Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 7. Jawaban atas pertanyaan


__ADS_3

Sharron sudah bersiap-siap dengan gaun yang sangat indah untuk makan malam bersama Alan Clarence, bukan Darrell Wesley. Entah, mengapa ada sedikit rasa tidak nyaman bersama asisten sugar Daddynya itu?


Tepat jam tujuh malam, Alan baru sampai di apartemen Noelle. Sharron sudah paham betul kalau makan malam di mulai jam tujuh malam. Tak heran kalau Alan akan menjemputnya jam tujuh malam.


Kali ini Sharron menggunakan gaun berwarna hitam dengan bahu terbuka. Tak lupa dia mengikat rambutnya. Terlihat sekali leher jenjangnya.


"Sudah?" tanya Alan.


"Iya, Tuan."


Alan membukakan pintu untuk Sharron. Alan memintanya untuk duduk di depan supaya keluarga Tuan Blair ataupun Callie, istrinya Darrell tidak curiga.


"Tuan, kita mau ke mana?" tanya Sharron. Dia penasaran sekali kalau harus makan berdua saja dengan Alan. Sungguh, tidak nyaman sekali.


"Makan malam di mansion tuan Blair Wilmer. Di sana akan ada istri tuan Darrell. Kurasa kamu bisa kan untuk berpura-pura menjadi pasanganku. Ini permintaan tuan Darrell dan tidak bisa dibantah!"


Deg!


Sharron benar-benar seperti wanita simpanan Darrell yang harus disembunyikan dari orang lain. Namun, apapun alasannya, Sharron belum tahu. Andaikan Sharron sudah memiliki sedikit rasa pada Darrell, tentunya dia pasti cemburu pada istrinya.


Sepanjang perjalanan menuju mansion tuan Blair, Alan memang lebih banyak diam. Sikap dinginnya memang membuat orang alergi untuk berbicara padanya, termasuk Sharron.


Sampai di mansion tuan Blair, Alan turun kemudian membukakan pintu untuk Sharron. Dia terpaksa memegang tangan wanita kedua tuannya. Itupun melalui izin yang tidak mudah. Alan harus bertengkar dulu dengan tuannya.


Valet parking yang bertugas di mansion tuan Blair langsung mengambil alih mobilnya. Dia dan Sharron dipersilakan masuk oleh Bellatrix sebagai istri dari tuan Blair.


"Selamat datang, Tuan. Tuan Darrell dan istrinya sudah datang. Langsung masuk saja," ucap Bellatrix.


Sharron agak canggung harus berdampingan dengan Alan, asisten Sugar Daddy-nya. Sampailah keduanya di ruang makan. Rupanya tuan Blair hanya mengundang Darrell, Alan, dan pasangan masing-masing.

__ADS_1


Tatapan mata Sharron sempat beradu sebentar dengan Darrell, tetapi pria itu kemudian mengalihkan pembicaraan dengan tuan Blair. Istri Darrell terlihat sangat cantik, tetapi sedikit terlihat pucat. Entah karena lampu malamnya yang dibuat agak meremang, atau pandangan Sharron yang terlihat tidak baik.


"Hei, Tuan Alan. Ini siapa?" tanya tuan Blair.


"Pasangan saya, Tuan. Bukankah Anda sengaja mengundang kami berpasangan?" ucap Alan. "Oh ya, perkenalkan namanya Alexa."


Deg!


Sharron kesal pada Alan. Dia mengubah namanya tanpa konfirmasi dulu. Ini drama macam apa harus melibatkannya untuk masuk ke dalam kehidupan Darrell.


Sharron mengulurkan tangannya untuk menjabat tuan Blair berikut istrinya.


"Alexa."


"Blair dan Bellatrix," jawab tuan Blair dan istrinya bersamaan.


Tak hanya menjabat tuan rumah. Sharron juga harus berpura-pura menjabat tangan Darrell kemudian istrinya, Callie.


"Alexa."


"Darrell."


Perkenalan usai. Tuan Blair meminta mereka semua untuk memulai makan malamnya langsung.


Sharron melihat jelas kalau Darrell dan Callie saling mencintai. Keduanya kompak seperti orang yang tidak akan pernah terpisahkan. Sharron sebagai wanita kedua baru merasakan sedikit sakit melihat kemesraan keduanya.


"Kalian pasangan romantis, Tuan Darrell. Pantas saja perusahaan Anda berjalan dengan cukup baik. Rupanya Anda selalu menjalankan bisnis dengan cinta," puji tuan Blair.


Ya, apapun itu. Semua harus dijalankan dengan cinta, termasuk rencananya untuk memiliki anak dari Sharron. Syaratnya, keduanya harus saling mencintai. Walaupun tidak terikat pernikahan karena sudah dipastikan kalau Darrell hanya bisa menikah sekali. Kalaupun dia menikah dengan Sharron, dia harus bercerai dulu dengan Callie. Tapi, perceraian keduanya tidak mungkin terjadi. Keduanya saling mencintai sampai maut memisahkan.

__ADS_1


"Tentu, Tuan. Kami sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih selama dua tahun. Usia pernikahan kami sudah memasuki tahun ke enam. Kami selalu bahagia," sahut Callie. Dia sangat bahagia memiliki suami seperti Darrell yang selalu bisa menerima kelebihan dan kekurangannya. Apalagi selama enam tahun ini mereka belum diberikan keturunan.


"Kalian juga patut meniru kami. Kami pun sudah lama berumah tangga. Kehidupan kami berjalan dengan baik, Nyonya Callie," sahut Bellatrix.


"Honey, sebaiknya kita semua makan dulu," ucap Blair.


Dentingan garpu dan pisau terdengar jelas saat suasana hening. Sharron tidak berani menatap Darrell maupun Callie yang selalu terlihat romantis. Namun, lain halnya dengan Darrell. Dia merasa sedikit bersalah telah mempertemukan Sharron dengan istrinya. Walaupun Callie tidak curiga, tetapi cara ini memang ampuh untuk menumbuhkan rasa cinta jika memang Sharron mulai memiliki rasa padanya. Perlahan, Darrell juga belajar untuk mencintai demi mewujudkan keinginan istrinya.


Blair Wilmer lebih dulu menyelesaikan makannya. Dia menatap Alan dan Alexa secara mendetail. Dia merasa kalau Alan dan kekasihnya itu adalah pasangan yang baru kenal sehingga masih terlihat kaku.


"Ehm, maaf Tuan Alan. Sepertinya Anda dan kekasih terlihat masih kaku. Apakah kalian baru bertemu kemudian membina hubungan?" tanya Blair.


Deg!


Alan menatap Darrell sebentar kemudian beralih melirik Sharron yang ada di sebelahnya. Ingin rasanya dia menenggelamkan diri di sana. Sungguh, Darrell membuatnya terjebak di dalam permainannya itu. Ide gila ini agar membiasakan Sharron hadir di setiap pertemuan yang di dalam forum itu terdapat Darrell Wesley.


"Iya, Tuan Blair. Kami baru saja menjalin hubungan. Maaf jika masih terlihat kaku. Sebenarnya aku tidak ingin datang ke acara seperti ini, tetapi kekasihku memaksanya. Bukan begitu, Sayang?" jawab Sharron.


Glek!


Alan dan Darrell berpandangan. Ada makna tersirat di dalam pandangan kedua pria itu. Sungguh, hanya karena seorang wanita, tatapan mata Darrell seolah mengisyaratkan agar Alan mencoba mengkondisikan Sharron untuk tidak berbuat lebih.


"Itu sangat wajar, Nona Alexa. Akupun dulu seperti itu. Bahkan, mungkin hubungan kami lebih kaku dari kalian berdua. Darrell setiap hari memaksaku untuk mencintainya, padahal aku belum mencintainya. Percayalah, Alan pasti bisa membuatmu jatuh cinta sehingga kamu tidak akan bisa kehilangan dirinya barang sedetikpun. Sama sepertiku pada Darrell. Aku sangat mencintainya," sahut Callie.


Deg!


Sesaat tatapan Sharron beradu dengan Darrell kemudian beralih pada Callie. Sungguh, ini makan malam pertama yang membuat Sharron merasakan sesuatu yang berbeda. Dia mengingat surat kontrak yang dikirimkan Alan padanya. Begitu juga atas permintaan Darrell yang akan menjadikannya rahim pengganti, tetapi Darrell masih menunggu waktu yang tepat. Mungkinkah waktu yang tepat itu ketika Darrell dan dirinya saling mencintai?


"Benar, Nyonya Callie. Aku dan Tuan Blair juga sama sepertimu. Bahkan, ketika kami menikah masih saja terlihat aneh. Kami menunda malam pertama sampai beberapa bulan demi meyakinkan rasa cinta di antara kami."

__ADS_1


Glek!


Sharron menemukan jawaban atas beberapa pertanyaannya. Rupanya Darrell baru akan melakukan itu padanya ketika keduanya saling mencintai. Bukankah itu akan menyakiti Sharron sepenuhnya? Dia hanya bisa mencintai tanpa bisa memiliki Darrell seutuhnya jika sampai rasa cinta itu tumbuh di antara perjanjian kontrak itu.


__ADS_2