
Tak berselang lama dari motor ojek online yang membawa Anindita pergi, mobil Ricky pun masuk ke halaman kantor Angkasa Raya, dan Ricky kembali memarkirkan mobilnya ke basement.
" Tante Lisna ..." sapa Ramadhan saat sampai di depan ruangan Dirga.
" Halo, Rama. Baru pulang sekolah ya, Rama?" tanya Lisna.
" Iya, Tante." Ramadhan menganggukkan kepala cepat.
" Lis, Mamanya Rama masih ada di ruangan Pak Dirga?" tanya Ricky.
" Bu Anin tadi keluar, Pak." Lisna memberitahukan.
" Keluar? Ke mana?" tanya Ricky terkesiap.
" Saya kurang tahu, Pak. Tapi tadi Bu Anin sempat mencari Pak Ricky," Lisna menjelaskan.
" Mama mana, Om?" Ramadhan menanyakan di mana Anindita.
Ricky mengusap kepala Ramadhan lalu kemudian dia mengeluarkan ponselnya untuk mencari keberadaan Anindita.
Sementara itu, Anindita baru sampai di depan gedung sekolah Ramadhan yang baru. Beberapa murid nampak masih ada di halaman gedung itu. Anindita berjalan menghampiri pos satpam yang ada di dekat gerbang.
" Permisi, Pak. Numpang tanya, kalau anak-anak TK sudah pada keluar kelas belum ya, Pak?" tanya Anindita kepada Pak Satpam yang berjaga.
" TK A atau TK B, Bu?" tanya Pak Satpam.
" TK A, Pak." sahut Anindita.
" Kelas TK A sepertinya sudah selesai semua pelajarannya, Bu." ucap Satpam itu.
" Saya mau cari anak saya, Pak. Namanya Ramadhan Syahrizky, dia murid baru di sini. Bisa tolong bantu saya, Pak?" ujar Anindita penuh harap.
" Sebentar ya, Bu. Saya cari infonya dulu." Satpam itu kemudian menelpon seseorang.
" Siang, Bu. Maaf, di sini ada wali murid yang mencari anaknya. Katanya dia murid baru TK A namanya Ramadhan Syahrizky."
Anindita berharap cemas menunggu info dari satpam tadi. Karena anaknya itu murid baru di sekolah ini, dia takut anaknya akan kebingungan saat keluar kelas tidak menemukan dirinya di sini.
" Oh, baik terima kasih, Bu." Satpam itu mengakhiri percakapannya via telepon.
" Bagaimana, Pak?" tanya Anindita tak sabar.
" Menurut salah satu guru yang mengajar di kelas A, murid baru bernama Ramadhan sudah dijemput oleh ayahnya, Bu."
Anindita terkesiap saat Pak Satpam menginformasikan jika Ramadhan sudah dijemput oleh ayahnya. Apakah itu artinya Ricky telah menjemput Ramadhan? Lalu kenapa pria itu tidak memberitahu dirinya? Kenapa Ricky juga tidak mengangkat panggilan teleponnya? pikir Anindita.
Anindita mendengus kasar, seketika itu juga rasa kesal kembali tersulut di hati wanita itu. Mengingat sikap Ricky yang tanpa mengatakan apa-apa pada dirinya akan menjemput Ramadhan.
" Terima kasih informasinya ya, Pak." Anindita buru-buru mengucapkan terima kasih kepada satpam itu kemudian berjalan menjauh dari gerbang sekolah Ramadhan.
Ddrrtt ddrrtt
__ADS_1
Anindita merasakan suara getaran dari ponselnya, membuat dia segera mengambil ponsel itu dari dalam slingbag. Dan saat dia mendapati Ricky lah yang menghubunginya, seketika itu juga dadanya serasa bergemuruh karena menahan rasa amarah hingga kini bola matanya mengembun.
Anindita kemudian mereject panggilan telepon Ricky. Dia justru membuka aplikasi ojek online dan memesan ojek online ke arah Alabama Florist. Karena dia merasa Ramadhan sudah berada bersama Ricky, dia merasa tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dengan anaknya itu. Namun rasanya dia terlalu kesal jika harus bertemu dengan Ricky, akhirnya dia memilih pergi ke tempat kerjanya.
***
Ricky memperhatikan layar ponselnya saat mendapati panggilannya ditolak oleh Anindita.
" Mama mana, Om?" Ramadhan masih saja mencari keberadaan Anindita.
" Sebentar ya, Rama. Ini Om sedang telepon Mama Anin." Ricky kembali menghubungi Anindita namun ternyata Anindita tak juga menjawab panggilan teleponnya.
Ddrrtt ddrrt
Tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomer tak dikenal di ponsel Ricky. Ricky yang biasanya mengacuhkan panggilan dari nomer asing tiba-tiba saja merasa tertarik untuk mengangkat panggilan dari nomer tanpa nama itu.
" Halo ...."
" Halo, selamat siang, dengan Pak Ricky?" Terdengar suara wanita dari ponselnya itu.
" Benar, maaf dengan siapa saya bicara?" tanya Ricky.
" Saya Gina, guru Ramadhan, Pak Ricky." ujar wanita yang bernama Gina itu.
" Oh, ada apa Bu Gina?" Ricky lupa menyimpan nomer ponsel guru anaknya itu padahal guru Ramadhan itu sudah memberikan kartu namanya.
" Saya hanya memberitahukan, tadi ada seorang yang mengaku sebagai orang tua Ramadhan mencari Ramadhan kemari, Pak." Gina melaporkan, karena Ricky memang berpesan untuk melaporkan segala sesuatu yang berhubungan dengan anaknya itu.
" Oh ya sudah kalau memang benar, Pak. Saya hanya ingin memberitahukan hal itu saja."
" Terima kasih atas infonya, Bu Gina."
" Sama-sama, Pak Ricky. Selamat siang, Pak." Bu Gina mengakhiri panggilan teleponnya.
Ricky menggelengkan kepala mengetahui jika Anindita pergi ke sekolah untuk menjemput Ramadhan.
" Dasar wanita keras kepala." gumam Ricky.
" Rama, kita tunggu di ruang kerja Om saja. Nanti sebentar lagi Mama Anin pulang ke sini." Ricky mengandeng tangan Ramadhan, membawa anaknya itu ke ruang kerjanya dengan keyakinan jika Anindita akan kembali ke kantor Angkasa Raya.
***
Selepas turun dari motor ojek online dan membayar ongkos kepada pengemudi Ojol itu, Anindita pun berjalan memasuki halaman Alabama Florist.
Teett
" Assalamualaikum, Mbak Mita ..." sapa Anindita pada Mita.
" Waalaikumsalam. Lho, kok Mbak Anin masih kerja? Kata Ci Lucy Mbak Anin sudah resign." Mita yang mendapati Anindita memasuki ruangan merasa heran karena Anindita saat itu memakai seragam Alabama Florist.
Anindita mendengus mendengar ucapan Mita.
__ADS_1
" Kalau saya resign saya mau makan sama apa, Mbak?" Anindita kemudian menaruh tas nya di bawah meja.
" Kan ada Tuan Ricky, Mbak." Mita tersenyum.
" Memangnya dia itu siapa sampai aku harus minta makan sama dia?" ketus Anindita karena rasa kesalnya masih belum hilang terhadap pria itu.
" Tuan Ricky itu sosok pangeran di dunia nyata." Mita terkikik.
Anindita langsung melotot ke arah Mita saat Mita mengatakan jika Ricky adalah sosok pangeran di dunia nyata. Rasanya dia ingin menepis anggapan Mita tentang pria yang menurutnya malah bertindak semena-mena terhadapnya.
" Memang Tuan Ricky itu seperti Pangeran, baik, ganteng, tajir, berwibawa ... sempurna banget pokoknya. Seandainya aku bisa dapat suami seperti Tuan Ricky." Mita berandai-andai.
Anindita memutar bola matanya melihat tingkah Mita yang sepertinya terpesona akan sosok ayah dari Ramadhan itu.
" Oh ya, Mbak. Cici ada di tempat?" tanya Anindita ingin melapor jika dia akan tetap bekerja di toko milik Lucy itu.
" Ci Lucy baru saja keluar, Mbak." ucap Mita.
" Oh ..." Anindita kemudian duduk di sofa seraya mengelus perutnya. " Aku istirahat duduk sebentar ya, Mbak!" Anindita merasakan otot perutnya terasa kencang.
" Ya sudah istirahat saja, Mbak. Lagian Mbak Anin bandel sih, dibilang istirahat saja selonjor cantik di apartemen mewah malah milih tetap bekerja." Mita kembali menggoda Anindita membuat Aninida kembali memutar bola matanya.
Sementar itu di kantor Angkasa Raya, Ricky dari tadi menoleh arlogi di tangannya. Hampir setengah jam Anindita tak juga muncul di kantor milik keluarga Poetra Laksmana itu, membuat Ricky meras cemas. Dia seketika merasa bersalah karena tadi seolah sengaja mengerjai Anindita dengan tidak memberitahu wanita itu jika dia menjemput Ramadhan. Sedangkan Ramadhan tidak lagi mencari Anindita karena sudah ditemani oleh Kirania.
Ricky kemudian mencoba menghubungi Anindita kembali namun kali ini nomer Anindita tidak aktif.
" Ke mana dia?" cemas Ricky. Dia kemudian mencoba menghubungi Lucy, berharap wanita itu pergi ke tempat kerjanya dulu.
" Halo, apa Anin ada di sana, Nyonya?" Saat panggilannya tersambung, Ricky langsung menanyakan keberadaan Anindita kepada Lucy.
" Maaf, Tuan Ricky. Kebetulan saya sedang ada di luar. Tapi tadi sih waktu saya meninggalkan toko, Anin tidak ada di sana. Memang Anin pergi tidak pamitan dengan Tuan Ricky?" tanya Lucy.
" Saya tadi lupa memberitahu akan menjemput Ramadhan, dan sepertinya Anin juga pergi ke sana saat saya sudah pulang. Saya telepon nomernya sekarang ini tidak aktif."
" Nanti saya coba telepon orang di toko, barangkali Anin memang ke sana."
" Tolong kabari saya jika sudah dapat info, Nyonya."
" Baik, Tuan. Saya tutup dulu teleponnya."
" Silahkan, Nyonya." Ricky kemudian menutup panggilan teleponnya.
" Wanita hanya membuat kepalaku pusing saja," keluh Ricky kemudian
*
*
*
Bersambung
__ADS_1
Happy Reading❤️