Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 99. 99.9% Cocok


__ADS_3

Naluri seorang wanita terhadap anaknya terkadang timbul dan tenggelam. Allegra tidak yakin pada hasil yang akan didapatkan kali ini. Rasanya ingin membaca hasilnya secara langsung, tetapi dia ragu.


"Ma, kalau kamu ragu, biarkan Alan yang membukanya. Setidaknya setelah tahu hasilnya, kita tidak akan berharap lagi pada sesuatu yang tidak pasti," ucap Javer.


Allegra terpaksa menyerahkan amplop itu pada Alan. Ketakutannya terlampau tinggi kalau hasilnya nol persen.


"Nyonya mempercayakan padaku tentang hal sebesar ini. Apa tidak sebaiknya kita serahkan pada tuan Darrell saja?" tanya Alan. Darrell lebih berhak atas rahasia besar keluarganya, kan?


"Tidak, Alan. Aku tidak sabar, tetapi aku pesimis kalau Noelle adalah anakku. Sudah kukatakan, bukan? Setiap tanda lahir yang dimiliki seseorang terkadang memiliki kemiripan dengan yang lainnya. Bisa dikatakan kalau tanda lahir Noelle kebetulan mirip dengan Maggia. Bukan berarti Noelle adalah anakku. Daripada kami menerka-nerka, tes ini adalah jawaban atas keraguan kita selama ini. Lekaslah buka! Aku pun penasaran dengan hasilnya." Allegra penasaran, tetapi dia pesimis dengan hasilnya.


Alan yang sudah mendapatkan kepercayaan penuh malah melamunkan hal lainnya. Dia memikirkan bagaimana kalau ternyata Noelle adalah anak dari Allegra? Sanggupkah keduanya menerima kekurangan masing-masing? Apalagi kondisi Noelle yang bisa dikatakan bukan wanita yang terhormat lagi. Mungkinkah Allegra akan syok mengetahui kenyataan yang sebenarnya?


Semoga hasilnya nol persen.


Ragu-ragu Alan membukanya. Dia cukup ketakutan juga dengan hasilnya. Padahal keluarga besar Wesley terlihat biasa saja seperti yang terlihat di hadapannya. Saat amplop sudah terbuka, perlahan Alan membentangkan selembar kertas itu kemudian matanya tertuju pada sebuah angka yang menarik perhatiannya.


Deg!


Jantungnya seakan berhenti berdetak. Napasnya pun terasa tersengal-sengal. Pandangannya seakan kabur. Lututnya pun terasa lemas sekali.


Bagaimana hasilnya? 99.9% cocok. Itu artinya Noelle adalah Maggia.


"Alan, mengapa kamu diam?" tanya Allegra dan Javer bersamaan.


Alan tak kuasa memberitahukan kabar bahagia tersebut. Dia juga bingung. Kenapa ini terjadi? Seperti sebuah mimpi. Alan kemudian menyerahkan selembar kertas itu pada Javer dan Allegra.


Deg!


Sepasang suami istri itu menerimanya dengan kedua tangannya. Mungkin hasilnya sesuai prediksi. Hanya nol persen.


Deg!


Allegra langsung berkaca-kaca setelah menerima hasilnya.


"Papa, itu artinya selama ini kita sudah dekat sekali dengan Maggia. Bahkan, pernikahan Sharron dengan Darrell seperti mendekatkan kita. Hanya saja kita yang tidak menyadarinya. Alan, antarkan aku ke apartemen Maggia! Ehm, maksudku Noelle," pinta Allegra.


Allegra sebenarnya masih belum seratus persen percaya. Lantaran wajah gadis itu tidak ada kemiripan sama sekali dengannya. Apalagi suaminya.


"Nyonya, apakah aku boleh memberitahukan kabar baik ini pada tuan Darrell?" tanya Alan. Dia takut kalau pria itu akan memakinya.


"Jangan! Biar aku saja yang akan menyampaikan padanya," jawab Javer.


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Javer sudah membawa mobil sendiri. Maka, Alan memutuskan untuk melakukan konvoi menuju ke apartemen Noelle.


Perasaannya antara senang dan sedih berjalan beriringan. Senang lantaran Maggia telah ditemukan. Alan harus segera mengabari orang suruhannya yang tempo hari diperintahkan untuk mencari keberadaan Maggia. Namun, nanti menunggu Alan sampai di unit apartemen gadis itu.


Sedih lantaran Darrell pernah mau menjodohkannya dengan Maggia jika gadis itu ditemukan. Bukannya tidak senang, tetapi masa lalu Maggia yang menurutnya tidak biasa itu.


Mobil Alan lebih dulu sampai di basemen apartemen diikuti oleh orang tua Darrell. Mereka turun bersamaan.


"Noelle tinggal di apartemen ini?" tanya Allegra ketika sudah berada di samping Alan.


"Ya, Nyonya," jawab Alan.


Menurut pandangan Allegra, apartemen ini termasuk tipe mewah. Tidak semua orang bisa tinggal di sini jika tidak memiliki budget lebih.


Bagaimana kehidupan Noelle sebenarnya? Bukannya aku tidak percaya. Apakah dia diadopsi oleh seseorang?


"Mama!" Javer mengejutkan lamunan istrinya.


"Papa, kamu mengejutkanku," balas Allegra.


"Mau berdiam diri terus atau ikut Alan naik ke unit Maggia? Maksudku, Noelle," ucap Javer.


"Maaf, Pa. Aku terlalu membayangkan sesuatu yang menarik saja saat pertemuan kami ini. Rasanya aku tidak ingin melewatkan kebersamaan bersama Maggia," ucap Allegra.


"Mama yang menekan bel, atau Alan saja," ucap Javer.


"Alan, kamu saja," pinta Allegra.


Alan menekan bel berulang kali. Hingga bel terakhir barulah pintu dibuka.


"Alan?" Noelle jelas terkejut.


Alan membawa pasukan dari beberapa minggu yang lalu telah menjaganya. Siapa lagi kalau bukan orang tua Darrell.


"Ada yang ingin kami bicarakan denganmu. Boleh kami masuk?" tanya Alan.


"Tentu! Om, Tante, Alan, silakan masuk!"


Mereka langsung duduk di sofa ruang tamu yang tidak terlalu luas, tetapi sangat elegan.


"Ehm, mau minum apa?" tanya Noelle. Dia terlihat kikuk menghadapi tamu sebanyak ini.


"Tidak perlu repot-repot, Noelle. Tante ingin berbicara denganmu. Duduklah di sini!" Allegra menunjukkan tempat duduk tepat di sampingnya.

__ADS_1


Noelle menurut. Namun, dia tidak mengerti apa yang akan dibicarakan oleh mertua sahabatnya itu.


"Pertanyaan Tante ini agak sensitif. Maksudku, agak personal tentang kamu. Tidak masalah, kan?" tanya Allegra.


"Selagi Noelle bisa menjawab, itu tidak masalah, Tante," balas Noelle.


"Apakah kamu tinggal bersama orang tua angkat?" Pertanyaan pertama Allegra ini justru mengejutkan Noelle.


"Maaf, Tante. Noelle tidak paham dengan apa yang Tante tanyakan. Maksudku, mengapa Tante bertanya sesuatu yang tidak pernah sama sekali kuingat? Aku terbiasa hidup sendiri. Apalagi setelah mengalami kecelakaan dan operasi."


Deg!


Operasi apa yang dimaksudkan Noelle? Tentunya semua orang yang ada di ruangan itu bertanya-tanya.


"Operasi apa, Sayang?" tanya Allegra.


"Yang Noelle ingat, waktu itu mengalami kecelakaan. Kemudian melakukan operasi plastik karena wajah Noelle 50 persen tidak bisa dikenali."


Deg!


Pantas saja tidak ada kemiripan sama sekali dengan Allegra ataupun suaminya. Jadi, ini alasannya.


"Sayang, kamu tidak ingin bertemu dengan keluargamu. Maksud Tante, seandainya tiba-tiba keluargamu mencari kemudian menemukanmu, apakah kamu akan menolaknya?" tanya Allegra lagi.


"Kamu terlihat bingung, Noelle. Maksud istriku, seandainya keluargamu menemukan anak yang selama ini dicarinya, dan ternyata anaknya itu kamu, bagaimana?" sahut Javer.


Noelle diam. Dia mencoba mencerna ucapan mertua sahabatnya.


Noelle menghela napas panjang. "Noelle tidak tahu harus seperti apa, Om. Maksudku, harus bahagia atau sedih. Selama ini yang Noelle pikirkan sebagai anak yang tidak pernah dianggap oleh orang tuanya. Dibuang begitu saja. Selama ini kehidupan Noelle sudah sangat sengsara dari kecil, Om. Kalaupun sekarang bertemu, Noelle ingin tahu alasannya."


Deg!


Allegra dan Javer saling pandang. Siap atau tidak mereka memberitahukan kabar ini pada anaknya yang setelah puluhan tahun tidak pernah ditemuinya.


"Seandainya orang tua yang dimaksud itu kami, bagaimana?" tanya Allegra.


Deg!


"Tante pasti bercanda. Itu tidak mungkin, Tante. Lagi pula Tante selama ini tinggal di Italia, sementara aku selalu berada di Meksiko sejak kecil sampai hari ini," ucap Noelle.


Allegra tidak tahan. Dia mengeluarkan hasil tes DNA itu untuk diserahkan pada Noelle. Gadis itu nampak bingung menerima amplop dari mama mertua Sharron. Perlahan Noelle membuka amplop itu. Tertulis dengan jelas bahwa ini adalah hasil tes DNA.


Hasil tes DNA Javer Wesley dan Noelle Marylou 99.9%.

__ADS_1


Deg!


__ADS_2