Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 55. Mundur 45 Menit


__ADS_3

Seperti keputusan orang tuanya, Darrell akan melangsungkan pesta pertunangan di mansion. Segala sesuatunya sudah disiapkan. Namun, sebelum itu Darrell dan Sharron pergi dulu ke Austria untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Sempat alot karena manager tempat Sharron bekerja tidak setuju dengan keputusan Sharron yang mendadak keluar secara sepihak. Ini jelas menyalahi aturan. Setelah bernegosiasi, akhirnya pihak tempat Sharron bekerja mau menerima ganti rugi yang dimaksudkan. Bukan lagi satu juta Euro, tetapi dua juta Euro. Darrell siap membayar mahal itu sehingga membuat Alan ikut turun tangan terbang ke Austria secara mendadak.


"Semuanya sudah beres, Tuan. Kita berhasil menebus Nona Sharron sebesar dua juta Euro. Aku sudah bernegosiasi untuk tetap membayar satu juta, mereka menolaknya," jelas Alan saat sedang bersama Darrell.


Sharron saat ini berada di mobil. Waktunya tidak lama karena saat ini mereka harus segera kembali ke Italia. Semalam mereka baru saja tiba di Austria, disusul Alan yang sangat dibutuhkan Darrell.


Kedatangan Alan memang sudah direncanakan. Tak heran kalau keduanya kini bersama.


"Tuan, apakah Anda langsung kembali?" tanya Alan ketika keduanya sudah mendekati tempat parkir.


"Malam ini pertunanganku dengan Sharron. Kurasa kamu pun bisa ikut bersamaku," ucap Darrell.


Logika yang rumit untuk Alan. Dia tidak mungkin bisa memesan tiket penerbangan ke Italia secepat ini.


"Maaf, Tuan. Aku hanya bisa mengucapkan selamat saja. Sebaiknya aku kembali ke Meksiko. Pekerjaan sedang menunggu," tolak Alan.


"Terima kasih. Lekaslah mencari pasangan! Jangan terus menyendiri. Aku menyetujui siapapun pasanganmu."


Bahagia sekali rasanya menjadi seorang Alan. Dia dipercaya Javer Wesley untuk mengurus perusahaan putranya. Dia juga diminta untuk lekas mencari jodoh oleh atasannya. Sungguh ini sesuatu yang sempurna sekali.


Keputusan Darrell untuk kembali ke mansion orang tuanya sudah benar. Pasalnya perjalanan dari Klagenfurt menuju ke Wina membutuhkan waktu kurang lebih 3.5 jam. Sementara penerbangan dari Wina menuju ke Roma sekitar satu jam lebih. Itulah mengapa Darrell bergegas untuk kembali.


...****************...


Suasana mansion menjelang malam. Semua persiapan sudah beres. Allegra mengerahkan seluruh pelayan mansion, termasuk soal makanan. Chef mansion yang menyiapkannya. Mulai dari appetizer, main course, dan dessert. Semua disiapkan oleh Chef handal dibantu beberapa asistennya. Selain menu makanan, tak lupa minuman dari berbagai jenis dan beberapa macam Wine mulai yang aromanya biasa sampai sangat kuat tersedia di sana. Ada Arnione,Valdisanti, dan beberapa jenis Wine lainnya.


Saat ini bukan itu yang menjadi masalah. Sampai mendekati waktu yang ditentukan, Darrell dan Sharron tak kunjung datang sehingga membuat Allegra cemas sekali.


"Pa, bagaimana kalau mereka tidak datang? Urusannya di Austria pasti memerlukan waktu yang lumayan lama. Mama khawatir sekali. Para tamu undangan sudah datang semua," ucap Allegra di ruangan yang disiapkan untuk Sharron bersiap. Selain itu, di sana pun sudah tersedia gaun yang akan digunakan Sharron pada malam ini.

__ADS_1


Allegra berjalan ke sana kemari karena mengkhawatirkan kalau anak dan calonnya itu tidak datang.


"Ma, tolong berhentilah mencemaskan anakmu. Dia pasti akan datang tepat waktu. Walaupun sedikit terlambat, tidak masalah. Yang terpenting jangan lupa siapkan semua persiapannya termasuk perhiasan turun temurun keluarga kita," jelas Javer.


Allegra terkejut. Ini pertama kalinya sang suami membahas perhiasan yang terakhir diberikan kepada Allegra. Sudah saatnya perhiasan itu diberikan pada Sharron. Sungguh aneh, bukan? Jika dimasa lalu Callie pernah menjadi menantunya, mengapa dia tidak mendapatkan perhiasan seperti yang akan diberikan pada Sharron?


"Kau sudah yakin bahwa antara Darrell dan Sharron pasti saling mencintai?" tanya Allegra.


"Tentu! Aku melihat kejujuran di matanya. Dia memang layak untuk mendapatkan semua ini."


"Bagaimana dengan Callie dimasa lalu?"


"Putraku menikah atas permintaan papanya Callie sebagai rasa tanggungjawab seorang pria pada wanita yang dicintainya. Aku tahu kalau Callie tidak pernah tulus mencintai Darrell."


Allegra agak terkejut. Namun, apapun yang terjadi dimasa lalu telah dilewatinya. Pikirannya saat ini tertuju pada Darrell yang tak kunjung datang.


Seorang pelayan memanggil Allegra karena ada tamu penting yang datang.


"Nyonya, di luar ada tamu penting. Katanya ingin bertemu dengan Nyonya," ucap pelayan.


"Tuan Marcello. Dia datang seorang diri, Nyonya."


"Baiklah. Sebentar lagi aku akan ke sana," jawab Allegra.


Setelah kepergian pelayan, Allegra dan Javer saling tatap sesaat.


"Kau yang mengundangnya?" tanya Allegra.


"Ya. Bagaimanapun dia masih ada hubungan dengan keluargaku. Dia anak dari sahabatku. Kurasa kau tahu betul itu, Allegra."


"Kalau begitu kita temui bersama," ajak Allegra.

__ADS_1


Javer pun tidak menolak. Sebagai tuan rumah, mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk tamu-tamunya.


"Kau datang, Marcello?" sapa Javer.


"Iya, Om. Aku terkejut mendapatkan undangan pertunangan ini. Apakah Callie dan Darrell sudah resmi bercerai?" tanya Marcello. Beberapa bulan yang lalu terakhir kalinya bertemu di Swiss. Setelah itu tidak ada kabar sama sekali mengenai Callie ataupun Darrell.


"Callie sudah meninggal beberapa bulan yang lalu dalam kecelakaan tunggal bersama Darrell," jelas Allegra.


Deg!


Callie meninggal? Mengapa tidak ada yang mengabariku? Atau, Darrell sengaja mencelakakan istrinya supaya dia bisa menikah dengan wanita lain? Tapi, nama calon tunangannya itu tidak asing. Seperti nama model terkenal di Austria yang pernah kutemui.


"Aku tidak tahu sama sekali, Tante," ucap Marcello.


"Iya, kami semua sibuk mengurus pemakamannya," ucap Allegra beralasan. Padahal waktu itu yang mengurusi hanyalah Alan.


"Ah, ya. Tidak masalah, Tante. Ehm, lalu di mana Darrell? Bukankah seharusnya dia sudah bersiap-siap?"


Kecemasan Allegra bertambah lagi karena ucapan Marcello barusan. Sesekali dia melihat jam tangannya membuat Allegra bertambah cemas.


"Pa, 10 menit lagi acara akan dimulai, tetapi Darrell dan Sharron belum juga datang. Jangan-jangan mereka kabur, Pa?" tanya Allegra setengah berbisik.


Kekhawatiran Allegra terhenti manakala seorang pelayan menyampaikan bahwa Darrell dan calonnya telah tiba di mansion. Keduanya langsung menuju ke tempat untuk mengganti pakaian mereka.


"Ehm, Marcello, Tante tinggal sebentar, ya. Darrell sudah datang," pamitnya.


Javer masih berada di tempatnya bersama tamunya. Biarlah itu menjadi urusan istrinya.


"Mengapa kalian terlambat?" tanya Allegra yang saat ini melihat mereka berantakan sekali.


"Maaf, Ma. Jalanan dari bandara ke mansion sedikit padat. Aku memilih jalan memutar. Sudah kuperkirakan kalau akan terlambat beberapa menit," ucap Darrell.

__ADS_1


"Ya sudah, bersihkan diri kalian dulu. Setelah itu akan ada yang membantu Sharron bersiap."


Membutuhkan waktu yang cukup lumayan sehingga acara pertunangan diundur sekitar 45 menit. Sebenarnya para tamu undangan sudah tidak sabar untuk melihat Darrell beserta calon tunangannya. Terakhir kali mereka mendapatkan kabar kalau Darrell sudah menikah dengan Callie tanpa pesta pernikahan pada umumnya. Baru kali ini publik mengetahui pertunangan Darrell dan seorang wanita yang katanya pernah menjadi model di Austria.


__ADS_2