
Hari-hari Tobey kini selalu diselimuti amarah. Bahkan setiap apa saja yang orang-orangnya kerjakan selalu saja salah di matanya. Seperti biasa, Tobey akan mencaci maki dan mengeluarkan sumpah serapah, tak peduli kalau orang-orang itu akan sakit hati dengan kata-katanya. Merasa memiliki kekuasaan membuat Tobey tinggi hati. Hatinya dingin sedingin gunung Himalaya. Tak tersentuh. Bahkan pada mendiang istrinya yang katanya ia sangat cintai pun ia bersikap dingin.
Tobey memang setia dan mencintai mendiang istrinya, namun ia tidak pernah menyadari, sikap dingin, arogan, dan kasarnya inilah yang membuat mendiang istrinya tertekan hingga akhirnya meninggal karena tak kuat menahan tekanan batin. Tobey pikir, setia saja sudah cukup. Ia tak pernah begitu memedulikan istrinya, apa yang istrinya inginkan, apa yang istrinya butuhkan, tak pernah ia pedulikan. Ia selalu saja bersikap acuh tak acuh. Pikirnya dengan melimpahi sang istri dengan harta yang berlimpah sudah lebih dari cukup. Pun dengan putri semata wayangnya.
Bila mendiang istrinya meninggal karena hidup tertekan, maka Eve justru menikmati segala kemewahan hingga akhirnya salah jalan.
Brakkk ...
Tobey melemparkan cangkir di mejanya ke dinding membuat pecahannya berhamburan di lantai. Tatapannya nyalang, membuat sang asisten bergidik sendiri melihatnya.
"Bagaimana mungkin dia menghilang?" pekik Tobey tidak percaya dengan informasi yang asistennya sampaikan.
Tadi Tobey meminta asistennya menanyakan informasi apa yang mata-matanya dapatkan dari J Company. Namun jawaban tak terduga yang Tobey justru dapatkan. Orangnya yang ia susupkan di J Company tiba-tiba menghilang. Ia tidak bisa dihubungi sama sekali. Begitu pula dengan keluarganya. Tak ada satupun yang tahu kemana ia pergi. Mereka hilang seperti ditelan bumi. Menghilang tanpa jejak.
"Tuan, jangan-jangan dia sudah ketahuan jadi tuan Jevian menyingkirkannya atau dengan kata lain ... menghabisinya," ujar sang asisten membuat Tobey terkekeh.
"Kau pikir dia sepintar itu? Dia itu laki-laki yang bodoh dan naif, jadi mana mungkin dia mengetahui kita telah menyusupkan mata-mata ke perusahaannya," kilah Tobey tidak mempercayai asumsi sang asisten.
Kalau kata Tobey benar, lantas kemana orangnya itu? Mereka bukan hanya ada satu orang, tapi tiga. Dan ketiga-tiganya tiba-tiba menghilang tanpa jejak berikut keluarganya.
Bagaimana bisa?
Tidak mungkin kan mereka pergi begitu saja tanpa adanya alasan.
__ADS_1
Bila sebelumnya Jevian memang kerap bersikap bodoh dan naif, namun tidak sekarang. Apalagi setelah Rainero menceritakan segala sisi buruk Tobey yang tidak ia ketahui. Sejak saat itu, ia menjadi sangat berhati-hati. Termasuk dengan karyawannya sendiri.
Dan akhirnya perkataan Rainero terbukti. Di perusahaannya memang terdapat mata-mata Tobey.
Jevian tentu saja marah. Ia meminta ketiga datang dan menginterogasinya.
Awalnya mereka tidak mau berkata jujur, namun dengan sedikit ancaman, akhirnya mereka mau menceritakan segalanya. Termasuk rencana Tobey.
Jevian marah. Namun sebisa mungkin ia menahan gejolak amarah itu.
"Silahkan pilih, mau terus bekerja sama dengan Tobey, tapi dengan risiko aku akan menghancurkan kalian berikut keluarga kalian. Atau ... bekerja samalah denganku, maka aku akan melindungi kalian semua," tawar Jevian hari itu.
Mereka tampak gamang. Namun saat proyektor menyala dan menampilkan keluarga kecil ketiga orang itu di sana membuat ketiganya ketakutan. Mereka sebenarnya takut untuk berhenti bekerja dengan Tobey sebab Tobey pun mengancam dengan hal yang sama. Namun saat mendengar kalimat-kalimat provokatif dari Jevian membuat mereka gemetaran karena takut. Bagaimanapun, keluarga mereka adalah prioritas. Terlebih Jevian menawarkan perlindungan pada mereka, akhirnya mereka pun setuju bekerja sama dengan Jevian. Padahal ancaman Jevian itu tak lebih dari gertak sambal. Ia tidak memiliki hati yang keji. Bagaimana ia bisa menyakiti orang lain yang tak bersalah, terlebih itu adalah seorang wanita dan anak-anak. Namun ia terpaksa melakukan ancaman seperti itu demi menghentikan kebusukan Tobey.
...***...
Pagi-pagi sekali kediaman Jevian tampak riuh. Jevian sampai keheranan dibuatnya. Padahal hari masih jam 7 pagi, tapi di depan mansion miliknya terdengar begitu riuh.
"Ada apa di depan?" tanya Jevian pada salah satu maid di mansionnya.
"Tuan, di depan ramai sekali wartawan. Mereka mendesak ingin bertemu dengan Anda," ujar sang maid.
Dahi Jevian berkerut. Ia lantas berjalan menuju balkon di lantai 2. Matanya terbelalak saat melihat kerumunan wartawan dan reporter tengah berdesakkan demi mendapatkan berita terbaik dan terpercaya.
__ADS_1
"Kenapa mereka beramai-ramai mendatangi mansion ku? Sebenarnya apa yang sudah terjadi?"
Jevian yang dilanda tanda tanya pun gegas mengambil ponsel untuk menghubungi Matson. Namun belum sempat Jevian melakukan panggilan, ternyata Matson telah menghubunginya terlebih dahulu. Dari Matson akhirnya ia tahu apa yang sudah terjadi.
Jevian jelas saja marah. Ia mengepalkan tangan dengan rahang mengeras. Padahal Jevian sebisa mungkin menekan diri untuk tidak mempermalukan Eve, tapi Eve justru berbuat di luar dugaan. Ia tanpa segan menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya. Jevian yang sempat melihat beberapa postingan pun benar-benar emosi. Tapi yang membuat Jevian heran, beredar juga video saat ia mengakui Roseline sebagai kekasihnya tepat di hadapan Bastian.
"Bagaimana bisa ia bisa memiliki video ini? Apa saat itu Eve ada di sana? Atau ... Ia justru bekerja sama dengan laki-laki brengsekkk itu?" gumam Jevian. Apalagi saat melihat setiap foto dan video yang beredar, wajah Roseline selalu dalam keadaan diblur. Seakan tujuannya hanya untuk menghancurkannya, bukan Roseline.
Melihat berita kian menyudutkan dirinya dan Roseline, membuat Jevian begitu murka.
"Kau salah mencari lawan, Eve. Pada akhirnya, kau lebih memilih menggali lubangmu sendiri daripada diam mencari aman. Jadi, silahkan nikmati kehancuranmu," desis Jevian kejam. Terserah bila setelah ini reputasi Eve hancur, toh dia sendiri yang lebih dulu memulai.
Jevian yang sudah tak mampu lagi menolerir perbuatan Eve pun akhirnya bertindak. Ia pun segera menghubungi Matson untuk melancarkan serangan balik. Serangan yang pastinya akan jauh lebih menggemparkan dibandingkan berita tentang perselingkuhan dirinya. Serangan yang sudah ia persiapkan sebelumnya bila sewaktu-waktu Eve melakukan perbuatan
"Segera publish video dan foto-foto menjijikan perempuan itu. Berikut beberapa video perlakuannya pada Jefrey. Sekarang!" titahnya pada Matson.
Meskipun ia sedang benar-benar lelah akibat pekerjaan yang menggunung akhir-akhir ini, Matson hanya bisa melakukan perintah. Bagaimanapun ia adalah bawahan Jevian jadi sudah sepatutnya ia mengerjakan tugasnya dengan baik tanpa bantahan.
Dalam sekejap, video dan foto yang Matson sebarkan melalui beberapa akun anonim itupun menyebar luas. Bila sebelumnya Eve bisa tertawa lebar membayangkan kehancuran Jevian, maka kini yang terjadi justru sebaliknya. Beredarnya video panas dirinya dan Lynda akhirnya menjadi Boomerang untuk dirinya sendiri.
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
__ADS_1