Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 80. Sumpah Serapah Alan


__ADS_3

Sebuah pesan masuk ke ponsel Noelle. Entah, pria itu mendapatkan nomornya dari mana?


Temui aku di restoran Bellinghausen siang ini. Ada yang ingin kubicarakan denganmu.-Alan-


"Tumben sekali. Mengapa dia ingin bertemu denganku?"


Noelle merebahkan tubuhnya di ranjang. Sudah lama dia berhenti menjadi sugar baby. Kehidupannya saat ini bergantung pada tabungan yang tersisa. Kalaupun pertemuannya kali ini dengan Alan akan membawa berkah untuknya, kenapa tidak? Noelle lantas membalas pesan pria itu.


OK.


Alan pasti sangat kesal sekali mendapatkan pesan balasan darinya. Itu masih mungkin, karena selama ini yang Noelle tahu bahwa Alan tipikal pria yang tidak sabaran, mudah emosi, dan yah, tahu sendirilah kalau dia itu sangat sensitif sekali jika berhadapan dengan Noelle.


Sesuai kesepakatan, Noelle pun datang ke restoran yang dimaksud. Dia juga tidak perlu menanyakan perihal Sharron. Ini urusan pekerjaan dengan Alan. Jadi, Noelle juga tidak akan mengabari perihal pertemuannya dengan Alan.


Noelle yang sudah datang lebih dulu mengambil tempat yang jauh dari jangkauan orang. Lebih tepatnya, dia memilih tempat di sebuah sudut restoran. Dia juga mengatakan pada pelayan kalau ada orang yang mencari atas namanya, langsung saja suruh ke tempatnya berada.


Sambil menunggu Alan, Noelle memesan makan dan minuman terlebih dahulu. Kalaupun Alan datang, dia tinggal menikmatinya saja. Bukan berarti dia juga memesankan untuk Alan, Noelle malas sekali.


Sekitar 10 menit menunggu, barulah Alan muncul. Sesuai dugaan Noelle, pria itu tidak akan mudah menemukan dirinya. Pelayan yang sudah menunjukkan pada Alan di mana Noelle memilih mejanya.


"Maaf, aku terlambat," ucap Alan.


"Hemm, tidak masalah. Ada apa? Apa ini mengenai pekerjaan di kantor Darrell. Ehmm, maksudku Tuan Darrell."


"Kamu sudah memesan makanan?"


"Tentu, tetapi aku tidak memesankan untukmu," balas Noelle mencibir.


Alan rasanya tidak tahan sekali berhadapan dengan Noelle. Jika bukan karena permintaan Darrell untuk membuat pengakuan tuan Blair, dia juga malas bertemu dengan wanita ini.


"Iya, tidak masalah. Aku akan memesannya sendiri."


Urusan Alan dengan pelayan restoran selesai. Kini, tinggallah urusannya dengan Noelle. Dia harus meminta wanita itu untuk merayu tuan Blair.

__ADS_1


"Aku ada pekerjaan untukmu," ucap Alan sembari menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.


"Apakah aku akan bekerja di kantor?"


"Tidak!" ucap Alan cukup jelas di telinga Noelle.


Deg!


Lalu pekerjaan apa yang Alan maksud untuk Noelle?


"Bicara yang jelas, Alan! Aku sudah meluangkan waktu untuk bertemu denganmu, tetapi kamu malah mempermainkan aku seperti ini?" Noelle sangat geram sekali. Beruntung makanan yang dipesannya datang lebih dulu sehingga dia lebih fokus untuk menikmatinya.


"Pekerjaan ini akan memiliki bayaran yang fantastis jika kamu berhasil melakukannya."


Fokus Noelle semula pada makanan teralihkan menuju wajah Alan. Dia menelisik candaan atau kebohongan yang dilontarkan pria itu. Terlihat jujur dan ya, tidak ada kebohongan sama sekali.


"Pekerjaan apa?"


"Merayu seorang pria dan menggali informasi sebanyak mungkin darinya. Apa kamu bisa? Tentunya kamu bisa melakukannya. Bakat sugar babymu itu sangat bermanfaat di sini," jelas Alan.


"Kau terlalu berlebihan, Nona Noelle! Jelas orang yang akan menjadi targetmu kali ini adalah bos perusahaan besar. Aku yakin kalau kamu akan tertarik padanya."


"Alan, dari tadi kamu berputar-putar terus. Katakan yang sebenarnya?" Noelle memaksanya. Kalau dia tidak tahu informasi apa yang diinginkan Alan, mana mungkin Noelle bisa melanjutkan misinya?


"Kamu pasti sudah mengenal Samuel Alexander, kan? Dia pria yang sudah dicurigai Nyonya Sharron sebagai papanya. Tuan Darrell memintamu untuk menggali informasi mengenai pemilik AX Corporation, Blair Wilmer. Kamu bisa memulainya saat pertemuan kami di Klub malam. Bisa, kan? Ini demi sahabatmu juga."


Embel-embel persahabatan membuat Noelle luluh juga. Sebenarnya kalaupun dia tidak dibayar, itu bukan masalah. Dia senang kalau Sharron akan semakin dekat dengan keluarganya.


"Ehm, Tuan Darrell tak perlu membayarnya. Aku akan melakukan pekerjaan itu demi sahabatku."


Alan sempat tertegun mendengar jawaban Noelle. Padahal bayaran yang akan ditawarkan ini sungguh fantastis sekali. Tapi, sepertinya Noelle yakin dengan ucapannya.


"Tuan Darrell sudah banyak membantuku. Dia pria yang baik. Kalian juga sudah membebaskan aku dari pria jahat waktu itu, kan? Itu jauh lebih besar daripada tugas sekecil ini. Aku akan melakukannya."

__ADS_1


Terkadang dia menyebalkan. Kalau sudah berurusan dengan Sharron, mimik mukanya sudah berubah seperti ini. Aku harus senang atau apa, ya?


Pesanan Alan pun datang. Dia lekas menyeruput minumannya. Segelas kopi di siang hari. Mood booster yang manjur untuk Alan dengan segala pekerjaannya yang menguras waktu, tenaga, dan pikiran seperti saat ini. Dia tidak hanya memberikan pekerjaan pada Noelle, tetapi juga memikirkan cara yang tepat untuk menghadapi tuan Blair. Dia juga harus memastikan Noelle aman dari pria itu.


"Kapan rencana itu akan dijalankan?" Noelle sudah tidak sabar untuk membalas semua kebaikan sahabat berikut suaminya.


"Secepatnya. Aku belum menyusun jadwal pertemuan kami. Kalau sudah waktunya, aku akan mengabarimu. Bagaimana?"


"Tidak masalah. Kapanpun kau memerlukan aku, aku akan siap."


Alan juga harus memastikan Sharron tidak mengetahui rencana ini. "Oh ya, bisakah kamu menyembunyikan rencana ini dari Nyonya Sharron? Tuanku tidak mau membuatnya kecewa jika informasi yang akan didapatkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Maksudku jika ternyata Samuel Alexander bukanlah papanya. Bisa dimengerti?"


Noelle paham. Seandainya dia berada di posisi Sharron pun pasti akan merasakan hal yang sama. Ketika harapan dipatahkan oleh kenyataan. Akan banyak luka maupun air mata yang akan dikeluarkan olehnya.


"Sepakat!"


"Noelle? Kamu di sini?" tanya Sharron yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


Glek!


"Kamu kenapa ada di sini?" tanya Noelle setenang mungkin.


"Aku yang harusnya tanya padamu. Mengapa kamu di sini bersama Alan?" selidik Sharron yang langsung duduk di samping Noelle. "Ehm, jangan-jangan kalian berdua menjalin hubungan diam-diam di belakangku."


Uhuk!


Tuduhan Sharron sangat tidak berkelas. Mana mungkin Noelle mau berhubungan dengan pria seperti Alan yang selalu menyebalkan seperti itu?


"Tidak adakah pria lain yang lebih keren di dunia ini selain dia?" tanya Noelle.


Mata Alan membulat sempurna menatap Noelle. Dia benar-benar menurunkan pamornya di hadapan istri tuannya.


"Semoga kamu tidak kemakan omongan sendiri. Awas saja sampai kamu jatuh cinta padaku!" balas Alan. Dia merasa tidak terima diperlakukan seperti ini.

__ADS_1


"Sampai dunia runtuh dan terbentuk lagi, aku tidak sudi, Alan!" balas Noelle.


Kedua orang ini cukup menggelitik suasana hati Sharron yang sedang gundah. Darrell sedang sibuk kemudian menolak makan siang bersamanya. Sepertinya terbersit rencana keren yang akan disusun Sharron bersama Darrell nantinya.


__ADS_2