Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 116. Demi Kebebasan


__ADS_3

Setelah mendapatkan bukti lengkap, pihak pengacara yang menjadi orang kepercayaan Darrell mencoba mengambil alih AX Corporation. Sementara Bellatrix, dia sudah dilepaskan oleh orang tua Darrell. Wanita itu sudah mendapatkan hal lain yang diberikan oleh pihak Javer.


"Kapan Mama akan kembali?" tanya Darrell yang saat ini berada di mansion. Selama beberapa bulan terakhir ini, orang tuanya belum mau kembali.


"Kami akan kembali setelah urusan Sharron selesai. Jika tidak, kamu pasti akan teledor," sahut Javer.


"Papa! Aku sedang bertanya pada Mama. Mengapa Papa seolah nyaman sekali berada di sini?" tuding Darrell.


"Jadi, kamu tidak suka kalau Papamu berada di sini?"


"Bukan begitu, Pa. Aku bertanya pada Mama."


"Kurasa kamu terganggu dengan keberadaan kita, ya?" tanya Allegra.


Kalau sudah melawan dua orang yang berada di kubu yang sama membuat Darrell memilih mundur. Jelas dia yang akan kalah.


Darrell kembali bersiap. Kali ini dia dan Alan akan datang ke penjara menemui Blair. Sidang pria itu memang belum berlangsung. Sehingga masih ada kesempatan untuk bernegosiasi dengannya. Bukannya Darrell ingin merebut segalanya, tetapi dia ingin tahu apa motif di balik semua yang Blair lakukan. Hal itu belum mereka dapatkan dari Bellatrix. Selain itu, Darrell menawarkan kehidupan yang layak pasca Blair keluar dari penjara nantinya. Mereka melakukannya untuk meminimalisir Blair supaya tidak mengganggu AX Corporation di masa mendatang.


"Sayang, kalau kamu mau pergi dengan Noelle atau mama, silakan. Aku ada kepentingan dengan Alan. Kemungkinan baru kembali menjelang malam. Bagaimana?" tanya Darrell.


"Tidak masalah. Kalian ada pekerjaan penting, bukan?" tanya Sharron.


"Hemmm." Darrell mengecup kening istrinya kemudian pergi bersama Alan. Asistennya sudah menunggu di halaman mansion.


Darrell tidak lagi berpamitan pada orang karena buru-buru sekali.


"Alan, semuanya sudah siap?" tanya Darrell.


"Sudah, Tuan. Aku juga sudah meminta Blair memberitahukan pada anak buahnya untuk mencabut laporan perampokan di gedung AX Corporation. Dia sudah setuju, tetapi dengan syarat. Seperti biasa, dia selalu meminta sejumlah uang."


Darrell sudah menduga bahwa pria itu akan bertekuk lutut dengan uang, uang, dan uang. Rasanya kehidupannya tak bisa jauh-jauh dari lembaran bernilai itu.


"Berikan saja, tetapi tidak sekarang. Berikan secara bertahap!" tegas Darrell.


Hari ini dia perlu mengurus beberapa proyek, rapat dengan investor, dan menyusun gagasan baru untuk memajukan perusahaannya. Selain itu, dia juga harus mempersiapkan semua pertanyaan yang akan diajukan pada Blair.


"Kopi, Tuan?" Alan menawarkan kopi di ruangan tuannya.


"Tidak, Alan. Terima kasih."

__ADS_1


Darrell memutar bolpoin yang dipegangnya saat ini. Apakah seharusnya dia menemui Blair di penjara? Kalau tidak, dia tidak akan menemukan jawabannya. Bellatrix sudah tidak bisa diharapkan lagi karena waktu itu sudah selesai urusannya. Lagi pula wanita itu sudah pergi ke luar negeri atas permintaan Javer. Jika tidak, Sharron akan mengalami kesulitan untuk pemindahan kekuasaan yang seharusnya menjadi miliknya.


"Alan, setelah makan siang kita pergi ke rumah tahanan. Tidak perlu membawa makanan. Cukup siapkan beberapa pertanyaan penting. Kalau Blair tidak mau menjawab, kita paksa dia sampai mah menjawabnya."


Darrell benar. Usahanya sudah sejauh ini untuk mendapatkan informasi mengenai Samuel Alexander beserta keluarganya. Saatnya mengembalikan apa yang seharusnya menjadi hak Sharron selama ini.


...🌺🌺🌺...


Siang hari di rumah tahanan, Blair sedang merasakan resah yang luar biasa. Orang suruhannya yang diminta untuk mengamankan beberapa barang yang berharga tak pernah datang sama sekali. Mungkin saja mereka kabur membawa lari sesuatu yang penting itu. Kalau sampai itu benar terjadi, dia tidak akan segan memburu mereka.


"Sial! Awas kalau sampai kalian berkhianat padaku!" makinya. Beruntung dia hanya seorang diri berada di sana. Jadi, tidak ada yang merasa terganggu atas bualannya.


Saat sedang memikirkan beberapa hal penting, nyatanya sipir penjara malah memanggilnya. Katanya ada tamu yang ingin bertemu.


Siapa yang ingin menemuiku? Mungkinkah anak buahku atau orang suruhanku kembali?


Terlihat bahagia sekali bahwa akan ada masa depan yang cerah walaupun nantinya dia kehilangan segalanya. Itu bukan masalah. Bellatrix pasti sudah meninggalkannya.


Betapa terkejutnya saat melihat Darrell dan Alan yang datang.


"Kalian?" ucap Blair agak terkejut. "Ada apa?"


"Kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kerjasama kita sudah berakhir karena aku tidak lagi memiliki aset dari AX Corporation. Lanjutkan saja dengan pemilik barunya!" ucap Blair agak tidak nyaman.


Selama ini di bawah kendali Blair, banyak kerjasama yang dibangun. Termasuk dengan perusahaan sebesar milik Darrell.


"Maaf, Tuan. Kalau boleh tahu, siapa pemilik barunya?" Darrell penasaran. Ini sangat mengejutkan sekali untuknya.


"Istriku!"


Deg!


Itu tidak mungkin. Itu artinya Blair tidak tahu sama sekali perihal istrinya.


"Jadi, kedatangan kami ke sini untuk menjengukmu, Tuan. Selain itu, ada beberapa hal penting yang ingin kami bicarakan. Anggap saja ini semacam kerjasama yang saling menguntungkan." Darrell mencoba menelisik respon yang akan diberikan oleh Blair.


Blair menaikkan kedua alisnya. Kerjasama apa yang dimaksud Darrell? Apalagi posisinya berada di dalam penjara. Tidak mungkin kan menyangkut masalah kerjasama perusahaan..


"Apa penawaranmu?" tanya Blair. Tidak ada salahnya menerima sesuatu yang mungkin akan menguntungkan dirinya.

__ADS_1


"Alan, jelaskan!"


"Begini, Tuan. Kami sudah mendengar bahwa Anda ditangkap pihak kepolisian. Kedua, perusahaan Anda sudah disatroni oleh kawanan perampok. Yang ketiga, kami datang untuk menawarkan sesuatu yang mungkin akan sangat menarik buat Anda. Mengenai AX Corporation, semua orang juga tahu bahwa Anda adalah CEO-nya. Namun, setelah kabar itu tersiar, terdengar kabar bahwa Anda bukan pewaris yang sebenarnya. Benar begitu?" jelas Alan.


"Tunggu! Keuntungan apa yang akan kalian dapatkan? Dan, untungnya buatku apa dengan membuka tabir rahasia ini? Informasi itu harganya sangat mahal sekali. Kalau kalian mau membayar mahal, aku akan membukanya. Jika tidak, sebaiknya kalian pergi saja."


Glek!


Gila ini orang. Sudah jatuh masih saja belagu. Entah, Tuan Darrell akan memberikan penawaran apa?


"Apa yang Anda inginkan?" tanya Darrell.


Blair sedang berpikir keras. Dia sepertinya terlihat sedang menyusun sesuatu. Mungkin saja siasatnya.


"Kebebasan," jawabnya singkat.


Darrell tersenyum. "Hanya itu? Untuk informasi sebesar ini, Anda hanya menginginkan kebebasan? Coba Anda pikirkan lagi saat kebebasan di depan mata, tetapi Anda tidak memiliki apa pun."


Glek!


Alan tidak tahu apa yang ada di dalam otak tuannya itu. Saat Blair hanya meminta kebebasan, dia malah menawarkan hal lain. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan olehnya?


"Baiklah. Aku minta kebebasan dan jaminan hidup layak. Bagaimana? Sederhana, bukan?" tanya Blair.


"Aku akan menyetujuinya jika Anda mau memenuhi seluruh syarat yang akan kuajukan. Bagaimana?" tanya Darrell.


Blair merasa kalau Darrell menginginkan lebih dari itu. Namun, tidak masalah baginya kalau dirinya bebas dengan cara seperti ini. Setelah itu, dia akan menyusun misi balas dendam pada orang-orang yang telah membuatnya menjadi seperti ini.


"Katakan syaratnya! Aku tidak akan berbelit-belit dalam hal ini," ucap Blair.


"Jawab semua pertanyaan yang kami ajukan tanpa ada yang Anda sembunyikan. Jika sedikit saja Anda bermain-main denganku, maka jeruji besi ini akan menjadi tempat terakhir kehidupan Anda untuk selamanya."


Alan tertegun mendengar keberanian tuannya menantang Blair demi mendapatkan informasi mengenai masa lalu istrinya. Dia pria yang sangat luar biasa.


"Sepakat!" Blair mengulurkan tangannya berniat untuk menjabat tangan Darrell.


Darrell pun membalas jabatan tangannya. "Ya, sepakat!"


Alan sedang menyiapkan semua perlengkapan yang akan digunakan untuk menginterogasinya, tetapi waktu kunjungan keburu habis sehingga mereka harus menahan diri untuk mendapatkan informasi penting itu.

__ADS_1


__ADS_2