ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu

ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu
Masa Nifas


__ADS_3

" Dari mana kau, Rick?" tanya Dirga sekembalinya Ricky ke kantornya.


" Pak Dirga?" Ricky sedikit kaget saat Dirga sudah berdiri di depan pintu ruangannya dengan dengan tangan terlipat di dada.


" Saya baru pulang dari apartemen bertemu dengan Rama." Ricky menjawab pertanyaan bosnya


" Hmmm, bertemu Rama atau bertemu Mamanya Rama?" Dirga menyeringai menggoda asistennya itu lalu berjalan masuk ke dalam ruangan kerja Ricky dan duduk di atas sofa dengan berpangku kaki.


" Apa peribahasa yang tepat untuk menggambarkan apa yang sedang kau lakukan sekarang ini, ya? Sambil berenang minum air atau bisa juga sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Itu cocok untuk kau saat ini, Rick" Dirga terkekeh.


Ricky hanya menghela nafas tak membalas apa yang bosnya itu katakan.


" Kau tahu, Rick. Belakangan ini kau sering keluar kantor untuk urusan pribadi. Kalau saja urusannya bukan masalah wanita, aku pasti akan menegurmu, tapi karena hal yang membuat kau sering keluar kantor secara tiba-tiba itu karena mengurusi soal wanita, aku bisa tolerir untuk itu. Kapan lagi coba seorang Ricky Pratama, Executive Assistent dari perusahaan properti ternama Angkasa Raya Group tertarik dengan urusan wanita? Suatu peristiwa langka yang mungkin pantas masuk rekor MURI atau mungkin Guinness World Records?" Dirga terkekeh, sepertinya bahagia sekali anak dari Poetra Laksmana itu meledek saudara angkatnya itu.


" Pak Dirga, tolonglah jaga wibawa Anda, Pak. Anda itu seorang CEO bukan seorang pembawa acara gosip, kenapa Anda senang sekali menggosipkan karyawan Anda sendiri?" Ricky menggelengkan kepala merasa heran dengan kelakuan bosnya itu.


" Sia*lan kau, Rick!" Dirga tetap tertawa walaupun Ricky menyindirnya.


" Harusnya kau itu bersyukur ada aku yang akan mendukungmu mendapatkan Mamanya Rama," lanjut Dirga.


" Saya tidak berpikir sejauh itu, Pak Dirga!" Ricky berusaha menyangkal apa yang dikatakan Dirga kepadanya.


" Oh, ayolah, Rick! Sampai kapan kau akan menyendiri terus seperti ini? Dulu waktu aku ingin jodohkan kau dengan adik iparku kau bilang masih mencari seseorang dari masa lalumu. Sekarang setelah orangnya ketemu, kenapa kau malah tak memanfaatkan peluang yang ada?" Dirga menyayangkan sikap Ricky yang sepertinya kurang serius mendekati Anindita.


" Dia baru kehilangan suaminya dan dia sangat mencintai suaminya itu."


" Justru itulah kesempatanmu, Rick! Dia itu sedang rapuh, mestinya kau bisa memanfaatkan ini untuk mendapatkan hatinya." Dirga nampak antusias menyemangati Ricky.


" Orang yang sedang rapuh lebih mudah ditaklukan jika kau melakukan tehnik pendekatan yang jitu. Terus memberi perhatian, termasuk perhatian-perhatian kecil sampai dia tersentuh dengan perhatian yang kau berikan kepadanya, aku yakin, lambat laun hatinya dapat kau taklukan, Rick. Apalagi saat ini dia sedang hamil, kau harus bisa manfaatkan itu untuk semakin mendekatinya," lanjut Dirga.


" Oh ya, berapa usia kandungannya sekarang?" tanya Dirga.

__ADS_1


" Lima bulan." Ricky menyahuti.


" Sekitar empat bulanan lagi setelah dia melahirkan masa Iddah nya selesai. Jadi kau bisa memanfaatkan empat bulan ini untuk mendapatkan hatinya. Jadi setelah masa Iddah selesai kau bisa langsung menikahinya, Rick. Tapi kalau nggak salah setelah melahirkan itu dia itu akan melewati masa ... apa ya aku lupa namanya? Jadi kalau kau ingin menikahinya sebaiknya setelah dia melewati masa itu saja. Karena saat dia mengalami masa itu, dia belum boleh melakukan aktivitas berse*tubuh, rugi kau tidak akan bisa langsung menikmati indahnya surga dunia." Dirga tertawa kencang selepas berkata-kata.


Ucapan Dirga membuat Ricky terbelalak, dia tidak menyangka bosnya itu sampai memperhitungkan sejauh itu.


" Apa itu yang Anda lakukan saat menikah dengan Nadia, Pak Dirga?" Ricky kini menyindir balik bosnya itu.


" Sia*lan! Aku tidak pernah menyentuh Nadia!" sanggah Dirga cepat.


" Lantas bagaimana Anda bisa tahu sedetail itu?" Kini Dirga yang diserang Ricky.


" Itu karena Mama dulu pernah bilang kepadaku saat Kayla lahir. Mama menjelaskan ini itu ke aku, tapi nggak aku perdulikan karena aku memang tidak berniat menyentuh Nadia." Dirga menjawab pertanyaan Ricky.


" Abang, Abang di sini ternyata?"


Dirga dan Ricky menoleh ke arah pintu saat mendengar suara Kirania dari arah pintu ruangan Ricky.


" Nyonya, kebetulan sekali, sebaiknya Anda membawa suami Anda pergi dari ruangan saya, Nyonya. Karena kehadirannya di sini hanya mengganggu aktivitas saya berkerja saja." Ricky mengadukan kelakuan Dirga kepada Kirania.


" Sayang kemarilah!" Dirga meminta istrinya itu untuk duduk di dekatnya dan Kirania menuruti apa yang diperintahkan oleh suaminya.


" Sudah tidurnya?" Dirga lalu merangkul Kirania dan mengecup bibir wanita cantik itu.


" Abang, iihh ..." Kirania melirik ke arah Ricky yang langsung memalingkan wajahnya tak ingin melihat aktivitas bosnya itu.


" Abang kita di ruangan Pak Ricky ..." Kirania mencoba menghentikan aksi suaminya yang terus saja mencumbunya.


" Biarkan saja, Sayang. Biar dia ngebet ingin cepat-cepat menikah."


" Memang Pak Ricky ingin menikah? Kapan?" tanya Kirania.

__ADS_1


" Kau ingin lihat Ricky menikah, Sayang?" Kali ini Dirga bertanya kepada pada istrinya.


" Tentu saja, Abang. Aku ikut bahagia jika Pak Ricky menikah," sahut Kirania.


" Karena itu aku sedang memotivasi dia untuk terus mendekati Mamanya Rama, Menurutmu bagaimana jika kita jodohkan mereka berdua?" Dirga meminta pendapat istrinya.


" Aku setuju, Abang. Mbak Anin baik, cocok dengan Pak Ricky, apalagi di antara mereka sudah ada Rama. Hmmm, tapi 'kan Mbak Anin sedang hamil, jadi Pak Ricky harus menunggu Mbak Anin melahirkan dulu baru bisa menghalalkan Mbak Anin." Apa yang dikatakan Kirania sama persis dengan yang dikatakan Dirga sebelumnya.


" Nah, aku juga tadi bilang ke Ricky seperti itu. Sebaiknya kau cepat bertindak, Rick. Jangan sampai ada pria lain yang lebih dulu menghalalkan dia." Dirga menakut-nakuti membuat Ricky mendelik ke arahnya.


" Oh ya, Sayang. Benarkan kalau selepas melahirkan wanita nggak boleh berhubungan intim terlebih dahulu? Apa itu namanya?" Dirga nampak masih penasaran.


" Iya, Abang. Setelah melahirkan wanita hamil itu akan mengalami masa nifas kurang lebih empat puluh hari." Kirania menjelaskan.


" Sayang, serius empat puluh hari tidak boleh berhubungan? Berarti kalau kau hamil dan melahirkan aku nggak boleh mengajak kamu make love gitu selama empat puluh hari?" Dirga kaget mendengar jumlah hari yang mesti dilalui ibu melahirkan selama masa nifas.


Kirania hanya mengangguk menjawab pertanyaan suaminya karena dia malu membahas masalah ranjang di depan orang lain.


" Lama sekali, Sayang. Sebulan lebih itu ... apa nggak bisa dipersingkat jadi empat hari saja? Menahan selama seminggu kalau kau menstruasi saja bikin kepalaku cenat-cenut apalagi menunggu selama empat puluh hari, bisa-bisa punyaku nanti keluarnya berbentuk seperti pasta karena terlalu lama ditahan tidak dikeluarkan," keluh Dirga membuat wajah Kirania merona merah.


Sementara Ricky menahan tawanya melihat ekspres Dirga yang nampak syok mendengar penjelasan istrinya mengenai lama waktu cuti berhubungan badan setelah istri melahirkan.


Dirga kini melirik asistennya yang sedang menertawakannya diam-diam.


" Kalau punyaku seperti pasta, punyamu akan seperti apa, Rick? Karena tidak pernah dikeluarkan lagi sejak menghasilkan Rama?" Dirga menyeringai memandang Ricky yang kini membelalakkan matanya yang sedikit menyipit.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2