
Makan malam sederhana versi Darrell nyatanya mampu membuat Sharron betah berada di sampingnya. Malam ini Sharron tidak mau menginap di apartemen Darrell. Dia lebih memilih pulang ke apartemen Noelle. Namun, sebelum itu Darrell mengajaknya ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi berdua.
Antara Fashion Hall, pusat perbelanjaan yang menjadi tujuan Darrell saat ini. Dia berniat membelikan cincin untuk Sharron sebagai bukti bahwa Darrell serius padanya.
"Mengapa ke sini?" tanya Sharron.
"Jalan-jalan, menikmati kebersamaan, dan membayar kerinduan."
Deg!
So sweet! Darrell mendadak sok romantis seperti ini membuat Sharron meleleh. Hanya sebentar saja karena Sharron memutuskan untuk kembali ke mobil. Mendadak dia pusing.
"Darrell, sebaiknya aku ke mobil saja. Seharian aku belum beristirahat sama sekali rasanya lelah sekali."
"Hemm, bawa kuncinya. Tunggu di sana! Aku tidak akan lama."
Sharron menyetujuinya. Dia ingin secepatnya pulang ke apartemen Noelle dan beristirahat di sana.
Ucapan Darrell benar. Tak sampai 15 menit, pria itu sudah kembali ke mobil yang berada di parkiran.
"Lama menunggunya?" tanya Darrell.
"Tidak! Langsung ke apartemen Noelle, ya."
Darrell pun kali ini mengalah, tetapi hanya untuk hari ini saja. Selebihnya, Darrell akan tetap berusaha.
"Kau di sini berapa lama?"
"Dua hari lagi, mungkin."
"Kenapa secepat itu?" Rasa penasaran Darrell terlalu tinggi karena dia memerlukan waktu khusus untuk mengajak Sharron ke Italia.
"Ada pekerjaan yang sudah menunggu. Cutiku tidak bisa terlalu lama."
"Ya, baiklah. Ehm, bagaimana kalau besok ke pantai. Aku mengajakmu." Darrell sedang berusaha.
"Aku mau menyibukkan diri dengan Noelle. Sudah lama kami tidak berjumpa," tolaknya.
"Kita juga lama tidak bertemu. Apa kamu akan terus bersikap dingin seperti ini padaku? Berikan aku satu kesempatan lagi untuk memulai hubungan denganmu!"
__ADS_1
Sharron meliriknya sejenak. "Semudah itukah aku memberikan kesempatan padamu setelah apa yang pernah kamu lakukan di masa lalu?"
"Sharron, aku sudah menjelaskan berulang kali padamu. Aku tidak sengaja. Semua terjadi begitu saja."
"Ya, ya, Tuan Darrell yang terhormat. Sebagai orang yang pernah terikat hubungan sesaat dengan Anda, harusnya memang aku menyadari itu. Aku tidak bisa terlalu jauh mencampuri urusan Anda. Siapa aku? Aku hanyalah sugar baby yang menerima bayaran saat dibutuhkan. Aku cukup sadar diri, kok. Jadi, bagaimanapun rasa sakit hatiku kala itu, tidaklah penting."
Wanita mana yang tidak sakit hati mendapatkan penghinaan dari istrinya. Memang benar kalau dia dan Callie sangat berbeda, tetapi malam itu hubungannya dengan Darrell memang sudah berakhir.
Biasanya Darrell akan menghentikan mobilnya di tepi jalan karena sesuatu hal yang urgen seperti ini, tetapi karena dia membawa Sharron, lebih baik berhenti di basemen apartemen Noelle.
"Sudah ngomongnya?" tanya Darrell. Dia belum membukakan pintu mobilnya. Dia sengaja menguncinya supaya Sharron tidak kabur.
"Kan sudah berhenti dari tadi," jawab Sharron dengan sedikit cuek.
Bagi Darrell, Sharron tetaplah gadisnya yang menggemaskan. Semesta seakan mengerti perasaan cintanya pada Sharron sehingga kejadian malam itu telah membuat perpisahan yang sesungguhnya dengan Callie. Walaupun bukan sepenuhnya kesalahan Darrell, pria itu juga sempat menyesal telah membuat istrinya kecewa.
Darrell memberikan sebuah kotak kecil pada Sharron. Kotak perhiasan berisi cincin yang dibelinya secara terburu-buru.
"Ini untukmu."
Sharron menerimanya. "Untuk apa? Aku tidak membutuhkan hadiah ini."
"Menikahlah denganku! Ini bukan paksaan ataupun rayuan, tetapi keharusan. Aku melamarmu. Sejujurnya, aku tidak bisa bersikap romantis layaknya pria muda pada umumnya. Aku sudah tidak muda lagi, tetapi perasaanku ini nyata. Aku mencintaimu, Sharron. Menikahlah denganku!"
Darrell sekali lagi mengulangi kata menikahlah denganku untuk meyakinkan Sharron bahwa dirinya tidak sedang bermain-main.
"Tidak! Aku belum siap," tolak Sharron.
"Mengapa? Apakah ada suatu hal yang menghalanginya?" tanya Darrell.
"Aku baru saja masuk ke dunia model. Karierku baru saja menanjak. Aku juga terikat kontrak untuk beberapa tahun ke depan. Kalau aku keluar secara tiba-tiba, aku harus membayar sejumlah uang sebagai pengganti kontrak kerjaku. Jumlahnya tidak sedikit."
Sharron tentu saja bingung. Kesempatan ini sama sulitnya. Dia mencintai Darrell dan juga kariernya. Kalaupun dia harus memutuskan kariernya, itu tidak akan mungkin karena Sharron tidak bisa membayar ganti ruginya.
"Berapa banyak ganti rugi yang diminta? Aku akan membayarnya. Setelah itu, jadilah modelku untuk selamanya. Bagaimana?"
"Satu juta Euro." Bagi Sharron uang begitu banyaknya sangat sulit dia miliki. Itulah mengapa ketika mendapatkan penawaran kontrak model, dia ambil dengan alasan untuk masa depannya. Sekarang dia mendadak harus menentukan pilihan.
"Aku akan membayarnya. Setelah itu, kita adakan pesta pertunangan. Terserah kamu mau tinggal di mana setelah ini. Mau tetap di sini atau tinggal di Italia bersama orang tuaku, atau kamu mau memilih tinggal di Austria, Klagenfurt. Setuju?"
__ADS_1
"Aku akan memutuskannya setelah bertemu dengan orang tuamu. Sejujurnya, aku juga perlu mendapatkan persetujuan dari mereka. Kalau mereka tidak setuju, aku tidak akan melanjutkan hubungan ini. Bagaimana?"
"Terima saja dulu cincinnya. Setelah itu kita jalani seperti yang kamu inginkan."
Sharron pun mengangguk untuk menerima cincinnya. Keduanya kemudian berjalan menuju ke unit apartemen Noelle. Sebentar lagi wanita itu bakalan heboh karena tidak mengetahui kedatangan Sharron.
Sharron menekan belnya. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan Noelle kemudian menceritakan perjalanan hidupnya.
Ceklek!
"Sharron!" Baru di depan pintu saja sudah sehisteris ini. Apalagi sampai bercerita kalau Sharron dilamar Darrell. Bisa-bisa unit apartemennya terjadi gempa lokal. "Masuk, yuk!"
"Aku juga?" tanya Darrell menunjuk dirinya sendiri.
"Hemm, tamu Sharron juga tamuku," jawab Noelle.
"Tumben malam-malam begini kamu stay di apartemen?" tanya Sharron ketika sudah duduk di sofa ruang tamu.
Darrell pun duduk di sana, tetapi sangat berjarak dengan Sharron. Dia tidak ingin gadisnya itu merasa tidak nyaman.
"Tunggu! Aku mencium aroma yang tidak biasa. Lalu, kamu mendadak datang ke sini tanpa memberitahukannya padaku? Ini tidak adil, Sharron!"
"Oh ayolah, Baby! Ini kejutan untukmu. Aku menyempatkan waktu untuk datang ke sini demi kamu, loh," balas Sharron.
"Ehemm, demi aku atau demi pria yang berada di ruangan ini?" canda Noelle.
"Noelle, kau menggodaku!" balas Sharron sembari melemparkan bantal sofa ke arah Noelle.
"Okay, aku mengerti sekarang. Ehm, kabar apa yang kau bawa ke sini? Aduh, sebagai tuan rumah aku sampai lupa. Kuambilkan minum dulu, ya."
Sambil menunggu kedatangan Noelle, Sharron dan Darrell saling melirik. Tak lama, Noelle memecahkan suasana sehingga keduanya tersadar.
"Uhuk!" Noelle sengaja terbatuk supaya keduanya mengakhiri drama seperti remaja yang sedang jatuh cinta. "Kalau kalian saling cinta, mengapa masih terus seperti ini? Buktikan kesungguhan hati kalian. Oh ya, Tuan Darrell yang terhormat, jangan sampai dia terlepas jauh untuk yang ketiga kalinya."
"Ya, kita akan menikah," jawab Darrell yang terdengar cukup jelas di telinga Noelle maupun Sharron.
...🍍🍍🍍...
Rekomendasi keren hari ini. Jangan lupa mampir ya🙏
__ADS_1