
Terkadang menggenggam rahasia sendirian memanglah berat. Begitu juga dengan apa yang dialami Allegra. Rahasia masa lalunya yang disembunyikan dari semua orang maka kali ini akan terungkap.
Mereka berada di mobil yang sama. Allegra terdiam.
"Ma, aku tidak akan memaksa kalau kamu tidak ingin mengatakannya," ucap Darrell. Fokusnya tetap mengemudikan mobil.
"Kita bicarakan nanti," ucapnya lirih.
Sharron dan Noelle mencoba menarik benang merah masalahnya. Marcello seolah hadir di dalam setiap kehidupan Darrell. Apa ini juga ada hubungannya dengan hilangnya Maggia di masa lalu?
Sharron melirik sejenak ke wajah mama mertuanya. Allegra terlihat sangat cemas sekali. Dia merasa kalau Allegra lah penyebab semua kekacauan ini.
Astaga, aku keterlaluan sudah menuduh Mama mertuaku menyimpan rahasia besar. Sadar, Sharron! Jangan negatif thinking dulu. Mungkin saja mama sedang menyembunyikan masalah ini untuk menutupi masalah lainnya. Sebaiknya memang menunggu dari Papa saja.
Sampailah mereka di tempat penginapan. Alan dan Javer sudah menunggunya di sana. Kedua pira itu pun terlihat sangat cemas.
"Kau baik-baik saja, Sayang?" tanya Javer.
"Dia mengganggu kita lagi, Pa. Kau tahu kan, anak itu terus saja membuat kekacauan," balas Allegra.
"Kurasa lebih baik kalian fokus pada Sharron dan Darrell saja. Ini bukan perkara yang penting. Nanti kalau ada waktu senggang, Papa akan bicara dengan kalian." Javer mengajak Allegra masuk ke kamarnya. Dia membiarkan anak dan menantunya untuk berbincang-bincang di luar.
Darrell ingin mencegahnya, tetapi Sharron melarang.
"Lebih baik tunggu sampai Mama tenang. Kita bisa mengobrol sambil menikmati keindahan alam pegunungan ini, bukan?" usul Sharron.
Darrell mengangguk. Dia mengajak semua orang bersantai di Kafe yang tidak jauh dari penginapan.
"Kamu masih takut berbincang dengan mama?" tanya Darrell pada Noelle.
"Tidak, Kak. Cuma, aku lebih banyak menghindar."
__ADS_1
"Kurasa mama ingin agar kamu lekas menikah, Noelle," jelas Darrell.
Uhuk!
"Sayang, kira-kira dong kalau bicara. Noelle jadinya terbatuk-batuk, kan," protes Sharron.
"Tuan, lebih baik kita memikirkan caranya menembus pertahanan tuan Blair. Ada banyak rahasia di sana." Alan mengingatkan. Siapa tahu kalau Sharron adalah pewaris tunggal AX Corporation.
"Aku tidak setuju, Alan. Blair sudah berbuat buruk pada sahabatku. Lebih baik aku kehilangan mereka daripada kehilangan sahabat seperti Noelle. Pokoknya aku tidak setuju!"
Cerita tentang Blair yang sangat mengerikan itu membuat nyali Sharron menciut. Dia langsung membayangkan kisah masa lalunya. Ada kemungkinan bahwa Samuel Alexander dibunuh untuk mengambil alih perusahaan AX Corporation. Namun, mengapa mereka tidak menghabisi anak-anaknya sekalian?
Bayangan kejadian buruk seolah berputar ulang di benaknya. Dia merasa seperti pernah berada di suatu tempat yang melakukan reka adegan sebuah kecelakaan besar. Di sana terlihat sepasang mayat suami istri bersimbah darah lantaran mobil yang ditumpanginya ditabrak oleh truk besar sekali. Sharron seolah terjatuh kemudian masuk ke dalam jurang. Hingga akhirnya suara ledakan terjadi.
"Auuuwwww!" teriak Sharron dengan menutup kedua telinganya. Rasanya dia tidak mau mengingat kejadian yang hanya seperti angan belaka. Seolah dia sendiri yang masuk ke dalam kejadian itu.
Tentu saja sempat mengejutkan beberapa pengunjung Kafe. Hingga Darrell mencoba memberikan pengertian bahwa ini akan baik-baik saja.
"Maaf, istriku hanya terkejut. Sayang, kamu baik-baik saja?" selidik Darrell.
"Tidak, hanya saja aku seperti berada pada sebuah kejadian mengerikan. Aku tidak tahu hanya sebatas angan saja atau memang aku berada di sana."
"Kejadian apa, Sharron?" tanya Noelle.
"Aku seperti seorang anak yang ikut dalam tragedi kecelakaan mobil. Entah, itu hanya bayangan atau apa?" ucap Sharron.
"Kamu pasti bisa mengingatnya, Sayang." Darrell menggenggam tangannya. Memberikan ketenangan dan kekuatan supaya Sharron mampu mengingat sesuatu walaupun tidak utuh.
"Tidak, aku tidak ingat sama sekali. Kurasa lebih baik kita makan dulu. Kalau aku ingat, akan memberitahu kalian," ucap Sharron berbohong.
Sharron sendiri sebenarnya sudah mengingat kejadian itu. Di mana dia harus terbaring lemah di sebuah rumah sakit selama beberapa lama hingga akhirnya pihak panti asuhan mengambilnya untuk tinggal di sana. Baru kali ini dia melihat dengan sangat jelas sekali, tetapi dia tidak mau kalau orang lain tahu.
__ADS_1
Mereka menikmati makanan Kafe yang luar biasa nikmat. Kafe yang pertama kali dikunjungi ketika pergi ke Swiss.
"Alan, setelah kita kembali ke Meksiko, hentikan apa pun penyelidikan tentang tuan Blair. Kurasa dia itu psikopat," ucap Darrell.
"Iya, dia sangat misterius sekali, Kak. Kejadian yang kuingat pada saat itu bahwa Blair mendapatkan jabatan dari mertuanya. Jadi, yang harus kita tahu adalah mengenai istrinya tuan Blair," jelas Noelle.
"Nyonya Bellatrix?" tanya Sharron.
"Kamu pernah bertemu dengannya, Sharron?" tanya Noelle.
"Kami pernah dinner di mansionnya. Dulu saat aku masih menjadi wanita yang kedua," jawabnya lesu. "Kau tahu, aku harus berpura-pura menjadi kekasih Alan."
Glek!
Semua rahasia dibongkar oleh istrinya sehingga membuat Darrell merasa malu sekali.
"Sayang, jangan katakan lagi! Aku minta maaf. Lagi pula saat itu aku masih memiliki seorang istri. Jadi, untuk bisa bersamamu aku harus melakukan sesuatu, bukan?"
Ya, Darrell memberikan pembenaran pada kelakuannya sendiri. Noelle malah cekikikan melihat tingkah kakak kandungnya yang rupanya memiliki masa lalu yang sangat unik menurutnya.
"Kakak sangat mencintai istrimu? Maksudku istri kakak yang dulu," ucap Noelle.
"Bukan lagi mencintai, Nona. Tuan Darrell bahkan sangat mencintai. Entah, mengapa kejadian itu tiba-tiba memporak-porandakan kehidupan Tuan begitu saja," sahut Alan.
"Alan, lupakan masa lalu. Kita mau membongkar rahasia besar yang disimpan tuan Blair, kan? Sepulang dari sini, kita akan bergerak. Tuan Blair jelas belum tahu siapa Sharron sebenarnya. Kita bisa membuat acara yang akan mempertemukan tuan Blair berikut nyonya Bellatrix. Kurasa itu menarik. Kira-kira acara apa, ya?" tanya Darrell pada semua orang.
Rasanya membuat pesta ulang tahun yang sangat meriah adalah sesuatu yang bisa menarik tamu untuk datang. Tapi, ulang tahun siapa?
"Adakah yang ulang tahunnya belum digelar?" tanya Darrell.
Alan menunjuk dirinya sendiri. Darrell terlahir pada bulan Oktober, Noelle di bulan Mei, dan Sharron di bulan November. Hanya Alan yang tersisa dan bertepatan terlahir di bulan Agustus ini.
__ADS_1
"Kurasa ini sangat sulit, Tuan. Namun, apa salahnya kita mencoba? Bagaimana?" tanya Alan.
Noelle sudah diketahui terlibat hubungan dengan Alan. Kemudian mendadak Alan mengadakan pesta ulang tahun yang megah sekali. Kali ini mereka harus berhasil mendapatkan informasi dari Bellatrix. Mereka harus bekerja sama dengan kedua orang tuanya. Jika tidak, semuanya akan kacau sekali. Pesta ulang tahun ini tepat digelar setelah pulang dari Swiss. Darrell dan seluruh anggota keluarganya akan terlihat sibuk sekali. Baru kali ini asisten pribadi akan menikmati kemewahan yang didapatkan langsung dari tuannya karena Darrell yang akan membiayai seluruh pesta besar ini. Bagaimana trik dan intrik yang akan mereka lakukan untuk mendapatkan informasi dari Bellatrix, sementara Blair sendiri sudah mencurigai Alan dan tuannya menjadi orang yang sudah masuk ke dalam kehidupannya?