
Hari Minggu ini Grand Opening Toko Alabama Florist cabang Angkasa Raya Apartemen mulai dibuka. Beberapa karyawan Lucy diperbantukan dalam acara GO ini. Lucy sendiri memilih hari Minggu karena pastinya banyak penghuni dari apartemen yang berlibur dan berolah raga di seputaran taman yang ada di apartemen itu. Sehingga mereka bisa melihat pembukaan toko baru Alabama Florist. Mereka mendapatkan sekuntum bunga mawar merah dengan kartu nama toko Alabama sebagai promosi kepada penghuni apartemen di sana agar bisa memesan bunga di Alabama Florist.
" Silahkan, Nyonya, Tuan, yang mau melihat buket bunganya untuk hiasan di rumah atau di kantor. Untuk hari ini dan besok ada harga promo potongan harga dua puluh lima persen." Mita berbicara dengan microphone memperkenalkan kepada pengunjung yang sekedar melihat-melihat dan juga membeli. Sedangkan Anindita sendiri bersama Lucy bertindak sebagai kasir yang melayani pembayaran.
Sementara Ricky dan Ramadhan yang selesai berolah raga memilih duduk di taman sambil memantau ke arah toko bunga.
Namun tiba-tiba suasana di sana menjadi heboh saat kedatangan dua orang yang langsung menjadi pusat perhatian pengunjung juga penghuni apartemen yang mengenali sosok pria yang mereka ketahui sebagai pemilik apartemen yang mereka huni.
" Tuan Dirgantara, wah ... senang sekali kami bisa bertemu langsung dengan Anda, Tuan." Salah seorang pengunjung menyapa Dirga.
" Terima kasih, Tuan." Dirga membalas ramah dengan senyuman mengembang di bibirnya.
" Tuan Dirgantara itu 'kan bos Angkasa Raya Group, berarti dia yang punya apartemen ini, dong?" bisik seorang wanita cantik kepada teman di sebelahnya.
" Iya benar. Ternyata masih muda dan ganteng banget orangnya. Gue mau foto dulu ah." Wanita satu lagi langsung selfie dengan mengambil wajah Dirga yang saat itu mengenakan kaca mata hitam di belakang wanita itu berdiri.
" Tuan Dirga mau beli bunga juga, ya?" tanya pengunjung lain.
" Tentu saja, saya ingin belikan buket mawar putih cantik untuk istri saya yang cantik ini." Dirga lalu mengecup punggung tangan Kirania yang sedang digenggamnya membuat Kirania tersentak karena Dirga melakukan hal romantis itu di bawah puluhan pasang mata yang sedang memusatkan perhatian pada mereka berdua membuat wajah wanita berhijab itu merona merah dan orang-orang di sana memekik saat melihat apa yang dilakukan seorang bos besar Angkasa Raya terhadap istrinya tercinta.
" Wah, Tuan Dirga ternyata romantis sekali dengan istrinya, Mami juga mau Papi seperti itu, Pi." Seorang pengunjung berwajah oriental berucap kepada suaminya. Dan banyak lagi pengunjung yang berbisik mengangumi sosok Dirgantara.
Kehadiran Dirga dan Kirania tentu saja tak luput dari perhatian Anindita juga Lucy.
" Nin, itu ...."
" Itu Tuan Dirga dan Bu Rania, istrinya." Anindita memberitahu Lucy.
Lucy terkesiap mendengar penjelasan Anindita.
" J-jadi itu bosnya Tuan Ricky? Yang mengadakan resepsi pernikahan pakai jasa kita untuk floristnya?" Lucy nampak surprise mengetahui jika Dirga dan Kirania lah yang kini datang di toko Alabama Florist.
" Iya, Ci."
" Ya Tuhan, mimpi apa aku dikunjungi langsung oleh bos besar Angkasa Raya Group?" Lucy sampai melonjak kegirangan. Baik Lucy dan Anindita tidak menyadari jika Dirga sendiri sebelumnya pernah berkunjung membeli buket mawar putih untuk Kirania di Alabama Florist milik Lucy.
" Tuan Dirga, Bu Rania ..." Anindita mencoba mendekat ke arah Dirga juga Kirania. Sementara pengunjung semakin bertambah.
" Mbak Anin?" Kirania melepas genggaman tangan suaminya lalu menghampiri Anindita.
" Bu Rania ada di sini?" Anindita masih tidak percaya Kirania datang ke toko bunga tempatnya bekerja.
__ADS_1
" Iya, Mbak. Kemarin Pak Ricky bilang kalau hari ini akan ada pembukaan toko baru Alabama jadi aku ajak Abang kemari." Kirania menceritakan.
" Pak Ricky?" Anindita mengeryitkan keningnya.
" Iya, Pak Ricky nya mana? Nggak ikut bantu mempromosikan toko ini?" tanya Kirania heran.
" Tadi sih mengajak Rama olah raga di Taman, Bu." Anindita menjelaskan.
" Saya kangen sekali dengan Rama," ucap Kirania.
" Selamat Pagi, Nyonya Dirgantara. Senang sekali Nyonya berkunjung ke toko kami." Lucy yang menyusul Anindita pun akhirnya menyapa Kirania.
" Oh iya, Bu Rania. Ini atasan saya Ci Lucy." Anindita memperkenalkan Lucy kepada Kirania.
" Oh, terima kasih, Bu Lucy." Kirania mengulurkan tangannya ke arah Lucy yang disambut baik oleh Lucy.
Sementara itu Ricky yang melihat toko semakin ramai merasa khawatir. Dia langsung mengangkat tubuh Rama lalu mendudukkannya di lengan kirinya. Dia nampak bergegas menghampiri toko bunga itu dan mencoba menerobos kerumunan di depan toko.
" Pak Dirga? Sedang apa Anda di sini?" tanya Ricky yang terkejut saat mendapati bosnya itu ada di toko milik Anindita.
" Aku hanya ingin menuruti keinginan istriku yang ingin kemari," sahut Dirga enteng.
" Hai, jagoan ..." Dirga lalu mengepalkan tangannya untuk melakukan tos dengan Ramadhan.
" Tante Ranianya mana, Om?" tanya Ramadhan kepada Dirga.
" Tante Rania di dalam sama Mama Rama." Dirga menunjuk ke arah isrinya
" Pa, Rama mau ke Tante Rania." Ramadhan meminta agar Ricky menurunkannya. Dan Ricky pun kemudian menurunkan tubuh anaknya itu hingga kini Ramadhan berlari mendekati sosok Kirania yang tengah asyik berbincang dengan Anindita dan Lucy.
" Mohon perhatiannya untuk Tuan dan Nyonya yang hadir di sini, silahkan yang ingin memesan buket, kami berikan potongan harga ..." Dirga melirik standing banner yang ada di sampingnya, dia melihat discount dua puluh lima persen." Kami berikan discount tujuh puluh lima persen, jadi kalian hanya membayar hanya dua persen dari harga barang." Dirga berbicara dengan suara lantang kepada semua pengunjung.
Ucapan Dirga langsung disambut antusias oleh pengunjung yang hendak membeli bunga.
" Tolong tertib dan jangan berdesakan!" perintah Dirga kemudian dia masuk ke dalam ruangan toko.
" Apa Anda pemilik toko ini, Nyonya?" tanya Dirga kepada Lucy.
" Benar, Tuan. Saya Lucy pemilik Alabama Florist." Lucy mengangguk cepat.
" Saya memberikan tambahan discount menjadi tujuh puluh lima persen all items, Nyonya jangan khawatir, selisih harga nanti ditanggung pihak kami." Dirga menyampaikan alasannya yang menaikan nilai discount tanpa persetujuan Lucy.
__ADS_1
" Oh, baik. Terima kasih, Tuan Dirgantara." Lucy membungkukkan tubuhnya menyampaikan ucapan terima kasihnya.
" Selisih harga nanti aku perhitungan pada salary mu, Rick." Bisik Dirga seraya menepuk bahu Ricky kemudian terkekeh membuat Ricky langsung mengeryitkan keningnya.
" Tuan Dirga, ini pesanan bunga Anda sudah jadi." Yeti menyerahkan buket mawar putih kepada Dirga.
" Terima kasih, Mbak." Dirga mengambil buket mawar itu dari Yeti.
" Ini untukmu, Sayang. Bunga yang cantik untuk wanita yang cantik." Dirga menyodorkan buket itu kepada istrinya.
Kirania tersenyum meraih buket mawar putih yang selalu Dirga berikan kepadanya.
" Terima kasih, Abang."
" Kau lupakan sesuatu?" Dirga menepuk pipi dengan telunjuknya.
" Abang, ini di depan umum, malu ..." Kirania berbisik kepada Dirga.
" Kami yang cium aku, atau aku yang cium kamu?" pertanyaan Dirga sontak membuat wajah Kirania bersemu.
Cup
Belum sempat Kirania berpikir, Dirga sudah menempelkan bibirnya di pipi istrinya itu hingga membuat wajah Kirania seperti kepiting rebus. Dan tindakan Dirga membuat semua yang ada di sana tertegun dengan sikap Dirga yang tanpa malu bermesraan di hadapan umum. Membuat yang melihat menjadi salah tingkah sendiri.
Sementara Anindita saat melihat sikap manis Dirga kepada Kirania langsung menolehkan wajahnya ke arah Ricky. Begitu juga Ricky yang secara refleks mengarahkan pandangannya ke arah Anindita hingga mereka kini saling menatap lekat.
" Sayang, ayo kita menunggu di atas." Dirga lalu menarik tangan istrinya untuk keluar dari toko bunga itu.
" Rama, mau ikut Om?" Dirga menawarkan Ramadhan untuk ikut bersama mereka sambil mengangkat tubuh mungil Ramadhan yang langsung dijawab dengan anggukan kepala Ramadhan.
" Rick, aku tunggu di apartemenmu." Dirga menepuk bahu Ricky hingga membuat Ricky yang masih menatap Anindita mengerjap. Begitu juga dengan Anindita yang langsung membuang pandangan ke lain arah karena tanpa sadar dia seakan menikmati tatapan mata Ricky kepadanya.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️
__ADS_1