Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 88. Kegelisahan Sharron


__ADS_3

"Ehm, Noelle, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" Hati Sharron sungguh masih dibuat penasaran tatkala dia mengingat baju yang berada di dalam kamar mandi.


Noelle yang sedang memaksa menikmati sarapan paginya beralih menatap Sharron.


"Mau bertanya apa?"


Sharron terlihat sedang menyusun kata-kata yang tepat saat ini. Dia tidak mungkin berani untuk menyakiti sahabatnya, tetapi mengingat semalam suaminya juga pergi, rasanya tidak adil untuk tidak bertanya.


"Ehm, apakah semalam kamu pergi ke Club?"


Deg!


Jantung Noelle rasanya berhenti berdetak. Bagaimana mungkin sahabatnya itu tahu?


"Ti-dak. Kan sudah kukatakan bahwa aku di apartemen saja," ucapnya berkilah.


Sharron terdiam sejenak.


Mengapa kamu seperti menutupi sesuatu dariku, Noelle? Apakah kamu menjalin hubungan dengan suamiku?


"Ah, lupakan pertanyaanku barusan. Mungkin aku terlalu khawatir padamu sehingga terbersit beberapa pertanyaan aneh hari ini. Lanjutkan sarapanmu!"


Sharron mencoba fokus pada ponsel yang baru saja diambilnya saat ini. Ponsel di tangan, tetapi pikirannya entah ke mana. Kecurigaannya pada Noelle semakin berlebihan lantaran dia tidak mengatakan yang sebenarnya. Sharron bukan wanita bodoh yang lantas percaya begitu saja. Aroma alkohol jelas tercium di sana, dan sedikit aroma parfum yang dirasa sama dengan milik suaminya.


Mungkin Noelle juga tidak menyadari jika Sharron sudah curiga padanya. Tapi, alasannya pun tidak jelas seperti itu. Kalaupun curiga, apa yang mesti ditakutkan. Toh Noelle tidak berhubungan dengan Darrell. Jangankan berhubungan, menyentuhnya pun tidak akan pernah dilakukan.


"Hari ini kau mau pergi ke mana?"


"Entahlah," jawab Sharron. "Apa kamu akan sibuk hari ini?"


"Tidak. Besok aku akan mencari pekerjaan. Aku bisa menemanimu hari ini," ucap Noelle.


Haruskah Sharron terus berpura-pura pada sahabatnya itu? Sementara dirinya sendiri sudah mencurigai Noelle ada rahasia dengan suaminya, Darrell. Entah, itu apa? Bisa saja kan mereka menjalin hubungan di belakangnya menggunakan Alan. Alan hanya digunakan sebagai kedok saja.


"Aku tidak ingin ke manapun. Melihatmu berada di apartemen saja sudah lebih dari cukup. Lain kali jangan lupa mengisi baterai ponselmu agar aku tidak khawatir."

__ADS_1


Noelle bisa bernapas lega. Setidaknya kecurigaan Sharron padanya tidak terbukti. Maksudnya, apa yang perlu dicurigai?


"Ah, syukurlah. Kupikir kau akan pergi begitu saja. Oh ya, setelah ini aku akan membersihkan diri. Kita bisa mengobrol setelahnya. Sekalian aku mau membuat surat lamaran pekerjaan."


"Baiklah. Ehm, memangnya kamu mau melamar kerja di mana?"


"Seseorang teman menawariku untuk bekerja di perusahaan AX Corporation. Kupikir itu bukan masalah rumit," ucap Noelle kemudian melenggang pergi ke kamar mandi.


Sharron mengambil laptop yang biasa digunakan ketika berada di apartemen Noelle. Dia mencoba membuka situs kencan online. Sesekali dia menelisik isi laptopnya. Rasa penasarannya semakin tinggi. Walaupun Noelle sebagai seorang sugar baby, nyatanya membuat Sharron kalut. Dia masih memikirkan seputar rahasia yang dimiliki Noelle maupun suaminya, Darrell.


Tepat setelah Sharron membuka laptopnya, Noelle kembali ke kamar dengan menggunakan handuk yang membalut rambutnya yang masih basah.


"Kau mau membantuku membuat surat lamaran pekerjaan?" tanya Noelle ketika tahu sahabatnya sudah memegang laptop.


"Tidak, aku hanya mengingat bagaimana pertama kali bertemu dengan Darrell. Kami berhubungan setelah terlibat sebuah kebohongan besar," ucapnya sengaja menyindir sahabatnya.


"Tapi, kau bahagia kan? Terkadang hubungan yang tidak disengaja itu menjadi awal kebahagiaan, Sharron."


Glek!


Apakah itu hubunganmu dengan suamiku, Noelle? Rasanya masih tidak percaya kalau sampai kamu mengkhianati sahabatmu ini. Kalau awalnya kamu memang suka dengan Darrell, aku akan melepaskannya. Namun, kami sudah menikah, Noelle. Kalau kamu ingin menjadi orang ketiga di dalam hubungan rumah tangga kami, aku tidak tahu akan memaafkanmu atau tidak.


Malam pun menjelang. Perasaan Sharron tidak bisa dibohongi. Jika tidak mendapatkan jawaban dari Noelle, maka dia harus mendapatkan jawaban dari suaminya. Kalau keduanya tidak mau mengakui, Sharron akan mencari Alan dan meminta penjelasan darinya.


Saat sedang santai bersama di ruang tengah apartemennya, Sharron duduk bermanja-manja dengan suaminya. Sesekali Darrell mengelus puncak kepala istrinya.


"Sayang, hari ini aku sempat mengkhawatirkan Noelle. Ternyata aku terlalu berlebihan padanya. Dia berada di apartemen. Semalam katanya ponselnya mati," ucap Sharron sengaja memancing supaya suaminya mau mengatakan. Insting seorang istri tak pernah salah. Itulah sebabnya dia melakukan ini.


"Dia wanita dewasa, Sayang. Apa yang kamu takutkan darinya? Takut kalau dia diperkosa oleh orang?"


Deg!


Mengapa pertanyaan suaminya barusan menggiring opini pada baju yang ditemukan Sharron di kamar mandi? Apa sebenarnya yang disembunyikan suaminya juga?


"Tidak, aku hanya takut saja kalau Noelle menyembunyikan sesuatu dariku. Biasanya dia tidak seperti itu."

__ADS_1


Darrell menarik napas panjang kemudian menghembuskannya. "Dia punya kehidupannya sendiri, Sayang. Kamu tidak berhak ikut campur lagi dengan semua urusannya." Darrell seolah menasehati dirinya.


Baiklah, Sayang, mungkin tidak kali ini. Suatu hari aku akan temukan buktinya.


Sharron malas memperpanjang kesalahpahaman ini, tetapi dia juga tidak memungkiri bahwa Sharron cemburu. Andaikan Darrell tahu isi hatinya, apakah pria itu mau jujur tentang apa yang dilakukannya selama ini?


Terkadang insting seorang istri itu benar, tetapi tanpa mengkonfirmasi dulu akan menjadi masalah yang berkepanjangan. Kalaupun Sharron mau, dia bisa melakukan konfrontasi langsung, tetapi tanpa bukti sama saja tidak akan berhasil. Bisa saja salah satunya mengelak, bahkan keduanya pun mungkin mengelak.


"Tumben malam ini kamu lebih banyak diam. Apa aku melakukan suatu kesalahan hingga kamu mendiamkanku seperti ini?" selidik Darrell. Biasanya istrinya itu akan selalu bersikap cerewet. Darrell sangat merindukannya.


"Tidak, mungkin aku hanya lelah saja. Oh ya, boleh aku tanya sesuatu?"


"Hemm, aku heran sama kamu. Hari ini kamu sangat berubah. Lebih dingin daripada biasanya. Jangan menyembunyikan apapun dariku!" balas Darrell. Dia mengeratkan pelukannya pada Sharron.


Justru kamu yang menyembunyikannya dariku, Sayang.


"Aku biasa seperti ini, Sayang. Oh ya, berlanjut pada pertanyaanku, yah. Kalau semisal pasanganmu melakukan kesalahan dengan cara berselingkuh, apakah kamu mau memaafkannya?"


Deg!


Pertanyaan Sharron memang tidak logis baginya. Selama ini Darrell tidak pernah melakukan hubungan perselingkuhan selain dengan Sharron kala itu. Kalaupun Callie pernah berselingkuh, yang nyatanya Darrell bahkan meragukan itu benar ataupun tidak, tetapi Darrell tidak peduli. Kalau saat ini yang dimaksud Sharron bahwa pasangannya selingkuh, jelas Darrell tidak akan pernah memaafkannya.


"Tergantung situasinya, Sayang. Apa kau berencana selingkuh dariku?" canda Darrell menggelitik istrinya sehingga Sharron merasa geli.


"Darrell, cukup! Kau malah bercanda seperti ini. Aku serius, Sayang," ucapnya memohon.


"Aku tidak akan pernah memaafkannya kalau kau sampai melakukan itu padaku!"


Glek!


Seperti itukah, Sayang? Lalu, kalau kau yang berselingkuh, aku bisa apa?


Sepertinya Sharron akan tetap diam dan menjalani hari-harinya seperti biasa. Pelan-pelan dia akan mencari bukti yang membuat hatinya gelisah.


...🌟🌟🌟...

__ADS_1


Hayuk mampir karya keren berikut ini. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️



__ADS_2