Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 30. Mustahil


__ADS_3

"Alan?" ucap Darrell dan Sharron bersamaan.


"Iya, Tuan. Maaf, aku langsung masuk karena di luar ada Nyonya Callie yang ingin menemui Anda. Bolehkah langsung masuk ke sini?" tanya Alan.


"Tentu saja," jawab Darrell.


"Kalau begitu biarkan Nona Sharron keluar bersamaku," ucap Alan seolah mengatur tuannya.


"Sharron akan mengerjakan beberapa berkas di ruanganku. Dia tidak akan ke mana-mana," ucap Darrell.


Alan kali ini tidak mengerti cara pikir tuannya dengan membuat dua wanita di dalam ruangannya. Bagaimana kalau Callie akan mengamuk?


Belum sempat Alan keluar untuk memberitahukan pada Callie bahwa dia sudah boleh masuk, ternyata Callie lebih dulu masuk tanpa memberitahukan pada Alan sehingga tindakannya itu mengejutkan seluruh orang yang berada di dalam.


"Alan, kau lama sekali," tegur Callie. "Sayang, aku ingin berbicara denganmu. Bisakah kalian keluar sebentar?"


Callie tidak peduli. Ada siapapun di ruangan suaminya, mereka harus keluar sekarang. Alan dan Sharron tanpa banyak bicara langsung keluar.


"Kau kenapa ada di sini?" tanya Alan dengan rasa tidak sukanya pada Sharron.


"Bekerja. Memangnya mau apalagi? Kau pikir aku akan melakukan sesuatu yang buruk di sini," balas Sharron sedikit tidak nyaman di telinga Alan.


"Harusnya kamu tidak mengikuti saran dari tuan Darrell. Kalau sampai Nyonya Callie tahu, semuanya akan berantakan!" Alan sangat geram pada keputusan Sharron yang sudah disalah artikan oleh asisten Darrell.


"Oke, daripada aku membuatmu kesal, sebaiknya aku pulang. Jangan pernah mengaturku! Aku tidak mau," ancam Sharron. Dia kesal karena Alan sangat membela Callie.


Darrell dan Callie yang berada di ruangan sedang membeku dengan pikiran masing-masing. Darrell masih belum terima melihat kenyataan bahwa Alan bertemu dengan Callie.


"Kau mau mengaku atau aku yang akan berbicara?" tanya Darrell.


"Mengaku yang bagaimana? Aku tidak pernah melakukan satu kesalahan pun padamu."


"Masih belum mau mengaku? Baiklah. Untuk apa kamu bertemu dengan Alan?" selidik Darrell.


"Aku bertemu dengan Alan untuk memberikan kejutan buatmu, Sayang. Karena kamu sudah salah paham, terpaksa aku mengaku sekarang, kan," ucap Callie.

__ADS_1


"Aku tidak suka kalau kamu bertemu dengannya lagi. Kalau memang mau memberikan kejutan, kamu bisa melibatkan orang lain, jangan Alan!" tegur Darrell.


"Kau cemburu, Sayang? Alan hanya asisten. Mana mungkin aku suka sama dia," ucap Callie. "Berhubung aku gagal memberikan kejutan padamu, boleh aku pergi ke luar negeri untuk jalan-jalan?"


"Memang bekas operasinya tidak sakit?"


"Tidak. Bekas operasinya akan sembuh total kalau kamu berhasil memberikan anak untukku. Kau tahu, ketika aku bertemu dengan Alan, aku mencoba mengorek informasi tentangmu, Sayang. Maafkan aku."


"Mengapa kau lakukan itu? Kau tidak percaya padaku?" tanya Darrell.


"Ya, aku ingin tahu saja, apakah kamu sudah menemukan wanita yang mau mengandung anak kita?" selidik Callie.


Deg!


Rasa takut Darrell semakin besar. Bagaimana kalau Alan mengatakan sejujurnya bahwa Sharron-lah yang akan menjadi rahim pengganti itu?


"Apa yang Alan katakan?" tanya Darrell penuh rasa yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.


"Dia bungkam. Sepertinya memang tidak tahu apapun karena kamu belum mendapatkannya. Bagaimana kalau aku yang akan mencarinya?" Menunggu suaminya membuat Callie tidak sabar untuk mencarikan rahim yang siap menampung bibit suaminya.


"Tidak perlu, Callie! Aku yang akan mencarinya sendiri."


"Jangan seperti anak kecil, Callie! Kau pikir mudah untuk mencari rahim seperti itu. Apalagi bukan hanya rahimnya saja. Dia akan tidur denganku. Kau tahu kan kalau aku sulit sekali jatuh cinta. Kau pikir menggauli wanita itu mudah?"


Ucapan Darrell barusan sangat menyayat hati. Setelah operasi beberapa waktu lalu, hubungan suami-istri yang biasanya sering mereka lakukan nyatanya malah mulai tidak dilakukan lagi. Entah karena Darrell kasihan atau memang sengaja menghindar? Tetapi, dokter memang berpesan untuk tidak melakukan hubungan intim dalam jangka waktu yang dekat. Itu artinya Darrell bisa menemukan wanita yang bisa mengandung anaknya. Walaupun dengan biaya yang sangat mahal.


"Kau bisa mencoba menawarkan pada kekasihnya Alan, misalnya," usul Callie.


Semakin Callie ambisius, rasanya Darrell ingin menjauh secara perlahan. Dia pikir semuanya akan sangat mudah, tetapi sulit baginya. Mungkinkah setiap malam dia akan menjamah beberapa wanita sampai menemukan yang pas untuk dihamili?


"Kau sudah kelewatan, Callie! Ambisimu supaya memiliki anak akan menghancurkan kehidupan orang lain. Kau pikir Alan rela melepaskan kekasihnya untukku?"


"Sayang, kau bisa membayarnya sejumlah uang untuknya. Alan pasti rela memberikan kekasihnya itu padamu."


"Tidak! Itu bukan ide yang baik, Sayang."

__ADS_1


"Sayang, kalau semua usulku tidak pernah kamu terima. Sebaiknya aku pergi dulu dari kehidupanmu untuk beberapa waktu. Sampai kamu benar-benar menyadari apa yang seharusnya kamu lakukan. Carikan rahim pengganti, hamili dia, kemudian berikan anaknya padaku!"


Callie meninggalkan ruang kerja Darrell begitu saja. Dia sudah memutuskan untuk pergi ke luar negeri selama beberapa hari sampai mendapatkan kabar terbaik. Setelah itu dia akan pulang ke mansion.


Kepergian Callie membuat Darrell memijit pelipisnya. Semakin hari istrinya itu semakin berani mengatur. Usulannya untuk mengadopsi anak tidak pernah disetujui, tetapi malah kekeh dengan pendiriannya.


Tok tok tok.


Setelah pintu diketuk, Alan memutuskan untuk masuk. Dia melihat suasana ruangan sudah sepi.


"Nyonya Callie sudah pergi?" tanya Alan.


"Baru saja. Apa yang kalian bicarakan saat bertemu kemarin?" tanya Darrell langsung ke pokok permasalahannya.


"Tidak ada, Tuan. Nyonya hanya menanyakan perihal calon wanita yang ingin menjadi rahim pengganti. Aku katakan padanya kalau tuan belum menemukan."


"Baguslah kalau begitu. Sharron ke mana?"


"Pulang, Tuan."


"Kenapa pulang? Pekerjaan belum selesai."


"Dia salah paham. Namun, sebaiknya jangan biarkan Nona Sharron berada di sini, Tuan. Kalau sampai Nyonya Callie mengetahui semuanya kemudian memaksa Nona Sharron untuk hamil maka akan lebih runyam."


Alan tahu bahwa Darrell mulai memiliki rasa pada wanita muda itu. Itulah sebabnya Alan berusaha untuk merahasiakan bahkan kalau perlu menjauhkan Sharron dari Callie.


"Bagaimana caraku bisa menikahi Sharron?" tanya Darrell yang membuat mata Alan membulat sempurna.


Sebagai asistennya, apapun pekerjaan akan dikerjakan dengan baik. Namun, satu hal itu yang tidak mungkin dilakukan oleh Alan. Darrell dan Sharron memang tidak bisa menikah kecuali satu hal. Jika Callie meninggal dunia, barulah Darrell leluasa untuk menikahi Sharron atau siapapun. Asalkan hanya satu.


"Maafkan aku, Tuan. Untuk yang satu itu, aku tidak bisa mewujudkannya. Anda sudah paham betul bagaimana seharusnya. Jadi, dipaksakan seperti apapun, pernikahan Anda dengan Nona Sharron tidak akan pernah sah."


Ya, pernikahan yang mustahil. Darrell berada di posisi yang sangat sulit saat ini. Tidak bisa mengabulkan keinginan Callie, menceraikan wanita itu, dan menikahi Sharron. Tiga hal itu yang mustahil bisa diwujudkan oleh Darrell.


...🪴🪴🪴...

__ADS_1


Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren berikut ini. Terima kasih.



__ADS_2