
Sharron memang pergi bersama Alan menuju ke apartemen Noelle. Pria itu tidak menunjukkan rasa curiga karena Sharron tidak menampilkan wajah yang bisa melakukan hal sebesar itu.
"Alan, terima kasih sudah mengantarku. Sebenarnya ini terlalu berlebihan," ucap Sharron.
"Tidak masalah, Nyonya. Aku hanya melakukan tugas dari tuanku."
Sharron turun. Dia berniat masuk ke unit apartemen Noelle terlebih dahulu supaya Alan tidak curiga. Sampai di sana, Sharron memencet bel apartemen. Tak lama, Allegra yang membuka pintunya.
"Pagi, Ma." sapa Sharron.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Allegra. Setelah kejadian pagi ini, kekhawatiran Allegra terhadap menantunya itu sangat tinggi.
"Mama jangan khawatir. Aku ke sini diantarkan oleh Alan."
"Kenapa Darrell tidak mengantarmu?"
"Dia khawatir kalau bodyguard Blair menyakitiku. Darrell percaya penuh pada Alan untuk bisa menjagaku." Sharron duduk di sofa ruang tamu. "Ke mana Noelle dan Papa?"
"Mengirimkan makanan untuk Bellatrix, Sayang. Jangan khawatir. Dia malah bersyukur sekali bisa lepas dari jeratan suaminya."
"Mengapa Mama mau melakukan ini? Blair pasti memiliki dendam pada Mama." Kekhawatiran Sharron jelas beralasan.
Mama mertuanya ikut andil di dalam penangkapan Blair. Wanita itu yang meminta Bellatrix untuk memberikan seluruh pengakuan yang terjadi selama ini. Termasuk pembunuhan yang dilakukan Blair pada orang tuanya. Bellatrix tidak memiliki daya karena dia merupakan anak tunggal.
Mengenai kematian Samuel Alexander pun masih ada hubungannya dengan Blair. Walaupun bukan dia yang melakukan, tetapi orang tua Bellatrix lah yang merencanakan semua ini. Bellatrix sudah mengakui semuanya. Selain itu, alasan Blair menghabisi kedua mertuanya adalah untuk menghilangkan jejak. Sebenarnya pewaris AX Corporation masih belum ditemukan sampai hari ini. Tinggal tugas berat selanjutnya yang akan diemban oleh Alan.
"Sudah seharusnya Mama melakukan itu. Kecelakaan yang dialami Noelle tempo hari juga karena ulahnya. Mama rasa itu cukup adil untuk Bellatrix juga."
Kisah Bellatrix diketahui dari Noelle. Diam-diam gadis itu mencari informasi sendirian. Tujuan gadis itu hanya untuk membuka tabir masa lalu sahabatnya. Jika mendapatkan informasi dari Blair membuatnya kalah, maka itu tidak akan dilakukan.
"Apakah kita akan ke sana?" tanya Sharron.
"Kita tidak akan ke sana, Sayang. Kita harus meminimalisir kecurigaan anak buah Blair. Selain itu, untuk melemahkan Blair, kita harus memiskinkan pria itu. Tunggu sampai pihak kepolisian membuat Blair melepaskan perusahaan. Itu nanti akan diurus oleh Papa."
__ADS_1
Masih banyak misteri yang harus diungkap. Kali ini Allegra tidak hanya mengandalkan beberapa orang saja, tetapi juga Darrell dan Alan akan ikut dilibatkan.
"Kapan kita akan memberitahu Darrell?" tanya Sharron.
"Segera setelah Mama berbicara dengan Papa. Pokoknya kita anggap kalau kamu tidak mengetahui apa pun sampai mereka bisa masuk ke AX Corporation. Noelle mengatakan kalau semua rahasia ada di dalam perpustakaan ruangan pria itu. Dia juga sempat melihat foto Samuel Alexander beserta istri dan anaknya. Sebenarnya Noelle ingin tahu lebih jauh, keburu takut kalau Blair menyadarinya."
Setelah penangkapan Blair, dia tidak lagi berharap bertemu orang tuanya lagi. Kalau memang benar Samuel itu orang tuanya, kemungkinan untuk bertemu sudah tidak ada sama sekali. Kecuali dia akan datang mengunjungi pemakaman.
Tak lama, bel apartemen berbunyi. Allegra dan Sharron saling pandang. Seharusnya Javer dan Noelle datang siang hari, tetapi tiba-tiba ada yang datang.
"Ma, siapa?" Sharron khawatir kalau itu adalah orang suruhan Blair.
"Mama akan melihatnya."
Allegra melihat dari lobang yang ada di pintu. Terlihat Alan sedang berdiri di depan pintu kemudian menekan belnya kembali.
"Alan," jawabnya.
"Kenapa dia ke sini?" tanya Sharron penasaran.
Allegra membuka pintu. Alan tersenyum memandang Allegra.
"Nyonya, aku minta maaf. Ponsel Nyonya Sharron ketinggalan di mobil. Aku tahunya ketika nona Noelle menelepon. Aku minta maaf," ucap Alan kemudian menyerahkan ponsel itu.
"Ah, iya. Ponselku! Aku minta maaf, Alan." Sharron lekas maju. Sebentar lagi Alan pasti curiga kalau Noelle tidak sedang di apartemen.
"Sama-sama, Nyonya. Nona Noelle menelepon berulang kali," ucapnya.
"Ah, iya. Aku minta maaf. Aku tadi yang memintanya untuk mencarikan keberadaan ponselku," ucap Sharron berbohong.
Sharron sendiri tidak menyadari jika ponselnya ketinggalan. Sebelum meletakkan di atas dasboard, dia memang sempat mengirim pesan pada suaminya. Kalaupun Alan membukanya, tidak ada hal yang mencurigakan.
Alan pamit. Dia sudah terlambat menuju ke kantor karena memutar arah kembali ke apartemen Noelle hanya untuk mengantarkan ponsel Sharron. Sebenarnya Alan tidak mencurigai apa pun. Namun, pandangannya terhenti ketika melihat Noelle dan Javer baru saja keluar dari lift.
__ADS_1
Aku merasa kalau ada yang mereka sembunyikan. Tuan Javer dan Noelle sepertinya baru saja keluar. Tapi, dari mana?
Tidak mau larut memikirkan masalah orang lain, Alan lekas berangkat ke kantor. Sebentar lagi Darrell pasti marah karena Alan melewatkan satu jadwal meeting intern perusahaan.
Javer dan Noelle memang terburu-buru sekali. Mereka baru saja pulang dari mansion putranya. Di sana adalah tempat yang aman untuk menyembunyikan Bellatrix dari semua orang. Ada ruang bawah tanah yang aman.
Sesampainya di depan unit apartemen, Noelle menekan belnya. Dia tidak mau masuk begitu saja kemudian mengejutkan penghuninya. Apalagi di dalam sana ada mamanya sendiri. Jelas wanita itu pasti harus siaga.
"Kamu sudah di sini?" tanya Noelle setelah duduk di sofa ruang tamu. Sharron lah yang membukakan pintunya.
"Iya, aku diantar oleh Alan. Darrell takut kalau bodyguard Blair mencariku," balas Sharron.
"Itu tidak akan terjadi, Sharron. Nyonya Bellatrix memberikan tugas yang ribet sekali. Walaupun aku agak ragu, tetapi kurasa ini pekerjaanmu dengan Darrell," jelas Noelle.
"Aku dan Darrell?" Sharron menunjuk dirinya sendiri.
"Iyah. Kalian berdua harus masuk ke perusahaan Blair untuk mencari jejaknya di sana. Ini memang sulit, tetapi aku yakin kalau kalian mampu."
Kisah cinta Sharron harus ditahan sebelum kejelasan mengenai orang tuanya terbongkar. Agak susah memang, tetapi selama Blair berada di tahanan, perusahaan tetap berjalan seperti biasa. Blair seolah bekerja seperti robot. Dia hanya menempatkan orang-orang penting di dalamnya.
"Kenapa bukan kamu dan Alan saja, Noelle?" tanya Sharron.
"Ck, Sharron! Kalau aku yang pergi dengannya--"
"Kalian bisa ribut di jalan," sahut Allegra menertawakan putrinya.
"Mama!" balas Noelle dengan tawanya yang tak tertahankan.
Allegra sudah bisa menerima Noelle dengan baik. Dia memang tidak berhak menghakimi kisah kelam putrinya itu. Namun, saat ini bagaimana caranya untuk mengembalikan kebahagiaan yang pernah hilang.
"Noelle benar, Sharron. Hanya kalian berdua yang bisa masuk ke perusahaan itu dengan mudah. Bellatrix sudah menitipkan sebuah kunci supaya kalian bisa mencapainya," terang Javer.
"Kunci apa, Pa?"
__ADS_1
Javer memberikan satu set kunci untuk mencapai perpustakaan itu. Tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Mereka harus menggunakan berbagai macam cara untuk bisa sampai ke sana. Sebentar lagi Sharron harus menghubungi suaminya untuk melanjutkan misinya.