Belenggu Cinta Hot Daddy

Belenggu Cinta Hot Daddy
Bab 64. Keraguan pada Sharron


__ADS_3

Darrell sangat tenang setelah mendapatkan jawaban dari Alan bahwa dia hanya ingin membantu menemukan keluarga istri tuannya. Mungkin saja Sharron sangat merindukannya. Kalaupun orang tuanya sudah meninggal, bisa dipastikan pemakamannya di mana.


Pernikahan yang diselenggarakan di Italia membuat Darrell harus menyiapkan dirinya. Dia juga meminta Alan datang bersama Noelle.


"Datanglah bersama Noelle!"


"Tapi, Tuan--" Alan sebenarnya tidak ingin bersama Noelle. Wanita itu sangat merepotkan.


"Ini perintah! Jangan pernah kau tolak! Bukankah kau ingin membuatku dan Sharron bahagia? Kedatanganmu bersama Noelle adalah kebahagiaan pernikahan kami."


Hari ini, tepat tiga hari sebelum pernikahan, Allegra mengabari untuk meminta Darrell lekas pulang ke mansionnya. Alasannya untuk fitting pakaian yang akan digunakan untuk pernikahannya.


"Kalau tahu begini, aku sangat capek di jalan. Perjalanan Meksiko ke Italia membutuhkan waktu kurang lebih 14 jam. Itu hanyalah ukuran perjalanan pesawat terbang. Belum lagi harus mencapai mansion keluarganya. Sepertinya orang tua Darrell sengaja menyiksanya supaya pada saat malam pertama mereka, Darrell tidak langsung tancap gas.


"Terima kasih, Alan," ucap Darrell saat dirinya baru turun dari mobil Alan.


Ya, hari ini Alan mengantarkan Darrell ke bandara. Dia akan meninggalkan perusahaan dalam jangka waktu yang lumayan lama. Bisa dipastikan setelah pernikahannya, mereka akan pergi berbulan madu.


"Sama-sama, Tuan. Hati-hati dalam perjalanan!" ucap Alan sebelum berpisah dengan tuannya.


...****************...


Perjalanan panjang dilalui Darrell sangat melelahkan. Sebelum sampai mansion, dia minta tolong pada sopir untuk berhenti di toko bunga untuk membelikan buket bunga Sharron maupun mamanya. Ini hanya hadiah kecil menurutnya. Namun, perhatian seperti inilah yang akan menambah kasih sayang di antara mereka.


Suasana mansion sudah terlihat sibuk. Beberapa persiapan sedang dilakukan untuk menyelenggarakan acara esok hari. Darrell yang baru saja sampai di sana tidak melihat keberadaan mama atau Sharron, calon istrinya.


"Mama di mana?" tanya Darrell pada pelayan kepercayaan yang ditemuinya.


"Ehm, nyonya pergi berbelanja, Tuan. Semua persiapan sudah diserahkan kepada kami. Ada beberapa tambahan dari pekerja wedding organizer. Kalau Anda mau fitting pakaian, silakan ke ruang ganti kamar Anda, Tuan. Kalau ada masalah, Tuan bisa mencariku karena nyonya memasrahkan urusan Anda padaku," jawab pelayan senior.

__ADS_1


"Ehm, kalau Nona Sharron?" Darrell sudah tidak sabar ingin menemukan wanita yang dicintainya itu.


"Nona sedang berada di dalam kamar. Tidak boleh ada seorang pun yang menemuinya termasuk Anda, Tuan."


Glek!


Ini pernikahan atau penjara? Mengapa Mama seolah menyiksaku seperti ini. Aku sudah menahan rindu selama ini. Giliran sudah sampai, aku tidak diizinkan untuk bertemu. Mama memang benar-benar tidak waras!


"Lalu, bagaimana caraku untuk memberikan buket bunga ini?" Darrell memang terlihat membawa dua buket bunga di tangannya.


"Anda bisa menitipkan bunga itu padaku. Aku akan menyerahkan pada Nona Sharron, Tuan."


Ini kesempatan bagus bagi Darrell supaya mengetahui di mana kamar yang ditempati Sharron saat ini. Mansion ini memang sangat luas. Bagaimanapun pasti orang tuanya menempatkan Sharron di sebuah kamar yang fisk tidak mungkin bisa dijangkau olehnya.


"Baiklah." Darrell menyerahkan satu buket bunga itu ke tangan pelayan. Satu buketnya lagi diletakkan di depan kamar mamanya karena memang itu dihadiahkan untuknya.


Alasannya hanya untuk mengecoh pelayan seniornya. Berada di dalam mansion orang tuanya seperti bermain teka-teki di dalam film layar lebar. Untuk menemui kekasihnya saja dia harus mengendap-endap sampai menemukan tempat persembunyiannya.


Setelah menemukan tempat yang diperkirakan tempat Sharron selama ini, Darrell akan mendatanginya di malam hari. Dia bisa saja sampai ke sana detik ini, tetapi masih banyak pelayan yang berkeliaran. Bisa saja mamanya akan memarahinya.


...****************...


Menjelang malam, semua orang baru berkumpul di mansion. Saat ini mereka akan menikmati makan malam bersama. Melihat kedatangan putranya, Allegra sangat berbahagia karena besok merupakan tanggal pernikahannya.


"Kau pasti tidak sabar untuk bertemu dengan Sharron," ucap Allegra.


"Memangnya dia di mana, Ma? Mengapa dia tidak ikut makan malam di sini?"


"Besok dia akan makan malam bersama kita," sahut Javer.

__ADS_1


"Ma, Pa, memangnya dia ada di mana?"


"Mama memintanya untuk tinggal di paviliun sementara waktu."


"Tapi, Ma. Paviliun itu kan kosong?"


"Pokoknya mama tidak ingin kalau kamu ke sana sebelum pernikahan berlangsung. Mama tidak suka kalau kamu memaksa untuk menemuinya!" Larangan yang diberikan Allegra sangat beralasan. Ini akan menjadi masalah untuk keluarganya di masa mendatang.


"Paviliun itu tidak kosong, Darrell. Banyak pelayan yang merawatnya. Kamu jangan khawatir karena di sana Sharron tidak akan sendirian," sahut papanya.


Ada perasaan yang tidak biasa di dalam hati Darrell. Paviliun itu sudah lama kosong kemudian sekarang ditempati Sharron. Apakah selama ini Sharron nyaman tinggal di sana? Puluhan tahun Darrell tidak pernah menengoknya semenjak kejadian kala itu. Darrell hanya mampu mengingat sebagian saja. Hal itu yang membuatnya tidak bisa memecahkan teka-tekinya. Satu kata yang terngiang di telinganya kala itu adalah Mafia. Entah, siapa Mafia yang dimaksud oleh penjahat itu?


"Darrell, kamu baik-baik saja?" tanya Allegra.


"Ya, Ma. Aku baik-baik saja. Oh ya, aku tidak akan datang ke paviliun kalau kalian melarangnya. Tapi, aku minta satu hal pada kalian untuk jujur padaku dengan kejadian 25 tahun yang lalu!"


Deg!


Allegra dan Javer berpandangan. Setelah puluhan tahun lamanya, baru kali ini putranya mengungkit kejadian itu. Ada rasa nyeri di dada Allegra. Berbeda dengan Javer, dia terlihat tetap tegar selama ini.


"Memangnya kamu mau apa, Darrell? Mau mencari keberadaan adikmu yang tidak mungkin bisa ditemukan lagi?" tanya Javer.


"Pa, aku memang tidak tahu keberadaan adikku. Lalu, seandainya Sharron ternyata adikku bagaimana? Kami tidak akan pernah bisa menikah dan cinta kami harus berakhir begitu saja. Papa mau kalau hubungan kami ternyata pernikahan sedarah?"


Glek!


"Itu tidak mungkin, Darrell. Wajah Sharron dan keluarga kita berbeda. Mama akan melakukan tes DNA kepada Sharron. Mama yakin kalau Sharron itu bukan adikmu. Ingat, pernikahanmu akan tetap berlangsung besok. Jangan berbuat yang macam-macam!" ancam Allegra.


Kejadian 25 tahun yang lalu telah membuat Allegra hampir gila. Dia juga hampir kehilangan nyawanya karena kehilangan anak perempuannya. Dia teringat satu hal ucapan penjahat itu bahwa akan menjadikan putrinya sebagai wanita pemuas ranjang.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, Ma. Aku harap pernikahanku dengan Sharron benar. Aku juga berharap bukan dia adikku," ucap Darrell kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Malam ini Darrell akan terus berada di dalam kamarnya sampai diizinkan untuk bertemu dengan Sharron. Perasaannya semakin tidak menentu. Sanggupkah Darrell melepaskan Sharron jika ternyata dia adalah adik kandungnya? Tapi, itu sangat mustahil. Darrell tetap meyakini kalau Sharron bukanlah adiknya. Maggia pasti ada di suatu tempat yang tidak pernah dibayangkan keberadaannya.


__ADS_2