Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 75. Kejutan Aneh


__ADS_3

Darrell mengelus puncak kepala Sharron. Menenangkannya kemudian memberikan perintah yang akan mengejutkan hati dan perasaannya.


"Kamu masih ada pekerjaan di dapur, kan? Lekas selesaikan karena aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat."


"Mau ke mana? Ini sudah malam. Kurasa kamu juga belum makan malam," ucap Sharron. Selain menata barang belanjaan, dia juga harus memasak untuk makan malam.


"Sudah, ikuti saja! Selain dua aturan tadi, yang ketiga adalah wajib menyenangkan hati suami," ucap Darrell sembari tersenyum. Rasanya hari ini puas sekali sudah mengerjai istrinya.


Sementara Sharron pergi ke dapur, Darrell menyiapkan paper bag yang akan diberikan pada istrinya. Ini sudah disiapkan sepulang kerja. Sangat mendadak memang, tetapi mau bagaimana lagi demi memberikan kejutan spesial.


"Sayang, kamu sudah selesai?" Darrell mengikutinya ke dapur.


"Baru mau selesai, Sayang. Ada apa?"


"Kalau sudah selesai, lekas bersiap! Ini aku ada hadiah kecil untukmu." Darrell menyerahkan paper bag berisi gaun malam yang begitu indah.


"Apa ini?"


"Sudah, bersiap saja! Aku ada surprise untukmu. Ayo," ajak Darrell.


Sharron menurut. Setelah semua urusannya di dapur selesai, dia lekas ke kamar untuk mengganti pakaiannya. Dia juga melihat Darrell sibuk menggantikan pakaiannya juga.


"Apakah kita akan pergi makan malam?" tanya Sharron. Rasa penasarannya lebih tinggi dari apapun saat ini.


"Sayang, namanya surprise itu tidak seru kalau dikatakan sekarang. Lebih baik bersiap, dandan yang cantik, dan ikuti aturan main dari aku."


Hemm, memangnya kejutan apa ini? Aku semakin penasaran. Tapi, gaun malam ini sungguh mengganggu pikiranku. Apakah Darrell akan mengajakku ke hotel kemudian kita tidur berdua di sana? Ah, daripada aku menebak-nebak, lebih baik aku selesaikan dengan cepat. Kalau tidak, Darrell pasti akan mengomel lagi. Huft, repotnya!


Sharron sudah selesai mengganti pakaian, berhias secantik mungkin dengan hiasan naturalnya, dan mengambil high heels-nya. Untung saja high heels yang dimiliki warnanya sepadan dengan gaun yang diberikan suaminya.


"Sudah siap?"


Sharron mengangguk. Darrell lantas memberikan penutup mata padanya.


"Untuk apa?"


"Menutup matamu! Ingat, tidak boleh curang. Ini kejutan. Kalau kamu curang, aku tidak mau lagi berbicara denganmu!" ancam Darrell. Malam ini dia harus sukses dengan rencananya.

__ADS_1


Sharron pun menurut. Dia menggunakan penutup mata itu dengan baik. Darrell lantas menggandeng tangannya untuk turun ke basemen. Seolah mereka akan pergi ke suatu tempat yang sangat spesial.


Sharron memang tidak bisa melihat, tetapi dia bisa bertanya. Ketika sudah duduk di dalam mobil, lantas Darrell pun duduk di kemudi. Dia kemudian mengendarai kendaraannya keluar apartemen.


"Sayang, apakah kita akan menikmati dinner romantis di restoran? Atau, hotel?" Sharron selalu saja bertanya, tetapi jawaban Darrell tetap sama.


"Kejutan tetaplah kejutan. Ikuti saja perintahku!"


Sharron merasa kalau kendaraannya ini menuju ke sebuah hotel yang tidak jauh dari apartemennya. Bisa dibilang hotel bintang lima yang sangat terkenal. Kalaupun harus ke sana, Darrell mesti melakukan reservasi terlebih dahulu. Mungkin saja dia sudah menyiapkan segalanya.


Masih di jalanan, Darrell memutuskan untuk memutar kembali mobilnya ke apartemen. Sharron tidak akan tahu. Dia merasakan kalau perjalanan menuju kejutan itu sendiri belum usai. Malam ini keberuntungan bagi Darrell karena jalanan dari basemen menuju ke unit apartemennya sepi. Ya, Darrell akan memberikan kejutan pada Sharron di dalam unit apartemennya sendiri. Darrell penasaran dengan reaksi apa yang akan diberikan Sharron padanya?


"Kita ke hotel, ya?" tanya Sharron saat Darrell menuntun langkahnya ke suatu tempat. Dia merasa kalau jalannya ini menuju ke kamar sebuah hotel. Sharron yakin seratus persen.


"Sabar! Kejutannya sebentar lagi, ya."


Untung saja Darrell keluar sebentar tidak bertemu dengan Alan. Kalaupun sampai ketemu, bisa dipastikan Alan akan menyapanya kemudian merusak segalanya.


Setelah sampai di ruang tamu unit apartemennya, Darrell membelokkan arah jalannya tidak ke kamar utama melainkan ke kamar tamu. Ada kejutan besar di sana!


Harum bunga mawar sudah tercium saat memasuki kamar. Bukan dari aroma pewangi, tetapi dari mawar merah asli.


Darrell melepaskan sepatunya. Dia kemudian berlutut di hadapan Sharron untuk melepaskan sepatu yang digunakan istrinya.


"Kenapa dilepas, Sayang?" tanya Sharron.


"Supaya kamu nyaman ketika melangkahkan kaki," ucapnya.


"Apakah aku sudah boleh melepaskan penutup mata ini?"


"Sabar, ya!" Darrell menuntunnya menuju ke atas ranjang. Dia mendudukkan istrinya tepat di tepi ranjang, bukan di samping. Sharron merasa duduk di ujung ranjang.


"Sudah?" tanya Sharron lagi.


"Sebelum kamu membuka penutup matanya, berjanjilah untuk tidak marah dengan apapun kejutan yang aku berikan. Sejujurnya aku bingung ingin memberikan kejutan apa padamu. Rencana honeymoon sudah kamu tolak. Sebagai penggantinya, ini kejutan yang biasa. Semoga kamu suka."


"Apapun kejutannya, aku pasti mau menerimanya. Terima kasih," ucapnya.

__ADS_1


"Aku hitung sampai tiga, kamu buka mata perlahan, ya!"


Sharron mengangguk.


"Satu, dua, tiga!"


Sharron membuka matanya secara perlahan. Penglihatan pertamanya tertuju pada sebuah televisi besar di hadapannya kemudian muncullah sebuah film yang mengisahkan perjalanan seorang anak bersama orang tuanya. Lebih tepatnya anak laki-laki dan papa mamanya.


Tunggu! Film yang dilihatnya sangat tidak asing. Gambar itu menunjukkan mansion Darrell yang ada di Italia.


"Sayang, ini kamu? Masa kecil bersama mama dan papa?" Antusiasme Sharron semakin tinggi ketika melihat kebahagiaan satu keluarga itu.


"Iya, kamu suka?"


"Aku suka sekali. Tunggu! Kamar ini tidak asing bagiku. Apakah sebelumnya kita pernah berada di sini?"


Darrell tersenyum. "Kamu sadar sedang berada di mana?" Bukannya menjawab, dia malah memberikan pertanyaan lagi.


"Sayang ... ini apartemen kita, bukan? Kok bisa sampai di sini lagi? Wah, aku sangat terkejut sekali. Kupikir tadi kita akan pergi ke hotel. Ternyata kejutannya ada di dalam kamar tamu. Iya, kan? Kok bisa punya ide seperti ini?"


"Kamu tidak suka?"


"Bukannya tidak suka. Lucu saja kalau hanya ke kamar ini, mengapa kamu bawa aku keluar apartemen?" Sharron tersenyum.


"Aku berusaha membuatmu bahagia, Sharron. Kemarilah! Naik ke ranjang. Aku ingin kamu menikmati setiap film yang kamu tonton saat ini. Itu kisah masa laluku. Aku berharap kelak bisa sebahagia di dalam film itu," jelas Darrell.


Sharron naik ke ranjang. Dia menyandarkan tubuhnya di tubuh kekar Darrell, suaminya. Kejutannya menarik. Darrell tidak akan membuat lelah Sharron kalau seperti ini.


Sambil menikmati film masa kecil Darrell, Sharron sesekali bertanya pada suaminya.


"Apakah ini kejutan honeymoon?" tanya Sharron sembari memandang ke wajah suaminya. Dia sedikit mendongakkan kepalanya.


"Kalau kamu merasa seperti itu, boleh. Tidak masalah kan kalau kejutannya terasa aneh seperti ini? Kurasa kamu juga tidak terkejut sama sekali."


Sharron menarik tangan Darrell. Dia mengecup tangan kekar suaminya.


"Terima kasih untuk kejutan yang luar biasa ini, Sayang. Aku sangat menikmatinya."

__ADS_1


Sepasang pengantin baru ini menikmati malamnya berdua dengan menonton film, saling memberikan pelukan, kecupan, dan ciuman mesra. Malam ini hanya akan menjadi malam milik mereka berdua.


__ADS_2