Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 21. Malam Sempurna


__ADS_3

Malam hari seusai makan malam, Darrell sengaja meminta izin untuk keluar sejenak. Dia tidak pamit ke mana akan pergi. Namun, dia berpesan pada Sharron untuk menunggunya kapanpun dia pulang.


Ya, Darrell datang ke apartemen Alan. Dia sedang meminta pertimbangan asistennya itu. Dia ragu dengan keputusannya untuk secepatnya mengikat Sharron dengan rencananya.


"Tuan, mengapa kau berada di sini? Apakah Nona Sharron sedang berada di apartemennya?" tanya Alan. Dia memang tidak tahu kalau Darrell sudah berpindah ke hotel untuk dua hari ini.


"Dia ada di hotel. Aku membawanya ke sana."


Alan tidak mempermasalahkan. Biarkan tuannya itu melakukan apapun yang dia mau. Lagi pula itu bukan sepenuhnya salah Darrell.


"Mau mencari suasana baru, Tuan?" tanya Alan.


"Alan, menurutmu apa tidak terlalu lama aku mengulur waktu untuk membuat Sharron lekas hamil?" tanya Darrell.


Ya, Darrell memang selalu terbuka apapun terhadap Alan. Alan pun harus mengerti kondisi tuannya saat ini.


"Maaf, Tuan. Kalau soal itu, aku kurang paham bagaimana baiknya. Bukannya aku tidak mau ikut campur, tetapi tolong pertimbangkan lagi efek yang akan ditimbulkan nantinya. Memang ini atas permintaan Nyonya Callie, tetapi bagaimana dengan Nona Sharron kalau ternyata dia memang hamil? Apakah Tuan tega memisahkan anak dengan ibunya?"


Darrell dilema. Kalaupun dia melakukannya dalam kondisi sadar, dia tidak akan tega. Dia mulai memutar otak untuk memikirkan bagaimana caranya untuk membuat Sharron terikat padanya. Walaupun yang terpikirkan di benak Darrell adalah cara kotor yang sudah di susun sedari keluar dari hotel.


"Alan, menurutmu aku harus menggunakan obat tidur atau alkohol?" Pertanyaan konyol lolos begitu saja dari mulut Darrell.


"Apa tuan mau memerkosa Nona Sharron? Bagaimana kalau dia marah kemudian meninggalkan Tuan? Akan sangat sulit mengendalikan gadis itu daripada Nyonya Callie."


"Alan, aku tidak mau memperlambat kerjaku hanya karena aku menunggu jatuh cinta pada Sharron atau sama-sama saling mencintai. Butuh waktu lama rupanya. Dia tipikal gadis yang sulit sekali jatuh cinta. Oke, aku akui satu hal. Aku bisa bersikap agresif hanya dengannya. Bahkan, dia sudah menjadi candu untukku selama beberapa hari ini. Aku greget sekali ingin menyentuhnya lagi, lagi, dan lagi."


Logika saja. Berada di dalam kamar yang sama hanya berdua. Siapapun pasti akan mengalami hal yang sama. Mustahil kalau Darrell tidak tertarik pada Sharron. Apalagi dia merupakan pria normal.


Alan merasa kalau posisi Darrell tertekan saat ini. Memang untuk membuat wanita lekas hamil tidak hanya sekali sentuhan. Terkadang butuh beberapa kali baru kelihatan hasilnya. Ini hubungan rumah tangga yang sangat rumit sekali.

__ADS_1


"Tuan, ini sudah larut. Sebaiknya Anda kembali ke hotel. Mungkin saja Nona Sharron sedang mengkhawatirkan Anda sekarang."


Alan melirik wajah asistennya itu. Dia merasa kalau Alan sengaja mengusirnya sekarang.


"Baiklah. Kali ini kau kumaafkan," ucap Darrell kemudian meninggalkan apartemen Alan.


...***...


Sharron belum bisa memejamkan mata. Dia menanti kehadiran Darrell. Bukan untuk maksud tertentu. Dia memang merindukan pria itu karena sentuhannya.


"Apakah aku sudah gila?" tanya Sharron pada dirinya sendiri. Dia mengharapkan sesuatu dari pria beristri seperti Darrell. Ini sungguh lucu sekali. Dia merindukan ciuman hangat yang diberikan pria itu.


Tak lama, bel kamar berbunyi. Secepatnya Sharron membuka pintunya. Dia tahu kalau itu Darrell yang datang.


"Dad, darimana?"


Darrell tidak jadi memilih keduanya. Dia langsung masuk ke kamar di ikuti oleh Sharron dibelakangnya.


"Kenapa Daddy terlihat resah seperti itu?"


"Sharron, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? Ini pasti sangat menyinggung perasaanmu."


"Katakan selagi aku bisa menjawabnya."


"Kau benar-benar belum berkencan dengan pria lain? Maksudku, apakah kamu sudah pernah seperti Noelle?" tanya Darrell. Kenyataannya Darrell pernah mendengar nama Noelle dari Alan juga. Ketika asistennya itu menyelidiki perihal identitas Sharron beberapa waktu yang lalu.


"Aku tidak paham, Dad."


"Oke, kita bicara sebagai pria dan wanita dewasa. Apakah kamu tahu bahwa wortel impor bisa membuatmu berteriak kenikmatan?"

__ADS_1


Sharron rasanya pusing mendengar ucapan Darrell barusan.


"Dad, to the point saja. Aku capek," ucapnya.


"Bagaimana kalau malam ini aku tidur denganmu? Maksudku, seperti rencana sebelumnya. Kita akan tidur bersama," ucap Darrell.


"Sudahlah, Dad. Aku semakin pusing. Bukankah kita setiap bertemu selalu tidur di ranjang yang sama?" tanya Sharron.


Darrell kesal pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin dia bisa terlihat kikuk di hadapan Sharron? Tanpa pikir panjang, Darrell lantas membungkam bibir Sharron dengan kecupan yang awalnya biasa. Semakin lama lebih mendalam lagi. Tangannya pun sudah bergerilya ke mana-mana.


Kebetulan gaun tidur yang dikenakan Sharron adalah gaun tidur bertali. Jika talinya ditarik sekali saja, maka semuanya akan terekspos sempurna. Sharron terlihat tidak memberontak. Dia seakan mengikuti irama permainan Darrell.


Pria itu menyusuri setiap lekukan bidadari di hadapannya. Memberikan tato-tato kenikmatan di setiap sapuannya. Sungguh, malam ini seperti sebuah hipnotis yang alami. Sampailah Darrell pada dua buah silikon nyata yang bisa dimainkan dengan indah. Bongkahan kenyal itu terekspos sempurna di depan matanya.


Ya, Sharron mulai hilang kendali. Dibiarkan pria yang sudah menjadi Sugar Daddy-nya itu melakukan apapun yang diinginkan. Kejutan yang tidak diduganya bahwa Darrell telah membuatnya basah secepat ini. Suara-suara indah keluar dari mulut gadis yang baru pertama kali mengerti apa itu sentuhan.


Tidak cukup sampai disitu saja. Darrell turun perlahan ke bawah untuk membuka sabuk pengaman yang dikenakan Sharron saat ini. Dan, sempurna! Sharron benar-benar polos sekarang.


Perlahan Darrell mengangkat bidadari indah tak bersayap itu menuju ke tempat yang paling indah. Ranjang kokoh dan kuat menjadi tumpuannya sekarang.


"Sharron, maafkan aku. Malam ini terpaksa aku harus menyelesaikan rencana kita," ucap Darrell lirih. Dia juga sudah dikuasai keinginan yang menggebu.


Sharron pun mengangguk untuk memberikan persetujuan padanya. Kalaupun malam ini dia kehilangan harta berharga yang dipunyainya selama ini, bukan masalah besar baginya. Tak ada orang sebaik Darrell yang sudah memberikan semua kemewahan.


Darrell mulai membuka seluruh lapisan yang melindunginya. Keadaannya pun sama. Sharron membulat sempurna melihat Darrell yang benar-benar milik pria dewasa. Ya, wortel impor sudah siap beraksi. Darrell membuat Sharron untuk memberikan akses selebar mungkin untuk menemukan biji kacang kecil.


Darrell membuat Sharron tidak bisa lari dari kenyataan. Pria itu memberikan sentuhan demi sentuhan sampai pada puncaknya ketika Darrell menanamkan wortel impor tepat pada pusatnya. Perlahan dia membenamkan wortel impor itu sampai tepat pada puncaknya.


Sharron mengerang kesakitan. Namun, Darrell berusaha berhenti sejenak untuk membuat Sharron tenang lebih dulu. Setelah dirasa cukup aman, barusan Darrell memainkan wortel impornya. Dia berusaha memberikan pengalaman pertama yang begitu indah pada Sharron. Itulah sebabnya dia tidak menggunakan obat tidur ataupun alkohol untuk membuat gadisnya terbuai dalam jeratan indah yang diberikan malam ini. Malam sempurna untuk memadu cinta demi menyalurkan keinginan yang tertahan selama ini.

__ADS_1


__ADS_2