ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu

ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu
Surga Dunia


__ADS_3

Anindita membalikkan tubuhnya seraya mengerjapkan mata saat dia merasakan aroma maskulin menyeruak masuk ke indra penciumannya. Perlahan dia membuka matanya sedikit melebar hingga pandangannya kini mendapati wajah pria yang kini tidur menghadap ke arahnya dengan tangan terlipat di dada.


Anindita memandangi wajah pria yang kini telah berstatus menjadi suaminya itu. Dia benar-benar tidak pernah menduga jika dia akhirnya menikahi pria yang merupakan ayah biologis putranya. Bukan hanya karena pria dihadapannya itu pernah menodainya, tapi karena pria itu bukanlah orang sembarangan.


Untuk dia yang hanyalah gadis miskin dari desa dan tak punya sanak saudara, bisa menikah dengan Arya, seorang kepala sekolah saja rasanya seperti mimpi. Sekarang dia malah menikah dengan orang penting di salah satu perusahaan raksasa di negeri ini. Ini benar-benar seperti keajaiban untuknya.


" Kamu sudah bangun?"


Anindita tersentak hingga dia merenggangkan jaraknya dengan Ricky saat mendengar suara Ricky. Dia yang asyik melamun sama sekali tidak menyadari jika Ricky ternyata sudah terjaga saat dia asyik menikmati ketampanan wajah suaminya itu.


" Jam berapa sekarang?" Ricky meraih ponselnya yang dia letakan di atas nakas. " Masih jam dua sebaiknya kamu istirahat lagi." Ricky menyuruh Anindita untuk kembali tidur karena masih dini hari. Namun bukannya kembali tertidur, Anindita justru bangkit dan beranjak dari tempat tidur.


" Kamu mau apa?" tanya Ricky ikut bangkit dari tidurnya.


Anindita hanya menggelengkan kepala. Namun dia langsung mengambil tas koper miliknya. Dia sendiri tidak tahu siapa yang menyiapkan semua pakaian dan perlengkapannya termasuk alat pumping hingga kini barang-barang itu sudah ada di kamar ini.


Anindita lalu mengambil alat pumping karena dia merasakan kedua payu dara nya terasa mengeras karena dia tidak memberikan ASI kepada Arka sejak sore tadi.


" Kamu ingin memompa ASI?" tanya Ricky.


" Iya, rasanya sakit jika tidak dikeluarkan," sahut Anindita.


" Rasanya sakit jika tidak dikeluarkan, ya?" Ricky menyeringai seraya mengulang ucapan Anindita.


Sudut mata Anindita mengarah ke Ricky. Dia menyadari jika dia telah membuat kalimat yang langsung diartikan berbeda oleh Ricky.


" Bapak jangan berpikiran ngeres, ya!" Anindita lalu memutar tubuhnya berjalan ke arah bathroom karena dia ingin membersikan kedua pu ting nya terlebih dahulu dengan air bersih sebelum dia memompa ASI nya.


Ricky terkekeh melihat Anindita yang langsung menghindar darinya karena kalimat tadi.


" Berpikiran ngeres bagaimana maksudnya? Saya 'kan hanya membalikkan kata-kata kamu," sahut Ricky meninggikan suara agar Anindita yang berada di dalam bathroom mendengar ucapannya.


Setelah keluar dari bathroom, Anindita memilih duduk di sofa dengan posisi membelakangi Ricky yang kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur walaupun matanya tetap terjaga.

__ADS_1


" Bapak jangan mengintip, ya!" Anindita melarang Ricky untuk mengintip aktivitas yang akan dilakukannya.


" Saya ini sudah sah jadi suami kamu, lebih dari mengintip juga sudah halal saya lakukan ke kamu." Ricky menimpali yang langsung ditanggapi dengan lirikan mata tajam Anindita hingga membuat Ricky kembali terkekeh.


Setelah selesai memompa ASI nya, Anindita kembali ke tempat tidur untuk beristirahat karena waktu baru menunjukkan pukul setengah tiga. Dia lalu merebahkan tubuhnya membelakangi Ricky.


" Apa kamu masih capek sekarang?" bisik Ricky yang tiba-tiba sudah berada persis di belakang Anindita seraya menciumi ceruk leher Anindita membuat Anindita tersentak hingga menegang.


" Apa kita bisa menikmati honeymoon layaknya suami istri sekarang?" bisik Ricky kembali. Bahkan tangannya kini sudah mulai berani menyentuh bagian dada Anindita. Ricky yang melihat Anindita diam tak menolak apa yang dia lakukan membuat dia akhirnya menarik bahu Anindita hingga membuat wanita itu tidur dengan posisi terlentang. Dan dengan cepat Ricky mengungkung tubuh Anindita dengan tubuh berototnya.


" Bisa kita lakukan sekarang?" tanya Ricky mendekatkan bibirnya ke arah bibir Aninidta, hingga membuat Anindita memejamkan matanya seraya menahan nafas saat bibir mereka bersentuhan. Apalagi saat Ricky mulai melu mat bibir ranum Anindita yang selama ini selalu menggodanya.


Anindita tak membalas sentuhan yang diberikan Ricky kepadanya, namun dia pun tidak menolak apa yang dilakukan suaminya itu.


Ricky yang melihat Anindita tak bereaksi akan ciumannya kini memilih menyusuri leher jenjang istrinya itu. Dia bahkan meninggalkan jejak di leher berkulit putih mulus Anindita. Puas menjelajahi bagian wajah dan leher Anindita kini Ricky mulai bergeser ke bagian dada Anindita. Dia membuka baju tidur Anindita hingga pemandangan kedua bukit yang sekitar sebulan lalu dilihatnya kini terpampang nyata dan begitu menggoda untuk dijajah olehnya.


" Aaakkkhh ..." Anindita mendesah saat dia rasakan bagian puncak assetnya kini berada di dalam rongga mulut Ricky. Sementara tangan Ricky memilin puncak bagian lainnya.


Gelenyar aneh itu kembali merayapi tubuh Anindita. Darahnya pun berdesir hebat hingga bagian inti nya serasa berdenyut.


Ricky kini menurunkan kain penutup inti sang istri. Dan seperti yang dia lakukan kepada kedua bukit Anindita kini bagian perasa dan pengecap Ricky pun mulai menjelajahi bagian inti Anindita.


Ricky yang seperti menemukan harta karun nampak semangat menjajah bagian inti Anindita hingga kini Anindita menggelinjang karena merasakan pelepasannya yang pertama. Bahkan suara de sahan dan lenguhan mulai memenuhi ruangan itu.


Ricky menatap Anindita yang terlihat menggigit bibirnya dan memejamkan mata. Dia pun lalu melepas pakaiannya dan melempar ke sembarang arah. Kini dia mengarahkan senjatanya ke inti Anindita. Dia lalu mengarahkan senjata itu memasuki goa yang terasa lembab milik Anindita hingga membuat Anindita membuka matanya.


" Aaakkkhh ...."


" Maaf, apa sakit?" Ricky merasa khawatir dengan reaksi Anindita yang terlihat kaget. Dia bahkan mengeluarkan senjatanya dari inti Anindita.


Anindita menggelengkan kepala perlahan membuat Ricky menarik nafas lega. Sejujurnya dia merasa takut jika Anindita akan menjadi trauma karena masa lalunya dulu. Ricky tidak melakukannya dengan kelembutan tapi dengan kasar dan pemaksaan.


" Saya akan melakukannya pelan-pelan." Ricky kembali memasuki inti Anindita.

__ADS_1


" Sssshhh ... aakkkhh ..."


Suara-suara itu terus meluncur dari bibir Anindita saat Ricky mulai bergerak beraturan di inti Anindita.


" Begini sakit?" Ricky menaikkan kecepatannya


Anindita kembali menggelengkan kepalanya sehingga membuat Ricky terus bergerak dan kini dia kembali memainkan kedua Asset Anindita hingga membuat Anindita merasakan kenikmatan serasa terbang ke awan. Kenikmatan yang sudah enam bulan ini tidak pernah dia dapatkan lagi setelah Arya meninggalkan.


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya pelepasan itu telah mereka dapatkan dari penyatuan mereka. Ricky pun merasa dirinya serasa bagaikan di surga. Benar yang dikatakan oleh Dirga. Jika ini yang namanya surga dunia. Dan mulai hari ini dia bisa terus merasakan surga itu bersama istrinya, Anindita. Akhirnya dia benar-benar bisa merasakan percintaan kembali dengan wanita yang pernah dia renggut kesuciannya namun kini dalam satu ikatan suci pernikahan.


*


*


*


...*** TAMAT ***...


Readers : Eh, serius Thor ini tamat? Ya ampun kita menanti cukup lama kebucinan mereka berdua tapi bahagia nya baru sebentar udah end. Nggak rela dong, Thor. Anin belum benar² cinta sama Ricky tapi sudah tamat.


Author : Tenang aja, ini cuma labelnya doang tamat. Kisah masih berlangsung dalam bentuk ekstra part. Karena kalo masih On going dan aku ga bisa bertahan 30K kata perbulan. Alamat bisa turun level nih karya. Sudah ga naik² diturunkan pula. Kan amsyong banget😂


Jadi biar ga dikejar² NT untuk up mending aku tamatin aja novelnya. Karena sekarang ini aku ada 2 garap karya baru jadi biar lebih konsen di dua novel anak²nya para sultan.


Jadi mohon dimaklum ya, readers. Kalau kalian kecewa, sejujurnya Author jauh lebih kecewa melihat hasil karya ini. Tapi ya sudahlah.


Terima kasih untuk Ricky Lovers yg sudah setia mensupport dalam segala macam hal🙏🙏🙏


Tengokin juga kisahnya Rama dan Rayya di sini



Dan juga kisahnya Azkia di sini

__ADS_1



Happy Reading❤️


__ADS_2