Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 89. Alan Pusing


__ADS_3

Noelle bersiap berangkat ke kantor AX Corporation. Dia bisa mengetahui alamatnya dari kartu nama Blair Wilmer. Sebelumnya, dia sempat mengecek ulang surat lamaran pekerjaannya.


"Semuanya sudah beres. Setelah dari sana, aku akan mampir ke tempat Darrell. Istrinya mencurigaiku gara-gara aku asal meletakkan pakaian kotor. Huft, aku biasanya tidak seceroboh ini. Maafkan aku, Sharron. Aku tidak bisa jujur sekarang. Mungkin, setelah aku bertemu dengan Alan atau Darrell, mereka akan mengatasinya."


Berbekal map di tangannya dan rasa percaya diri yang tinggi, Noelle bergegas pergi ke kantor AX Corporation untuk menagih janji Blair.


Jarak kantor yang lumayan sehingga untuk mencapainya Noelle naik taksi. Bukan masalah baginya untuk memuluskan rencananya.


Sesampainya di sana, kemegahan AX Corporation tak perlu diragukan lagi. Kemewahan peninggalan masa lalu terlihat jelas. Bukan perusahaan baru, tetapi perusahaan lama yang semakin berkembang.


Noelle menuju ke resepsionis untuk menyampaikan niatnya bertemu dengan Blair.


"Selamat pagi. Bisakah aku bertemu dengan tuan Blair?" tanya Noelle.


"Apakah Anda sudah membuat janji temu dengannya, Nona?"


Jelas saja resepsionis memanggilnya nona, Noelle memang terlihat sangat muda di usianya.


"Iya, katanya hari ini disuruh datang ke kantor menemuinya."


"Baiklah, Nona, tunggu sebentar! Ehm, atas nama siapa kalau boleh tahu?"


"Marylou."


"Baiklah, Nona Marylou. Harap tunggu sebentar!"


Resepsionis memberitahukan pada tuannya melalui telepon. Kemudian berbincang sebentar, barulah resepsionis itu meletakkan kembali gagang teleponnya.


"Mari kuantar, Nona," ajak resepsionis.


Melalui front office kemudian melewati beberapa lorong hingga masuk ke dalam lift. Resepsionis itu menekan lantai teratas gedung ini. Rupanya tak jauh beda seperti ruangan CEO pada umumnya. Rupanya Blair memang CEO perusahaan besar ini.


Resepsionis mempersilakan Noelle untuk mengetuk pintu. Melihat penampilan Noelle sudah seperti pekerja kantoran terlihat jelas bahwa dia wanita yang paham seluk beluk perkantoran.


"Silakan, Nona. Tuan sudah menunggu Anda di dalam."


Resepsionis itu lekas kembali sebelum Noelle mengetuk pintunya.


"Terima kasih," jawab Noelle walaupun wanita itu entah mendengarnya ataupun tidak.


Gegas Noelle menyelesaikan misinya dengan segera. Dia tidak boleh membuang-buang waktu hanya untuk pekerjaan seperti ini.


Tok tok tok.


Tak ada jawaban, tetapi pintu dibuka oleh seseorang. Ya, Blair langsung membukanya sendiri.

__ADS_1


"Selamat datang, Nona! Silakan masuk." Blair menutup kembali pintunya.


Noelle tak merasa canggung sedikitpun karena dia sudah terbiasa menghadapi berbagai karakter laki-laki di luaran sana. Berbeda dengan Sharron yang selalu jaga image dan ya, tahu sendirilah, kalau Sharron sebenarnya sangat polos. Dia bahkan takut untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Hanya Darrell yang sempat mematahkan hatinya.


"Kupikir kau tidak akan pernah datang. Tapi, jangan khawatir karena aku tak akan pernah ingkar. Kalaupun kau tidak datang, maka aku yang akan mencarinya. Oh ya, silakan duduk Nona Mary. Maaf, aku terlalu fokus padamu sehingga aku gugup harus berbuat apa."


"Terima kasih, Tuan. Aku ke sini pun hanya ingin melanjutkan pembicaraan seperti yang Tuan janjikan padaku." Noelle menyerahkan beberapa berkas yang sudah dibawanya.


Blair membacanya dengan seksama. Menelisik data diri yang diserahkan Noelle padanya lantas membuat wajah Blair terlihat sangat sedih.


"Kenapa, Tuan? Apa ada yang salah?" selidik Noelle.


"Kamu sebatang kara?"


Deg!


Rupanya Blair sangat detail mengenai hal ini. Selain menanyakan perihal data diri, pengalaman kerja pun ditanyakan.


"Aku tidak banyak memiliki pengalaman kerja, Tuan. Anda juga tahu kalau aku sebatang kara. Pekerjaan apapun pasti akan kujalani."


"Termasuk tidur dengan pria?" tanya Blair.


Nada bicara pria itu bukan bermaksud mengejek, melainkan sedikit bertanya. Tapi, apa pun itu, Noelle tidak peduli. Yang penting dia bisa berubah menjadi lebih baik dan mendapatkan uang dengan cara yang benar.


"Itu dulu, Tuan. Sekarang tidak lagi," jawabnya santai.


Tidak bisa hari ini. Aku harus menyelesaikan kesalahpahamanku dulu.


"Maaf, Tuan. Bisakah aku mulai bekerja besok? Hari ini aku ada janji untuk membeli baju kerja. Maklum, baru pertama kali masuk ke dunia perkantoran seperti ini," ucap Noelle merendah.


"Tentu saja. Itu tidak masalah untukku. Kamu bisa datang kembali esok hari. Tapi ingat, aku tidak suka orang yang datang terlambat di perusahaanku!"


"Baik, Tuan. Terima kasih. Apakah aku boleh pergi sekarang?"


"Silakan, Nona Marylou."


Selepas kepergian gadis yang sudah menjadi asistennya itu, Blair sedang memikirkan sesuatu. Ini masih berhubungan dengan keluarga mertuanya.


Aku tidak tahu mana yang salah dan yang benar. Mertuaku menyimpan sesuatu yang misterius sebelum aku mengetahui segalanya. Mengapa aku melihat gadis itu rasanya teringat sesuatu kisah yang tertinggal? Sepulang kerja aku akan menanyakan langsung pada Bellatrix. Kurasa dia mengetahui segalanya.


...🌱🌱🌱...


Noelle kini sudah berada di depan gedung W Corporation. Semoga hari ini dia tidak bertemu dengan Sharron. Mungkin saja sahabatnya itu mendadak datang ke kantor untuk menemui suaminya.


"Ehm, bisa bertemu dengan tuan Alan?" tanya Noelle pada resepsionis.

__ADS_1


"Sebentar, Nona! Apakah Anda sudah membuat janji?"


Walaupun sebagai asisten, Alan merupakan orang penting juga sehingga tidak semua orang bisa bertemu dengannya.


"Belum, tapi tolong katakan bahwa Noelle mencarinya."


Resepsionis segera mencari keberadaan Alan. Tak lama Noelle pun dipersilakan untuk masuk ke ruangan pria itu.


Tok tok tok.


Ceklek!


"Ada apa?"


"Ada kesalahpahaman besar. Kurasa kamu bisa membantuku."


"Duduklah! Memangnya kenapa? Apa tuan Blair curiga padamu?"


"Bukan tuan Blair, tetapi Sharron."


Semula Alan menanggapinya biasa saja, tetapi setelah mendengar nama istri tuannya, perhatiannya langsung terfokuskan.


"Kenapa nyonya Sharron bisa curiga? Apa dia mengatakan bahwa tuan Darrell yang memintaku untuk menyelidiki perihal keluarganya? Apa dia akan marah?"


Alan panik. Usahanya belum berhasil, tetapi sudah hampir ketahuan.


"Bukan karena itu, Alan. Tapi, Sharron mengetahui bekas bajuku dari bar semalam. Dia mengira aku berbohong padanya. Maksudku, kurasa dia mencurigai aku memiliki hubungan dengan tuanmu."


Glek!


"Kenapa bisa seperti itu?" Alan tidak habis pikir dengan kecurigaan istri tuannya itu.


"Aku pun tidak tahu, Alan. Kurasa kau harus menyampaikan ini pada tuanmu. Kalau aku yang menyampaikan, akan ada kesalahpahaman lagi, lagi, dan lagi. Oh ya, aku mulai bekerja pada tuan Blair esok hari. Segera kukabari kalau aku mendapatkan informasi penting itu."


"Kau tak perlu terburu-buru. Aku juga ada pekerjaan lain, Noelle. Rasanya aku pusing sekali."


"Kenapa lagi?" tanya Noelle. Walaupun dia terkesan tidak peduli, sebagai partner kerja yang baik, Noelle setidaknya memiliki sedikit simpati padanya.


"Aku harus mencari keberadaan Maggia, adik kandung tuan Darrell yang hilang dari bayi."


Glek!


Jangankan Alan, Noelle sendiri yang sejak kecil tidak tahu orang tuanya memiliki kesulitan yang sama untuk mencari keberadaan mereka. Maggia beruntung karena keluarganya sedang berusaha mencarinya. Walaupun mereka belum tahu hasil akhirnya. Sebentar lagi identitas Sharron juga akan terkuak. Mereka orang yang sangat beruntung dibandingkan Noelle.


...🌽🌽🌽...

__ADS_1


Sambil menunggu update, yuk kepoin karya keren Bestie nya Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️



__ADS_2