
Anindita berjalan menuju pintu kamarnya saat terdengar suara pintu diketuk dari luar. Anindita membuka pintu dan mendapati Mama Arya yang ada di balik pintu kamar dengan kursi rodanya.
" Mama?"
" Kamu sedang berkemas?" tanya Mama Arya karena sebentar lagi Anindita akan tinggal di apartemen Ricky.
" Iya, Ma. Masuk, Ma." Anindita membuka lebar pintu kamarnya dan mempersilahkan Mama Arya masuk ke dalam kamarnya.
" Anin, sebaiknya foto pernikahan kamu dengan Arya ditinggal saja di sini," pinta Mama Arya. " Biar nanti Mama taruh di kamar Mama saja.
" Memangnya kenapa, Ma?" tanya Anindita dengan kening berkerut.
" Kerena sebentar lagi yang menjadi suami kamu adalah Ricky. Kamu harus menghargai dia dan menjaga perasaan Ricky." Mama Arya menasehati.
" Tapi Pak Ricky 'kan tahu kalau Mas Arya itu suami Anin, Ma." Anindita merasa keberatan dengan usul Mama Arya.
" Tidak, Anin. Pernikahan kamu dengan Arya sudah terputus dan kamu sebentar lagi akan menjadi istri pria lain. Kamu harus menjaga perasaan suami kamu nanti." Kembali Mama Arya memberi penjelasan.
" Ma, Anin selalu melepas rindu pada Mas Arya dengan memandang foto Mas Arya. Kalau foto Mas Arya ditinggal di sini, gimana nanti kalau Anin tiba-tiba merasa rindu ke Mas Arya?"
" Setelah kamu menikah nanti, tidak ada satu pria pun yang pantas kamu rindukan selain suami kamu, dan itu bukan Arya, Anin," tegas Mama Arya.
" Tapi Mas Arya itu 'kan Papanya Arka, Ma. Kalau Anin nggak boleh simpan bagaimana Anin bisa mengenalkan Arka kepad Papanya, Ma?" Anindita masih berusaha dengan bermacam alasan agar dia tetap bisa menyimpan foto Arya. Karena Anindita bukan orang yang senang mengabadikan momen dengan ponselnya sehingga dia tidak mempunyai banyak koleksi foto Arya di ponselnya.
" Kamu bisa ke sini setiap saat. Ricky bilang kalau dia akan membuat tangga yang akan menghubungkan apartemen ini dengan apartemen di bawah, jadi kamu bisa kapan saja naik ke sini membawa Arka." Mama Arya benar-benar menutup celah untuk Anindita bisa membantah hingga wanita beranak dua itu sudah tidak bisa lagi melakukan perlawanan.
" Ma, apa Mbak Ria dan Mbak Lanny sudah ada kabar lagi? Di mana mereka sekarang?" Anindita seketika teringat akan kedua adik dari Arya.
__ADS_1
" Entahlah, Anin. Selama Mama ikut kamu di sini, pihak panti tidak pernah menelepon memberitahu kalau mereka datang. Artinya mereka memang tidak pernah ingin tahu bagaimana keadaan Mama sekarang. Mungkin mereka memang kesulitan keuangan jadi tidak bisa mengurus dan memperhatikan Mama lagi." Nada bicara yang diucapkan Mama Arya terdengar getir hingga Anindita langsung memeluk tubuh Mama Arya dari belakang.
" Mama jangan khawatir, ada Anin yang akan menjaga Mama."
Mama Arya mengusap lengan Anin yang melingkar di lehernya.
" Mama bersyukur Arya sempat dipertemukan dengan wanita sebaik kamu, Anin."
" Anin juga bersyukur dipertemukan dengan pria baik hati seperti Mas Arya, Ma." Anindita menyahuti. " Ma, aku rencananya ingin memberikan rumah Mas Arya untuk Mbak Ria dan Mbak Lanny, Ma."
Mama Arya nampak terperanjat saat Anindita mengatakan akan memberikan rumah milik Arya dulu kepada dua adik perempuan Arya itu.
" Tidak, Anin. Mama tidak setuju!"
" Tapi itu 'kan rumah Mas Arya, Ma. Rumah kakak Mbak Ria dan Mbak Lanny juga."
" Setelah mereka menjual rumah itu, rumah itu sudah bukan milik Arya lagi. Rumah itu sekarang milikmu, Anin. Karena Pak Ricky yang membelinya. Mama tidak rela kalau rumah itu diserahkan kembali ke tangan mereka!" tolak Mama Arya tegas hingga membuat Anindita kembali terdiam tak berani membantah ucapan Mama Arya.
Ricky mengancingkan bagian atas baju berwarna putih yang dipakainya. Setelah itu dia memasangkan kopiah putih di atas kepalanya. Hari ini adalah hari yang dijadwalkan Ricky untuk melakukan akad nikah. Dan atas permintaan Mama Utami, untuk akad nikah sendiri dilaksanakan dikediaman keluarga Poetra Laksmana.
Ricky tersentak kaget saat seseorang memeluk tubuhnya dari belakang.
" Aku sangat bahagia untuk hari ini, Kak. Akhirnya Kak Ricky akan menikahi wanita yang tepat." Dessy lah orang memeluk Ricky dari belakang.
" Kalau Papa Mama masih ada, mereka pasti sama bahagianya seperti aku, Kak." Dessy memang tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya saat mengetahui Ricky akan segera menikahi Anindita. Enam tahun setelah Kakaknya itu terbelenggu dengan rasa bersalah kepada Anindita akhirnya berakhir sudah setelah Anindita bersedia menerima pinangan pria berusia tiga puluh enam tahun itu.
" Semoga langgeng ya, Kak. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk Kakak," ucap Dessy masih belum melepas pelukannya.
__ADS_1
" Aamiin, sudah jangan menangis! Nanti make up mu menempel di baju Kakak." Ricky sengaja berucap seperti itu karena dia sendiri tidak ingin terbawa suasana melow karena ucapan adiknya. Sejujurnya Ricky sendiri saat ini merasakan nervous menghadapi hari pernikahannya itu.
" Ck, Kak Ricky merusak suasana saja!" Dessy mengurai pelukannya seraya mencebik.
" Des, Mama mencarimu." Suara Dirga dari pintu kamar Ricky terdengar hingga membuat Ricky dan Dessy menoleh ke arah Dirga.
" Oh, iya, Kak." Dessy segera bergegas meninggalkan Ricky dan menemui Mama angkatnya itu. Padahal itu hanya akal-akalan Dirga saja, agar dia mempunyai kesempatan untuk mengganggu Ricky sebelum akad nikah dimulai
" Akhirnya tiba juga masa bahagia untukmu, Rick." Dirga berjalan menghampiri Ricky.
" Bagaimana rasanya ingin melepas masa lajang, Rick? Nervous? Berdebar-debar?" Dirga sudah memulai aksinya mengganggu Ricky.
" Biasa saja, Pak Dirga " sangkal Ricky menutupi semua yang dikatakan Dirga memang benar-benar dia rasakan saat ini.
" Apa kau sudah menghapal kalimat ijab qobul nanti? Nama lengkap Anin termasuk binti nya jangan sampai lupa, Mungkin kau bisa latihan dulu sekarang biar nanti tidak grogi.' Dirga melihat aura ketegangan di wajah Ricky.
" Tidak perlu, saya sudah hafal, Pak Dirga!" Ricky memang sudah menghapal kalimat apa yang harus dia baca saat akad nanti kerena dia mencari di mesin pencarian informasi juga dia menonton di video ytube orang-orang yang dilakukan prosesi akad nikah.
" Baguslah kalau sudah menghapalnya," sahut Dirga. " Oh ya, Rick. Malam pertama kalian dulu mungkin sangat menyakitkan untuk Anin, jadi malam kedua nanti kau harus membuatnya lebih berkesan. Mungkin saja Anin masih trauma dengan kau dulu. Apa kau tahu gaya-gaya apa saja yang bisa kau pakai untuk melalui malam kedua kalian?" Dirga menyeringai, seketika dia teringat cerita Edward kalau pernah mengirim link video tak seno noh kepada Ricky. '" Aku rasa kau bisa banyak belajar dari video yang pernah Edo kirimkan dulu."
Ricky langsung menelan salivanya saat mengingat kejadian memalukan beberapa bulan lalu saat dia ketahuan Anindita sedang membuka pesan link yang dikirimkan Edward, padahal sebenarnya dia sendiri awalnya tidak tahu apa isi link tersebut.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ...
Happy Reading❤️