Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 35. Break Sejenak


__ADS_3

"Memangnya apa yang direncanakan Callie?" tanya Allegra. Dia baru tahu kabar mengejutkan ini dari putranya.


Darrell menghembuskan napas kasar. Kali ini dia tidak bisa berbohong lagi.


"Callie memintaku mencari wanita pengganti yang bisa hamil anakku, Ma. Aku sudah mencoba berulang kali untuk menolaknya, tetapi dia kekeh pada pendiriannya."


"Oh ya ampun. Kenapa bisa begitu, Darrell? Sebaiknya kalian mengadopsi anak saja. Mama tidak masalah," ucap Allegra berusaha berbesar hati. Lagi pula, tak ada salahnya membuat Callie sibuk dengan urusan rumah tangganya daripada harus berkeliling dunia hanya untuk berfoya-foya tanpa memperhatikan kondisi suaminya.


"Mama setuju?" Binar mata bahagia Darrell terlihat sangat jelas. Dia bahagia sekali.


"Tentu, Darrell. Keputusan untuk mengadopsi anak itu sudah paling benar. Mama tidak setuju kalau sampai kamu tidur dengan wanita lain di luaran sana selain istrimu, Callie."


Glek!


Rasanya perih sekali mendengar ucapan mamanya barusan. Namun, semuanya sudah terlambat. Bahkan, Darrell sudah berulang kali meniduri Sharron.


"Tapi, bagaimana dengan papa? Apa dia akan setuju?"


"Kamu tidak perlu khawatir. Papamu biar mama yang mengurusnya. Kalau memang sudah siap, sebaiknya kalian adopsi anak laki-laki saja."


Sekarang Darrell harus memutuskan dua hal. Pertama tentang perencanaan adopsi seorang anak dan yang kedua, hubungannya dengan Sharron harus segera diakhiri.


Selagi mendapatkan angin segar, Darrell tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bagus ini. Malam semakin larut, dia berpamitan pada mamanya untuk lekas masuk ke kamar kemudian membicarakan rencana anak adopsi.


"Pergilah! Perbaiki hubungan rumah tanggamu dengan Callie. Mama tidak mau kalau salah satu dari kalian saling tersakiti karena kesalahpahaman ini."


Callie yang mulai memejamkan matanya tidak menyadari kehadiran suaminya, Darrell. Pria itu lantas memeluk Callie dengan sangat lembut. Dia merindukan suasana hangat seperti saat ini. Sepertinya Allegra benar. Semuanya harus kembali seperti semula.


...***...


Pagi menyapa, suara dengkuran halus khas pria berkharisma memenuhi seluruh isi kamar. Callie mengeliat. Dia menyadari bahwa sebuah tangan kokoh melingkar di perutnya.


"Sayang, sudah pagi. Kau masih marah padaku?" tanya Callie. Dia berusaha membangunkan suaminya sekaligus meminta jawaban atas pertanyaannya.


"Hemm, aku semalam masuk ke sini, tetapi kamu sudah lebih dulu tertidur," jawab Darrell sembari masih memejamkan mata.

__ADS_1


"Kau mau kan memaafkan aku?" tanya Callie sekali lagi.


"Iya. Aku sudah memaafkanmu sejak semalam. Mama sudah memberikan solusi pada masalah kita dan aku tidak jadi melanjutkan hubunganku dengan wanita itu."


Deg!


Ini sama saja dengan Darrell mengatakan kejujurannya. Selama ini dia menyimpan rapat hubungannya dengan Sharron.


"Kau sudah menjalin hubungan dengan wanita lain dan aku tidak tahu?" Callie terlihat sangat marah. Tidak hanya itu, dia sangat cemburu sekali.


"Hei, Sayang. Aku terpaksa karena kamu memaksaku, kan? Aku juga tidak benar-benar serius mengikuti permintaanmu. Beberapa kali aku mengalami dilema karena aku tidak mudah sekali jatuh cinta."


"Apakah wanita itu cantik?" tanya Callie. Kedudukannya ternyata mulai terancam. Rupanya Darrell sudah menjalin hubungan dengan wanita lain.


Darrell sudah terlanjur ketahuan. Bagaimanapun dia harus menjauhkan Sharron dari Callie. Dia tidak tahu apa yang akan diperbuat Callie padanya.


"Tidak! Dia hanya kebetulan bertemu denganku. Lupakan mengenai wanita itu, sebaiknya perbaiki rumah tangga ini saja. Mumpung ada Mama, kita bisa pergi mencari anak adopsi sekarang."


Deg!


Semua ini sungguh bukan rencana Callie. Dia ingin pergi meninggalkan Darrell demi cita-cita dan ambisinya untuk hidup bersama dengan Marcello.


...***...


"Kau membeli pengaman sebanyak ini untuk apa?" tanya Noelle dengan senyuman sedikit mengejek.


"Persediaan saja, Noelle. Daddy tidak pernah membawanya dengan alasan takut ketahuan oleh istrinya. Makanya dari itu, aku yang menyiapkannya. Katamu tidak mau hamil," ucap Sharron.


Noelle tersenyum puas. "Kurasa kamu sudah sangat menurut dengan daddymu itu, yah? Bagaimana kalau dia meninggalkanmu? Apa kamu rela?"


Ya, kenyataannya yang mengambil keperawanan Sharron hanyalah dia. Pria yang selama ini dikenal dengan sebutan Daddy Alan. Padahal banyak rahasia yang Noelle tidak tahu.


Tiba-tiba Sharron tersenyum saat melihat pesan masuk di ponselnya. Sebuah permintaan untuk datang ke apartemen seperti biasanya. Ada sesuatu yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Intinya, Sharron sangat bahagia.


Apakah aku sudah jatuh cinta padanya? Mendapatkan pesannya saja sudah sebahagia ini. Bagaimana kalau bertemu langsung dengan orangnya? Pasti lebih bahagia lagi.

__ADS_1


Ya, Sharron sudah mulai memiliki ketertarikan khusus pada Darrell. Perlakuan lembut pria itu padanya yang membuat Sharron berubah pikiran. Dia lebih mencintai pekerjaannya yang sekarang daripada harus memaksakan bekerja sebagai model karena Darrell tidak pernah setuju.


"Noelle, aku pergi dulu," pamitnya. Tak lupa dia memasukkan seluruh pengaman yang sudah dibelinya ke dalam sebuah paper bag-nya. Setelah itu dia pergi menggunakan taksi untuk sampai di apartemen.


Perasaannya campur aduk ketika sampai di unitnya. Dia masuk lebih dulu karena Darrell belum terlihat datang. Sekitar 10 menit kemudian, pintu apartemen dibuka oleh seseorang yang sedang ditunggunya yaitu Darrell.


"Dad, kau sudah datang?" Sharron bertanya kemudian mendekati pria itu dan memberikan kecupan bibir sejenak.


Darrell terdiam. Dia lebih memilih duduk di sofa setelah mendapatkan apa yang diinginkan selama ini.


"Sharron, duduklah!" perintah Darrell.


Sharron menurut.


"Untuk sementara waktu, kamu bebas. Istriku sudah tahu hubungan kita. Sebaiknya kita break dulu. Kami sedang memperbaiki hubungan rumah tangga yang sedang renggang. Orang tuaku juga sedang berada di sini. Aku tidak ingin kamu kesusahan."


Deg!


Rasanya sangat aneh memang. Sudah terbiasa dengan Darrell, tiba-tiba pria itu memutuskan hubungan sepihak. Sharron bisa apa, selain setuju atas keputusan pria itu.


"Baiklah. Aku akan berada di apartemen Noelle. Kalau Daddy membutuhkan, kabari saja. Tapi, dua minggu lagi aku akan meminta Noelle untuk mencarikan Daddy baru untukku," ucap Sharron.


Ada perasaan berbeda yang dimiliki Darrell padanya. Namun, sebisa mungkin Darrell menahannya. Rumah tangganya jauh lebih penting sekarang. Orang tuanya sudah setuju untuk mengadopsi anak, jadi apa salahnya Darrell mencoba menjalani kehidupannya saat ini.


"Ya, pergilah! Carilah daddy yang kau suka. Kalau kau bosan, kembalilah padaku!" ucap Darrell dengan nada sedikit tinggi. Pasalnya, dia sudah terlanjur cemburu pada ucapan Sharron barusan. Sementara Sharron, dia memang sengaja membuat Darrell supaya memikirkan ulang keputusannya.


"Tentu, Dad! Seperti apa yang kamu bilang. Kita akan berhenti berhubungan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kalau aku butuh uang, sah-sah saja kan kalau aku mencari pria lain. Ya, setidaknya aku akan mencari jodoh untuk diriku sendiri supaya kehidupanku jelas," tegas Sharron.


Darrell merengkuh Sharron ke dalam pelukannya. Sebenarnya dia tidak rela kehilangan gadisnya itu, tetapi bagaimana lagi?


"Kita hanya break sejenak, Sharron. Jangan buat aku merasa bersalah seperti ini. Aku akan mencari solusi untuk semua masalahku. Kau percaya padaku, kan?"


Naluri hati seorang Darrell yang sudah terpikat terlalu jauh membuatnya bersikap egois sama seperti Callie. Dia tidak bisa berpisah terlalu lama dari Sharron. Jika cinta yang sudah berbicara, apapun akan mereka lakukan.


...🪴🪴🪴...

__ADS_1


Sambil menunggu update, Emak rekomendasikan karya keren Author hebat yang sudah menjadi semangat Emak untuk tetap menulis. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️



__ADS_2