ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu

ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu
Bapak Saja Yang Nekat


__ADS_3

Anindita memilih duduk di ruang tunggu sementara Ricky sedang berbicara dengan salah seorang suster. Anindita memperhatikan beberapa ibu hamil yang juga ingin memeriksa kandungan seperti dirinya namun kebanyakan ditemani oleh pasangannya masing-masing.


" Di dalam sedang ada pasien, setelah ini giliran kamu masuk ke dalam." Ucapan Ricky membuat Anindita menoleh ke arah pria itu.


" Nyonya Anindita ..." Tak lama berselang salah satu suster memanggil Anindita untuk dicek tensi dan berat badan. Setelah selesai mengecek berat badan dan tekanan darahnya, Anindita kemudian diantar suster itu masuk ke dalam ruangan Dokter Dessy disusul Ricky di belakanganya.


" Mbak Anin, tunggu sebentar, ya! Mbak duduk saja di situ." Dessy menunjuk kursi untuk menunggu karena Dessy masih menangani satu pasien ibu hamil.


" Kak Ricky kenapa ikut masuk-masuk segala? Kak Ricky mau periksa kehamilan juga?" Dessy meledek kakaknya seraya tertawa membuat Anindita menahan senyumannya melihat Ricky yang sering kena skakmat adiknya itu.


Sedangkan Ricky yang tak terpengaruh dengan sindiran adiknya itu justru duduk di samping Anindita.


" Apa kamu selalu pergi sendiri saat memeriksakan kandungan waktu hamil Rama dulu?" Pertanyaan dari Ricky membuat Anindita menoleh ke arahnya.


" Ci Sandra selalu menemani saya periksa." Anindita menjawab pertanyaan Ricky kemudian mengedar pandangan memperhatikan ruangan Dokter Dessy.


" Maaf saya tidak bisa menemani kamu saat itu." Ricky menatap Anindita.


" Tidak masalah, waktu melahirkan Rama juga saya tidak menemui banyak kesulitan. Mungkin bayi Rama mengerti kondisi Mamanya seperti apa saat itu. Tidak punya suami, hamil diluar nikah, hasil perko*saan lagi," sindir Anindita.


Tentu saja ucapan Anindita layaknya sebuah tamparan untuk Ricky. Sekeras apapun Ricky berusaha mencari Anindita untuk menebus kesalahannya, tetap saja wanita itu terlalu sulit untuk memaafkan apa lagi melupakan apa yang sudah diperbuatnya.


" Saya berjanji saya akan menebus momen yang saya lewatkan saat kamu hamil dan melahirkan Rama dulu kali ini. Saya akan menemani dan mendampingi kamu saat melahirkan nanti," tekad Ricky.


" Tidak perlu Bapak lakukan itu, saya hanya ingin didampingi Mama saja, Nenek dari anak saya ini," tegas Anindita menolak keinginan Ricky.


" Mbak Anin, ayo ..." Dessy yang telah selesai dengan pasien sebelumnya langsung mengulurkan tangannya ke arah Anindita, membuat Anindita akhirnya bangkit dan berjalan ke kamar periksa.


" Silahkan tiduran, Mbak. Hati-hati." Dessy meminta Anindita untuk tidur di verlos bed.


" Rama nggak ikut, Mbak?' tanya Dessy kemudian.


" Tadi belum pulang dari sekolah," sahut Anindita.


Suster kemudian menurunkan celana bertali karet yang dipakai Anindita sampai di bawah perut, kemudian menyibak baju atas Anindita lalu mengoleskan gel di perut Anindita. Setelah itu Dessy menempelkan transducer itu ke permukaan kulit perut Anindita yang sudah diolesi gel lalu melakukan gerakan memutar.


" Sudah masuk usia dua puluh tujuh Minggu usia kehamilannya, Mbak Anin. posisi janin bagus. Janinnya sehat, detak tak jantung, aliran darah dan kadar oksigennya semuanya normal. Mbak Anin bisa lihat wajah calon bayi itu." Dessy menunjuk visual yang nampak di layar monitor yang ada di depan Anindita.


Anindita menatap haru gambar bayi di dalam perutnya itu melalui layar monitor yang memperlihatkan gambar bayi dalam kandungannya.


" Jenis kelaminnya benar laki-laki ya, Mbak?" Anindita masih penasaran akan jenis kelamin bayinya.


" Sudah fix jagoan lagi ini sudah kelihatan jenis kelaminannya tadi, Mbak. Rama jadi ada teman bermain game nih di rumah." Dessy membantu membersihkan sisa-sisa gel yang menempel di kulit, lalu merapihkan kembali pakaian Anindita.


Sementara itu tanpa mereka sadari tadi Ricky mengintip dari balik tirai. Ricky bisa melihat penampakan calon bayi Anindita dan Arya. Dia juga bahkan melihat penampakan perut putih mulus Anidita yang membuncit.

__ADS_1


" Kak, Kak Ricky sedang apa di situ?" tanya Dessy saat melihat Ricky berdiri di dekat tirai penutup ruang periksa.


" Kakak mau lihat kondisi bayinya," jawab Ricky.


" Kakak bisa lihat dari monitor sebelah, nggak perlu mengintip ke sini. Ada adegan buka-bukaan lho tadi. Memangnya Kakak lihat?"


Ucapan Dessy tadi justru membuat Anindita merasa malu karena Ricky melihat anggota tubuhnya yang mestinya tidak boleh dilihat oleh pria dewasa lain selain suaminya.


***


" Sebaiknya Bapak kembali ke kantor saja, saya mau pulang sendiri." Anindita masih merasa kesal karena tindakan Ricky yang dianggapnya tidak tahu malu mengintip saat dia melakukan USG.


" Lalu kamu mau pulang pakai apa? Saya tidak mungkin membiarkan kamu pulang sendirian." Ricky tentu saja menolak apa yang diminta oleh Anindita.


" Saya bisa pesan ojek online, saya mau mampir ke rumah Koh Leo dulu," sahut Anindita.


" Ada apa ke rumah Tuan Leo?" tanya Ricky.


" Saya mau mengembalikan perhiasan dan uang yang mereka berikan saat saya keluar dari rumah mereka dulu. Mungkin ini sekarang lebih bermanfaat untuk mereka." Anindita memang berniat mengembalikan barang yang sebenarnya milik Sandra.


" Kamu ikut saya kalau begitu. Ada tempat yang mesti saya tunjukkan kepada kamu." Ricky kemudian menarik lengan Anindita dan segera membawa ke mobilnya sebelum Anindita sempat melakukan penolakan.


Setengah jam kemudian, mobil yang dikendarai Ricky berhenti di depan sebuah bangunan yang nampaknya bangunan kosong namun di pekarangannya nampak beberapa material bangunan yang sepertinya baru saja didatangkan.


" Tempat ini baru saja saya beli, tempatnya juga cukup strategis. Rencananya Minggu depan mulai tahap renovasi. Saya berencana membuat restoran Chinese Food di sini dan memberikannya kepada Tuan Leo dan Nyonya Sandra."


Anindita terkesiap mendengar niat yang disampaikan oleh Ricky tentang rencana memberikan bangunan yang ada di hadapannya untuk disulap menjadi restoran dan akan diberikan kepada Leo dan Sandra.


" B-bapak mau buatkan restoran untuk Koh Leo dan Ci Sandra?" Anindita hampir tak percaya akan pendengarannya.


" Iya, benar. Saya rasa Tuan dan Nyonya Leo tidak saja berjasa untuk kamu tapi juga untuk saya. Jika saja saat itu mereka tidak menolong kamu mungkin saya tidak akan pernah bisa bertemu dengan darah daging saya. Apa yang diberikan oleh Tuan dan Nyonya Leo tidak mungkin saya abaikan begitu saja. Mungkin pemberian restoran kepada mereka ini pun tak sebanding dengan jasa mereka terhadap kamu dan Rama. Dan saya mesti menebus semua kesalahan masa lalu saya dengan membantu orang-orang yang sudah menolong kamu dan anak saya."


Anindita menatap Ricky, dia tidak menyangka dengan apa yang akan dilakukan Ricky terhadap kedua orang yang sudah banyak membantunya di saat dia menghadapi masa sulit. Hingga tanpa disadari matanya sudah mulai berkaca-kaca karena rasa haru mendengar penjelasan pria yang ada di hadapannya itu.


" Terima kasih Bapak sudah mau membantu Koh Leo dan Ci Sandra." Anindita sungguh merasa bahagia, karena dia tahu jika Sandra dulu berniat membuka restoran karena hobi memasaknya.


" Tidak perlu berterima kasih, mereka pantas mendapatkan ini. Mereka berbuat baik namun mereka didzolimi oleh saudaranya sendiri. Sekarang ini mereka harus bangkit dan mengembalikan kejayaan mereka kembali."


" Kenapa Bapak melakukan ini?"


" Seperti yang sudah saya katakan tadi jika saya ingin menebus kesalahan saya. Saya sudah berjanji akan membalas kebaikan orang-orang yang sudah membantu kamu dan Rama, termasuk Nyonya Lucy juga."


Anindita mengeryitkan keningnya.


" Ci Lucy?"

__ADS_1


" Iya, saya berniat menghadiahkan toko florist yang ada di apartemen itu untuk Nyonya Lucy."


" Menghadiahkan? Maksud Bapak apa? Bukankah itu memang punya Ci Lucy?" tanya Anindita heran.


" Florist di mana kamu kerja sekarang itu milik kamu, Anin. Saya sengaja membeli ruko itu dan meminta bantuan Nyonya Lucy agar kamu tidak pergi kerja jauh dari apartemen."


Anindita terbelalak lebar mengetahui jika ruko tempat dia bekerja ternyata miliknya.


" Ya ampun, kenapa Bapak repot-repot seperti itu?" Anindita menggelengkan kepala mengetahui semua tindakan Ricky di belakangnya.


" Saya tidak main-main dengan niat saya, Anin. Saya ingin membuat kamu bahagia termasuk membeli rumah milik Pak Arya yang selama ini pernah kalian tempati. Saya akan memberikan rumah itu kepada kamu, karena kamu dan anakmu yang berhak atas rumah itu."


Anindita semakin terperanjat mendengar jika Ricky sudah membeli rumah tempat tinggalnya dulu bersama suaminya, hingga akhirnya air mata yang sedari tadi dia tahan untuk tidak jatuh di pipinya akhirnya menetes dan membuat Anindita terisak.


" Rumah itu sekarang milik kamu, Anin. Pasti banyak kenangan untuk kalian berdua di rumah itu. Rumah itu juga jerih payah Pak Arya, dan saya tidak akan membiarkan rumah itu jatuh ke tangan orang lain."


" Saya, saya tidak tahu harus bagaimana membalas semua yang sudah Bapak lakukan selama ini." Anindita terus menangis haru.


" Kamu tidak perlu memikirkan bagaimana membalas saya, saya hanya meminta kamu bisa menerima saya." Ricky menyeka air mata yang menetes di wajah cantik Anindita.


" Apa ini artinya kamu bisa menerima lamaran saya kemarin?" tanya Ricky cukup hati-hati.


Anindita kemudian menatap Ricky namun tak lama dia memalingkan wajahnya.


" Maaf, saya tidak bisa menerima pinangan dari pria manapun saat saya menjalani masa Iddah. Saya harap Bapak bisa mengerti," ucap Anindita.


" Baiklah, tidak masalah ... saya akan tetap menunggu kamu sampai masa Iddah kamu selesai asalkan kamu juga tidak memberikan kesempatan pada pria lain untuk mendekati kamu." Ricky mengajukan syarat dan itu membuat Anindita kembali menoleh ke arahnya.


" Memangnya siapa pria yang mau mendekati wanita hamil? Bapak saja yang nekat." Anindita membuang pandangan ke luar jendela membuat Ricky menyunggingkan senyuman di bibirnya.


" Kita jadi ke tempat Tuan Leo?" tanya Ricky kemudian yang dibalas anggukan kepala Anindita dan akhirnya Ricky kembali melajukan mobilnya itu menuju tempat kediaman Koh Leo dan Sandra.


*


*


*


Bersambung ...


Visual Rama Dewasa ( Kisah Rama dewasa ad di KCA )



Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2