Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 56. Pertunangan Membawa Luka


__ADS_3

Allegra lekas menginformasikan pada pelayan untuk memberitahukan MC supaya lekas memulai acara. Walaupun rencananya ditunda selama 45 menit. Nyatanya di menit yang ke 31, Sharron dan Darrell sudah siap. Setelah melalui beberapa tahapan acara, sampailah pada acara inti yaitu pertunangan dengan bertukar cincin.


"Sharron Alexandria, maukah kamu menjadi pasanganku seumur hidup sampai maut memisahkan kita?" tanya Darrell.


Deg!


Bukan hanya detak jantung Sharron yang berdesir, tetapi juga ada hati yang lain merasa dipatahkan.


Sharron tidak menjawabnya dengan ucapan melainkan cukup menganggukkan kepala. Semua tamu undangan bertepuk riuh melihat persetujuan yang diberikan calon tunangan Darrell.


Darrell pun kemudian memasangkan sebuah cincin indah di jari manis Sharron. Begitupun sebaliknya dengan yang dilakukan Sharron. Setelah itu, Darrell memberikan satu buah buket mawar putih yang lumayan besar. Semua itu sudah disiapkan oleh keluarganya. Darrell pun memberikan kecupan pertama di kening Sharron yang disaksikan para tamu undangan. Beberapa orang berdecak kagum atas keromantisan yang dibangun Darrell pada tunangannya.


Lain halnya dengan seorang pria yang sedang berdiri, menahan rasa sakit tak berkesudahan karena menyaksikan orang yang dicintainya selama ini telah dimiliki oleh orang lain. Lagi-lagi Darrell menjadi pemenangnya.


Acara belum selesai sampai di situ saja. Allegra maju untuk memberikan perhiasan yang diwariskan turun temurun dari keluarga suaminya. Kini perhiasan itu akan menjadi hak milik Sharron sepenuhnya.


"Mama tidak bisa memberikan apapun karena Darrell sudah memberikan semuanya. Namun, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu."


Allegra menerima satu kotak perhiasan yang diberikan pelayan padanya. Dia membukanya kemudian mengambil kalung lalu memakaikannya. Terlihat indah sekali berada di leher calon menantunya.


"Terima kasih, Ma," ucap Sharron.


"Sama-sama, Sayang. Semoga kalian selalu bahagia," ucap Allegra. Sisa perhiasan yang masih ada di kotaknya dikembalikan lagi pada pelayan untuk disimpan. Setelah acara selesai, Allegra akan menyerahkan sepenuhnya pada Sharron.


Sharron dan Darrell beranjak untuk menemui para tamu. Beberapa dari mereka mengucapkan selamat atas pertunangannya dan menunggu kapan pernikahan akan digelar.


"Selamat atas pertunangannya. Semoga selalu bahagia."

__ADS_1


"Wah, aku tidak menyangka kalau calonmu secantik ini, Darrell. Kurasa kau menang banyak. Dia masih muda, bukan?"


"Aku tidak menyangka kalau Darrell akan menikah untuk yang kedua kalinya. Aku benar-benar takjub pada wanita pilihanmu."


Sharron terus saja dibuat tersipu malu lantaran pujian yang dilontarkan tamu undangan. Sampailah pada seorang tamu undangan yang sangat dikenalnya, Marcello.


"Selamat atas pertunanganmu, Darrell. Aku tidak menyangka kalau kau akan bertunangan secepat ini. Aku bahkan tidak tahu kalau Callie sudah tiada. Apakah ini merupakan rencanamu?" tanya Marcello yang seolah menyudutkan Darrell.


Sharron sendiri memegang erat tangan Darrell tanpa mau melepaskan. Dia tahu bahwa pria di hadapannya itu adalah orang yang pernah diceritakan pada Noelle. Bicara soal Noelle, dia berjanji untuk datang, tetapi sedikit terlambat.


"Apa maksudmu?" tanya Darrell dengan suara datar.


"Kurasa kamu tahu apa maksudku. Kau sengaja membunuhnya, bukan?"


Glek!


Seandainya ini bukan di tempat umum, Darrell akan mengajaknya duel satu lawan satu. Namun, dia mencoba menghormati orang tuanya untuk tidak gegabah.


Sharron bisa melepaskan tangan Darrell saat melihat Noelle datang dengan beberapa hadiah di tangannya.


"Kalian lanjutkan obrolannya. Aku mau menemui sahabatku dulu," pamit Sharron.


"Pergilah!" balas Darrell.


"Aku tidak tahu mengapa dunia ini sangat rumit. Saat aku menginginkan Callie, kau pun memilikinya. Dan, saat aku menginginkan gadis itu, kau mendapatkannya lebih cepat dariku. Atau, jangan-jangan kau selalu mengirimkan mata-mata sehingga selalu mengawasi pergerakanku?"


"Ck, jangan bodoh, Marcello! Aku bahkan baru mengenalmu saat bersama Callie kala itu. Sedangkan hubunganmu dengan Sharron, aku sama sekali tidak tahu kalian bertemu di mana?"

__ADS_1


Marcello mengambil wine kemudian meneguknya sedikit. Dia tetap memegang gelas itu sembari melanjutkan pembicaraannya.


"Dia itu model ternama di Austria. Aku tahu dan hapal betul. Aku yang meminta salah satu agensi untuk mengorbitkannya supaya lebih cepat terkenal. Setidaknya aku sudah mewujudkan keinginan Callie yang selama ini kau penjara di dalam mansionmu."


Deg!


Tuduhan yang dimaksudkan Marcello tidaklah logis. Darrell memang tidak suka kalau Callie masuk dunia model karena semua yang ada ditubuhnya pasti akan dipandang banyak orang. Pengecualian untuk Sharron yang sudah terlanjur masuk ke dunia model sehingga berapapun yang diminta untuk mengeluarkannya dari dunia model pun dibayar oleh Darrell. Alasannya simpel karena Darrell mencintainya.


"Aku mencintainya, Marcello. Apapun akan kulakukan supaya Sharron mau bersamaku."


"Aku tahu itu, tetapi ingat satu hal. Sewaktu-waktu dia juga akan melakukan hal yang sama kalau kau menggenggamnya dengan sangat erat. Terbukti, Callie lebih memilihku daripada kamu."


Darrell tidak peduli. Marcello hanya orang ketiga yang mencoba mempengaruhi pikirannya. Cintanya pada Sharron tidak akan membuat gadisnya itu tertekan. Dia akan memberikan kebebasan yang sebelumnya tidak pernah diberikan pada Callie sehingga wanita itu menjadi pembangkang.


"Itu tidak akan terjadi dengan wanitaku ini. Dia bisa memahami situasinya dengan baik."


Marcello cuma bisa memandang tanpa berkata-kata lagi. Fokusnya tertuju pada seorang wanita yang selama ini selalu masuk ke dalam pikirannya. Sharron, Sharron, dan Sharron.


"Jangan pandang wanita lain yang bukan untukmu, Marcello!" cibir Darrell.


"Mataku bebas, Darrell. Aku mau memandang siapapun bukan urusanmu. Aku melihat bentuk tubuh siapapun juga bukan urusanmu."


"Bukan berarti bisa memandang wanita yang sudah menjadi milik orang lain, Marcello. Kau bisa memilih wanita di luaran sana."


Sakit? Tentu saja. Marcello hanya bisa memandang tanpa memiliki. Sekali lagi dia gagal untuk mendapatkan wanita yang selalu menjadi incarannya. Semua berakhir di dalam dekapan Darrell. Takdir seolah membuat Marcello harus mencoba lagi untuk merebut semua wanita yang berada di pelukan pria lain. Mungkinkah takdirnya hanya sebagai pria perebut wanita milik orang lain?


"Kau mengaturku? Hidupku bebas, Darrell. Mengenai wanita yang kucintai itu bukan urusanmu. Sekali lagi aku memang gagal, tetapi aku akan tetap berjuang untuk mengejar Sharron. Walaupun kalian sudah menikah nantinya, aku akan tetap berjuang."

__ADS_1


"Kau memang sangat keras kepala, Marcello. Jangan coba-coba memisahkan aku dengan Sharron. Itu tidak akan pernah terjadi. Kita coba saja siapa yang paling kuat di sini. Kau atau aku?"


Pertunangan Darrell dan Sharron kali ini memang membawa luka untuk yang kedua kalinya bagi Marcello. Setiap wanita yang dicintainya tidak pernah didapatkan secara sah, melainkan hasil merebut dan mempengaruhi mereka. Dia selalu mencoba melakukannya dengan cara yang curang. Mampukah Marcello mencurangi Darrell untuk kedua kalinya seperti apa yang dilakukan pada Callie kala itu?


__ADS_2