
Hari ini merupakan kebebasan bagi Sharron untuk pergi berbelanja dengan Noelle dan mama mertuanya. Namun, ada hal yang sangat menggangu di benaknya. Darrell, suaminya itu tidak mau menceritakan apa pun tentang rencananya. Selain itu, papa mertuanya diperintahkan untuk selalu mengawasi ke manapun perginya Sharron dan keluarganya.
"Pa, sebaiknya di mansion saja. Papa akan lelah sekali mengikuti kami berbelanja," tolak Sharron.
"Tidak, Sharron! Ini perintah langsung dari Darrell. Dia tidak boleh membiarkanmu bebas di luaran sana. Bukan maksud untuk membuatmu tidak nyaman, tetapi coba mengertilah bahwa Darrell sangat mengkhawatirkan kamu," jelas Javer.
Allegra dan Noelle yang sudah siap itu pun sedang menunggu Sharron dan Javer bernegosiasi. Sharron ingin pergi bertiga saja, tetapi Javer mendadak ingin ikut dengan alasan keamanan.
"Kalau begitu, aku tidak jadi keluar, Pa. Kita di mansion saja. Darrell sangat berlebihan sekali!" keluh Sharron. Dia menjatuhkan tubuhnya di sebuah sofa yang ada di ruang tamu.
"Sharron, tolong mengertilah. Orang yang kita hadapi bukanlah orang biasa saja. Dia pasti memiliki relasi di luaran sana untuk menyembunyikanmu dari kenyataan jika kamu adalah pemilik yang sesungguhnya dari AX Corporation. Namun, untuk kali ini kita tidak akan mungkin berdiam diri di mansion saja, kan? Kita juga butuh hiburan dan liburan. Mungkin dengan kalian pergi ke mall, itu akan mengurangi kejenuhan kalian dalam menghadapi masalah ini. Bagaimana? Kita berangkat sekarang?" tanya Javer.
Memang tidak ada salahnya sepakat dengan hal seperti ini. Apalagi Javer juga mertuanya.
"Baiklah, Pa."
Javer yang mengemudikan mobilnya. Dia harus pergi bersama dengan anggota keluarga lainnya.
"Ma, ingat pesan Darrell! Kita tidak boleh terpisah satu sama lain. Kalau memang ingin berlibur, inilah syarat yang sudah diajukan olehnya."
Kecurigaan Sharron semakin besar lantaran mertuanya itu seperti sedang menyimpan rahasia mengenai semua rencana suaminya. Darrell dan Alan seolah sepakat menyembunyikan rencana mereka.
"Sharron, jangan khawatirkan kakakku. Dia akan baik-baik saja. Orang tua kita tidak ingin membahayakan kamu, aku, ataupun Mama. Kita sudah melakukan hal sejauh ini. Bisa saja kan kalau pihak Nyonya Bellatrix ataupun suaminya mengirimkan orang-orang yang akan menyakiti kita? Itu hanya untuk menjaga kita agar kita baik-baik saja."
Noelle pun banyak berubah setelah manjadi bagian keluarga Wesley. Cepat atau lambat, sahabatnya itu pasti akan pindah ke Italia mengikuti orang tuanya.
"Ya, baiklah. Aku percaya pada kalian. Cuma, rasanya aku tidak bisa menerimanya. Entah, rasanya kesal sekali setiap mendengar Darrell tidak jujur padaku. Ini hanya perasaanku saja atau bagaimana?"
Allegra nampaknya mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Sharron. Sebelum sampai mall, dia meminta suaminya untuk mampir ke apotek sebentar. Ada yang ingin dibelinya.
"Pa, mampir ke apotek sebentar!" pinta Allegra.
__ADS_1
"Mama, memangnya siapa yang sakit?" tanya Noelle. Dia merasa kalau seluruh anggota keluarganya baik-baik saja.
"Mama mau membeli sesuatu. Nanti kalian pasti tahu," ucapnya.
Bergegas Allegra turun. Tak lama, dia lekas kembali setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan.
"Pa, kita tidak jadi pergi ke mall. Sebaiknya kita putar balik ke mansion," pinta Allegra.
"Apa?" Tentu saja hal itu mengejutkan Sharron dan Noelle.
"Kalian jangan terkejut seperti itu. Ada hal yang lebih penting dari itu semua," ucap Allegra.
Allegra memberikan bungkusan yang dibelinya di apotek untuk Sharron. Wanita itu lekas membukanya. Betapa terkejutnya saat melihat isinya yang tidak biasa itu. Rasanya sangat aneh sekali. Ingin bertanya langsung pada Allegra, tetapi Sharron malu pada papa mertuanya.
"Ini maksudnya apa, Ma?" tanya Sharron.
"Kita pulang. Lalu, kamu akan melakukan apa yang Mama minta. Tidak keberatan, kan?" tanya Allegra.
Apa benar kalau aku hamil? Tidak mungkin!
Sharron mencoba untuk tidak memikirkan hasil akhirnya. Kalaupun dia hamil, seharusnya dia merasakan minimal mual, tetapi ini tidak sama sekali.
Sesampainya di mansion, mereka menuju ke ruang keluarga. Setelah itu, Sharron memilih untuk berpisah dari keluarga besarnya.
Masih menggenggam pemberian mama mertuanya, Sharron bergegas menuju ke kamarnya. Selama ini yang dia tahu kalau waktu yang baik untuk melakukan tes kehamilan seperti ini ketika baru saja bangun dari tidur. Namun, kali ini sangat berbeda. Dia harus melakukannya saat ini juga. Sementara keluarga Wesley sudah menunggu kabar baik darinya.
"Ma, sebenarnya apa yang diberikan pada Sharron?" tanya Noelle.
"Test pack."
"Hah? Jadi, kita batal berbelanja hanya gara-gara benda pipih itu?" protes Noelle.
__ADS_1
"Tidak seperti itu juga, Sayang. Papa dan Mama sedang memikirkan keselamatan kalian. Selama beberapa hari ini Mama mengamati perubahan sikap Sharron. Mama rasa kalau dia itu hamil, tetapi tidak merasakan apa-apa."
"Benar. Papa ingin menjamin keselamatan kalian. Apalagi Darrell sedang menggali informasi mengenai Sharron dari Blair. Jelas kalau Sharron harus dipastikan keamanannya," sahut Javer.
Rasanya masih tidak percaya kalau menjadi anak orang penting di negeri ini harus diamankan sedemikian rupa. Padahal sebelumnya mereka bisa bebas ke manapun. Setelah Noelle bertemu dengan orang tuanya, perubahan hidupnya berubah menjadi 180 derajat. Sama halnya dengan Sharron saat ini.
"Noelle, kemarilah!" panggil Sharron dengan wajah yang sudah dipastikan bahwa dia tidak sedang hamil. Terlihat sekali raut muka kecewa di wajahnya.
Allegra rasanya ingin memberikan support supaya menantunya itu tidak berkecil hati jika hasilnya negatif.
Noelle tidak bisa menolak selain setuju untuk mengikuti ke manapun Sharron pergi. Rupanya kakak iparnya itu mengajak masuk ke kamarnya yang selama ini berada di kamar tamu mansion.
"Ada apa? Apa hasilnya negatif? Jangan khawatir, ya! Kamu bisa mencobanya lagi. Masih ada kesempatan kedua, bukan?" cerocos Noelle.
Sharron menunjukkan tespek yang dipegangnya saat ini. Hasilnya positif. Noelle sampai merasa tidak percaya bahwa sahabat sekaligus kakak iparnya itu akan menjadi seorang mama. Ini kabar yang luar biasa. Disaat usia kakaknya tidak lagi muda, tetapi masih bisa menghasilkan sesuatu yang membahagiakan itu.
"Hemm, kurasa kecebong kakakku bekerja dengan sangat baik selama ini. Selamat, yah!" Noelle memeluk Sharron.
"Aku merasa aneh dengan kehamilanku ini, Noelle. Berasa menjadi orang lain. Aneh saja," ucapnya.
"Kenapa? Apa kamu tidak bahagia?" tanya Noelle.
"Ya, aku bahagia. Tetapi, aku bingung kalau nantinya perubahan tubuhku menjadi tidak seksi lagi. Aku takut kalau Darrell berpaling dariku. Kamu juga tahu kan kalau Callie itu seksi, cantik, dan yah, sangat menawan. Wanita itu selalu menjaga penampilannya. Aku takut kalau Darrell akan berpaling dariku."
"Sudahlah. Kakakku tidak akan mungkin seperti itu. Lebih baik kabar bahagia ini lekas kita sampaikan pada keluarga besar."
"Tidak. Jangan sekarang, Noelle! Biarkan hanya aku dan kamu yang tahu. Biarkan sampai penyelidikan mengenai Blair itu jelas. Setelah itu, aku akan mengumumkan kabar bahagia ini. Bagaimana?" Pendapat Noelle jauh lebih penting saat ini.
"Tidak untuk kali ini, Sharron. Minimal orang tuaku tahu. Jika kamu tidak ingin kakakku tahu, itu bisa kami atur. Asalkan orang tuaku harus tahu."
Yah, Noelle benar. Bagaimanapun mertuanya harus tahu kabar bahagia ini. Sejenak Sharron mengelus perutnya kemudian mengangguk bahwa hanya mereka saja yang boleh tahu. Tidak dengan Darrell. Mereka takut kalau pikirannya terpecah.
__ADS_1