ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu

ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu
Pesan Link


__ADS_3

" Nyonya em ... Ibu, saya permisi dulu. Sekali lagi selamat ulang tahun, panjang umur, sehat selalu dan semoga selalu dalam lindungan Allah SWT." Anindita berpamitan saat acara makan malam keluarga Poetra Laksmana selesai.


Ricky memang berpamitan lebih dahulu karena melihat kondisi Anindita yang hamil besar membuatnya tidak bisa berlama-lama membawa Anindita keluar malam hari.


" Aamiin, terima kasih, Anin. Ya sudah tidak apa-apa. Kamu juga perlu istirahat pasti lelah sekali kalau sedang hamil besar seperti ini." Mama Utami memaklumi keadaan Anindita.


" Terima kasih juga saya sudah diundang di acara makan malam ini, Bu." Anindita pun mengucapkan rasa terima kasihnya karena dia disambut hangat oleh Mama Utami terlepas dari tingkah konyol Dirga dan juga Edward.


" Mama sudah anggap kamu bagian dari keluarga kami. Apalagi sebentar lagi kamu akan menjadi istri Ricky, Mama menganggap kamu anak seperti Mama menganggap anak terhadap Ricky."


Anindita seketika menundukkan wajahnya karena dia yakin pipinya saat ini sudah bersemu saat Mama Utami lagi-lagi menyebutnya sebagai calon istri istri.


" Mbak Anin mau pulang sekarang, ya? Mbak, aku minta maaf atas kelakuan suamiku tadi. Dia memang suka begitu, tapi Mbak Anin jangan salah paham, ya. Sebenarnya Abang juga sangat mendukung Mbak Anin sama Pak Ricky, kok. Cuma memang suka nyeleneh gitu." Kirania yang melihat Anindita berpamitan kepada Mama Utami langsung menghampiri dan menyampaikan permohonan maafnya.


" Iya, Anin. Saya juga minta maaf atas kelakuan Edo. Dalam urusan bercanda, Dirga dan Edward itu setipe, aku harap kamu akan terbiasa dengan mereka berdua." Nadia menimpali.


" Ah iya, Ibu. Saya memaklumi ..." sahut Anindita berusaha mengembangkan senyumannya seakan mengatakan hal itu bukanlah masalah, walaupun sejujurnya dia merasa tidak nyaman disindir seperti itu oleh Dirga dan Edward.


" Kita pulang sekarang?" Ricky menghampiri Anindita dengan menggendong Ramadhan yang nampak mengantuk dalam dekapan lengan kekar Ricky dan diangguki oleh Anindita.


" Saya pamit dulu, Ibu." Ricky kemudian memeluk Mama Utami. " Happy Birthday, May Allah bless you with endless happiness ..." Ricky mengucapkan kembali ucapan selamat ulang tahun sambil mengusap punggung wanita yang sekitar enam belas tahun ini menjadi ibu angkatnya.


" Terima kasih, Ricky." Kini Mama Utami mengusap wajah Ramadhan yang bersandar di bahu Ricky.


" Rama sudah mengantuk, ya?" Pertanyaan Mama Utami ditanggapi dengan anggukkan lemah kepala Ramadhan.


" Saya pamit dulu, Bu Rania, Bu Nadia. Terima kasih atas sambutan baiknya." Kini Anindita berpamitan kepada dua orang wanita cantik di hadapannya itu. Namun entah kenapa Anindita tiba-tiba merasa limbung hingga dia harus memegang sandaran kursi agar tidak sampai terjatuh.


" Hati-hati, Mbak Anin. Mbak Anin pasti kelelahan." Kirania langsung ikut memegang lengan Anindita.


" Pak Ricky, sepertinya Mbak Anin kelelahan. Biar saya yang bawa Rama saja." Kirania meminta Ricky menyerahkan Ramadhan kepadanya untuk dia gendong dan meminta Ricky yang mengurus Anindita.


" Dirga, kamu yang bawa Rama. Anin sepertinya kelelahan kalau harus turun ke bawah sendiri." Mama Utami langsung memerintah putranya itu.


" Tidak usah, Bu. Saya tidak apa-apa, kok." Anindita langsung menyangkal dikatakan kelelahan.


" Kemarikan putramu!" Dirga merentangkan tangan meminta Ricky menyerahkan tubuh Ramadhan kepadanya.

__ADS_1


Ricky tak langsung memberikan Ramadhan, dia justru melirik ke arah Anindita yang menggelengkan kepala memintanya untuk menolak permintaan Dirga.


" Atau kau ingin aku yang menggendong Anin?" tanya Dirga meledek karena Ricky tidak juga menyerahkan Ramadhan.


" Abang!" sergah Kirania menanggapi suaminya yang masih saja meledek Ricky.


" Kau lihat, Rick? Istriku saja tidak rela aku menggendong wanita lain, apa kau rela Anin aku gendong?"


Anindita mendesah, rasanya dia ingin cepat-cepat keluar dari private room restoran dia berada sekarang.


Ricky pun kemudian menyerahkan Ramadhan kepada Dirga hingga saat ini Ramadhan kini berpindah ke lengan kokoh Dirga.


" Papa Dirga, Kayla juga mau gendong Papa." Kayla yang melihat Dirga mengangkat tubuh Ramadhan langsung merentangkan tangannya meminta diangkat oleh Dirga. Dan Dirga pun kemudian mengangkat dengan tangan kanannya tubuh putri kecil almarhum kakaknya itu hingga kini Ramadhan dan Kayla sudah berada di dua lengan kekar pria berwajah tampan itu.


" Ayo, Anin." Ricky menuntun Anindita dengan melingkarkan lengannya di pundak Anindita.


" Digendong ala bridal style dong, Rick." Kali ini Edward kembali ikut meledek. " Kalau kau malu melakukan itu biar aku yang bantu." Edward terkekeh namun tawanya langsung berhenti saat melihat istrinya sudah mendelik ke arahnya.


Anindita yang semakin merasa tak nyaman dengan setiap candaan yang diucapkan Dirga dan Edward langsung segera melangkah meninggalkan private room tersebut dengan Ricky yang memapah jalannya.


" Apa kamu kuat berjalan?" tanya Ricky kepada Anindita.


" Pak, tolong turunkan saya!" Anindita meminta Ricky untuk menurunkannya karena dia sangat malu apalagi di dalam lift itu ada Dirga yang langsung menyeringai melihat Ricky mengangkat tubuhnya.


" Kau tak perlu malu, Anin. Ricky itu pria baik, karena itu kau jangan terus-terusan menolak dia. Dia juga sangat loyal, terbukti tidak pernah mengejar wanita lain dan terlalu serius mencari keberadaanmu dan anakmu." Ucapan Dirga kembali membuat wajah Anindita memerah dan dia lebih memilih menyembunyikan wajahnya di dada Anindita daripada harus berhadapan dengan Dirga.


***


" Saya minta maaf jika kamu merasa tidak nyaman tadi. Pak Dirga dan Pak Edo memang selalu bercanda seperti itu." Ricky menyampaikan kata maafnya seraya melirik ke arah kaca spion melihat Anindita yang duduk di belakang menemani Ramadhan yang terlelap di kursi belakang.


" Mereka bukan bermaksud menghina kamu, saya harap kamu jangan salah paham terhadap mereka." Ricky mencoba menerangkan agar Anindita tidak menjadi salah paham dengan keusilan Dirga dan Edward.


" Sebaiknya kita segera pulang, kasihan Ramadhan tidur di mobil." Anindita mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah." Ricky kemudian menyalakan mesin mobilnya.


Ddrrtt ddrrtt

__ADS_1


Ponsel Ricky tiba-tiba berbunyi membuat Ricky mengambil ponselnya terlebih dahulu. Dia lihat dua pesan masuk dari Edward di ponselnya.


" Ini aku kasih tutorial barangkali kau lupa, Rick. Sensasinya akan berbeda jika dilakukan dengan wanita hamil."


Ricky mengeryitkan keningnya tidak memahami apa maksud dari pesan yang dikirimkan oleh Edward hingga dia membuka sebuah link yang dikirimkan Edward itu.


" Aaaakkhh ... aakkhh ... aakkhh ..."


Ricky terbelalak saat dia mengetahui isi link yang dikirimkan oleh Edward adalah sebuah video yang tak lajim dipertontonkan menurutnya hingga dia buru-buru menekan tombol volume berniat mengecilkan volume namun karena grogi justru volume di ponselnya semakin terdengar meninggi hingga terdengar jelas oleh Anindita.


Dan Anindita pun tersentak kaget hingga matanya membulat lebar saat mendengar suara de sahan wanita yang dia tahu itu biasa terjadi dalam aktivitas saat bercinta, membuat dia menoleh ke arah Ricky. Anindita merasa heran kenapa Ricky sampai menonton video seperti itu di hadapannya.


" Ma, ada suara apa tadi?"


Anindita dan Ricky semakin terperanjat saat mendengar Ramadhan terbangun gara-gara mendengar suara di ponsel Ricky tadi.


Sementara itu di dalam private room, Edward nampak terkekeh memperhatikan ponselnya.


" Apa yang sedang kau tertawakan, Edo?" tanya Nadia menyelidik mendapati sikap mencurigakan suaminya itu.


" Ah, tidak ada apa-apa, Sweetheart ..." Edward langsung menyembunyikan ponselnya.


" Kemarikan ponselmu!" Nadia mengulurkan tangannya pada Edward meminta suaminya itu menyerahkan ponselnya.


" Ini bukan apa-apa, Sweetheart ..." Edward kembali berkelit.


" Kalau begitu aku tidak ijinkan kau tidur di kamar selama seminggu!" ancam Nadia kemudian, hingga akhirnya Edward menyodorkan ponselnya dengan sangat terpaksa.


Nadia mengambil ponsel dari tangan suaminya itu dengan paksa lalu mencari jejak apa yang terakhir kali dilihat Edward. Dia mendapati jika Edward mengirimkan pesan dan sebuah link kepada Ricky. Pesan yang diketik oleh suaminya imembuat dia penasaran untuk membuka link yang dikirim Edward. Dan Nadia langsung mendelik ke arah Edward saat mengetahui isi link yang dikirimkan suaminya kepada Ricky.


" Edoooo ...!!"


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2