ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu

ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu
Balas Dendam Dirga


__ADS_3

Ricky bergegas masuk ke dalam apartemen saat mendengar bosnya itu mengatakan suatu hal yang tidak sepantasnya diajarkan kepada anak kecil, termasuk kepada Rama. Apalagi dia sudah sangat paham sifat anaknya itu yang selalu kritis dalam menanyakan sesuatu yang kurang dicerna oleh otaknya.


" Pak Dirga, saat harap Anda jangan mengajarkan hal yang tidak-tidak pada Rama! Jika Mamanya dia mendengar, nanti dia akan salah paham dan saya lagi yang akan disalahkan padahal semua itu akal-akalan dari Anda!" Ricky nampak geram terhadap bosnya yang memang sejak remaja dia kenal sebagai seseorang yang sangat pemaksa. Sangat berbeda dengan sosok dari Pak Poetra Laksmana yang selalu berwibawa dan juga bijaksana.


" Ck, kau ini, Rick! Aku ini sedang membantumu. Bukannya berterima kasih malah memprotes!" Dirga lalu memberikan kode kepada istrinya agar segera membawa Ramadhan masuk ke dalam dan membiarkan dia berbicara berdua dengan Ricky.


Kirania yang mengerti dengan apa yang diisyaratkan suaminya langung mengajak Ramadhan pergi dari ruangan tamu apartemen milik asisten suaminya itu.


" Rama, Tante Rania temani Rama main, yuk. Rama punya mainan apa di sini?" tanya Kirania membujuk Ramadhan.


" Ada perosotan sama mandi bola di kamar Rama, Tante." Ramadhan nampak antusias menceritan tentang playground yang ada di kamarnya.


" Wah, Tante muat nggak ya kalau ikutan main perosotannya?" Kirania terkikik. " Ayo Rama, Tante mau lihat mainan punya Rama." Kirania mengulurkan tangannya meraih tangan mungil Ramadhan dan berjalan menuju kamar Ramadhan.


" Saya harap Anda jangan terlalu terlibat terlalu dalam dengan urusan pribadi saya, Pak Dirga!" Ricky nampak keberatan dengan tindakan Dirga yang menghasut Ramadhan agar mengikuti kemauannya.


" Aku lakukan ini karena aku ingin membantumu, Rick! Kau harus gesit, jangan sampai keduluan pria lain. Nanti kau akan menyesal jika dia sudah diambil pria lain." Sepertinya semangat Dirga untuk menjodohkan Ricky dan Anindita sangat menggebu-gebu.


" Memangnya kau sendiri tidak ingin menjalin ikatan pernikahan dengan seorang wanita, Rick? Edo saja bisa aku arahkan ke jalan yang benar. Sekarang giliranmu yang mesti aku sadarkan bahwa pernikahan itu penting. Kau tak akan selamanya muda, Rick. Pasti akan ada masanya kau menua. Kau akan butuh seseorang yang akan menemanimu menikmati hari tuamu nanti. Memangnya kau ingin nanti masa tuamu dihabiskan di panti jompo karena tidak ada istri dan anak yang akan mengurusmu?"


" Aku tidak mungkin di panti jompo! Aku bisa membayar orang untuk mengurusku." Ricky menepis anggapan Dirga. Dia merasa dia mempunyai uang yang bisa dia pakai untuk mempekerjakan orang untuk mengurusi kebutuhannya seperti selama ini yang sudah berjalan.


Dirga menatap Ricky dengan tatapan yang sulit untuk dijabarkan oleh Ricky.


" Sebenarnya kau normal atau tidak sih, Rick?"

__ADS_1


Pertanyaan Dirga sontak membuat mata Ricky terbelalak lebar.


" Aku jadi curiga jika kau ini punya kelainan sek*sual." Dirga memicingkan matanya masih menelisik sosok Ricky.


" Pak Dirga, sebaiknya Anda sarapan terlebih dahulu. Mungkin karena Anda belum sarapan jadi ucapan Anda jadi melantur seperti itu." Ricky merasa jika bosnya itu terlalu mengada-ada. Sementara Dirga langsung tergelak mendengar sanggahan yang dilontar asisten andalan dari perusahaan keluarga Poetra Laksmana itu.


" Aku hanya heran saja, Rick. Kau tampan, punya harta berlimpah, karir cemerlang namun tidak pernah sekalipun terlihat menggandeng apalagi mengajak kencan wanita. Dulu Edo juga enggan untuk menikah karena dia ingin hidup bebas dan tidak ingin terkekang dengan yang namanya pernikahan, tapi kalau urusan menaklukan wanita ... dia itu jagonya."


" Seperti Anda?" sindir Ricky.


" Itulah kelebihan-kelebihan pria-pria di keluargaku." Dirga menyeringai seraya memainkan alisnya.


Ricky hanya menarik tipis satu sudut bibirnya ke atas.


" Sebaiknya Anda segera meninggalkan tempat ini, Pak Dirga. Kehadiran Anda ini hanya membawa kacau, menghasut Rama lalu seenaknya saja memberi potongan harga dan membebankannya kepada orang lain. Anda yang dapat nama, orang lain yang menanggung ruginya!" Ricky menggerutu mengingat dengan seenaknya saja Dirga mengambil keputusan tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu dengannya.


" Ya ampun, kau ini perhitungan sekali, Rick! Anggap saja itu sebagai pengorbanan untuk mendapatkan Anindita. Kalau toko bunga itu ramai banyak yang membeli, Mamanya Rama itu pasti akan senang. Dan untuk membuat pelanggan berminat berkunjung ke toko itu 'kan perlu ditawarkan discount yang menarik. Lagipula nilai segitu untukmu tidak menjadi masalah, kan?" Dirga terkekeh sembari menopang kakinya.


Ricky kini berganti memperhatikan bosnya itu.


" Anda sepertinya senang sekali membully saya, Tuan Muda Poetra Laksmana?"


" Hahaha, anggap saja aku sedang membalaskan dendamku kepadamu, Rick." Dirga kembali menyeringai.


Ricky mengeryitkan keningnya mendengar ucapan Dirga.

__ADS_1


" Membalas dendam? Balas dendam karena apa?" tanya Ricky yang memang tidak memahami arti kata balas dendam yang dimaksud oleh Dirga


" Aku masih dendam karena kau menyembunyikan dan membawa kabur Kirania dariku. Kau buat aku kalang kabut, senewen bahkan sampai adu jotos dan dituding bersikap pengecut oleh tunagan istriku dulu." Dirga akhirnya mengatakan alasannya. Karena sepertinya pria tampan yang mempunyai senyuman menggoda yang sanggup meluluhlantakkan hati setiap wanita yang melihatnya itu, masih merasa kesal karena ulah Ricky yang sempat menculik Kirania hingga membuatnya hampir gila.


" Anda merasa dendam karena hal itu? Bukankah saya melakukan hal itu karena saya ingin menolong Anda agar Nyonya tidak jadi menikah dengan tunangannya itu? Bukankah saya melakukan hal itu karena saya ingin menolong Anda mendapatkan kembali kekasih hati Anda, Pak Dirga?" protes Ricky. Ricky merasa dia melakukan hal itu karena dia benar-benar ingin melihat Dirga mendapatkan kebahagiannya. Karena selama enam tahun sejak anak bosnya itu putus dengan Kirania, pria itu berubah menjadi dingin, keras, arogan dan tanpa ampun kepada siapapun orang yang berbuat kesalahan, walaupun kesalahan sekecil apapun itu.


" Hei, lalu kau pikir yang aku lakukan sekarang ini hanya iseng semata? Aku ini bergerak cepat membantumu mendapatkan hati Anindita. Karena aku ingin kau dan Anindita hidup bersama sebagai keluarga Karena aku ingin kalian, kau, Rama dan Anindita itu menjadi keluarga yang seutuhnya. Karena aku ingin kau segera menikahi Anindita sebelum ada pria lain lagi yang akan menikahinya!"


Praannngg


Bersamaan dengan Dirga yang menyelesaikan kalimatnya sebuah bunyi benda terjatuh terdegar dari arah pintu masuk apartemen, membuat Dirga dan Ricky menoleh serempak ke arah suara benda tadi berasal.


*


*


*


Bersambung ...


Yang ingin tahu kisahnya Dirga & Kirania, yg penasaran gimana go*kil nya si Abang, silahkan dibaca di novel RJNDU TAK BERTUAN, Makasih🙏



Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2