
Anindita menatap wajah anaknya yang juga sedang memandangnya dengan air mata yang masih saja menetes.
" Mama napa nangis?" Tangan mungil Ramadhan mengusap air mata di pipi mamanya.
" Mama sedih kalau Mama harus pisah sama Rama." Kini giliran Anindita yang mengelus kepala anaknya itu.
" Pisah itu apa, Ma?" tanya Ramadhan yang memang tidak memahami maksud ucapan mamanya itu.
" Mama nggak mau jauh dari Rama, Sayang. Rama jangan jauh-jauh dari Mama ya, Nak!" Anindita memeluk erat tubuh Ramadhan.
Tok tok tok
Anindita mengerutkan keningnya saat terdengar pintu diketuk.
" Om Arya ya, Ma?" tanya Ramadhan saat terdengar ketukan pintu.
" Rama tunggu di sini, ya!"
Anindita pun kemudian beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu.
Setelah mendapatkan informasi dari petugas parkir, Ricky langsung bergegas menuju bangunan yang dibilang oleh petugas parkir sebagai tempat tinggal Anindita dan Ramadhan.
Ricky menatap nanar bangunan kecil itu. Untuk Ricky kecil, bangunan seperti itu adalah hal yang biasa karena dulu pun dia dan orang tuanya tinggal di tempat yang tak beda jauh ukurannya dengan bangunan itu. Tapi dengan kondisi dia sekarang ini, dengan segala kesuksesan yang dia raih, mengetahui jika darah dagingnya harus tinggal di tempat itu membuat dadanya sesak.
Ricky kini berhenti di depan pintu bangunan tempat tinggal Anindita lalu mengetuk pintunya. Jantung Ricky berdetak kencang dengan hati yang berdebar-debar saat daun pintu yang dia ketuk perlahan terbuka.
Sesampainya di depan pintu tanpa mengintip ke balik jendela Anindita membuka pintu dengan perlahan. Namun sekejap kemudian mata Anindita langsung terbelalak. Dia tersentak saat mendapati sosok pria yang tadi dilihatnya di apartemen Angkasa Raya Landmark kini sudah ada di hadapannya.
Tak beda jauh dengan Anindita, Ricky pun yang kembali mendapati sosok wanita cantik yang dia lihat ketakutan tadi seketika tertegun.
Anindita segera menutup pintu kembali saat dia tahu tamunya itu adalah orang yang tidak ingin dia temui seumur hidupnya.
" Nona, tolong buka pintunya ..." Ricky terkesiap saat Anindita menutup kembali pintunya.
" Nona, saya mohon ... saya ingin bicara dengan Anda, Nona." Ricky kembali mengetuk pintu tempat tinggal Anindita.
" Nona, tolong beri saya kesempatan untuk menjelaskan semuanya." Ricky setengah berteriak.
Sedangkan di dalam Anin terlihat sedang terisak. Ketakutan kembali merayapi hatinya saat melihat Ricky sudah berada di depan tempat tinggalnya.
" Pergilah ...!! Jangan temui saya lagi ...!!.Saya tidak ingin bertemu dengan Anda, Tuan." Pundak Anindita sampai terguncang karena Isak tangisnya.
" Nona, saya mohon maafkan saya, saya ingin menjelaskan semuanya. Tolong biarkan saja bicara, Nona." Ricky terus saja memohon.
" Pergilah, Tuan!!" Anindita terus mengusir Ricky.
" Tapi saya ingin bertemu dengan Ramadhan, Nona. Tolong beri saya kesempatan bertemu dengan darah daging saya, Nona."
__ADS_1
Deg
Jantung Anindita serasa berhenti berdetak saat dia mendengar Ricky menyebut nama Ramadhan. Lalu dari mana Ricky mengetahui tentang Ramadhan? pikirnya.
Sementara itu mobil yang dikendarai Arya masuk ke halaman parkir Alabama Florist sore itu. Setelah memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil mewah milik Ricky, Arya pun keluar dari mobilnya. Arya sempat melirik ke mobil mewah milik Ricky itu, namun kemudian dia melanjutkan niatnya untuk segera masuk ke dalam toko. Tapi matanya terarah pada seseorang yang sedang berdiri di depan pintu tempat tinggal Anindita.
Arya mengeryitkan keningnya sembari melangkah mendekat ke arah orang itu
" Nona, tolong ijinkan saya bertemu dengan Ramadhan. Ijinkan saya menebus kesalahan saya, Nona. Tolong buka pintunya."
" Parrgilah!! Tuan jangan mengganggu ketenangan hidup saya lagi!"
Arya semakin memicingkan matanya mendengar sosok pria itu berkata ingin bertemu dengan Ramadhan. Apalagi suara teriakan Anindita dari dalam yang terdengar seperti ketakutan.
" Siapa Anda?! Dan apa yang Anda lakukan di sini?!" seru Arya kepada Ricky membuat Ricky menoleh dan memutar tubuhnya menghadap ke Arya.
Arya sedikit terkejut mendapati sosok Ricky yang wajahnya ternyata sangat mirip dengan Ramadhan.
" Siapa Anda? Ada apa Anda di tempat calon istri saya?" ketus Arya memasang wajah tak bersahabat
Anindita yang masih berdiri di balik pintu langsung membulatkan matanya saat dia mendengar suara Arya di luar.
Ricky sendiri terkesiap saat mendengar pengakuan Arya sebagai calon suami Anindita.
" Saya Ricky, Ricky Pratama. Saya ingin bicara dengan Nona Anindita." Ricky menyahuti.
" Maaf, saya ingin bertemu dengan Ramadhan anak saya."
Deg
Hati Arya seketika mencelos mengetahui jika pria di hadapannya itu adalah Ayah dari Ramadhan. Namun saat mengingat apa yang sudah Ricky lakukan dulu terhadap Anindita seketika membuat emosinya tersulut.
" Jadi kau pelakunya!!" geram Arya dengan wajah merah padam. " Dasar breng*sek!!"
Buugghh
Sebuah pukulan mendarat di wajah Ricky.
Anindita yang mendengar seperti ada perkelahian langsung membuka pintu, dan saat itu juga dilihatnya Arya sudah siap menghantamkan tinju kembali ke wajah Ricky.
" Mas, jangan ...!!" teriak Anindita hingga gerakan tangan Arya terhenti di udara
" Om Arya ..." Tiba-tiba dari dalam suara Ramadhan terdengar memanggil Arya
Dan saat itu bukan hanya Arya saja yang menoleh saat mendengar suara Ramadhan, tapi Anindita dan juga Ricky. Ricky bahkan sampai tertegun menatap wajah bocah cilik yang terlihat seperti miniatur dirinya itu kini muncul di hadapannya.
" Rama, masuk ke kamar !" perintah Anindita saat dia menyadari Ricky kini sedang terpaku menatap anaknya.
__ADS_1
" Rama mau sama Om Arya, Ma." Tidak biasanya, Ramadhan yang biasanya penurut kali ini agak membantah perkataan Anindita.
" Rama, Mama bilang masuk ke kamar ...!" Anindita sedikit meninggikan suaranya seraya menarik tangan Ramadhan untuk membawanya kembali ke kamar.
" Nona, ijinkan saya bertemu dengan Ramadhan." teriak Ricky ingin menyusul langkah Anindita tapi tangan Arya mencekalnya.
" Jangan ganggu mereka!! Pergilah dari sini ...!!" usir Arya yang masih nampak emosi karena kehadiran Ricky yang membuat Anindita ketakutan.
" Maaf, saya tidak bermaksud mengganggu mereka. Saya hanya ingin diberikan kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Ricky mencoba memberikan penjelasan.
" Yang sebenarnya terjadi adalah kau telah menyakiti Anindita ...!! Jadi sekarang saya mohon Anda pergilah dari sini sebelum saya kehilangan kesabaran." Arya berkata tegas dengan sorot mata menghunus tajam.
Sementara itu beberapa pegawai Alabama Florist sudah berkumpul di sana saat melihat Arya memukul Ricky tadi.
" Ada apa ini?" tanya Lucy yang baru saja muncul. Dan Lucy terkesiap saat melihat sosok Ricky ada di sana.
" Kalian semua kembali bekerja!" seru Lucy pada karyawannya yang sedang melihat keributan antara Ricky dan Arya.
" T-tuan, apa yang Anda lakukan di sini?" tanya Lucy di tengah keterkejutannya.
" Maaf, Nyonya. Saya hanya ingin meminta maaf dan diberi kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Saya juga ingin bertemu dengan darah daging saya. Saya ingin bertanggung jawab " Ricky menjawab.
" Saya tidak butuh tanggung jawab Anda, Tuan!" tegas Anindita yang kini sudah kembali dari kamar. " Saya mohon Tuan pergi dari sini, dan jangan pernah menampakkan diri lagi di hadapan kami."
" Tapi Nona ...."
" Apa kata-kata Anin kurang jelas di telinga Anda?!" geram Arya karena Ricky masih saja bersikeras.
" Tuan, sebaiknya Anda pergi dari sini, jangan memancing keributan di area tenpat usaha saya." Lucy pun ikut mengusir Ricky.
Ricky mendengus kasar. Dia ingin sekali bersikukuh tetap pada pendiriannya tapi situasinya tidak memungkinkan. Akhirnya Ricky pun pergi meninggalkan area toko Alabama Florist itu, namun bukan berarti dia akan menyerah dalam usahanya untuk bisa bertemu dengan darah dagingnya.
*
*
*
Bersambung ...
Udah pada baca bonchap nya RTB, kan?
Readers : Udah, dong, Anin akhirnya sama Ricky n punya anak lagi. Mas Arya hanya menjaga jodohnya Ricky
Othor : 😁 ikuti saja alur kisahnya akan seperti apa, ya! Okey 👌
Yang ikutan GA ditutup hari ini sampai jam 24.00 WIB, makasih🙏
__ADS_1
Happy Reading