Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 45. Kecelakaan


__ADS_3

Sharron termenung di dalam kamarnya. Semenjak pulang dari restoran, dia merasa ada sesuatu yang harus diputuskan olehnya. Walaupun Darrell sudah kembali pada istrinya, nyatanya hati pria itu sudah tersangkut di hatinya.


Bingung? Ya, Sharron sedang bingung dengan dirinya sendiri. Sesekali hatinya telah membuatnya bersikap lemah. Sebelum mengenal Darrell, Sharron adalah gadis yang kuat. Dia tidak pernah merasakan kegalauan yang luar biasa seperti ini.


Ceklek!


Pintu kamar dibuka oleh Noelle. Dia baru saja pulang dari sebuah Club malam. Bisa tercium dari aroma alkohol yang masih tertinggal di tubuhnya.


"Kau mabuk?" tanya Sharron.


"Aku hanya minum sedikit, Sharron. Kau tahu aku tidak mungkin mabuk untuk mengendalikan pria tua itu. Yang benar saja."


Sharron tersenyum. "Tapi, kau selalu menikmatinya, kan?"


"Kau pikir apa, Sharron? Setidaknya kita bukan jadi penjahat dalam film-film yang selalu kita tonton kemudian merampok Bank untuk mendapatkan uang. Ayolah, ini cara yang sangat estetik untuk memperkaya diri."


"Ya, ya, ya, master Sugar Baby. Aku percaya padamu dan seluruh rencanamu. Kau tahu, hari ini mood-ku langsung rusak!"


Noelle melepas sepatu kemudian duduk di depan meja riasnya untuk menghapus riasan di wajahnya.


"Kenapa? Apa pemilik restoran sedang marah padamu? Atau, kau sedang ribut dengan pelanggan?"


"Bukan semuanya, Noelle. Darrell dan istrinya sedang makan malam romantis di sana."


"Lalu, kau cemburu?" selidik Noelle.


"Ehm, bisa dibilang seperti itu, Noelle."


"Kalau kau mau awet, jangan main hati. Kau tidak akan bisa melupakan pria itu ketika bersama pria lain. Ini lebih menyakitkan daripada kau diselingkuhi kekasihmu. Kau paham kan maksudku?"


Ucapan Noelle benar. Ketika bersama Marcello pun bayangan indah bersama Darrell nampak jelas di matanya. Kehadiran Marcello seakan mengganggu dirinya. Padahal yang sebenarnya terjadi, Sharron sedang merasakan hal yang sensitif karena berpisah dengan Darrell.


"Aku sudah terlanjur main hati dengan Darrell, Noelle. Perasaanku tak bisa dibohongi. Aku cemburu, tetapi aku sadar posisiku. Lalu, apa yang harus kulakukan saat ini?"


"Pergi sejauh mungkin. Lupakan Darrell! Di luaran sana masih banyak pria baik yang bisa menerimamu apa adanya."

__ADS_1


"Dengan kondisiku seperti ini?"


Noelle paham kondisi yang dimaksudkan oleh Sharron. Dia sudah tidak virgin lagi. Itulah yang ditakutkan Sharron saat ini.


"Kehidupanmu akan jauh lebih baik bersama dengan pria lain. Kau cantik dan tidak membosankan. Mereka pasti bisa mengerti situasinya."


Sharron sedang berpikir untuk pergi ke sebuah negara yang menjadi cita-citanya saat ini. Austria menjadi rencana selanjutnya. Dia bisa hidup tenang di negara yang sangat indah menurutnya. Walaupun banyak negara lain yang sama indahnya.


"Aku ingin pergi dan tinggal di Austria. Apa kamu bisa membantuku? Maksudku, semua kepengurusan untuk tinggal di sana tidaklah mudah. Butuh beberapa bulan sampai Visa-ku selesai. Aku takut kalau Darrell semakin menggenggamku dengan caranya."


"Memangnya kamu mau tinggal di mana kalau di sana?"


"Aku ingin tinggal di Klagenfurt. Kurasa itu tempat yang cocok untukku."


"Woah, kau memilih tempat yang tepat. Kurasa banyak yang tertarik dengan kota itu."


Yang Sharron tahu bahwa di kota itu memiliki pemandangan yang sangat indah sekaligus memiliki tempat wisata impiannya yaitu Minimundus. Siapapun pasti mengenal Minimundus dengan baik karena memiliki beberapa miniatur dari berbagai negara.


...****************...


"Aku hanya tidak ingin kesalahan berulang, Sayang. Aku takut kalau wanita itu masih obsesi padamu. Tapi, aku baru menyadari satu hal. Bukan hanya dia yang obsesi padanya, tetapi kamu juga."


"Callie, tolong hentikan pembicaraan yang tidak bermutu ini. Kita sudah sepakat untuk memperbaiki keadaan, tetapi kalau kamu seperti ini terus, jangan salahkan aku kalau benar-benar berpaling pada wanita itu," ucap Darrell tegas.


"Apa? Jadi, kau benar-benar ingin kembali padanya? Silakan, Darrell! Tapi, kau hanya bisa kembali padanya jika aku sudah mati."


Deg!


Mengerikan sekali ucapan Callie padanya. Namun, satu hal yang membuat Callie meyakini ini bahwa dia tidak bisa berpisah dari Darrell maupun Marcello.


"Bicara apa, kamu?"


"Aku tahu kalau kau bertahan pada pernikahan ini karena janjimu pada papa. Bukan sepenuhnya atas dasar cintamu padaku. Kurasa hatimu telah terbagi, Darrell."


"Callie, hentikan ocehanmu yang tak bermutu ini," sentak Darrell. Akhir-akhir ini istrinya banyak berubah. Itulah yang menyebabkan Darrell terjerembab dengan hubungannya bersama Sharron. Dia juga merasa harus bertanggung jawab atas semua itu.

__ADS_1


"Darrell, kau membentakku?"


"Callie, please. Tolong jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Bukankah kau sendiri yang membuatku bisa mengenal Sharron? Siapa yang memintaku untuk mencari wanita yang bisa mengandung anak kita? Kamu, kan? Kalaupun sekarang aku mengenal Sharron, apa itu salah?"


"Salah, Darrell! Aku menguji cintamu. Ternyata kamu bisa juga mencintai wanita lain," ucap Callie sendu. Rasanya seperti belajar akting senatural mungkin. Padahal jauh sebelum Darrell menjalin hubungan dengan Sharron, dia lebih dulu berhubungan dengan Marcello. Pria yang selalu memberikan support dan hadiah menarik.


Licik! Satu kata yang tepat diucapkan pada istrinya, Callie. Sepanjang perjalanan, Darrell sangat kesal. Istrinya malah memutar balikkan fakta.


"Begini saja, Callie. Kita buat kesepakatan baru. Kembalilah pada Marcello-mu itu dan aku akan kembali pada Sharron. Adil, kan? Kamu juga bisa bepergian ke manapun dengan pria itu. Setidaknya antara kamu dan aku, kita sama-sama salah. Lalu, untuk apa kita harus bertahan dengan pernikahan ini?"


Cemburu merupakan rasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi Callie saat ini. Cinta Darrell padanya sudah luntur semenjak pria itu dekat dengan pelayan restoran, Sharron.


Rasa cinta Darrell pada Callie telah membuat wanita itu menjadi satu-satunya Ratu penghuni mansion. Lalu, kalau dia harus berpisah dengan Darrell, tidak akan ada yang mengenalnya selain menjadi wanita bayangan milik Marcello. Kenapa disebut wanita bayangan? Marcello hanya akan menjadikan wanita itu prioritasnya ketika wanita itu mau mengikuti kemauan pria itu. Intinya, Marcello selalu mendominasi jika menjalin hubungan.


"Tidak, Darrell! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah berpisah. Aku tidak rela kalau kamu menjalin hubungan dengan Sharron. Apa lebihnya wanita itu dibandingkan aku?"


"Kau mau tahu?"


"Ya, katakan!"


"Setidaknya dia lebih jujur daripada dirimu. Dia jujur tentang tujuannya menjalin hubungan denganku. Dia bahkan tidak mau hamil anakku yang akan diserahkan padamu!"


Sangat sakit hati mendengar bahwa seorang Callie masih kalah dengan pelayan restoran. Callie merebut kemudi sehingga laju mobil menjadi oleng.


"Callie, hentikan!"


"Tidak akan! Setidaknya kita bisa mati bersama daripada aku cemburu ketika kamu memuji wanita murahan itu."


Laju mobil semakin tidak karuan kemudian oleng dan bruuukkk. Mobilnya menabrak pembatas jalan sehingga ringsek. Kedua penumpangnya tak sadarkan diri bersamaan dengan teriakan histeris yang menyaksikan kejadian itu.


...🦈🦈🦈...


Yuk mampir karya keren teman Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya 🙏


__ADS_1


__ADS_2