
Hari yang sudah ditentukan, Javer dan Darrell pergi ke rumah tahanan bersama-sama. Sebelum itu, Darrell sengaja mengirimkan pesan pada Alan supaya asistennya itu langsung pergi ke kantor.
"Sayang, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Darrell sebelum mereka memutuskan untuk pergi.
Saat ini mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama.
"Hemm, apakah kalian bertengkar?" tanya Allegra.
"Ini pasti ulah Mama, kan? Mengapa kalian semua tega menyembunyikan hal sebesar ini?" tuding Darrell.
"Bukan, Darrell. Kami semua hanya ingin agar kamu tetap fokus mengurus tuan Blair sampai tuntas. Kami juga berharap agar kamu bisa mengembalikan hak AX Corporation pada pemilik yang sebenarnya," jelas Javer. "Jadi, apa pun yang kami sembunyikan darimu, aku harap kamu tidak marah saat mengetahuinya. Ingat, dia cucu pertama di keluarga Wesley. Kalau kamu sekali saja mencoba untuk menyakiti istrimu, Papa dan Mama tidak akan mengizinkannya."
Glek!
Terlihat jelas sekali mana anak kandung dan tiri. Kenyataannya kehamilan Sharron kali ini membuat pihak keluarganya sangat menyayangi istrinya itu lebih dari apa pun.
Selesai sarapan pagi, Javer yang mengemudikan kendaraannya. Dia tidak ingin kecemasan pada Darrell itu terbawa sampai bertemu dengan Blair. Dia tidak boleh lemah.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Javer.
"Sharron, Pa. Sebentar lagi kalau terbukti bahwa dia memang penerus AX Corporation, maka istriku itu akan semakin lelah, Pa. Akan banyak media yang menggali informasi tentangnya. Belum lagi penyerahan kedudukan CEO yang akan menjadi tanggung jawabnya."
Javer tahu itu, tetapi ada cara lain agar Sharron tidak terjun langsung ke perusahaan yaitu melakukan merger perusahaan setelah semuanya jelas.
"Nanti akan kita pikirkan lagi, Darrell. Yang paling penting, sebaiknya kita gali informasi sebanyak mungkin. Oh ya, apakah kamu sudah memberikan syarat padanya? Blair itu pria licik. Dia tidak akan mau memberikan informasi tanpa mendapatkan apa pun darimu."
"Papa tenang saja. Kurasa orang-orang kepercayaannya sudah mulai berkhianat. Dia sepertinya tidak akan memiliki apa pun saat ini. Jadi, tidak akan mungkin dia menolak penawaranku."
Keputusan yang diambil Darrell untuk Blair bukan tanpa alasan. Dia sudah membicarakan hal sepenting itu sebelumnya. Walaupun Blair meminta kebebasan yang ditukar dengan informasi, itu tidak akan menjadi masalah untuk Darrell dan pihak keluarganya.
Beruntung karena hari ini Darrell mendapatkan kunjungan lebih lama karena datang lebih awal. Walaupun waktunya tetap dan tidak berubah, setidaknya kesempatan untuk menggali informasi semakin besar.
__ADS_1
Sipir penjara sudah menginformasikan pada Blair bahwa ada tamu yang menemuinya. Pria itu sudah tahu perihal kedatangan Darrell dan asistennya. Namun, saat bertatapan langsung rupanya tidak bersama dengan Alan, melainkan orang tua Darrell.
"Selamat datang kembali, Darrell," sapa Blair.
"Bagaimana kabarmu hari ini, Tuan?" tanya Darrell.
"Seperti yang kamu lihat. Aku hanya ingin kebebasanku dan apa pun yang sudah kamu janjikan padaku."
"Itu tidak masalah, Tuan. Asalkan Anda mau menceritakan kronologis kejadian yang menimpa AX Corporation selama ini." Darrell tidak akan takut dibohongi. Justru malah Blair yang akan takut dibohongi lantaran dia akan mendekam di penjara seumur hidupnya.
"Itu tidak mudah, Darrell. Mana bukti otentik yang menyatakan aku akan mendapatkan kebebasan dan sejumlah harta yang kamu janjikan?"
Hal itulah yang membuat Javer geram sekali. Dalam kondisi terjepit pun dia masih memikirkan uang. Rasanya benar-benar ingin menghabisi pria di hadapannya saat ini juga.
"Baiklah. Apa yang Anda minta, Tuan?" tanya Javer akhirnya.
"Hitam di atas putih. Aku mau bukti tertulis karena aku tidak mau dibohongi lagi."
Pada dasarnya apa yang dialami Blair saat ini adalah kehancuran yang sangat luar biasa. Dia masuk ke penjara, kehilangan AX Corporation, beberapa orang kepercayaannya pun mengkhianati, istrinya pergi entah ke mana, dan saat menerima penawaran ini tentunya Blair akan lebih berhati-hati.
Terlihat sedang berpikir. Blair menatap tajam Darrell. Sepertinya pria itu ingin sekali mengetahui seluk beluk rahasia pemilik asli AX Corporation yang sudah tewas dalam kecelakaan.
"Sebenarnya apa yang sedang Anda rencanakan, Tuan Darrell? Apakah ini mengenai keluarga Samuel yang sudah ditemukan?"
Javer yang terus mengamati sikap Blair yang seperti itu sangatlah licik sekali.
"Maaf, Tuan Blair. Jika Anda berkenan menjawab, lebih baik jawablah sekarang. Jangan berbelit-belit seperti itu. Saya pastikan besok pagi Anda akan menerima bukti otentik yang Anda minta," sahut Javer.
"Baiklah," jawab Blair.
Dia menceritakan bahwa hubungan antara Bellatrix dan Samuel adalah saudara sepupu. Namun, usia Bellatrix yang masih sangat muda sehingga tidak sebanding dengan Samuel yang sudah sangat dewasa. Orang tua Bellatrix lah yang selama ini merawat Samuel lantaran kedua orang tuanya sudah tiada.
__ADS_1
Perlahan, orang tua Bellatrix kesal lantaran Samuel tidak mau membagi harta warisan yang ditinggalkan orang tuanya. Bukan karena Samuel pelit atau apa pun, yang pasti karena orang tua Bellatrix itu sangat serakah. Dia tidak hanya memperlakukan tidak baik orang tua Samuel, tetapi juga yang menyebabkan kedua orang tua Samuel, anak, dan menantunya meninggal di tangan orang yang sama.
"Tunggu! Bagaimana kamu tahu segalanya?" tanya Darrell. "Kamu tidak sedang mengarang naskah drama, kan? Lalu, kenapa kamu bisa menjadi CEO AX Corporation secara tunggal. Maksudku, tidak ada orang lain yang menggantikannya selain kamu. Atau, kamu memiliki niat jahat pada mertuamu."
Penyelidikan hari ini harus tuntas. Jika tidak, semuanya akan sia-sia saja.
"Itu tidak akan lanjut hari ini. Kalau kamu mau, esok hari datanglah dengan surat perjanjian itu. Setidaknya aku sudah mendapatkan setengah dari ceritaku hari ini," ucapnya tersenyum simpul.
Darrell rasanya kesal karena tidak mendapatkan cerita secara utuh. Namun, Javer lekas menguasai anaknya untuk tidak bertindak gegabah.
"Baiklah. Besok kami akan datang lagi."
"Pa, aku belum mendapatkan semuanya," bisik Darrell.
"Besok saja, Darrell. Bukankah Tuan Blair sudah berjanji untuk menyelesaikan ceritanya esok hari?" Javer mencoba bernegosiasi dengan putranya.
"Baiklah." Darrell pun akhirnya memilih mundur.
Tidak ada gunanya lagi harus memaksanya untuk bercerita. Lagi pula waktu kunjungan akan segera berakhir.
"Pa, apa menurutmu ceritanya benar?" tanya Darrell.
"Tidak!"
"Jadi, ada kemungkinan dia berbohong?" tanya Darrell saat mencapai tempat parkir. Dia lekas membuka pintu mobilnya dan duduk di kursi kemudi.
"Tidak juga. Papa rasa ceritanya itu setengahnya benar, dan setengahnya lagi rekaan. Alasannya simpel, dia terlalu percaya diri dengan ceritanya."
Javer semakin rumit mengartikannya. Maksudnya, ini hanya sisi cerita yang diketahui dari mertuanya. Tidak langsung dialami oleh Blair sendiri. Ada kemungkinan cerita itu bertambah dan berkurang. Hal yang benar adalah harus mencari bukti-bukti lain yang tertinggal di dalam perpustakaan tempat kerja Blair. Untuk mencapai sana tidaklah mudah. Banyak rintangan yang harus dihadapi.
...🍄🍄🍄...
__ADS_1
Yuk mampir karya keren Bestie Emak.