Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 123. Bumil Cerewet


__ADS_3

AX Corporation memerlukan banyak perubahan. Surat-surat penting yang diurus oleh pengacaranya telah berganti nama menjadi kepemilikan atas nama Sharron Alexandria, tetapi mengenai pihak pelaksana akan diserahkan pada Darrell seutuhnya. Sharron hanya sesekali akan datang ke kantor, itu pun bukan untuk bekerja melainkan datang menemui suaminya.


Perihal janji Darrell pada Blair sudah dilakukan dengan baik. Alan sudah menyewa pengacara supaya bisa membebaskan Blair dari jeruji besi. Mansion yang ditempati Blair pun akan dijual. Namun, bukan Darrell yang membelinya melainkan orang lain. Dia lebih memilih untuk membangun mansion baru sembari menunggu anaknya lahir.


Para pekerja lama AX Corporation beberapa ada yang dipindah tugaskan untuk mengurus perusahaan Darrell yang dipegang oleh Alan. Beberapa pekerja di tempat lama Darrell, ada beberapa yang ditarik masuk ke AX Corporation. Itu hanya untuk membuat AX Corporation menjadi stabil lebih dulu.


Darrell sudah menyusun rencana untuk membuat pesta penyambutan pemilik baru AX Corporation. Hari ini jadwal Darrell bertemu dengan Event Organizer yang akan mengurus semua pestanya. Namun, dia belum menyampaikan rencananya pada sang istri. Biarlah ini akan menjadi kejutan baginya.


"Selamat siang, Tuan. Bagaimana dengan surat penawaran yang kami kirim? Apakah ada yang perlu direvisi?"


Darrell belum sempat membuka email-nya. Padahal acaranya akan berlangsung beberapa hari lagi.


"Tunggu sebentar!"


Darrell baru mengutak-atik email yang masuk. Beberapa lagi dari pengacara yang menangani Blair. Darrell waktunya membayar tagihan dan menyiapkan segala keperluan Blair setelah dia bebas. Itu nanti akan dipikirkan setelah menyelesaikan urusannya dengan Event Organizer ini terlebih dahulu.


"Ehm, mengenai makanan, apakah bisa langsung dipilih online saja?"


"Maaf, Tuan. Sebenarnya bisa saja, tetapi Tuan tahu kan kalau selera orang beda-beda. Jika Anda maunya seperti itu, maka kami akan menyiapkannya sebaik mungkin."


Staf event organizer itu terpaksa setuju lantaran dari pihak pemesan tidak mau ribet mengenai urusan ini. Untuk undangan dan lain sebagainya dari pihak Darrell sudah menyerahkan tugas ini pada Alan. Kesibukan pria itu bertambah lantaran tidak hanya mengurus pekerjaan di kantor dan juga tetap menjadi asisten tuannya.


Urusannya dengan pihak event organizer telah selesai. Kini Darrell terpusat bagaimana caranya membuat sang istri datang ke pesta dengan menggunakan gaun yang diinginkannya. Kalau tiba-tiba dia memintanya untuk belanja tanpa alasan yang jelas, Sharron akan menolaknya.


Berulang kali mengetuk meja dengan bolpoin membuat Darrell lekas berpikir. Kebetulan hari ini istrinya sedang bersama adiknya. Dia harus mengabari Noelle supaya mengajak Sharron pergi ke butik. Tapi, itu tidak dilakukan melalui telepon. Istrinya bisa curiga. Maka, yang harus dilakukan Darrell saat ini haruslah mengirim pesan padanya.


[Noelle, kamu sedang apa?]


Pesan pertama dikirim. Kalau Sharron tidak tahu, maka dia akan mengirimkan pesan selanjutnya.


[Bersama istrimu. Kenapa, Kak?]


Darrell mengetuk lagi bolpoinnya di meja. Lekas dia mengirimkan pesan pamungkas untuk adiknya.

__ADS_1


[Bisakah kamu membantuku? Tapi, ini rahasia. Kamu mau?]


Darrell berulang kali memandangi ponselnya. Noelle lama sekali mengirimkan balasan padanya. Jangan-jangan Sharron sudah tahu perihal rencananya meminta tolong pada adiknya.


Setelah 15 menit, barulah pesan dibalas oleh adiknya.


[Apa? Aku baru saja membantu istrimu yang manja itu. Dia minta keluar apartemen, tapi aku tidak mau. Hari ini dia cerewet sekali!]


Darrell tersenyum. Entah, semenjak kehamilannya sikap Sharron berubah-ubah.


[Pergilah ke butik! Belanja gaun pesta untukmu dan Sharron. Pilihkan gaun yang elegan untuknya. Tapi, kamu harus berjanji bahwa ini adalah kejutan rahasia. Terserah alasan apa yang ingin kamu pakai. Kakak sudah mentransfer sejumlah uang untuk tugasmu hari ini.]


Darrell lega. Namun, dia belum tahu jawaban apa yang akan diberikan oleh adiknya.


[Ok.]


...🍓🍓🍓...


Noelle tersenyum memandangi pesan kakaknya. Hingga dia tersadar lantaran Sharron menepuk pundaknya.


Semenjak kejadian terakhir setelah Noelle diselamatkan Alan dari klub malam, dia tidak pernah memiliki kekasih lagi. Apalagi menjadi sugar baby.


"Eh, apa? Bukan! Nanti kalau aku punya kekasih juga akan dikenalkan padamu. Kenapa buru-buru sekali?" balas Noelle. Dia menyembunyikan ponselnya supaya tidak ketahuan.


"Ish, kamu sekarang pelit sekali. Sebentar lagi keponakanmu lahir. Jangan pelit begitu!" canda Sharron.


"Wow, Kakak ipar! Kalau begitu ikut aku jalan-jalan, yuk!"


Sharron membelalakkan matanya. Bagaimana mungkin adik iparnya itu mendadak berubah pikiran? Sejak tadi dia memaksa Noelle untuk pergi, tetapi dia tidak mau. Sekarang malah memaksa.


"Kamu ini aneh, Noelle. Tadi aku memaksanya, kamu tidak mau. Sekarang tiba-tiba mengajak pergi. Moodku keburu habis, Noelle."


Demi kakaknya, Noelle harus memaksa Sharron supaya mau pergi kali ini. Namun, gaun apa yang seharusnya dia pilih? Dan, untuk acara apa?

__ADS_1


"Kali ini aku tidak main-main, Sharron. Bersiaplah! Aku tunggu," ucap Noelle.


Sebenarnya Sharron sudah malas, tetapi Noelle terus saja mendorongnya untuk lekas masuk ke kamar dan bersiap.


Setelah itu, Noelle mengirimkan pesan pada kakaknya.


[Kak, gaun untuk acara apa? Dinner?]


Harapan Noelle supaya kakaknya lekas membalas. Setidaknya dia memiliki tujuan untuk membeli gaun yang mana.


[Pesta penyambutan AX Corporation.]


Setelah membaca pesan dari kakaknya, buru-buru Noelle menghapus semua pesannya. Dia juga bersiap merapikan rambutnya saja. Semua tas dan perlengkapan untuk keluar apartemen sudah disiapkan sejak keluar dari apartemennya sendiri.


Tak lama, Sharron pun sudah siap. Di kehamilannya masih muda dan belum terlihat buncit, aura Sharron semakin menawan.


"Wow, penampilan sesederhana ini terlihat cantik sekali, Sharron. Memangnya kamu menggunakan make up apa? Auranya bersinar sekali!"


Pujian terus diucapkan Noelle pada Sharron sampai mereka memutuskan untuk naik taksi menuju ke butik langganan Noelle. Di sana mereka bisa memilih dengan nyaman dan tenang. Sekali waktu Noelle akan meminta pihak butik untuk memperbaiki sedikit gaunnya kalau ada yang tidak cocok.


"Tumben naik taksi? Aku mau minta izin kakakmu dulu," ucap Sharron saat berada di dalam taksi.


"Hemm, tidak perlu. Aku sudah mengirimkan pesan padanya. Dia setuju kalau kita pergi bersama."


Deg!


Tumben sekali Noelle terlihat sangat dekat dengan Darrell. Wajar karena mereka kakak beradik. Cuma, kali ini Noelle seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Noelle, kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku, kan?" tanya Sharron.


Hal itu tentu saja membuat Noelle kebingungan harus menjawab apa. Sudah lama bersahabat sehingga keduanya pun sedikit banyak bisa merasakan perubahan sikap masing-masing.


"Tidak. Itu hanya perasaanmu saja, Sharron. Sudahlah, yang penting kamu bisa jalan-jalan hari ini, kan? Daripada ngomel terus dan tidak jelas apa yang dibicarakan," balas Noelle menyudutkan.

__ADS_1


Sebelum Noelle memutuskan untuk keluar, Sharron sempat memaksanya untuk pergi jalan-jalan. Namun, penolakan Noelle membuat Sharron kesal sehingga apa pun yang dilakukan Noelle salah dimatanya.


__ADS_2