
"Apa maksudmu, Sayang?" tanya Callie.
"Sudah banyak kebohongan yang kamu ciptakan di belakangku, Callie. Aku tahu bahwa semula kupikir dari hadiah pemberian Marcello. Lambat laun, aku merasa kalau hubungan kalian bukan hanya sekadar sahabat. Kamu paham kan, maksudku?"
"Jadi, kau mau mengakhiri pernikahan kita yang sebenarnya tidak bisa diakhiri ini?" tanya Callie yang paham inti masalahnya.
"Ya." Darrell cukup tegas. Dia bukan lagi pria lemah yang terus saja percaya pada kebohongan istrinya.
"Oh, aku tahu sekarang. Kamu sengaja mengakhiri hubungan pernikahan kita karena ****** itu, kan? Apa yang sudah diberikan padamu sehingga kamu memilih dirinya? Kurasa kamu akan tertipu dengan penampilannya. Oh, atau jangan-jangan karena desahannya yang sudah merasuk ke dalam pikiranmu. Kau sudah tidur dengannya, kan?" Tuduhan Callie jelas beralasan. Dia memang belum pernah bertemu dengan wanita yang rencananya menjadi rahim pengganti, tetapi dia meyakini satu hal bahwa Darrell pasti sudah melakukan sesuatu yang lebih pada wanita itu.
Darrell menghadapinya dengan kepala dingin. Walaupun dia juga sudah emosi karena istrinya menghina Sharron, Darrell tidak boleh gegabah. Bisa jadi ini bagian dari rencananya karena Darrell merasa kalau Callie itu licik.
"Seharusnya kamu yang mengaca. Setidaknya dia menjadi ****** yang jujur. Dia bahkan sudah pergi dari kehidupanku sejak kamu yang memintanya. Apa kurang puas kalau aku sudah mengikuti semua permintaanmu? Kau bahkan memintaku melakukan hal yang tidak seharusnya kulakukan."
"Ck, tapi kau sangat menikmatinya, kan? Jelas saja, kau terlihat berubah juga."
Glek!
Darrell mencoba membuat Callie tersudut, tetapi agaknya keduanya imbang saat bertengkar.
"Kau jangan mengalihkan pembicaraan, Callie. Kalau aku bisa membuat wanita lain mendesah, sudah pasti Marcello lebih lihai membuatmu mendesah. Kurasa kamu melupakan satu hal. Kau tahu bahwa beberapa hari yang lalu baru saja dari Italia. Hari ini kalian bertemu lagi di Swiss. Kurasa itu sudah membuktikan bahwa hubungan kalian lebih dari sekadar sahabat. Benar begitu, kan?"
Deg!
Callie mengira hubungannya akan baik-baik saja ketika Darrell sibuk dengan wanita lain di luaran sana. Nyatanya, dia malah semakin detail dalam mengawasi dirinya. Mungkin saja mama mertuanya juga ikut andil di dalam rencana suaminya ini. Sebelum pergi, wanita itu sempat mengancam dirinya untuk menikahkan Darrell di Italia. Dengan atau tanpa persetujuan dari Callie itu bukan masalah sulit.
__ADS_1
Callie mulai cemburu. Sehebat apa wanita itu sampai membuat suaminya bisa berpaling. Sejujurnya, selama ini Darrell sangat mencintainya. Kepergiannya ke Club malam bukan menjadi masalah yang penting karena rasa cintanya yang terlampau tinggi untuk Callie. Banyak wanita malam yang selalu menggodanya. Memberikan kesempatan untuk tidur dengannya. Bahkan, terkadang ketika Darrell dan kliennya memesan ruangan VVIP untuk menikmati alkohol di sebuah Club malam, seorang wanita sempat menggunakan gaun yang cukup tipis untuk menjerat Darrell, tetapi dia menolaknya.
"Sehebat apa wanita itu, Darrell?" Tak ada gunanya mengalah. Dia ingin bersaing secara sehat untuk memperebutkan Darrell dengannya. Ini akan menjadi permainan yang cukup bagus supaya Darrell semakin bersinar demi menjatuhkan harga diri wanita itu. Ketika pilihan untuk bertahan dengan Darrell sangat sulit, maka solusinya harus menyerang wanita itu.
"Siapa yang kamu maksud?" tanya Darrell. Wajahnya yang sudah tidak bisa bersikap baik itu terus saja mengintimidasi lawannya.
Pernikahan yang terlihat sempurna nyatanya banyak menyimpan kebusukan di dalamnya. Selama hadiah yang dikirimkan Marcello mengalir, selama itu pula hubungan Callie dan pria itu jelas sudah terlalu jauh. Bisa saja saat Darrell tidak berada di mansion, kesempatan itu dimanfaatkan oleh pria itu.
"Wanita yang sudah menjadi jalangmu dan membuatmu berubah!"
Darrell yang semula berdiri kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa. Dia tertawa kecil untuk membalas perbuatan istrinya barusan.
"Kau mengatai Sharron sebagai ******? Apa di kamar mandi kau tidak diajarkan berkaca? Lihat dirimu! Jauh-jauh dari Meksiko hanya untuk memeluk pria seperti Marcello yang hanya bisa memberikan hadiah sapu tangan berinisial namanya. Coba aku tanya padamu, berapa lama kamu menjalin hubungan dengannya?"
Deg!
"Oh, rupanya namanya Sharron. Aku akan mencari keberadaan wanita itu kemudian mempermalukannya sampai dia tidak akan bisa melihat dirinya di depan cermin."
"JANGAN SALAHKAN ORANG LAIN ATAS KEJAHATAN YANG KAMU LAKUKAN!"
Amarah Darrell semakin memuncak. Sebagai suami yang tidak pernah dihargai oleh Callie telah membuat Darrell sangat sakit hati. Callie yang memaksanya untuk meniduri wanita lain. Sampai pada akhirnya Sharron menjadi candu baginya.
"Sayang, sebaiknya kita sudahi pembicaraan ini." Callie tidak ingin bertengkar terlalu jauh. Dia bisa saja emosional kemudian membanting seluruh barang yang ada di kamar hotel ini.
"Kamu masih tidak mau mengakui? Atau, aku akan memanggil Marcello Phoenix supaya semuanya jelas?"
__ADS_1
Meksiko menjadi tempat pertengkarannya dengan mama mertua. Sekarang disambung dengan Darrell, suaminya. Kalau sudah seperti ini, Callie harus mengambil sikap.
"Jangan libatkan Phoenix dengan hubungan kita. Dia hanya orang lain, Sayang. Percayalah bahwa aku masih mencintaimu."
Darrell berdiri. Dia mengambil koper yang dibawa istrinya. Dengan paksa dia membuka koper itu kemudian menemukan gaun tidur yang sangat tipis. Aroma tubuh Marcello masih tertinggal di sana karena semalam Callie memeluknya dengan sangat erat.
Darrell tidak melempar gaun itu. Dia boleh marah, tetapi harga dirinya untuk menunjukkan emosional yang terlalu berlebihan sangatlah buruk menurutnya. Dia hanya meletakkan gaun itu di atas meja saja.
"Jadi, kau menggodanya dengan gaun ini? Rendahan sekali, Callie. Kau itu istrinya Darrell Wesley, kenapa seolah menjual murah tubuhmu itu pada pria lain? Apa kurang puas dengan uang transfer yang sudah kuberikan padamu setiap bulan? Apakah aku pria yang tidak bisa memberikan kepuasan padamu? Katakan!"
Sejujurnya, cinta dan kasih sayang yang diberikan padanya tidaklah kurang. Malah lebih dari cukup. Namun, bagaimana kalau Darrell tahu tentang pengangkatan rahim itu sebuah kebohongan? Bisakah Darrell kembali lagi padanya?
"Sayang, aku minta maaf. Aku tidak ingin jauh darimu, tetapi Marcello satu-satunya sahabat yang kumiliki. Kau tahu kan bahwa pernikahan kita ini sempat hambar ketika kamu sibuk dengan pekerjaan kantor. Saat itulah Marcello memberikan kesempatan padaku untuk menjadi sahabatnya. Dia terus memintaku untuk bersabar bahwa kamu memang sedang bekerja. Dia memintaku untuk percaya padamu bahwa kamu tidak akan bermain api degan wanita lain di luaran sana."
Alasan Callie memang sedikit benar, tetapi banyak kesalahan yang disembunyikan wanita itu membuat Darrell tidak tahan.
"Aku akan pergi ke Italia. Kau bebas melanjutkan hubungan dengan Marcello. Kita akan berpisah!"
Callie menggeleng. Dia tidak bisa menerima kenyataan ini. Darrell selalu menjadi pria ideal baginya. Semua kekayaan yang dimilikinya telah mengangkat derajat Callie sebagai wanita yang dikenal publik karena menjadi istri Darrell Wesley. Pengusaha muda terlahir di Italia yang berhasil mengepakkan sayap bisnisnya di Meksiko.
...💐💐💐...
Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren milik Author Nita. Jangan lupa tinggalkan jejaknya
__ADS_1