Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 53. Penyambutan Luar Biasa


__ADS_3

Italia sangat panas, tetapi tak menyurutkan niat sepasang pria dan wanita yang baru saja turun dari pesawat. Genggaman erat tangan Darrell pada Sharron terus saja berlanjut sampai pintu keluar bandara. Lebih tepatnya sampai sebuah mobil penjemputan sudah datang.


Darrell meminta tolong supaya mamanya mengirimkan sopir mansion, dan benar saja wanita paruh baya itu menyetujuinya.


"Selamat datang kembali di Italia, Tuan," sapa sopir.


"Terima kasih. Sayang, masuklah dulu. Aku mau berbincang sebentar dengan sopir," ucap Darrell.


Sharron pun menurut saja ucapan Darrell. Dia juga tidak mau tahu apa yang dibicarakan dengannya. Mungkin sebuah perintah yang tidak ingin diketahui oleh Sharron.


Hanya sebentar saja Sharron melihat Darrell berbincang. Setelah itu, Darrell tidak jadi naik mobilnya. Dia malah memerintahkan sopir itu untuk pergi membawa Sharron.


"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Sharron.


"Menuju ke suatu tempat atas perintah Tuan Darrell, Nona."


"Ya, baiklah. Aku juga tidak tahu apa yang kalian bicarakan."


Sopir itu membawanya ke sebuah butik ternama di kota itu. Tentu saja hal ini membuat Sharron terkejut. Uang yang dibawanya saat ini tidak akan cukup untuk membayar salah satu gaun jika dia ingin membelinya.


"Mengapa Anda membawaku ke sini?" tanya Sharron.


"Tuan meminta Anda untuk masuk dan memilih salah satu gaun yang akan dipakai menuju ke mansion keluarga Wesley, Nona."


"Aku?" tunjuk Sharron pada dirinya sendiri. "Tapi, aku tidak membawa uang, maksudku uang yang kubawa tidak cukup untuk membayar satu gaun di butik ini. Ayolah, bawa aku pergi dari sini."


"Nona tidak perlu khawatir. Cukup katakan saja bahwa Anda tamu keluarga Wesley. Semuanya akan mudah."


"Hah, yang benar saja?" protes Sharron. Dia tidak mengerti, mengapa ada butik yang mengistimewakan tamu dari keluarga Darrell? Sebenarnya apa yang tidak diketahui Sharron tentang Darrell dan keluarganya?


"Baiklah." Terpaksa Sharron mengikuti ucapan sopir yang mengantarnya. Ini bukan seperti sebuah cerita yang mengikuti konten prank seperti di sosial media yang dilihatnya baru-baru ini. Sharron khawatir kalau ternyata Darrell akan mengerjainya.

__ADS_1


Satu hal yang membuat Sharron merasa takjub. Perlahan memasuki butik, sambutan pegawainya seperti menyambut bangsawan yang datang.


"Selamat datang, Nona. Ada yang bisa kami bantu?" tanya salah seorang karyawan butik.


"Ehm, aku ke sini untuk--"


"Maaf, tolong layani Nona ini karena dia tamu keluarga besar Wesley," sahut sopir yang mengantarnya.


Huft, Sharron bisa bernapas lega. Rupanya sopir keluarga Wesley cukup cekatan juga menurutnya. Dia datang disaat yang tepat sehingga membuat Sharron langsung dilayani. Bahkan, Sharron diarahkan untuk memilih gaun yang harganya lumayan mahal menurutnya.


Beberapa karyawan mengarahkannya untuk memilih gaun yang lumayan indah. Matanya jatuh hati pada sebuah gaun yang tidak memiliki lengan, melainkan hanya menutupi bagian depan dan punggungnya. Untuk terusan ke bawahnya dengan warna senada. Namun, di bagian pinggangnya seperti ada ikat pinggang yang terbuat dari permata. Turun ke bawah lagi, di bagian lutut terdapat lekukan sebagai tanda bahwa gaun itu memang pres body sampai lutut. Bagian bawahnya lagi, terdapat pita besar disebelah kaki kanannya sehingga terlihat sekali rumbai-rumbai gaun yang berjatuhan. Ketika dicocokkan dengan Sharron, gaun itu melekat pas.


"Setelah ini, Nona langsung saja ke salon yang ada di sudut sana. Salah satu karyawan akan mengantar Anda ke sana."


Sharron semakin takjub. Butik yang langsung terhubung dengan salon. Ini merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Entah, ini butik milik siapa? Seolah Sharron mudah sekali mendapatkan pelayanan tanpa membayar uang sepeser pun.


Salah satu pegawai salon langsung mengerti apa yang harus dikerjakan. Tatanan rambut dan make up-nya sudah selesai, tetapi salah seorang karyawan butik mendadak memberikan sepasang sepatu kaca yang sangat indah sekali. Sharron seperti berada di negeri dongeng. Tidak, sayangnya ini sungguh nyata.


"Apakah aku harus memakainya juga?" tanya Sharron.


Pikiran Sharron sudah jungkir balik karena takut. Apakah papanya atau salah satu keluarganya menjadi orang yang berpengaruh di kota ini? Mereka semua terlihat ketakutan sekali melihat kedatangannya dan mendengar namanya.


"Nona, sudah waktunya Anda harus pergi dari sini," ucap sopir.


"Baiklah."


Sharron mengekor sopir untuk lekas masuk ke mobil. Jalanan Roma sangat padat, tetapi tidak menimbulkan kemacetan yang berarti.


...****************...


Mansion besar yang terletak di hutan Cemara, lebih tepatnya sebuah mansion yang berdiri megah di lahan yang sekelilingnya ditumbuhi pohon Cemara. Jalanan menuju ke mansion tersebut sangatlah jauh dari pintu gerbang. Mobil itu harus masuk mengikuti jalanan yang menghubungkan pintu gerbang dan halaman mansion.

__ADS_1


"Ehm, bolehkah aku bertanya?" Rasa penasaran Sharron jauh lebih tinggi dari apapun saat ini.


"Silakan, Nona," jawab sopir.


"Bagaimana kalau naik taksi dengan jalan memutar seperti ini? Apa diperbolehkan?"


"Tidak, Nona. Semua orang yang menggunakan taksi harus berhenti tepat di depan gerbang. Selebihnya bisa minta tolong penjaga untuk mengatakan tujuan kedatangannya. Jika tuan rumah yang berada di mansion sudah memberikan konfirmasi persetujuan, barulah Anda akan mendapatkan mobil jemputan."


Semakin ke sini, keluarga Darrell misterius sekali. Dia tidak habis pikir rumitnya untuk masuk ke mansion keluarga Wesley. Kalaupun berniat kabur, Sharron harus memikirkan ribuan kali rencananya. Halaman mansion dan gerbangnya jaraknya cukup jauh dengan jalan yang memutar di kelilingi pohon Cemara.


Sampailah mobil yang ditumpanginya di halaman mansion. Sopir tidak lagi membukakan pintunya. Sudah ganti pelayan mansion yang membukanya.


"Selamat datang, Nona. Seluruh anggota keluarga sudah menunggu Anda di dalam," ucap pelayan.


"Terima kasih," jawab Sharron dengan bibir yang bergetar. Pasalnya dia sangat takut kalau seluruh anggota keluarganya tidak suka atau tidak setuju hubungan Darrell terhadapnya. Langkah kaki Sharron terhenti di anak tangga ke tujuh. Masih beberapa anak tangga lagi untuk sampai di pintu mansion besar itu.


"Mengapa Anda berhenti, Nona? Apakah Anda kelelahan?"


"Tidak, tidak. Aku hanya bingung, apakah tuan rumah bisa bersikap baik padaku?" tanya Sharron pada pelayan.


Pelayan itu tersenyum memandang wanita cantik di hadapannya. Mereka semua sudah tahu kalau wanita muda ini adalah seorang model junior yang mendadak terkenal di Austria.


"Nona jangan khawatir. Nyonya sangat baik, Tuan juga baik. Apalagi Tuan Muda, dia juga paling baik. Mari, Nona!" perintah pelayan tersebut.


Sharron sudah menunda waktu selama 30 detik untuk memikirkan bagaimana nasibnya di dalam. Namun, pelayan mansion ini sangat baik sehingga mereka mencoba menenangkannya. Bisa jadi ucapan mereka tidak sesuai dengan kenyataan bahwa orang tua Darrell sangatlah mengerikan.


"Selamat datang, Sayang," sapa seorang wanita paruh baya yang penampilannya sangat fashionable ketika Sharron sudah memasuki ruang tamu mansion yang lebarnya melebihi kamar apartemennya bersama Noelle.


"Terima kasih, Nyonya," jawab Sharron.


"Darrell sudah menceritakan semuanya tentang kamu. Ayo masuk! Suami dan anakku sudah menunggumu di ruang keluarga.

__ADS_1


"Silakan duduk!" perintah pria paruh baya yang sudah lebih dahulu duduk di samping Darrell.


Darrell sendiri duduk tertunduk. Ada perasaan yang tidak nyaman dirasakan Sharron. Walaupun penyambutan yang diberikan seluruh anggota keluarga mansion ini sangat luar biasa. Pikiran Sharron mulai terpecah. Mungkinkah orang tua Darrell akan menolak mentah-mentah hubungan mereka? Atau, akan menerimanya dengan sebuah syarat?


__ADS_2