ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu

ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu
Setajam Belati


__ADS_3

Wajah Ricky berubah menegang membaca berita yang mengosipkan tentang dirinya dan juga Anindita.


" Aku sudah memerintahkan Rizal untuk mengurus men-take down berita itu. Bagaimana berita seperti itu bisa sampai tercium ke media, Rick?" tanya Dirga heran.


Ricky mengedikkan bahunya.


" Saya tidak tahu persis, Pak Dirga. Tapi kemungkinan besar ini ada sangkut pautnya dengan adik-adik dari Pak Arya." Ricky menebak jika adik-adik Arya yang ada dibalik beredarnya gosip tentang dirinya itu.


" Adik Pak Arya?" Dirga mengeryitkan kening mencoba mengingat satu nama itu.


" Suami dari Mamanya Rama." Ricky menerangkan.


" Oh ... kupikir suami dari Mamanya Rama itu kau, Rick." Dirga berkelakar seraya menyeringai.


" Lalu apa hubungannya berita ini dengan adik dari Arya itu?" Dirga masih santai menanggapi.


" Saya baru mengetahui jika hubungan Anindita dengan adik iparnya itu tidak harmonis. Ternyata adik-adik Pak Arya tidak menyetujui kakaknya menikah dengan Anindita."


" Karena dia wanita dari kalangan biasa? Ck, kenapa cerita seperti itu selalu saja terjadi." Dirga mengibas tangannya ke udara karena dia pun mengalami kisah percintaan yang sempat ditentang oleh keluarganya.


" Lalu kenapa Arya diam saja adiknya berbuat seperti itu? Apa semua keluarga suami Anin seperti itu?" tanya Dirga penasaran.


" Pak Arya dan ibunya sangat baik memperlakukan Anindita, hanya adik-adiknya saja yang membencinya." Ricky menerangkan.


" Pasti Arya akan marah jika dia tahu adiknya berbuat seperti ini terhadap istrinya." Dirga mengusap rahangnya perlahan.


" Pak Arya sudah meninggal kemarin pagi, Pak."


Dirga terkesiap dengan mata terbelalak lebar mendengar ucapan Ricky.


" Innalillahi Wainnaillaihi Roji'un. Meninggal karena apa, Rick?" Dirga kini memperbaiki posisi duduknya.


" Serangan jantung Minggu dini hari kemarin."


" Ya Tuhan ...."


" Adik Pak Arya menyalahkan Anindita karena meninggalnya Pak Arya, kemungkinan inilah yang memicu mereka menyebarkan berita ini."


" Mereka tidak tahu sedang berhadap dengan siapa." Rahang Dirga seketika mengeras mendengar apa yang dialami wanita yang menjadi ibu dari Rama itu.


" Mereka tahu, tapi sepertinya mereka ingin main-main dengan saya " Tak beda jauh dengan Dirga, Ricky pun merasa kesal.


" Aku akan suruh Rizal untuk mengurus mereka." Dirga mulai menyebar ancaman.


" Tidak usah, Pak. Biar nanti saya urus setelah kepulangan saya dari Dubai. Sementara ini saya hanya butuh agar berita itu di-take down dan jangan sampai Anindita mendengar tentang berita ini. Dia baru saja terpukul karena kehilangan suaminya, jangan sampai dia kembali kecewa dengan berita yang menggosipkan dirinya yang akan membangkitkan kenangan buruknya di masa lalu," tegas Ricky.


" Oke, kalau kau ingin aku turun tangan aku siap membantumu," ucap Dirga.


" Terima kasih, Pak. Saya rasa saya bisa menghandle sendiri masalah ini. Kalau begitu saya permisi, Pak." Ricky berpamitan dan melangkah menuju pintu ruang kerjanya.

__ADS_1


" Rick ..." Suara Dirga menghentikan langkah Ricky.


" Iya, Pak?"


" Sepertinya Tuhan memang sudah mengatur semua ini untukmu." Satu sudut bibir Dirga terangkat hingga membentuk satu lekuk senyuman yang tidak dapat dipahami oleh Ricky, apa maksud dari senyuman itu.


***


Sesampainya di ruang kerjanya, Ricky langsung menghubungi Deni.


" Selamat Siang, Pak Ricky. Apa ada tugas yang mesti saya kerjakan?" Deni nampak hapal, jika Ricky menghubunginya pasti karena tugas penting yang mesti dia laksanakan.


" Kau sudah buka link berita yang saya kirimkan?"


" Saya belum sempat buka, Pak. Saya ini masih ada di jalan. Berita tentang apa memangnya, Pak Ricky?" tanya Deni kemudian.


" Berita itu menyangkut saya dan Anindita. Saya minta kamu cari tahu siapa di balik beredarnya berita itu sampai masuk ke media," perintah Ricky.


" Baik, Pak. Lalu apa yang harus saya lakukan jika saya sudah mengetahui siapa orang itu, Pak?" tanya Deni.


" Kau cukup tahu saja dulu siapa orang itu. Setelah itu akan saya pikirkan jika saya kembali dari Dubai," ujar Ricky.


" Oh, baik, Pak." Deni memahami apa yang diperintahkan Ricky kepadnya.


***


" Kamu masih lemas seperti ini, sebaiknya jangan pergi ke mana-mana dulu, Nin!" Mama Arya melarang Anindita yang ingin ikut dengan Lucy dan Mita yang akan berziarah.


" Tapi Anin mau berdoa untuk Mas Arya, Ma." Anindita bersikukuh ingin ikut.


" Kalau kamu ingin berdoa, bisa kamu lakukan dari rumah, Nin. Kondisi kamu masih belum stabil, Mama takut kamu jatuh pingsan lagi nantinya." Mama Arya pun tetap tak memberikan ijin kepada Anindita.


" Ibu Fatma benar, Nin. Sebaiknya kamu di sini saja. Biar Cici antar Mita saja yang ke sana." Lucy pun sependapat dengan Mama Arya.


" Kamu tetap di sini saja menemani Ibu Fatma dan Rama, ya!" Lucy mencoba memberi pengertian kepada Anindita.


" Bu, Rama nangis cari-cari Bapak." Tita tiba-tiba muncul memberitahukan Anindita jika Ramadhan masih saja belum bisa memahami jika Arya sudah meninggal.


Anindita mendesah, sakit rasa hatinya mengetahui Ramadhan pun ternyata masih belum bisa menerima kepergian Arya. Dia kemudian bergegas masuk ke dalam kamar anaknya itu.


" Papa, huwaaa ...."


" Rama ..." Anindita segera menghampiri Ramadhan.


" Mama, Papa Arya kok nggak pulang-pulang sih, Ma?" Ramadhan berkata seraya terisak.


" Papa Arya, sudah pergi, Sayang." Anindita pun tak kuasa untuk tidak meneteskan air matanya.


" Papa Arya pergi, Papa Arya nggak sayang sama Rama lagi ya, Ma? Seperti Papa Rama dulu, hiks ...."

__ADS_1


Anindita sungguh tidak sanggup menjawab pertanyaan anaknya. Dia hanya terus merengkuh tubuh Ramadhan dan membawa ke dalam pelukannya seraya ikut menangis bersama.


Malam harinya di kamar Ricky, Ricky sedang mengepak pakaiannya untuk dia bawa, karena dia akan beberapa hari berada di Dubai. Tiba-tiba sebuah pesan dari Deni masuk ke dalam ponselnya.


" Selamat malam, Pak Ricky. Saya sudah mendapatkan info tentang siapa orang yang menyebarkan berita itu ke media. Saya sudah kirim fotonya. Mungkin Pak Ricky kenal dengan orang itu."


Ricky kemudian membuka pesan gambar yang sebelumnya dikirimkan oleh Deni. Dan Ricky langsung memicingkan matanya mengetahui siapa orang yang telah bermain-main dengannya itu.


" Oke, Den. Terima kasih atas informasinya." Ricky dengan cepat membalas pesan dari Deni itu.


" Bagaimana, Pak? Apa kita eksekusi sekarang?"" Deni kemudian bertanya.


" Tidak perlu! Biar dia bagianku. Kau hanya awasi dia saja, saya ingin tahu sejauh mana keberaniannya!" desis Ricky dengan wajah penuh diwarnai amarah.


***


Hari ke lima kepergian Arya, Anindita berusaha membenahi hatinya. Walaupun tidak mudah untuknya mmenerima kenyataan jika suaminya sudah lebih dahulu meninggalkannya , namun dia berusaha sekuat hati untuk bertahan dan tetap tegar.


" Saya ingin dia keluar dari rumah kakak saya ini!"


Anindita terkesiap saat mendengar teriakan seseorang saat dia berada di kamarnya. Dia kemudian berjalan keluar dari kamarnya.


" Ria! Kamu istighfar, Nak! Tidak sepantasnya kamu bicara seperti itu." Suara Mama Arya pun kini terdengar di telinga Anindita.


" Mbak Ria ... Mbak Lanny ..." Anindita mendapati kedua adik iparnya dengan beberapa pria bertubuh besar bertampang seperti preman sudah berada di ruang tamu rumah Arya.


" Saya minta kamu segera tinggalkan tempat ini sekarang juga!" seru Ria dengan nada penuh kebencian.


Anindita terbelalak mendengar perkataan Ria.


" Mbak, Mas Arya baru saja meninggal, kenapa Mbak tega melakukan ini?" Anindita benar-benar tidak percaya dengan sikap kejam adik iparnya


" Saya nggak perduli dengan kamu! Saya hanya minta kamu segera tinggalkan rumah kakak saya ini! Atau saya akan suruh orang-orang ini menyeret kamu keluar dari rumah ini!!" ancam Ria benar-benar tidak berprikemanusiaan.


" Ria!! Jangan bertindak sembarangan!! Anin itu kakak iparmu!!" geram Mama Arya yang nampak tak berdaya di atas kursi rodanya.


" Dari awal aku nggak pernah menganggap dia sebagai kakak iparku, Ma!"


Kata-kata Ria terasa setajam belati dan langsung mengoyak hati Anindita. Dia seketika menangis mendapatkan perlakuan buruk dari adik iparnya disaat dia baru saja berduka ditinggal oleh suaminya.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2