
" Kamu sudah siap, Nin?" tanya Lucy mengapit Anindita di sebelah kanannya, sementara Yeti yang awalnya ingin ikut menuntun Anindita malah jadi menggandeng Ramadhan.
" Iya, Ci." Dengan sedikit gugup Anindita menjawab.
Dan akhirnya mereka pun menuju ruang tamu rumah Arya di mana prosesi akad nikah akan dilaksanakan.
Anindita nampak gugup saat dia mengedar pandangan ternyata banyak mata yang sedang menatap ke arahnya hingga membuat dia langsung menundukkan kepalanya.
Dia sampai tidak fokus memandang ke arah Arya yang sudah duduk di depan penghulu yang akan menjadi wali hakim karena dari pihak mempelai wanita tidak mempunyai sanak keluarga.
Sementara Arya yang sejak melihat kehadiran Anindita di ruangan itu nampak tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari sosok wanita yang sebentar lagi akan menjadi pendamping hidupnya, hingga kini Anindita terduduk di sampingnya masih dengan wajah tertunduk.
Anindita yang merasa sedari tadi mata Arya terus menatapnya membuat wanita itu pun akhirnya melirik ke arah Arya. Dan saat mata mereka bertemu dengan Arya yang mengulum senyuman di bibirnya, Anindita buru-buru menundukkan wajahnya kembali dengan wajah tersipu.
Setelah dilakukan pembacaan ayat kursi alquran oleh pemuka agama dan juga khutbah untuk kedua mempelai, kini tibalah pembacaan ijab qobul oleh Penghulu yang mengemban tugas sebagai wali hakim.
" Saya nikahkan dan saya kawinkan Ananda Arya Rahardja bin Muhammad Ali Rahardja dengan Ananda Anindita Purbaningrum binti Muhammad Gufran dengan wali hakim dengan mas kawin uang tunai sebesar tujuh belas juta seratus dua ribu dua puluh satu rupiah tunai."
" Saya terima nikah dan kawinnya Anindita Purbaningrum binti Muhammad Gufran dengan mas kawin tersebut tunai."
" Sah?"
" Saaaaahhhh ...!" Sebagian besar tamu yang hadir di acara akad nikah Arya dan Anindita pun langsung berteriak menyambut gembira kalimat ijab qobul yang berhasil diucapkan dengan lantang dan lancar oleh Arya.
Tarikan nafas lega langsung terdengar dari Arya dan Anindita saat prosesi pengucapan ijab qobul selesai. Dan setelah pembacaan doa yang dilanjut dengan penandatanganan dokumen juga pemasangan cincin dan penyerahan mahar akhirnya acara prosesi acara ijab qobul pun selesai.
Kini saatnya para tamu undangan memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai.
" Anin, Pak Arya. Happy Wedding, ya. Cici turut bahagia untuk kalian berdua. Semoga pernikahan langgeng sampai kakek-nenek." Lucy memberikan ucapan selamat kepada Anindita dan Arya kemudian memeluk Anidnita.
" Aamiin, makasih ya, Ci." Anindita membalas ucapan Lucy. " Saya banyak berhutang budi sama Ci Lucy." Anindita tak bisa menahan rasa harunya.
" Terima kasih Bu Lucy sudah membantu menjaga Anin dan Rama selama ini." Tak lupa Arya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Lucy.
" Sama-sama, Pak Arya." Lucy menyahuti.
__ADS_1
" Selamat ya, Nin, Pak Arya. Semoga samawa, Nin." Kali ini Yeti yang memberikan ucapan selamat seraya memeluk Anindita.
" Makasih ya, Mbak. Mbak Yeti juga banyak bantu saya."
" Sudah, dong! Gantian meluk pengantinnya. Aku juga 'kan mau peluk pengantin." Mita yang mengantri di belakang Yeti memprotes membuat Abinidita, Arya, Lucy dan Yeti tertawa.
" Sabarlah, Mit. Nanti juga dapat porsinya masing-masing," sindir Yeti.
" Mbak Anin, selamat. Cepet kasih Rama adik, ya! Yang gemoy kaya Rama, hihihi ..." ucapan Mita membuat Anindita menoleh Arya seraya tersipu malu.
" Pak Arya selamat, ya! Titip Anin sama Rama, ya!" Kali ini Mita memberi pesan kepada Arya.
" Siap, Mbak Mita." Arya cepat menyahuti permohonan Mita.
Dan tamu-tamu lain nampak terlihat bahagia terkecuali dua adik Arya yang terlihat berekspresi dengan wajah memberengut.
Waktu sudah menjelang siang, beberapa tamu sudah berpamitan pulang. Dan ketika keluarga Arya pun ingin beranjak pulang tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan mobil mewah di depan rumah Arya. Semua mata menuju ke arah mobil itu dan kini berpusat pada sosok pria gagah nan tampan yang mengenakan kaca mata hitam.
Apalagi saat sosok itu melangkah dengan tegap ke dalam rumah Arya memasuki rumah Arya dan melewati tamu yang masih duduk di kursi di halaman rumah Arya. Semua mata nampak terhipnotis dengan kehadiran Ricky di sana.
" Om, Rama kaya Om Ricky 'kan pakai baju ini?" Ramadhan memperlihatkan stelan jas yang dikenakannya membuat Ricky terkekeh.
" Iya, dan Rama terlihat tampan pakai baju ini." Ricky memuji anaknya.
" Mama juga cantik, Om." Ramadhan kemudian menunjuk ke arah Anindita.
Pandangan Ricky kini mengikuti arah yang ditunjuk Ramadhan hingga dia menemukan sosok wanita cantik berbalut kebaya. Sesaat Ricky tertegun menatap Anindita yang nampak berbeda saat itu.
" Mama sama Om Arya menikah, Om. Orang-orang kasih selamat sama Mama dan Om Arya. Om Ricky mau kasih selamat juga, ya?" tanya Ramadhan kemudian.
" Oh, i-iya ... Om mau kasih selamat." Ricky sedikit gugup karena dia tadi seolah terpana saat menatap kecantikan Anindita.
Ricky kemudian berjalan mendekat ke kedua mempelai.
" Pak Arya, Nyonya ... selamat atas pernikahan kalian." Ricky memberikan ucapan selamat kepada Arya dan Anindita.
__ADS_1
" Oh, terima kasih, Pak Ricky." Arya dan Ricky kini saling berjabat tangan.
" Selamat, Nyonya Arya. Semoga pernikahan kalian diberikan kebahagian." Kini Ricky mengulurkan tangan ke Anindita.
Anindita tak langsung menyambut uluran tangan Ricky. Dia menatap tangan Ricky sesaat sebelum akhirnya pandangannya kini beralih menatap Ricky. Namun dia merasa tak nyaman berlama-lama beradu pandang dengan ayah dari anaknya itu.
" Terima kasih, Tuan." Akhirnya Anindita menerima jabat tangan Ricky dan buru-buru menyudahinya.
" Hmmm, saya kemari untuk menjemput Rama. Kalian pasti juga akan bersiap-siap untuk acara nanti malam, kan?" Ricky sepertinya sangat mengerti dengan kondisi Arya dan Anindita yang pasti akan disibukan dengan acara resepsi malam nanti.
" Terima kasih, Pak Ricky. Maaf jika kami jadi merepotkan Anda." Arya merasa tidak enak hati.
" Saya justru merasa senang bisa mengasuh Rama, Pak Arya." Ricky melirik Anindita yang juga sedang mencuri pandang ke arahnya. Namun wanita itu buru-buru mengalihkan pandangannya. Ricky mengulum senyuman karena mendapati Anindita mencuri pandang kepadanya.
Sementara interaksi mereka terekam oleh kedua adik Arya yang menahan diri untuk pergi dari sana karena kedatangan Ricky tadi. Tentu saja mereka merasa penasaran akan sosok yang datang di acara pernikahan kakaknya dan Anindita. Namun saat melihat Ramadhan berlari memeluk Ricky mereka pun menduga jika sosok pria tampan dan gagah itu adalah ayah dari Ramadhan. Apalagi jika teringat ucapan Arya yang mengatakan jika ayah dari anak Anindita bukanlah orang sembarangan. Dan kenyataan yang terpampang nyata di hadapan mereka saat ini ternyata benar adanya. Bahkan jika mereka boleh jujur, kakaknya itu mungkin akan kalah jika harus bersaingan dengan Ricky dari segi apapun. Seketika itu juga hati kedua adik Arya seolah menciut dan memilih pergi dari sana. Tentu saja mereka tidak ingin jika Anindita mengadu kepada Ricky jika mereka berdua sempat menghina Anindita dan juga Ramadhan.
*
*
*
Bersambung ...
HWD Anin❤️Arya 🤭
Maaf Othor mematahkan hati readers🤭🤭
Readers : Thor, kok jadi gini, sih? Kok Anin sama Arya ga gagal nikahnya? Kuciwa readers kuciwa
Othor : Udah sempat intip bonchap RTB terakhir kan? Ya nanti akan seperti itulah akhirnya. Jadi harap bersabar dan nikmati alurnya.
Yang berharap Ricky menggagalkan Akad nikah Arya dan Anindita. Kayanya aneh kan kalo tiba² Arya menggagalkan tanpa sebab yang jelas. Dan berasa kaya sinetro banget deh nantinya 😂😂
Happy Reading ❤️
__ADS_1