika diperkenankan, saya ingin ikut merawat Ramadhan. Saya ingin memberikan kehidupan yang layak terhadap Ramadhan." Ricky menyampaikan tujuannya.
" Memberikan kehidupan yang layak? Jadi Tuan pikir selama ini saya tidak memberikan yang layak terhadap Rama? Tuan menganggap selama ini saya merawat Rama secara asal-asalan?!" geram Anindita tersulut emosi mendengar ucakan Ricky.
" Oh, Tidak ... bukan begitu maksud saya, Nona. Saya percaya kepada Nona Anindita. Saya pun berterima kasih selama ini Nona sudah merawat darah daging saya dengan baik."
" Tuan tidak perlu berterima kasih. Saya ibu kandung Rama, sudah menjadi kewajiban saya untuk merawat Rama dengan baik!" ketus Anindita. Dia merasa kesal karena Ricky seolah meremehkan perjuangannya selama ini dari hamil sampai Rama kini berusia empat tahun.
Ricky terdiam sejenak seraya menghela nafas perlahan. Dia yang terkenal pandai berargumentasi, namun kali ini seakan tidak sanggup melawan setiap perkataan yang dilontarkan oleh wanita yang menjadi ibu dari anaknya itu.
" Maaf, Nona. Saya tidak bermaksud seperti itu." Ricky hanya sanggup berkata itu.
" Jadi ... apa Nona Anindita berkenan memberikan kesempatan saya untuk menebus waktu empat tahun usia Ramadhan yang terlewatkan tanpa kasih sayang ayah kandungnya? Saya sama sekali tidak berniat merebut dia dari tangan Anda, Nona. Percayalah ..." Ricky mencoba meyakinkan Anindita
Anindita kemudian menoleh ke arah Arya seakan meminta pendapatan calon suaminya itu. Dan Arya pun menganggukkan kepala menyetujui keputusan Anindita.
" Baiklah, Tuan. Saya akan memberikan kesempatan Tuan bersama Rama, satu kali dalam satu Minggu. Tapi harus sesuai dengan apa yang sudah Tuan sepakati," ujar Anindita.
" Saya tidak boleh mengatakan jika saya adalah Papanya? Baiklah saya setuju," sahut Ricky menyetujui apa yang Anindita syaratkan.
" Tapi saya boleh 'kan meminta Ramadhan untuk menginap di rumah saya?" tanya Ricky kemudian.
" Tidak! Tuan boleh bertemu dengan Rama tapi tidak untuk mengajak dia menginap di rumah Tuan!" tegas Anindita.
" Tapi, Nona ...."
" Saya sudah cukup memberi kesempatan waktu untuk Tuan bersama Rama, tapi tidak dengan membawanya menginap di tempat Tuan." Sekali lagi Anindita menegaskan keputusannya.
Sedangkan Arya yang sedari tadi hanya memantau perdebatan kedua orang tua Ramadhan langsung menepuk pundak Anindita saat dilihatnya calon istrinya itu sudah tersulut emosi.
" Aku rasa ... ada baiknya kamu mengijinkan dia membawa Rama menginap di tempatnya, Nin." Arya memberikan pendapatnya.
" Tapi, Mas ...."
" Dia ayah biologis Rama. Dia juga punya hak untuk bersama Rama termasuk membawa Ramadhan menginap di rumah dia, selama dia tidak melanggar apa yang telah dia setujui." Arya mencoba menengahi perdebatan Anindita dan Ricky.
Anindita mendesah seraya menatap Ramadhan yang terlihat riang memandang ikan-ikan di dalam aquarium di dalam private room itu.
" Baiklah, saya ijinkan Tuan membawa Rama menginap di rumah Tuan." Akhirnya Anindita menyetujui permintaan Ricky.
" Terima kasih, Nona. Saya akan menjalankan tugas saya sebagai ayah dari Ramadhan. Saya akan menafkahi dia sewajarnya sebagai ayah terhadap anaknya," tegas Ricky, kini Ricky lah menatap putranya itu.
__ADS_1
" Saya rasa sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Kita sudah mencapai kesepakatan," ujar Arya kemudian.
" Iya, saya rasa juga begitu, Pak Arya." Ricky menyahuti.
" Rama, ke sini, Nak." Arya memanggil Ramadhan yang sedari tadi asyik dimanjakan dengan pemandangan indah di aquarium besar di depannya.
Ramadhan yang merasa dirinya dipanggil langsung menoleh dan kemudian berlari ke arah Arya. Tak lama bocah kecil itu bergelayut manja di pangkuan Arya.
Tentu saja pemandangan itu membuat hati Ricky merasa sangat tercubit. Dia merasa miris melihat anaknya bermanja-manja kepada pria yang tidak berhubungan darah dengan Ramadhan. Dan dia sendiri yang jelas-jelas ayah kandungnya tidak bisa merasakan itu selama ini.
" Rama, Rama kenalkan, Om ini namanya Om Ricky. Nanti Rama akan sering bertemu dengan Om Ricky. Rama juga nanti bisa bermain di rumahnya Om Ricky." Arya menjelaskan kepada Ramadhan.
" Kenapa Rama harus main ke rumahnya Om ini, Om Arya?" tanya polos Ramadhan.
" Hmmm, karena ... " Arya menjeda ucapannya, dia lalu melirik ke arah Ricky.
" Karena Om Ricky juga punya anak seperti Rama. Tapi sudah lama Om tidak pernah ketemu dengan anak Om itu. Melihat Rama, Om jadi ingat sama anak Om itu." Ada nada getir dalam kalimat yang diucapkan Ricky.
" Anak Om Ricky namanya siapa?" tanya Ramadhan kemudian.
Pertanyaan Ramadhan membuat ketiga orang dewasa di hadapan Ramadhan saling berpandangan.
" Nama anaknya Om Ricky ini sama saja seperti Rama. Karena itu Om Ricky ini meminta agar Rama mau ikut bermain di rumah Om Ricky." Arya yang mengklarifikasi. Karena Arya menyadari lambat laun Ramadhan akan mengetahui jika Ricky adalah ayah kandungnya.
" Hmmm, karena ... karena Om Ricky masih mencari anak Om Ricky itu." Ricky benar-benar bingung harus menjawab semua pertanyaan Ramadhan.
" Memang anaknya Om Ricky hilang ya, Om?" tanya Ramadhan.
Dan disaat yang bersamaan pintu ruangan diketuk dan terbuka. Beberapa pelayan masuk menghidangkan makanan yang sengaja Ricky pesan untuk disediakan setelah selesai dia berdiskusi dengan Anindita dan Arya.
" Rama, ayo sini makan dulu." Anindita menarik nafas lega, karena kehadiran pelayan-pelayan restoran itu menghentikan keingintahuan Ramadhan tentang anak yang disebutkan Ricky.
" Iya, Ma." Ramadhan menyahuti kemudian menghampiri Anindita.
" Rama, suka makan apa?" tanya Ricky.
" Burger, Om." Ramadhan menjawab cepat.
" Yaaahh, sayang sekali di sini nggak ada Burger. Nanti kapan-kapan Om ajak Rama makan Burger, ya!" ucap Ricky.
" Di Ke-ep-ci ya, Om!" pinta Ramadhan menyahuti.
" Oke, nanti Om ajak Ramadhan ke sana." Ricky kemudian menoleh ke arah Anindita yang sedang menatapnya namun tak lama wanita itu mengalihkan arah pandangannya.
__ADS_1
Dan akhirnya acara makan malam itu banyak diwarnai obrolan Ricky dan Ramadhan. Sementara Anindita dan Arya hanya menatap kedua orang itu. Mereka melihat jika Ramadhan memang mudah sangat akrab dengan orang lain, apalagi dengan Ricky saat ini. Mereka menyadari jika ikatan batin itu akan terpaut kuat. Apalagi selama ini Ricky memang tidak lepas tangan. Tanpa mereka ketahui jika Ricky selama ini berusaha mencari keberadaan Anindita dan Ramadhan.
***
" Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Arya saat melihat Anindita hanya termenung di dalam mobil yang membawa Anindita ke rumah pribadi Arya. Karena sejak dua hari lalu Anindita dan Ramandhan sudah menempati rumah pribadi milik Arya.
" Tidak ada, Mas." Anindita menyahuti seraya melihat Ramadhan yang terlelap di pangkuannya.
" Rama terlihat mudah akrab dengan papanya, ya?" tanya Arya kemudian.
Anindita menoleh ke arah Arya. Dia kemudian mengusap lembut lengan Arya.
" Bukannya Rama memang mudah akrab dengan orang lain? Seperti dengan Mas Arya dulu, kan?" sahut Anindita.
Arya mendesah, lalu tangan kirinya menggengam tangan Anindita dan menautkan jemarinya dengan jemari berkulit halus Anindita. Kemudian dia mengecup lembut punggung tangan Anindita.
" I love you, Nin ..." ucap Arya yang di
balas senyuman di bibir ranum milik Anindita.
" Kamu nggak mau balas?" tanya Arya yang melihat Anindita hanya tersenyum membalas perkataannya.
" Aku mesti jawab apa, Mas?" Anindita mengerutkan keningnya.
" I Love You More ..." sahut Arya.
" Apa perlu diucapkan?" tanya Anindita tersemyum.
" Sekali-sekali menyenangkan hati aku nggak apa-apa, kan?"
" Aku malu berkata seperti itu, Mas."
" Kita ini akan menikah, tidak usah malu seperti itu, dong."
" Mas Arya selama ini baik terhadap aku dan Ramadhan, sudah pasti aku juga punya rasa sayang terhadap Mas Arya walaupun mungkin tidak sebesar rasa sayang Mas terhadap aku, Mas." Wajah Anindita langsung bersemu saat mengakui hal itu. Tentu saja mengatakan perasaan terhadap pria akan sangat memalukan untuknya, walaupun orang yang dia tuju memiliki rasa sayang yang lebih besar terhadap dirinya juga anaknya.
*
*
*
Bersambung ...
__ADS_1
Happy Reading ❤️