Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 124. Double Date


__ADS_3

Senyuman mengembang di bibir Noelle saat Sharron memutuskan kalah darinya. Kali ini Sharron mendadak terkejut karena Noelle membawanya ke sebuah butik. Bukannya ke Mall, malah berbelok ke tempat yang tidak ingin dikunjunginya kali ini.


"Noelle, sebenarnya kamu ada masalah apa? Aku ingin ke Mall, tetapi kamu malah membawaku ke butik seperti ini. Memangnya kamu mau membeli apa di sini?" tanya Sharron.


"Ssttt! Bukan aku, tapi kita. Kita akan mencari gaun yang paling cantik. Ini perintah! Tidak boleh ada penolakan," ucap Noelle. Sebenarnya dia bisa saja menjelaskan bahwa ini adalah permintaan suaminya, tetapi Noelle sudah terlanjur berjanji pada Darrell.


"Aku heran dengan keluarga ini. Tidak ada rencana pesta atau apa pun malah mencari gaun," ucap Sharron lirih.


Tetap saja itu masih bisa didengarkan oleh Noelle. Memangnya Noelle tuli sehingga ucapan sepelan itu tidak mampu didengarnya? Noelle malah cekikikan menanggapi Sharron.


"Noelle!" tegur Sharron karena sahabatnya itu mulai bertingkah aneh.


"Sudah. Lebih baik kita pilih gaun yang terbaik. Setelah itu, aku yang akan membayarnya."


Tumben Noelle akan membelikannya gaun. Jangan-jangan ada sesuatu yang disembunyikan sahabatnya.


"Kamu masih tidak mau jujur sama aku?"


Noelle menoleh sekilas. "Jujur yang bagaimana lagi? Aku sudah jujur mau mengajakmu ke sini. Kita beli gaun, kemudian aku yang membayarnya."


Segampang itu? Ini benar-benar mencurigakan. Perubahan sikap Noelle sangat cepat sekali.


"Aku mau keluar saja," tolak Sharron.


Noelle menghembuskan napas kasar. Benar-benar susah sekali membohongi ibu hamil satu ini. Kalau dia jujur pada Sharron, kakaknya pasti akan marah. Dilema, bukan? Namun, bukan Noelle rupanya kalau tidak memiliki segudang alasan demi membohongi kakak iparnya.


"Kamu ini, Sharron. Aku mau kasih kejutan kalau aku dan Alan mau mengajak double date. Sebenarnya ini kejutan, tetapi kamu terus saja menolakku. Ya sudah. Terpaksa aku jujur," ucap Noelle tertunduk.


"Apa? Double date? Jadi, kamu dan Alan sudah ...."


Demi kepura-puraannya terpaksa Noelle mengangguk. Kalau tidak, wanita satu ini akan sulit sekali dikendalikan.


"Aaaaa, selamat, Sayangku!" Sharron kembali memeluk sahabatnya. Dia tidak menyangka kalau selama ini bertolak belakang dengan Alan nyatanya bisa bersama seperti ini.


Ish, kalau bukan demi kakakku, aku enggan sekali membuat satu kebohongan ini. Yah, biarlah asal kakakku tidak kecewa. Namun, kalau Alan tahu, pria itu bisa saja semakin besar kepala. Menyebalkan sekali!

__ADS_1


Sharron sudah mulai menurut. Dia mengikuti setiap langkah Noelle tanpa terpaksa. Justru dia malah asyik senyum membayangkan double date yang akan mereka lakukan beberapa hari lagi. Rasanya sungguh aneh bisa memiliki saudara seperti Alan yang terkadang membuat kesal itu.


Noelle memilih beberapa gaun untuk dicoba Sharron. Darrell pasti meminta gaun yang paling elegan untuk penyambutan nanti.


"Noelle, kamu sedang tidak berbohong padaku, kan?" tanya Sharron.


"Hah? Berbohong yang bagaimana? Aku sedang memilih gaun untukmu. Memangnya ada yang salah?"


Kecurigaan Sharron bertambah karena sedari tadi Noelle terus berfokus padanya. Dia belum memilih sama sekali.


"Tunggu! Aku tidak mau mencobanya," tolak Sharron.


"Kenapa? Aku susah payah mencarikan gaun yang cocok untuk kamu."


"Berasa seperti aku yang akan melakukan double date. Biarkan aku yang memilih gaunku sendiri. Kalau kurang cocok, nanti kamu yang komentar."


Feeling Noelle mengatakan kalau Sharron mencurigai banyak hal padanya. Mungkin saja dengan pengakuannya bersama Alan yang akan melangsungkan double date itu seperti sebuah drama. Selama ini Alan dan Noelle tidak begitu dekat. Jadi, kemungkinan untuk melakukan double date itu tipis sekali.


"Ya, baiklah." Noelle pun mengalah. Jika tidak, maka kecurigaan Sharron padanya semakin tinggi.


Satu persatu Noelle mulai menyusuri beberapa gaun. Dia mengambil satu gaun kemudian dipasangkan ditubuhnya. Dia tidak mencoba secara langsung, cuma menempelkan gaun itu tepat di depan tubuhnya. Sesekali sambil bercermin.


Hal itu membuat Noelle sangat terkejut sekali. Kenapa Alan bisa berada di sini?


Alan? Kenapa dia ada di sini?


"Hai, Alan! Terima kasih sudah mau datang," ucap Sharron.


Glek!


Dugaan Noelle tidak pernah meleset. Sharron akan melakukan segala cara membuat Noelle tidak bisa bergerak. Irama napasnya benar-benar tidak terkontrol. Sebentar lagi rencana kakaknya untuk memberikan kejutan pada Sharron akan berantakan gara-gara dirinya.


"Tentu, Nyonya. Bukankah ini untuk acaraku juga? Double date, bukan?" tanya Alan.


Uhuk!

__ADS_1


Noelle terbatuk. Dia bingung dengan sikap Alan. Kenapa dia bisa tahu rencana ini? Padahal dia hanya pura-pura.


"Hemm, kamu nervous, Noelle?" tanya Sharron.


"Tentu saja dia nervous, Nyonya. Lebih baik Anda lekas memilih gaun, sementara kami juga akan memilih di sini," ucap Alan.


Puas mengerjai Noelle, Sharron kembali memilih gaunnya sendiri. Sementara Alan dan Noelle sedang bersitegang.


"Kamu tahu kebohongan ini dari siapa? Sharron?" tanya Noelle.


"Iya. Dia yang meminta aku datang ke sini. Kenapa?"


"Kamu sudah tahu kalau ini hanya kebohongan saja, bukan?" Noelle jelas tidak mau kalau ini membuat Alan salah paham.


"Kalaupun benar, itu tidak masalah, Nona Noelle."


Mendengar namanya disebut seakan ingin datang menemui kakaknya kemudian memindahkan pria yang saat ini ada di sebelahnya untuk pindah ke Kutub Utara atau Selatan.


"Jangan terlalu membenci, Nona. Bisa jadi kebencian itu akan mengubahmu menjadi cinta. Karena sejatinya cinta dan benci itu beda tipis," ucap Alan menasihati.


Rasanya ingin kabur ke dasar lautan. Pikirannya tidak lagi pada gaun-gaun yang terpampang indah. Melainkan ingin lekas kembali ke apartemen supaya tidak melihat wajah Alan. Jika bukan karena kakaknya, Noelle juga enggan berada di butik seperti ini.


"Sudah cukup bicaranya? Kalau sudah, pastikan istri tuanmu itu memilih gaun yang tepat. Kalau sampai salah, awas saja!" ancam Noelle. Dia kemudian menjaga jarak dengan Alan.


Pengamatan Sharron tidak pernah salah. Diam-diam dia memperhatikan asisten suaminya.


"Kalau suka, lebih baik disegerakan. Ya, walaupun kamu juga sudah tahu seperti apa tabiatnya, tetapi sebenarnya dia sangat baik. Dia itu seperti mama peri yang selalu bisa memberikan kenyamanan dan yah, kebahagiaan padaku," jelas Sharron.


Alan belum berani berbalik badan. Dia khawatir kalau pembicaraannya barusan didengar oleh Sharron. Kalau sampai gagal, dia bisa dihabisi oleh tuannya.


"Eh, iya, Nyonya. Itu bisa dibicarakan saat nanti double date, kan?" balas Alan yang perlahan mulai membalikkan badannya.


"Jangan menyesal kalau didahului orang lain," goda Sharron. Rasanya puas sekali bisa menggoda dua orang berbeda karakter.


Alan hanya tersenyum saja. "Oh ya, bagaimana dengan pilihan bajunya, Nyonya?"

__ADS_1


"Ah ya, hanya untuk acara double date saja aku harus bingung begini. Sebenarnya aku sudah memilih satu gaun, tetapi Noelle sedari tadi menunjukkan padaku banyak gaun. Dasar membingungkan!"


Alan tersenyum. Setidaknya rencana untuk memberikan kejutan pada Sharron tidak mengalami kegagalan seperti yang dikhawatirkan tuannya. Itulah mengapa dia diminta menyusul Noelle ke butik ini. Darrell takut kalau Sharron tidak percaya dengan Noelle.


__ADS_2