
Terkadang melihat wajah seseorang yang terlihat tampan, tak selamanya itu akan menjamin sikapnya yang baik. Seperti halnya kali ini, Noelle mengikuti undangan makan malam Blair yang diadakan di sebuah restoran. Noelle mengira undangan ini adalah makan malam biasa. Noelle tidak mencurigai apapun.
Blair pun bersikap biasa saja. Makanan yang tersedia di meja makan sudah direservasi atas namanya. Semua makanan enak terhidang di sana.
"Kau menyukainya?" tanya Blair.
"Iya, Tuan. Aku sangat menyukainya. Bagaimana kau tahu bahwa ini makanan kesukaanku?" tanya Noelle. Dia sangat terkejut bahwa semua makanan ini terhidang seperti favoritnya selama ini.
"Hemm, jangan kira aku tidak tahu apapun, Noelle!"
Deg!
Rasanya jantung Noelle berhenti berdetak. Mungkinkah selama ini rencananya sudah diketahui oleh Blair?
"Apa maksudmu, Tuan?"
"Aku tahu kalau kamu adalah primadona bagi para pria pengusaha. Kau bebas meminta apapun dari mereka. Sementara kau memuaskan mereka setelahnya. Lalu, sekali waktu kau membuat perjanjian pekerjaan dengan orang lain. Ya, semacam menjadi mata-mata."
Glek!
"Ti-tidak seperti itu, Tuan! Aku hanya menjalani hubungan dengan orang-orang yang berani membayar mahal diriku."
"Sama sepertiku, Noelle! Aku pun akan membayar mahal apapun yang kau inginkan. Asalkan kau mau mengikuti keinginanku."
Noelle tidak biasanya seperti ini. Dia merasa kalau hidupnya akan berakhir hari ini. Rasanya makanan yang ada dihadapannya itu adalah racun yang akan membunuhnya.
Demi mengurangi rasa gugupnya, Noelle mencoba menenangkan pikirannya. Dia tidak akan tahu apa yang akan dilakukan Blair padanya.
"Ayo ikuti aku!" Blair menarik tangan wanita itu. Menariknya dengan cukup kuat, tetapi seolah tidak terjadi apapun.
Ternyata Blair membawanya masuk ke kamar hotel yang sudah dipesan atas namanya juga. Di dalam kamar rupanya Blair sudah menyiapkan beberapa macam pertunjukan untuk dirinya. Sangat mengerikan sekali wajah Blair saat ini.
__ADS_1
"Siapa yang memintamu untuk menyelidiki aku?" tanya Blair. Dia bukan pria bodoh yang tidak tahu apapun mengenai hal ini. Beberapa kali orang suruhannya mengikuti gerakan Noelle yang sering bertemu dengan Alan, asisten Darrell.
"Ada hubungan apa antara kau dan asisten Darrell?" tanyanya sekali lagi.
Blair memegang kuat rahang wanita muda itu. Dia tidak akan melepaskannya barang sedikitpun. Wanita ini telah mengusik ketenangan hidupnya selama ini. Rahasia AX Corporation akan aman bersamanya. Namun, kelancangan Noelle yang seolah ingin tahu masa lalu perusahaannya membuat Blair murka. Cukup dia dan sang istri yang akan menyimpan rahasia besar dibalik suksesnya AX Corporation.
"A-aku hanya teman, Tuan. Mengapa kau lakukan itu padaku?" protes Noelle.
"Aku tidak percaya, Noelle. Ruangan perpustakaan itu menyimpan rahasia besar. Aku membiarkanmu masuk ke sana karena ingin tahu ketertarikanmu pada ruangan itu. Nyatanya aku benar. Kamu terlalu asyik sehingga melupakan aku yang selalu mengawasimu. Hari pertama bekerja bukannya membantu menyelesaikan masalahku, malah menambah masalah. Adakah yang kamu sembunyikan dariku?"
Noelle tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Dia melihat semua barang yang ada di kamarnya membuat Noelle ngeri. Botol minuman yang masih penuh. Ikat pinggang yang sudah diletakkan sembarangan seperti kamar yang baru saja dimasuki pria kejam. Selain itu, ada penutup mata yang entah akan digunakan untuk apa.
"Kau takut?" tanya Blair. "Ck, ini hanya pesta biasa, Noelle. Kau bisa memuaskan aku dengan caraku sendiri."
Deg!
Noelle tidak tahu harus berbuat apa. Blair melarangnya membawa ponsel. Sayang, Noelle tidak curiga sedikitpun jika pria di hadapannya kali ini adalah seorang psikopat. Tanpa banyak bicara, Blair langsung menghempaskan tubuh mungilnya itu ke ranjang. Sayang sekali, benturan antara kepala dan ranjang yang kebetulan terbuat dari kayu itu. Nyeri dan pening mulai dirasakan oleh Noelle.
Noelle hendak beranjak dari ranjang kemudian mencoba untuk kabur dari Blair. Nyatanya pria itu cukup sigap untuk naik ke ranjang kemudian menempatkan dirinya di atas tubuh Noelle.
"Lepaskan, Tuan!" pinta Noelle.
Semakin Noelle memberontak, Blair malah mengeratkan pegangannya. Dia tidak akan melepaskan wanita itu dengan mudah sebelum dia mengakui semuanya.
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mengatakan yang sejujurnya!" ancam Blair.
Noella sudah pasrah. Kalaupun kali ini yang terakhir untuk hidupnya, setidaknya sudah bermanfaat untuk orang lain. Terlebih sahabatnya. Noelle menunggu kesempatan Blair lengah. Dia memang tidak pandai membela diri, tetapi dia meyakini kalau kekuatan wanita bisa muncul kapan pun. Apalagi disaat kepepet seperti ini.
Blair lengah. Noelle mendorong tubuh pria itu hingga tersungkur ke lantai. Bergegas Noelle lari menuju ke pintu. Itu tidak mudah. Blair menarik kakinya hingga gadis itu kesulitan untuk kabur. Susah payah Noelle melepaskan diri hingga dia memutuskan untuk memegang botol Wine untuk membela diri.
"Jangan mendekat!" ancam Noelle menggunakan botol yang dipegangnya.
__ADS_1
"Ck, kau wanita payah! Berani kabur, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja." Blair mengintari meja untuk menangkap Noelle.
Noelle lari menuju pintu. Sangat sulit membukanya karena panik. Hingga suara Blair membuat Noelle semakin panik.
"Jangan mendekat!" teriak Noelle.
Blair semakin maju. Lantas, tanpa pikir panjang, Noelle melempar botol Wine itu hingga pecah tepat mengenai lantai. Pecahannya menghambur mengenai kaki Blair. Bersamaan dengan itu, pintu berhasil dibuka. Noelle lari ketakutan. Dia tidak ingin ditangkap oleh Blair lagi. Pria itu sangat mengerikan.
Blair tidak menyerah. Luka yang diterimanya bukan masalah baginya. Noelle terus berlari menuju lift. Itu akan memperlambat lajunya, hingga dia memutuskan untuk melewati tangga. Tapi, dia tidak menemukan tangga. Harus memutar jauh. Terpaksa dia harus menunggu sampai lift itu siap.
Luka yang diterima Blair sebenarnya sudah menghambat langkahnya, tetapi pria itu terlihat sangat kuat sekali.
Ting!
Lift terbuka. Buru-buru Noelle masuk. Hingga mendekati tertutupnya pintu, Blair menghalangi pintu lift dengan sepatunya. Susah payah Noelle mendorong sepatu itu supaya tidak menghalangi tertutupnya pintu lift.
Ting!
Noelle bisa lolos. Tapi, dia tidak tahu kalau Blair menyiapkan orang-orangnya di pintu keluar lift. Sepertinya ini memang sudah disusun dengan rapi dan sudah bisa diprediksi.
Noelle semakin ketakutan. Bersamaan dengan bodyguard Blair menangkapnya, Javer dan Allegra baru saja lewat. Mereka berencana untuk masuk ke kamar penginapannya. Melihat Noelle yang berantakan dipaksa oleh beberapa orang berbadan tegap itu membuat Javer tidak tega.
"Lepaskan!" bentak Javer.
Bodyguard Blair lantas menoleh ke sumber suara sehingga membuat Noelle bisa melepaskan diri. Dia berlari tanpa tujuan supaya bisa keluar dari hotel tersebut. Dia gegas mencari taksi untuk mengamankan dirinya.
Bodyguard Blair merasa tak ada urusan dengan pria di hadapannya itu, mereka lantas meninggalkannya kemudian mengejar Noelle yang terus berlari.
"Papa, kita kejar Noelle. Kenapa gadis itu dikejar oleh orang-orang ini? Apa sebenarnya yang terjadi?" Allegra pun ikut panik.
Javer dan Allegra memutuskan untuk mengikuti Noelle. Hingga kedua pasang mata itu menangkap kejadian yang tak pernah terpikirkan sama sekali.
__ADS_1
Brak!
Sebuah mobil menghantam tubuh Noelle hingga terpental jauh. Terlihat sekali kalau gadis itu sengaja lari ke jalanan untuk menghindari kejaran para pria berotot dan mengerikan itu. Noelle kecelakaan.