Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 96. Tes DNA


__ADS_3

Javer gegas menelepon ambulance. Dia merasa bertanggungjawab atas apa yang terjadi barusan karena Javer pun mengenal Noelle. Allegra tidak tahan melihat Noelle tersungkur di jalanan beraspal. Dia ingin mendekat, tetapi tidak berani. Lebih baik menunggu dari pihak rumah sakit.


Ambulance datang lebih cepat dari perkiraannya. Allegra memutuskan untuk ikut mobil tersebut. Awalnya ditolak, tetapi setelah menjelaskan bahwa dia juga mengenal gadis itu akhirnya diizinkan.


Sementara Javer menyusulnya dengan mobil yang digunakan untuk membawa istrinya ke restoran hotel tersebut. Walaupun dia harus memutar dulu supaya bisa membawa mobilnya sendiri.


Gegas Javer menyusul ambulance yang membawa istri dan gadis yang dikenal sebagai sahabat menantunya itu. Dia belum sempat mengabari putranya. Asalkan Noelle selamat dulu.


Sementara Allegra yang berada di dalam ambulance, denyut jantungnya merasakan kesakitan yang luar biasa. Seperti yang pernah dirasakan sekitar 10 tahun yang lalu. Entah, mengapa ini terjadi lagi?


Ada apa ini? Aku seperti merasakan dejavu. Mengapa aku merasa sesuatu ini tidak biasa? Mengapa Noelle menarik perhatianku? Kalau dia bukan Maggia, mengapa aku merasakan kesakitan yang teramat sangat saat tahu kalau dia mengalami kecelakaan?


Ambulance yang membawanya berhenti tepat di depan pintu ruangan emergency. Beberapa perawat mulai menurunkan brankar kemudian membawanya masuk ke ruangan tersebut. Allegra menunggunya di luar sembari menanti kedatangan suaminya.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Javer.


"Aku tidak tahu, Pa. Baru saja dibawa masuk."


"Aku akan mengirimkan pesan pada Alan berikut Darrell. Kurasa mereka semua harus tahu." Javer rasanya ingin mengumpulkan dua pria itu sekaligus.


"Jangan kabari Darrell, Pa! Biarkan saja dia sampai pulang," pinta Allegra.


"Tidak bisa, Ma! Dia pasti sangat marah sekali kalau tahu aku mendiamkan kabar ini."


"Kalau begitu kita tunggu Alan datang sampai dia mengiyakan untuk mengirim pesan pada Darrell."


Daripada berdebat, Allegra pun setuju. Javer mengirimkan pesan pada Alan lebih dulu. Ini memang sudah malam, tetapi bagaimanapun Alan juga mengenal Noelle. Dia pasti akan datang setelah membaca pesannya.


Alan, datanglah ke rumah sakit. Noelle kecelakaan. Kami tunggu di depan ruang emergency.


"Bagaimana, Pa? Sudah?" Allegra ingin tahu respon yang diberikan Alan.

__ADS_1


"Sudah, Ma. Semoga saja dia lekas datang kemari."


Penanganan Noelle terlihat lebih lambat dari sebelumnya. Alan memang datang setelah mendapatkan pesan dari Javer, tetapi dia juga tidak mengabari Darrell.


"Tuan, ada apa ini? Maksudku, bagaimana kronologi kejadiannya?" Setahu Alan, Javer memang berada di sini bersama istrinya. Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa mereka bisa tahu kecelakaan yang menimpa Noelle?


"Kejadiannya sangat cepat, Alan. Sebelumnya aku melihat dia makan malam bersama seorang pria, kemudian kami hendak masuk ke kamar untuk beristirahat. Dia terlihat dikejar beberapa bodyguard. Entah, mengapa gadis itu terlibat kerumitan tiada henti?" jelas Allegra.


Deg!


Alan sedang berpikir mengenai pria yang dimaksud Allegra. Mungkinkah itu Blair? Tapi, kenapa Blair malah membuat Noelle sampai seperti ini? Apakah niatnya untuk mendapatkan informasi mengenai Samuel Alexander sudah diketahui oleh Blair? Kalaupun sudah tahu, mengapa sikap Blair seperti itu? Seperti pria psikopat.


Ingatan Alan tentang tanda lahir yang dimiliki Noelle ingin ditanyakan pada Allegra. Selama ini orang suruhannya belum menemukan jawaban apapun dari orang suruhannya. Mereka mengatakan kalau bayi Maggia memang dibawa ke luar negeri, tetapi tidak jelas negara mana yang menjadi tujuannya.


"Nyonya, sebelumnya aku minta maaf. Ini bukan lagi membahas masalah Noelle, tetapi Maggia. Seandainya Maggia memang masih hidup, bisakah Nyonya mengenali tanda lahirnya?" tanya Alan.


Javer dan Allegra merasa terkejut. Mungkinkah Alan sudah pernah bertemu dengan orang yang dimaksud? Atau, Alan hanya ingin memastikan? Dia juga seperti memberikan harapan palsu pada Allegra.


"Ini bukan mengenai masalah itu, Nyonya. Sejujurnya aku merasa kalau Noelle memiliki tanda lahir yang sama dengan Maggia."


Deg!


Tapi, kalau memang Maggia itu anaknya, mengapa banyak perbedaan. Maggia tidak ada kemiripan sama sekali. Sangat aneh, bukan? Ini mungkin trik Alan hanya untuk menyenangkan hati Allegra.


"Itu tidak mungkin, Alan. Wajah Noelle tidak ada kemiripan sama sekali denganku. Itu tidak mungkin!" Allegra histeris.


Beruntung Javer mencoba menenangkannya. Jika tidak, Allegra bisa menggila tanpa memperhatikan bahwa ini adalah rumah sakit. Tidak seharusnya dia bersikap berlebihan seperti itu.


"Dunia medis sudah berkembang dengan baik, Allegra. Kalau kau meragukan apapun yang dikatakan Alan, mengapa kita tidak melakukan sesuatu yang seharusnya?" tanya Javer.


"Apa maksudmu, Sayang?" tanya Allegra.

__ADS_1


"Kita lakukan tes DNA," ucap Javer yakin.


Bagaimanapun proses ini tidaklah mudah. Javer menyerahkan ini pada Alan. Alan harus menyelesaikan tugas ini dengan cepat.


"Baik, Tuan. Aku mengerti maksudmu. Lalu, apakah aku bisa mengabari tuan Darrell? Aku takut kalau dia akan marah padaku."


"Kirimkan pesan padanya, tetapi rahasiakan tes DNA ini darinya sebelum semuanya terbukti," jelas Javer.


Malam itu juga, Alan mengirimkan pesan pada tuannya untuk lekas kembali. Dia berada di rumah sakit bersama orang tua tuannya.


...🌷🌷🌷...


Keesokan harinya, Alan memutuskan untuk berangkat ke kantor sebelum menyiapkan segala sesuatunya untuk orang tua Darrell. Kondisi Noelle masih kritis. Dia koma sehingga membuat Javer dan Allegra bergantian menjaga.


"Tuan, kalau Anda butuh bodyguard untuk penjagaan Noelle, maka aku akan mengirimkannya dengan segera," ucap Alan.


"Tidak perlu, Alan. Aku dan Allegra akan menjaganya. Kami akan bergantian," ucap Javer.


Sebagai orang tua yang masih ragu pada gadis yang tidak berdaya itu, Javer mencoba memahami situasinya saat ini. Dia mendadak diminta untuk istrinya datang ke Meksiko. Padahal dia juga tahu kalau Darrell tidak ada di tempat. Kemudian ketidak sengajaan mereka berdua bertemu dengan Noelle.


"Baiklah, Tuan. Aku harus pulang dulu ke apartemen. Kalau ada kabar apapun, tolong infokan padaku. Aku juga bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi padanya." Alan merasa ada sesuatu yang janggal. Namun, dia tidak boleh gegabah untuk langsung mengambil kesimpulan. Dia membutuhkan bukti yang kuat.


"Jaga dirimu baik-baik, Alan!" pesan Allegra.


Kini tinggallah mereka berdua. Javer mengajak Allegra untuk menikmati sarapan paginya, tetapi wanita itu menolaknya. Dia merasa tidak bisa makan karena melihat kondisi Noelle seperti itu.


"Kamu juga butuh asupan, Allegra! Kalau kamu sakit, dan ternyata Noelle itu anak kita, kamu bisa apa? Kesehatanmu juga penting. Ayo, aku suapin," rayu Javer.


"Aku bingung, Javer. Terkadang aku merasa kalau dia anakku, sesekali aku merasa kalau dia itu orang lain. Wajahnya, penampilannya, dan semua tentangnya sangat bertolak belakang denganku. Masihkah aku meyakini kalau dia anakku?" tanya Allegra dengan suara seraknya.


"Kenapa kau meragukan sesuatu yang bisa saja terjadi, Allegra. Maksudku, kalaupun Noelle bukan anak kita, itu bukan masalah bagimu. Setidaknya kita tunggu sampai hasil tes DNA itu keluar. Oke?"

__ADS_1


Usaha Javer meyakinkan istrinya tidaklah mudah. Termasuk usahanya meyakinkan diri sendiri. Javer pun meragukan hal yang sama, tetapi tes DNA bisa menjawab semua keraguan itu.


__ADS_2