
Rainero berlari tergesa-gesa sambil membawa Shenina yang sudah tak sadarkan diri dalam gendongannya. Ia benar-benar panik. Ia tidak menyangka kalau istrinya akan mengalami penculikan. Bahkan Rainero tak menyangka kalau pelakunya merupakan asisten pribadi ibunya sendiri.
Ia pikir hanya orang-orang seperti Theo, Jessica, bahkan Harold yang bisa saja melakukan pembalasan dendam jadi ia telah mengirim orang untuk mengawasi mereka. Namun orang yang mengawasi Harold kehilangan jejak saat ia pergi ke toilet di pusat perbelanjaan yang laki-laki itu datangi. Saat ia keluar, Harold ternyata sudah menghilang.
Rose telah bekerja bertahun-tahun dengan Delena. Oleh sebab itu, ia sudah sangat pandai memanfaatkan celah untuk menculik Delena dan Shenina sekaligus. Setelahnya, ia akan menghabisi keduanya. Tujuannya tentu agar Reeves dan Rainero menderita karena kehilangan. Agar mereka pun merasakan hal yang sama seperti yang selama ini ia rasakan.
Beruntung, tadi ada petugas keamanan yang melapor pada Axton kalau ada ayah dari Shenina yang ingin menemui Rainero. Awalnya Rainero mengira Harold lah penculik itu. Jadi ia pun meminta bantuan polisi untuk mencari jejak mobil yang Harold gunakan.
Untuk jalanan kota, memang mudah, tunggal memanfaatkan rekaman cctv di jalan raya, mereka akan dengan mudah menemukan jejak mobil tersebut. Namun saat mobil masuk ke area yang memang tidak pernah digunakan lagi. Area itu sepi, tak ada satupun penduduk di sana. Area yang pernah mengalami bencana alam hebat sehingga nyaris semua infrastrukturnya rusak. Tak ada kamera cctv di sana, di sinilah Rainero dan yang lainnya menemukan kesulitan.
Tapi pihak kepolisian tak tinggal diam. Mereka mengerahkan tim yang ahli di bidangnya untuk menelusuri jejak yang memungkinkan merupakan petunjuk lokasi pelarian para penculik itu. Hingga dalam waktu 30 menit, akhirnya mereka menemukan gedung tua yang mana di sana telah terparkir mobil milik Harold.
Dengan amarah membuncah, Rainero dan yang lainnya masuk ke dalam gedung tua itu. Dan matanya terbelalak saat melihat pemandangan di hadapannya.
"Shenina," panggil Rainero khawatir. Melihat Shenina tak sadarkan diri, Rainero pun segera meneriaki Mark agar menyiapkan mobil mereka.
...***...
Mark mengemudikan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata. Begitu pula mobil di belakang mereka, Reeves membawa Delena, Axton membawa Gladys, dan dua buah mobil ambulans membawa Harold dan Rose. Sementara Hose langsung dibawa ke kantor polisi karena ia tidak mengalami luka berarti.
Setibanya di rumah sakit, Shenina dan yang lainnya pun segera mendapatkan penanganan.
__ADS_1
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Rainero saat melihat dokter keluar dari dalam ruang ICU.
Dokter itu menghela nafas, "istri Anda mengalami kontraksi dini. Mungkin faktor stress dan tegang memicu istri anda mengalami kontraksi dini."
Mata Rainero terbelalak, "lalu, bagaimana keadaannya? Tolong istri dan anak-anak saya, dokter. Selamatkan mereka, aku mohon!" melas Rainero.
"Saran saya, istri Anda harus segera melakukan operasi Caesar untuk menyelamatkan ketiganya. Sebab sudah tidak memungkinkan untuk istri Anda mengalami persalinan normal. Bagaimana? Kami akan segera mempersiapkan ruang operasi bila Anda setuju?"
"Tapi usia kandungan istri saya baru 8 bulan, dok. Apa itu tidak apa-apa?" tanya Rainero memastikan.
"Tidak apa. Justru bila semakin ditunda, maka akan membahayakan keselamatan istri dan anak-anak Anda."
Dokter itupun mengangguk. Ia pun segera memerintahkan timnya untuk mempersiapkan ruang operasi.
Sementara itu, masih di gedung yang sama namun berbeda ruangan, tampak Delena menangis tersedu-sedu. Ia terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Shenina dan Gladys. Apalagi setelah mendapatkan kabar kalau Shenina harus segera menjalani operasi Caesar untuk menyelamatkan nyawa ketiganya.
"Ini salah, Mommy.. Seandainya Mommy tidak mengajak Shenina dan Gladys pergi, semua ini pasti takkan terjadi," lirih Delena sesenggukan.
"No, ini bukan salah Mommy. Semua sudah takdir. Mau dihindari bagaimanapun bila memang sudah ditakdirkan seperti ini, maka akan tetap terjadi," ucap Reeves berusaha menenangkan Delena yang berada dalam pelukannya.
"Tidak, semua salah Mommy. Salah Mommy juga yang saat itu tetap bertahan dan kembali pada daddy. Seharusnya saat mommy memutuskan ingin berpisah, Mommy tidak luluh dengan permintaan maaf Daddy. Semua karena kehadiran mommy. Karena Mommy juga, putri daddy dari Levin terluka dan sakit hati sehingga memilih jalan balas dendam seperti ini. Seharusnya mommy memang tidak hadir diantara kalian berdua. Gara-gara Mommy, semaunya menjadi ... "
__ADS_1
Reeves merenggangkan pelukannya pada Delena. Ia belum paham maksud perkataan Delena. Ya, mereka belum tahu penyebab Rose melakukan penculikan itu.
Delena menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya.
"Rose, ternyata dia putrimu dari Levinson. Dia ... kembali untuk membalaskan dendamnya karena daddy telah meninggalkan Levin begitu saja."
Delena lantas menceritakan apa saja yang terjadi selama penyekapan mereka. Reeves terbelalak saat mendengar penuturan Delena yang sungguh di luar dugaan. Ia pikir Rose dendam karena sakit hati atas sikap Delena yang mungkin kurang berkenan dibenaknya. Namun ternyata ada masalah yang lebih besar lagi yang mungkin akan segera terjadi bila ia tidak segera mengambil tindakan.
"Apa Mommy yakin kalau Rose anak daddy?" tanya Reeves meminta pendapat Delena.
"Semua bisa saja terjadi bukan? Hubungan kalian bukan sehari dua hari, tapi bertahun-tahun. Bahkan kalian pernah tinggal bersama sampai-sampai mengabaikan keberadaan Mommy. Bahkan saat mommy hamil pun, Daddy ... "
Delena tersenyum getir saat mengingat masa-masa menyakitkannya dahulu. Bagaimana Reeves lebih memilih tinggal dengan Levin, mengabaikan dirinya yang merupakan istri sah laki-laki itu.
Reeves tercekat saat mengingat masa kelamnya dan Delena. Ia pernah begitu menyakiti Delena dan ia tak ingin mengulanginya lagi.
"Mom, Daddy tahu, kesalahan Daddy amat sangat besar. Bahkan takkan pernah terlupakan meskipun bibir Mommy mengatakan telah memaafkan Daddy. Untuk itu, Daddy takkan pernah bosan meminta maaf pada Mommy. Apa yang Rose sampaikan pasti membuat Mommy syok dan terluka, tapi tetap saja, kita tidak boleh menerima begitu saja pengakuannya. Oke kalau memang Rose anak Daddy, maka Daddy akan bertanggung jawab pada kehidupannya. Namun bila bukan? Kita tidak boleh menerima pengakuan mereka begitu saja. Daddy akan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Mommy jangan banyak pikiran ya, Sayang. Dan meskipun seandainya Rose memang anak Daddy, tetap saja perbuatannya tidak dibenarkan. Ia dan pamannya tetap harus menanggung konsekuensinya. Namun Daddy tetap berharap kalau Rose bukan anak Daddy. Sekarang, cukup doakan agar Shenina baik-baik saja. Semoga anak-anak Rainero juga bisa lahir dengan sehat dan selamat," ujar Reeves sambil mengusap puncak kepala Delena dengan penuh cinta.
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
__ADS_1