Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 125. Keracunan Makanan


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun tiba. Darrell bersiap untuk pergi double date yang sudah direncanakan oleh Noelle. Anggap saja kejutan ini juga kebohongan yang diciptakan Alan dan Noelle demi keberhasilan sebuah kejutan. Mereka pun harus berpura-pura romantis.


Darrell menarik tangan istrinya yang saat ini sedang bersiap. Sudah lama sekali tidak bermanja-manja seperti sebelumnya. Dia rindu sekali dengan Sharron. Kesibukannya mengurus dua perusahaan sangat menyita waktu.


"Sayang, apa kamu suka dengan rencana kali ini?"


"Double date, kan? Tentu saja aku suka. Malah aku berharap kalau Noelle dan Alan akan menjalin hubungan lebih dari itu. Aku senang sekali kalau mereka memutuskan untuk bersama."


Glek!


Rupanya kesalahpahaman yang diciptakan Noelle masih berlanjut sampai saat ini. Entah istrinya yang polos atau bagaimana, Darrell pun bingung.


"Jangan terlalu dipaksakan! Kalau mereka tidak bersama, bukan berarti mereka tidak bahagia," ucap Darrell.


Hal itu yang membuat kesalahpahaman antara Sharron dan suaminya. Sungguh aneh sekali. Kalau mereka tidak bersama, lalu untuk apa diadakan double date seperti ini?


"Tunggu! Kenapa aku merasa ada yang aneh, ya? Kalian tidak melakukan konspirasi, kan?" tuduh Sharron.


Darrel rasanya ingin tertawa. "Sayang, bukan begitu maksudku. Jadi, kalaupun malam ini mereka mengajak double date, bukan berarti mereka menjalani hubungan lebih, kan? Bisa jadi ini rencananya untuk membuat kita berdua happy?"


Ya, itu bisa jadi salah satu alasan mereka pergi malam ini. Padahal Darrell sudah menyiapkan kejutan yang sangat istimewa untuk istrinya.


Malam ini semua akan berangkat dengan mobil yang sama. Itu untuk menghindari kegagalan kejutan yang akan diberikan Darrell.


Detik waktu terus berjalan hingga Darrell meminta istrinya turun ke basemen. Mereka sudah menunggunya di sana. Namun, ada hal yang membuat Sharron semakin terkejut. Dia dan Noelle harus ditutup matanya supaya tidak melihat langsung kejutan apa yang ada di hadapannya.


"Loh, kok harus begini?" protes Sharron.


"Maaf, Nyonya. Double date ini memang lain. Jadi, sebaiknya Anda ikuti saja prosedurnya!" ucap Alan.


Tercium bau-bau konspirasi di antara tiga orang itu, tetapi Sharron tidak mau kecurigaannya pada mereka cepat disadari. Ikuti saja apa yang mereka minta. Setelah sampai, barulah Sharron mengerti semuanya.


Mobil mulai melaju saat semua orang sudah masuk dengan menggunakan atribut masing-masing. Noelle yang semula menutupi matanya dengan kain yang sama dengan Sharron, perlahan mulai dilepaskan. Rasanya ingin menertawakan Sharron yang sedang dikerjai banyak orang.


"Sayang, memangnya kita mau ke mana?" tanya Sharron pada suaminya.

__ADS_1


"Sabar. Nanti kamu juga tahu. Ini double date spesial yang disiapkan Alan untuk kita semua," ucap Darrell beralasan.


Jarak apartemen ke tempat berlangsungnya acara memang lumayan jauh. Sehingga Noelle sempat tersenyum kaku. Ingin rasanya tertawa telah mengerjai Sharron bersama dengan yang lainnya.


Sampai di sana, Noelle masih berpura-pura ditutup matanya.


"Alan, bantu aku!" panggil Noelle pada Alan.


Seolah berpura-pura juga, Alan mendekati Noelle. "Iya, tunggu sebentar!"


Setelah keempatnya siap, mereka mulai berjalan beriringan menuju ke tempat acara. Para tamu undangan dipersilakan untuk diam sejenak. Ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Darrell dari beberapa hari yang lalu.


"Sayang, kapan aku bisa membuka penutup mata ini?" tanya Sharron. Sedari tadi dia pun menggandeng erat tangan suaminya.


Setelah tepat di depan para tamu, Darrell membuka penutup mata istrinya. Namun, sebelum benar-benar membuka matanya, Darrell berpesan untuk tidak langsung membuka mata.


"Jangan buru-buru dibuka, ya! Perlahan saja!" ucap Darrell.


Setelah hitungan sampai tiga, barulah Sharron membuka matanya.


Sharron melirik ke arah tiga orang yang berada di sampingnya. Dia pun melihat tulisan 'Welcome pemilik AX Corporation' yang membuatnya terharu kemudian memeluk suaminya.


"Terima kasih, Sayang. Aku terharu. Seharusnya tidak ada kejutan seperti ini," ucapnya.


Semua orang berkumpul kemudian Alan mengumumkan beberapa hal penting. Acara selanjutnya adalah perkenalan tamu undangan dengan Sharron. Dia harus berkeliling untuk menemui para tamunya. Beberapa dari mereka dipersilakan untuk untuk menikmati makanan.


Semula biasa saja. Tak ada masalah sedikit pun. Darrell, Sharron, dan Alan pun ikut menikmati makanan itu. Berbeda dengan Noelle yang malas sekali makan. Karena sebelum berangkat dia sudah meminum jus buah.


"Noelle, kenapa kamu tidak makan?" tanya Sharron.


"Aku malas. Makanan itu membuatku semakin gendut. Aku tidak mau seperti kamu," jawabnya.


"Noelle! Aku gendut karena sedang hamil. Kalau aku gak hamil, tidak mungkin segendut ini," jawabnya.


Tentu saja hal itu membuat semua orang disekitarnya menertawakan mereka. Namun, ada hal yang sangat mengejutkan sekali. Beberapa orang di sudut ruangan itu mulai merasakan pusing dan mual. Padahal mereka hanya mengkonsumsi makanan yang disediakan oleh event organizer.

__ADS_1


"Alan, jangan-jangan mereka keracunan!" seru Noelle.


Alan tidak menyahut. Justru dia pun ikut menikmati makanan dan merasakan hal yang sama. Beberapa orang mulai tumbang hingga akhirnya Noelle berinisiatif untuk memanggil ambulance.


"Sharron, kamu tidak apa-apa?" tanya Noelle. Dia sangat khawatir kalau terjadi sesuatu dengan kandungannya.


Buru-buru dia mengambil kunci mobil yang ada di saku jas Alan.


"Noelle, kamu mau ke mana?" tanya Alan yang sedikit pusing. Dia pun sudah merasakan efek yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan itu.


"Aku harus menyelamatkan Sharron. Kamu tunggu ambulance saja!"


Malam ini menjadi malam yang penuh dengan duka. Para tamu undangan banyak yang mengalami keracunan. Noelle pikir itu dari makanan dan minuman yang disajikan. Hanya Noelle yang selamat.


Darrell pun sudah terlihat lemas tak berdaya. Noelle terpaksa meninggalkan kedua pria itu demi membawa Sharron ke rumah sakit lebih dulu. Walaupun dengan ambulance tetap cepat, pikiran Noelle tertuju pada kandungan sahabatnya.


"Sharron, bertahanlah!" seru Noelle.


Wanita itu terlihat sangat lemah sekali. Noelle menarik tubuhnya untuk keluar dari tempat acara. Beruntung bahwa Noelle tipikal wanita yang sangat gesit sekali. Sehingga membawa Sharron pun tidak mengalami kesulitan.


Sharron ternyata pingsan. Sehingga Noelle secepatnya meletakkan tubuh sahabatnya di kursi penumpang. Beberapa ambulance terlihat datang mengurusi keracunan masal itu.


Noelle mengemudikan mobil Alan dengan sangat cepat. Dia tidak menyangka malam ini akan menjadi petaka bagi semua orang. Namun, yang jadi pertanyaan Noelle sekarang, siapa yang menjadi penyebab petaka ini?


Ah, itu nanti saja. Yang penting Sharron selamat dulu. Ayo Sharron, bertahanlah!


Beruntung sekali letak rumah sakit tidak jauh. Sesampainya di sana, Noelle memanggil perawat supaya lekas menyiapkan brankar pasien. Sharron pun dibawa masuk ke unit emergency.


Noelle harap-harap cemas dengan kondisi sahabatnya itu.


"Sharron, semoga kamu baik-baik saja."


Tak sampai di situ juga, Noelle pun menghubungi polisi untuk segera menyelidiki kasus keracunan masal itu. Ternyata itu dimanfaatkan oleh oknum yang tidak diketahui motifnya apa. Sehingga berita itu sudah menyebar.


Berbeda di tempat lain. Seseorang tersenyum puas dengan apa yang terjadi saat ini. Rasanya dia mendapatkan kemenangan sempurna.

__ADS_1


__ADS_2