
Suasana bandara Meksiko tidak terlalu padat hari ini. Darrell baru saja sampai. Namun, dia tidak mengizinkan siapapun untuk memberitahukan pada Alan bahwa dia kembali. Tujuannya saat ini tidak langsung ke kantor melainkan ke pemakaman Callie terlebih dahulu.
Suasana pemakaman yang sedang sepi, Darrell tak lupa membawakan bunga untuk ditaburkan ke pemakaman.
"Hai, Callie! Maafkan aku yang baru mengetahui kepergianmu."
Hening.
"Maaf juga untuk semua kesalahanku di masa lalu. Aku yakin kalau kamu sudah bahagia di atas sana bersama papamu tercinta."
Hening lagi.
"Hidup terus berjalan, Callie. Maafkan aku yang tidak bisa melanjutkan cinta kita karena cintaku sudah tertaut dengan hati wanita lain."
Selepas mengungkapkan semua kegelisahan, kegetiran hidup yang dialaminya, Darrell juga berhak menentukan masa depannya.
Jalan bercabang dua. Haruskah dia menemui Alan terlebih dahulu tanpa menemui wanita yang sudah tidak pernah lagi didengar kabarnya, Sharron.
Keputusannya untuk menemui Sharron lebih penting daripada asistennya yang saat ini sudah memegang penuh atas perusahaan miliknya yang berada di negara ini, Meksiko.
Darrell lebih memilih pulang ke mansionnya sejenak untuk mengganti pakaiannya. Supaya terlihat semi formal. Tak sabar sekali ingin lekas bertemu dengan Sharron, buru-buru masuk ke mansion kemudian membersihkan diri sejenak. Sesaat seluruh pelayan mansionnya dibuat terkejut karena kedatangan yang mendadak itu.
Kamar yang ditempati bersama istrinya dulu, kini sudah berubah. Semua barang-barang Callie yang ada di kamarnya sudah dipindahkan ke gudang atas permintaan Allegra, mamanya.
"Aku tidak akan kuat tinggal di mansion ini. Semua kenangan tentang Callie sangat membekas sekali. Lebih baik aku tinggalkan secepatnya."
Setelah berpamitan kepada seluruh pelayan mansion, Darrell mengemudikan mobilnya yang sudah lama tidak dipakai di garasi. Namun, pelayan selalu merawatnya dengan sangat baik.
...****************...
Apartemen Noelle yang dikunjungi saat ini masih sama seperti beberapa bulan yang lalu. Sebelum sampai ke unitnya, dia melihat Noelle yang baru saja keluar dari sebuah mobil mewah. Ingatannya kembali pada gadisnya yang sudah lama tidak ditemui.
"Noelle ...."
Noelle yang merasa dipanggil lantas menoleh ke sumber suara.
Darrell?
"Bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Darrell. Dia sangat tidak nyaman sekali kalau memaksa wanita itu berbicara. Apalagi dia sepertinya baru saja pergi dengan Sugar Daddy-nya.
"Silakan, Tuan. Mari ikut ke unitku," ajak Noelle.
Tak sampai lima menit, kini keduanya sudah berada di unit apartemen Noelle. Wanita itu mempersilakan pria yang pernah menjalin hubungan dengan sahabatnya.
"Silakan duduk, Tuan! Maaf, ruang tamunya berantakan. Maklum, aku tinggal sendiri," ucap Noelle.
__ADS_1
Sendiri? Lalu, ke mana Sharron pergi?
"Sharron ke mana?" Darrell sudah tidak sabar untuk mengetahui keberadaan wanita yang dicintainya selama ini.
"Apakah dia tidak berpamitan padamu?" Noelle malah bertanya balik pada Darrell. Dia tidak sepenuhnya menyalakan Darrell walaupun sebenarnya dia harus kesal karena hubungan yang rumit itu.
Darrell menggeleng.
"Sudah kuduga," ucap Noelle.
"Noelle, jangan basa-basi lagi. Katakan di mana Sharron?"
"Darrell, maksudku Tuan Darrell, Sharron sudah mengatakan padaku bahwa tidak siapapun boleh tahu ke mana perginya. Dia sangat kecewa dengan dirinya sendiri sehingga dia memutuskan untuk membuka lembaran baru."
Terlambat. Sharron sudah pergi jauh darinya. Selama beberapa bulan ini pasti Sharron merasa diabaikan.
"Noelle, kamu percaya padaku kan kalau aku akan membawanya kembali?"
Noelle tidak yakin sehingga dia cukup menggeleng sudah bisa dipahami Darrell.
"Kenapa?" tanya Darrell lagi.
"Karena Sharron menginginkan kehidupan barunya, Tuan. Dia ingin hidup normal seperti wanita pada umumnya. Dia juga berhak menemukan tambatan hatinya kemudian menikah. Itu yang dikatakan padaku sebelum pergi."
"Apakah Sharron menjadi model?" tanya Darrell akhirnya.
"Ya, dia sudah berjanji pada dirinya untuk tidak lagi menjadi sugar baby."
Deg!
Akan terasa sangat sulit sekali ketika Sharron menjadi model. Bisa saja pertemuannya akan dipersulit. Dia akan dikelilingi banyak bodyguard apabila sudah menjadi model yang berhasil. Tidak bertemu selam kurun waktu tiga bulan sudah meyakinkan Darrell bahwa wanita itu berhasil. Terlihat dari gaya fotonya yang diambil di sebuah tempat wisata tak asing bagi Darrell.
Tempat ini tidak asing untukku. Tapi di mana?
"Boleh aku minta foto ini?" tanya Darrell menunjuk sebuah foto.
"Untuk apa?"
"Aku sangat merindukannya, Noelle. Kau tahu, aku tidak menemuinya karena ada suatu hal yang tidak bisa kuberitahukan padamu."
"Ya, ya, ya, itu pasti istri Anda, Tuan. Sudahlah, di manapun keberadaan Sharron, lebih baik Anda tidak mengikutinya. Biarkan dia bahagia dengan jalannya. Tolong jangan temui dan ganggu dia lagi."
Noelle memang tidak melarang Darrell untuk mengambil potret yang dimaksud dengan ponselnya. Setelah itu dia berpamitan kembali ke kantor tanpa mengatakan bahwa sebenarnya dia mengalami kecelakaan.
...----------------...
__ADS_1
Alan terkejut ketika pintu ruangannya mendadak diketuk seseorang yang selama ini sudah ditunggunya. Keduanya sudah bertemu di ruangan yang selama ini ditempati Darrell.
"Tuan? Anda datang?"
"Apa kabar, Alan? Maaf, kedua orang tuaku membuatmu repot, yah?"
"Tidak masalah, Tuan. Ini sudah menjadi kewajibanku untuk mengabdi di perusahaan ini. Selama Anda beristirahat di kediaman orang tua Anda di Italia," jawab Alan.
"Alan, kenapa kau sembunyikan semua rahasia ini?"
"Rahasia yang mana?"
"Kalau Sharron sudah pergi jauh meninggalkan negara ini."
Deg!
Alan mengira kalau selama ini hubungan Darrell dan Sharron sudah berakhir. Nyatanya ini masih bersambung dan belum berakhir.
"Aku tidak tahu sama sekali, Tuan. Setelah meninggalnya Nyonya Callie, aku sibuk mengurus pemakaman kemudian perusahaan. Setelah itu, aku tidak tahu lagi, Tuan."
Alan sudah bekerja cukup baik selama ini. Dia tidak mungkin membebani lagi dengan urusan cintanya saat ini.
"Baiklah. Kau bisa bantu aku menemukan foto ini berada di mana?" Darrell menunjukkan ponselnya.
Alan yang biasanya hanya berkunjung ke Italia, Perancis, dan kembali ke Meksiko merasa tidak mengenalinya. Namun, yang dia tahu kalau foto itu adalah gambar Sharron.
"Ini kan foto Sharron, Tuan."
"Alan, aku tahu kalau ini Sharron, tetapi baground foto ini menunjukkan keberadaannya sekarang. Dia menjadi model di sana."
"Tuan, mengapa Anda tidak mencoba menghubungi agensi model yang Anda kenal. Mungkin dia bisa membantu."
Ide yang diberikan Alan termasuk sangat brilian. Dia harus mengapresiasinya.
"Alan, aku akan memberimu hadiah karena idemu ini. Aku hanya takut kehilangannya, itu saja."
"Iya, Tuan. Anda berhak bahagia. Silakan mengejar cinta yang selama ini Anda pendam. Tetap semangat dan jangan putus asa. Semoga nona Sharron belum menjadi milik orang lain."
Niat Darrell mengejar cinta wanita itu terasa berat sekali. Apalagi dia sudah memiliki pasangan seperti penuturan Alan barusan. Sharron masih muda, tentu saja dia lebih mudah mendapatkan pasangan dari pada dirinya yang hampir mencapai umur kepala empat.
...🪴🪴🪴...
Sambil menunggu update, yuk mampir ke rekomendasi yang Emak berikan❤️
__ADS_1