Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 107. Pengumuman Pertunangan Palsu


__ADS_3

"Kita bertemu lagi, Nyonya," sapa Darrell.


"Ya, Darrell. Kamu sekarang menduda, ya. Tidak berencana menikah lagi?" Bellatrix memang tertarik dengan kegigihan pria berkharisma di hadapannya.


Allegra semula tidak menduga kalau anaknya harus bermain drama seperti ini. Dia berniat protes, tetapi diurungkan niatnya karena Noelle lebih dulu memutar balikkan keadaan.


"Maaf, Nyonya. Kakakku hanya akan menikah setelah mendapatkan izinku," ucap Noelle.


"Kakak?" Bellatrix terkejut. Sepengetahuannya kalau Darrell itu anak tunggal.


"Iya, dia anak bungsu kami yang sudah terpisah lama, Nyonya," sahut Javer.


"Wow, Tuan Wesley. Aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu di sini." Allegra memang sering sekali mendengar nama Wesley, tetapi baru kali ini bertemu langsung dengannya.


"Kebetulan kami sedang berlibur di sini dan Alan adalah asisten pribadi anakku. Itulah sebabnya kami bisa hadir di sini," jelas Javer.


Allegra pun berkenalan dengan Bellatrix. Keduanya saling berjabat tangan hingga Blair ikut bergabung dengan mereka. Tatapan matanya tertuju pada Marylou, tetapi Blair bersikap seolah tidak terjadi apa pun.


Javer dan Allegra pun tidak menyadari jika pria yang mencoba membuat kehidupan anaknya rumit ada di hadapannya. Mereka pun berkenalan dengan sangat baik.


Fokus mereka teralihkan manakala MC meminta mereka untuk fokus ke pemilik acara yang tidak lain adalah Alan Clarence.


"Mohon perhatiannya. Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk Tuan Alan Clarence. Di mana pada hari ini bertepatan dengan tanggal kelahirannya. Sebelum memasuki ke acara inti, Tuan Alan akan memberikan beberapa sambutan yang sangat luar biasa. Silakan, Tuan," ucap MC.


"Selamat malam semuanya. Aku tidak menyangka ini akan menjadi pesta yang sangat meriah malam ini. Terima kasih pada tamu undangan yang sudah menyempatkan diri untuk hadir. Dan, ucapan terima kasih yang paling spesial kuucapkan pada seseorang yang paling spesial di hatiku, yaitu Nona Alexa. Wanita yang selalu mendampingiku sepanjang waktu." Alan memberi jeda ucapannya. "Tak lupa, ucapan terima kasih pada Tuan Darrell dan keluarga yang sudah memberikan support padaku. Malam ini, selamat menikmati pestanya."


Selesai sambutan singkatnya, Alan menyerahkan acara pada MC. MC kemudian meminta para tamu undangan untuk memberikan tepukan yang sangat meriah. Lagu selamat ulang tahun diputar di sana dan dinyanyikan bersama untuk memberikan ucapan pada pemilik kebahagiaan.


Happy birthday to you


Happy birthday to you

__ADS_1


Happy birthday, Happy birthday


Happy birthday to you


One more candle to light


On your birthday cake


Hope your wishes all come true


Now let's celebrate


Yeaayyyyy


Gemuruh tepuk tangan bersamaan dengan akhir dari sebuah lagu yang dinyanyikan bersama-sama. Tibalah saatnya Alan meniup lilin yang sudah berjajar rapi di barisan kue tart yang jumlahnya tidak hanya satu, melainkan banyak sekali. Dia merasakan kebahagiaan, tetapi juga merasa dikerjai dan kekalutan yang mendalam.


Tak lupa, dia juga melakukan make a wish sejenak untuk mendoakan dirinya sendiri.


Barulah Alan meniup lilinnya. Setelah itu, dia harus memotong sedikit kue sebagai simbolis bahwa acara telah dimulai dan hampir selesai. Potongan kue pertama, Alan menyuapkannya pada Sharron. Rasanya aneh harus berpura-pura seperti ini. Apalagi pandangan mata Darrell tak luput pada istrinya itu.


Rasa kikuk pun dialami oleh Sharron. Untuk memancing seseorang supaya mau mengakuinya, dia harus berpura-pura menjadi kekasih Alan. Pernikahan Darrell yang diselenggarakan di Italia memang tidak banyak yang tahu. Hanya beberapa kolega Papanya saja yang tahu. Selebihnya hanya Marcello, pria brengsek itu yang diam-diam sudah mencampuri kehidupannya sejak lama.


"Terima kasih," ucap Sharron saat menerima suapan kue pertama.


Tidak hanya ucapan terima kasih. Untuk meyakinkan Blair dan semua orang, Sharron terpaksa memberikan pelukan. Tetap saja rasanya sangat aneh saat dia dipandang oleh seluruh anggota keluarganya. Setelah itu, barulah Alan dan Sharron membaur.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Noelle.


"Iya, aku baik, Noelle. Kenapa?" tanya Sharron.


"Kamu terlihat tidak nyaman, yah? Harusnya aku yang berada di sana. Ehm, maksudku yang menggantikanmu di sana," balas Noelle. Dia merasa kasihan melihat wajah kakaknya terlihat cemburu seperti itu. Padahal ini usul darinya, tetapi dia juga yang merasakan memanas.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Aku harus totalitas, bukan?" jawab Sharron seolah menyindir Darrell. Dia sengaja membuat Darrell cemburu sekaligus memberikan ujian cinta padanya. Benarkah Darrell sangat mencintai Sharron, atau hanya setengah-setengah?


"Tuan, semoga kamu menikmati pestanya," ucap Alan.


Darrell sebenarnya sudah sangat cemburu pada sikap istrinya yang terlihat natural terhadap Alan. Tidak dipungkiri bahwa wanita muda itu mampu mengoyak gawang kecemburuannya yang mulai mendarah daging. Jika bukan karena ingin menggali informasi lebih besar pada Blair, Darrell tidak sudi berbagi peran seperti ini.


Semua orang sangat menikmati pestanya. Alunan musik dansa telah membuat mereka terbuai. Berganti-ganti pasangan pun dilakukan. Hingga akhirnya Sharron harus berpasangan dengan tuan Blair. Agak mengerikan sebenarnya, tetapi dia yakin mampu menguasai dirinya.


"Sudah lama mengenal Alan?" tanya Blair dengan suara dinginnya.


Pertanyaan ini bukan pertama kalinya didengar dari Blair. Sebelumnya dia juga mendapatkan pertanyaan yang sama dari Bellatrix, istrinya Blair.


"Lumayan lama, Tuan. Memangnya kenapa?"


"Tidak, aku hanya agak aneh saja. Sikapmu padanya seolah seperti bukan sepasang kekasih, tetapi seperti orang lain. Kamu tidak sedang membohongi publik, bukan?" selidik Blair.


Glek!


Sial, kenapa dia sangat mengerikan sekali? Kurasa antara nyonya Bellatrix dan tuan Blair sangat bertolak belakang. Pantas saja mengerikan sekali.


"Nona, kenapa malah melamun? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?" tanya Blair lagi.


"Tidak, Tuan. Anda bebas bertanya apa pun selagi aku bisa menjawabnya. Namun, tuduhan barusan itu membuatku sangat tidak nyaman. Anda terlalu jauh mencampuri urusan hidup orang lain," balas Sharron dengan sangat tenang sekali. Dia seperti menjelma menjadi orang lain.


"Maaf, Tuan Blair. Ini saatnya kami mengumumkan sesuatu hal yang penting. Bolehkah aku mengambil kekasihku lagi?" pinta Alan.


Blair melepaskan tangannya dari pinggang dan tangan Sharron yang dia tahu bahwa gadis ini bernama Alexa. Banyak hal yang sangat misterius dari gadis itu sehingga Blair semakin tertarik. Ini tidak lucu memang, tetapi kenyataannya memang seperti itu. Daya pikat seorang Alexa sangat berbeda sekali. Jangankan Noelle yang pernah dibuat ketakutan seperti tempo hari yang ternyata masih putri bungsu dari keluarga Wesley. Bellatrix pun memiliki kepribadian yang berbeda, tetapi bagi Blair, Alexa sangat menarik.


"Mohon perhatiannya. Malam ini aku akan mengumumkan bahwa beberapa minggu lagi, aku dan Nona Alexa akan mengadakan pertunangan. Undangan akan kami kirimkan ke tempat semua tamu undangan yang hadir pada malam ini," ucap Alan.


Glek!

__ADS_1


Ya, ini adalah pengumuman pertunangan palsu untuk menjerat Blair ataupun Bellatrix terlibat lebih dalam lagi di dalam rencana mereka. Pihak keluarga Darrell pun sudah mengetahui rencana ini. Mereka tidak bisa mencegahnya lagi. Kalau ingin mendapatkan informasi penting, maka mereka harus berkorban dengan menekan ego masing-masing.


__ADS_2